1,790 research outputs found
MAKNA SIMBOLIS MENDEM ARI-ARI DALAM TRADISI JAWA DI DESA SEBALOR KECAMATAN BANDUNG TULUNGAGUNG (ANALISIS SEMIOTIKA UMBERTO ECO)
Skripsi dengan judul “Makna Mendem Ari-ari dalam Tradisi Jawa di Desa Sebalor
Kecamatan Bandung Tulungagung (Analisis Semiotika Umberto Eco)” ditulis oleh
Suci Wahyuni, NIM 126302212040, dengan Pembimbing Abdul Aziz Faradi,
M.Hum.
Kata Kunci: Mendem Ari-ari, Semiotika, Simbol, Tradisi
Penelitian ini mengkaji tentang simbolisme dalam tradisi Mendem Ari-ari pada
masyarakat Jawa di Desa Sebalor, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung.
Tradisi ini dilakukan dengan cara mengubur plasenta bayi disertai dengan berbagai
perlengkapan simbolik, seperti kendi, daun, kain kafan, alat tulis, benang, hingga
sesaji atau cok bakal. Masyarakat memaknai ari-ari sebagai "batur bayi" atau
saudara gaib yang harus dihormati dan dijaga. Penelitian ini bertujuan untuk: 1)
mengidentifikasi simbol-simbol yang terkandung dalam tradisi Mendem Ari-ari, 2)
menafsirkan makna simbolik tersebut berdasarkan perspektif semiotika Umberto
Eco. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis
penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi non-partisipatif,
wawancara mendalam terhadap informan seperti dukun bayi, orang tua, dan tokoh
adat, serta dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlengkapan dalam tradisi Mendem
Ari-ari seperti daun waru/sente, kendi tanah liat, alat tulis, hingga posisi
penguburan memiliki makna simbolik berlapis: denotatif, konotatif, dan interpretan
yang mencerminkan pandangan kosmologis masyarakat Jawa tentang hubungan
spiritual antara bayi, alam, dan kekuatan gaib. Dengan menggunakan pendekatan
semiotika Umberto Eco, setiap benda dianggap sebagai tanda budaya yang
bermakna ganda dan terbuka terhadap interpretasi dalam konteks sosial. Tradisi ini
menjadi media pelestarian nilai-nilai leluhur serta identitas budaya yang diwariskan
turun-temurun. Di tengah arus modernisasi, tradisi ini tetap dijaga sebagai bentuk
kearifan lokal yang sarat makna filosofis dan spiritual
0480_023_006_Wendell_philips_Stapled_Set_04
1. One-page typewritten letter dated 1 November 1949 to Wendell Phillips from Dr. Aziz S. Atiya, Professor of Medieval History, Faculty of Arts, Farouk I University. 2. One-page handwritten letter to Monseigneur Porphyrios III, Archbishop of Mt. Sinai, from Dr. Aziz S. Atiya, Professor of Medieval History, Faculty of Arts, Farouk I University. 3. One-page typewritten letter dated 28 October 1949 to Dr. Aziz S. Atiya, Professor of Medieval History, Faculty of Arts, Farouk I University, from unknown author. 4. One-page typewritten letter dated 14 October 1949 from Wandell Phillips to Dr. Aziz S. Atiya, Professor of Medieval History, Faculty of Arts, Farouk I Universit
ARI updates 2008: Accounting Research Institute and Faculty of Accountancy
My sincere appreciation goes to all members of the Accounting Research Institute for the successful publication of this ARI Updates 2008. The institute had gone through a complete evolutionary cycle. When ITM was upgraded to UiTM in August 1999, research activities at the Faculty of Accountancy were confined to individual efforts. In early 2000, lecturers got together to form special interest groups (SIGs). In 2002, as the groups got bigger, an informal Accounting Research Academy (ARA) was formed and ARA was placed under the responsibility of the Deputy Dean (Quality and Research). Three SIGs, namely the Financial Reporting Research group, the Corporate Governance Research group and the Management Accounting Research group were later upgraded to research centres. Financial Reporting Research Centre (FRRC) was a collaboration with ACCA; Corporate Governance Research Centre (CGRC) was a collaboration with the Malaysian Institute of Corporate Governance- MICG and the Asian Management Accounting Research Centre (AMARC) was a collaboration with CIMA. The formation of these centres had further expedited research and publication activities at the faculty
A half-century of metal and metalloid-containing polymers
Alaa S. Abd-El-Aziz ... [et al.]; Includes bibliographical references and indexes.; Editor, Alaa S. Abd-El-Aziz, is currently President of the University of Prince Edward Island.Source type: Electronic(1
TRADISI MENDEM ARI-ARI DAN KRAYAHAN DUSUN GADEL DESA PACUH KECAMATAN BALONGPANGGANG KABUPATEN GRESIK
Tradisi mendem ari-ari dan tradisi krayahan di Dusun gadel desa pacuh kecamatan balongpanggang kabupaten Gresik termasuk folklore setengah lisan yang masih dilestarikan dan dipercaya oleh Masyarakat dusun tersebut. Tradisi tersebut dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur akan hadirnya bayi yang telah lahir. Tradisi ini sebagai kebiasaan yang sudah dilaksanakn sejak zaman dahulu sampai sekarang ketika ada bayi lahir. Tradisi tersebut juga diharapkan menjadi sebuah doa dan harapan bagi bayi dan ibu supaya selamat baik di dunia dan di akhirat. Dalam tradisi mendem ari-ari dan krayahan terdapat ubarampe yang dibutuhkan. Penelitian tersebut menggunakan teori folklor setengah lisan menurut Danandjaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif. Dengan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Tradisi mendem ari-ari ubarampenya yaitu kendil, uyah grosok, bunga, telur ayam kampung, tulisan di kertas, benang dan jarum, kerikil, cermin, kurungan ayam, lan lampu. Tradisi krayahan membutuhkan ubarampe nasi tumpeng, ikan, krawu, bubur merah, bubur putih, bubur sengkala, dan jajan pasar.
Kata Kunci : Tradisi, Mendem Ari-ari, dan Krayaha
Democracy, Like Revolution, is Unattainable Without Women
The biggest challenge facing women in Arab Spring countries is transforming their leadership and attendant influence during the revolutions into high-level governance positions, both elected and appointed, after the revolutions.
To achieve this goal, reform efforts should include: 1) amending election laws to increase the proportion of women represented at the local, state, and national levels; 2) increasing high-level employment opportunities; and 3) using public education to highlight the role of women and counter perceptions of traditional gender roles.Peer reviewe
Independence Without Accountability: The Judicial Paradox of Egypt's Failed Transition to Democracy
Peer reviewe
Caught in a Preventive Dragnet: Selective Counterterrorism in a Post 9/11 America
Peer reviewe
- …
