22 research outputs found

    Tafsir audiovisual: Analisis epistemologi penafsiran Ustaz Adi Hidayat pada Channel YouTube Adi Hidayat Official

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi ini berawal dari fenomena penyebaran kajian tafsir al-Qur’an melalui platform media sosial. Salah satu media sosial yang secara konsisten mengunggah video kajian tafsir al-Qur’an adalah channel YouTube Adi Hidayat Official. Tafsir tersebut disampaikan oleh Dr. Adi Hidayat, Lc. M.A., seorang ulama dari Pandeglang, Banten. Melalui video-video kajian tafsirnya, Ustaz Adi Hidayat berupaya mengarahkan masyarakat kembali kepada petunjuk al-Qur’an dan hadis Nabi Saw, serta menginspirasi kecintaan kepada keduanya. Mengingat bahwa sebuah karya tafsir tidak lepas dari berbagai kecenderungan mufasir, baik itu akibat kondisi sosial budaya, pengaruh politik, ilmu pengetahuan, konteks kelahiran tafsir tersebut, dan lainnya, kajian epistemologi tafsir menjadi isu keilmuan yang penting untuk dikaji guna memahami sebuah penafsiran. Artikel ini hadir untuk mengungkap secara mendalam bagaimana epistemologi pemikiran Ustaz Adi Hidayat dalam proses penafsirannya di media YouTube. Fokus kajian ini adalah membahas mengenai sumber dan metode penafsiran Ustaz Adi Hidayat dalam menjelaskan tafsir al-Qur’an, serta validitas Ustaz Adi Hidayat dalam menafsirkan al-Qur’an. Metode penelitian dalam kajian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif yang bersifat etnografi virtual, yaitu mengumpulkan berbagai data dan informasi yang terdapat di lingkungan online serta video-video penafsiran yang diunggah di channel YouTube Adi Hidayat Official. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis untuk menghasilkan penjelasan yang detail, lengkap, dan sistematis. Untuk memahami sumber, metode, dan validitas penafsiran Ustaz Adi Hidayat, penulis menggunakan pendekatan filsafat, yaitu epistemologi. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa penafsiran Ustaz Adi Hidayat termasuk dalam kategori tafsir bi al-ma’tsur dan tafsir bi al-ra’yi. Ia menggunakan sumber penafsiran berupa riwayat yang sahih dan kuat, baik dari al-Qur’an maupun hadis. Ustaz Adi Hidayat juga merujuk pada hasil ijtihad dan pemikiran mufasir terdahulu dalam kitab tafsir, kaidah bahasa Arab, serta ilmu yang ditekuni olehnya. Dalam menyampaikan penafsirannya, Ustaz Adi Hidayat cenderung menggabungkan dua metode, yaitu metode mauḍhui (tematik) dan metode tahlili (analitis). Penafsiran Ustaz Adi Hidayat dinilai benar karena sesuai dengan tiga teori kebenaran dalam filsafat ilmu, yaitu teori koherensi, teori korespondensi, dan teori pragmatis. ABSTRACT This thesis begins with the phenomenon of spreading the study of the interpretation of the Qur'an through social media platforms. One of the social media that consistently uploads videos of the study of the interpretation of the Qur'an is the Adi Hidayat Official YouTube channel. The interpretation was delivered by Dr. Adi Hidayat, Lc. M.A., a scholar from Pandeglang, Banten. Through his tafsir study videos, Ustaz Adi Hidayat seeks to direct people back to the guidance of the Qur'an and the Prophet's hadith, and inspire love for both. Given that a work of tafsir cannot be separated from the various tendencies of the mufasir, whether it is due to socio-cultural conditions, political influences, science, the context of the birth of the tafsir, and others, the study of tafsir epistemology becomes an important scientific issue to be studied in order to understand an interpretation. This article is here to reveal in depth how the epistemology of Ustaz Adi Hidayat's thoughts in the process of interpretation on YouTube media. The focus of this study is to discuss the sources and methods of Ustaz Adi Hidayat's interpretation in explaining the interpretation of the Qur'an, as well as the validity of Ustaz Adi Hidayat in interpreting the Qur'an. The research method in this study is library research with a qualitative approach that is virtual ethnography, namely collecting various data and information contained in the online environment as well as interpretation videos uploaded on the Adi Hidayat Official YouTube channel. The data collected is then analyzed using descriptive-analytical methods to produce detailed, complete, and systematic explanations. To understand the sources, methods, and validity of Ustaz Adi Hidayat's interpretation, the author uses a philosophical approach, namely epistemology. The results of this study show that the interpretation of Ustaz Adi Hidayat is included in the category of tafsir bi al-ma'tsur and tafsir bi al-ra'yi. He uses sources of interpretation in the form of valid and strong narrations, both from the Qur'an and hadith. Ustaz Adi Hidayat also refers to the results of ijtihad and the thoughts of previous mufasirs in the book of interpretation, the rules of Arabic, and the science he is engaged in. In delivering his interpretation, Ustaz Adi Hidayat tends to combine two methods, namely the mauḍhui (thematic) method and the tahlili (analytical) method. Ustaz Adi Hidayat's interpretation is considered correct because it is in accordance with the three theories of truth in the philosophy of science, namely coherence theory, correspondence theory, and pragmatic theory. مستخلص البحث تنطلق هذه الورقة من ظاهرة نشر دراسة تفسير القرآن عبر فضاء وسائل التواصل الاجتماعي. ومن بين وسائل التواصل الاجتماعي التي دأبت على رفع مقاطع فيديو لدراسات تفسير القرآن الكريم قناة عدي هدايات الرسمية على اليوتيوب. وقد قام بتقديم التفسير الدكتور عدي هدايت، ماجستير. M.A. وهو عالم من بانديغلانغ، بانتن. ويحاول الأستاذ عدي هدايات من خلال فيديوهاته التفسيرية أن يعيد المجتمع إلى هدي القرآن والحديث النبوي الشريف، ويحاول أن يكون محبًا لهما معًا. معتبراً أن العمل التفسيري لا ينفصل عن الميول المختلفة للمفسر، سواء أكان ذلك ناتجاً عن الظروف الاجتماعية والثقافية، أو المؤثرات السياسية، أو العلمية، أو السياق الذي ولد فيه التفسير، وغيرها. لذا، فإن دراسة علم التفسير بالمأثور تصبح إشكالية علمية ملحة لا بد من معالجتها من أجل معرفة التفسير. وفي هذا البحث نحاول في هذا البحث أن نكشف بشكل كبير عن كيفية إبيستمولوجيا فكر الأستاذ عدي هداية في عملية التفسير على اليوتيوب. ويناقش محور الإشكال في الدراسة مصادر ومناهج تفسير الأستاذ عدي هداية في تفسير القرآن الكريم، وكذلك معايير صحة تفسير الأستاذ عدي هداية في تفسير القرآن الكريم. منهج البحث في هذه الدراسة هو البحث المكتبي ذو المنهج الكيفي الذي يتسم بطبيعة إثنوغرافية افتراضية، أي جمع البيانات والمعلومات المختلفة الموجودة في البيئة الإلكترونية بالإضافة إلى مقاطع الفيديو التفسيرية التي تم تحميلها من قبل قناة عدي هدايات الرسمية على اليوتيوب. وعلاوةً على ذلك، يتم تحليل البيانات باستخدام المنهج الوصفي التحليلي من أجل إنتاج تفسير مفصل وكامل ومنهجي. ولمعرفة مصدر تفسير الأستاذ عدي هدايات وطريقته وصحة تفسيره، يستخدم المؤلف منهجًا فلسفيًا وهو نظرية المعرفة. ومن خلال هذه الدراسة يتبين لنا أن تفسير الأستاذ عدي هداية يدخل في باب التفسير بالمأثور والتفسير بالرأي. فهو يستخدم مصادر التفسير في شكل روايات صحيحة وقوية، سواء من القرآن أو الحديث. كما يرجع الأستاذ عدي هداية إلى نتائج الاجتهاد وأفكار المفسرين السابقين في كتاب التفسير، وقواعد العربية، والعلم الذي يشتغل به. ويميل الأستاذ عدي هداية في تقديم تفسيره إلى الجمع بين طريقتين، هما الطريقة الموضوعية والطريقة التحليلية. ويُقال إن تفسير الأستاذ عدي هدايت صحيح لأنه يتوافق مع نظريات الحقيقة الثلاث في فلسفة العلم، وهي نظرية التماسك ونظرية التطابق والنظرية التطابقية والنظرية البراغماتية

    RETORIKA DAKWAH USTADZ ADI HIDAYAT DALAM AKUN YOUTUBE

    Get PDF
    ABSTRAK Retorika sangat penting bagi seorang dai dalam menyampaikan pesan dakwahnya kepada masyarakat/mad’u, terlepas dari latar belakang masing – masing setiap dai itu sendiri. bagi seorang dai, yang senantiasa menyampaikan dakwah kepada masyarakat/mad’u, Karena itu apa yang disampaikan harus bisa mengambil hati mad‟u dan menyentuhnya. Ustadz Adi Hidayat memiliki kemampuan untuk menggunakan teknik-teknik retorika yang efektif. Misalnya, dia dapat menggunakan gaya berbicara yang emosional, seperti penggunaan intonasi suara yang kuat atau perubahan tempo dalam pidatonya untuk menarik perhatian dan menekankan poin-poin penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Gaya Retorika Dakwah Ust Adi Hidayat dalam video tentang “[Klik Adi] Menjawab Argumen Semua Agama sama di channel youtube Adi Hidayat Officiall”. Adapun jenis penelitian yang penelitian gunakan adalah penelitian kualitatif dan sifat penelitian bersifat penelitian deskriptif, Metode yang digunakan untuk melengkapi penelitian ini digunakan metode dokumentasi dan observasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam video yang diamati penulis mulai bulan maret 2022 - Oktober 2023, retorika dakwah ustadz adi hidayat dalam akun youtube terdapat, Gaya bahasa yang terdiri dari gaya bahasa berdasarkan pilihan kata yaitu gaya bahasa resmi, gaya bahasa tidak resmi, gaya bahasa percakapan, gaya bahasa berdasarkan nada, Gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yaitu gaya bahasa klimaks, Paralelisme, Antitesis, gaya bahasa repetisi yaitu Tautotes. Gaya suara Ustadz Adi Hidayat dalam menyampaikan dakwahnya memperhatikan irama suara yakni pitch dan pause. Serta mampu meletakkan jeda pada bagian tertentu sehingga mad‟u memahami isi ceramah apa saja yang disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat dengan tempo yang pas, santai. Tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Dan Gaya gerak tubuh Ustadz Adi Hidayat selain menggunakan bahasa verbal, ustadz Adi Hidayat juga menggunakan bahasa non verbal, mulai dari pakaian berpakaian rapi dan sopan menggunakan baju batik lengkap dengan peci berwarna putih , Memberikan senyuman disaat menyampaikan ceramahnya. Dia mengerakkan tangan, jari, dan sorotan mata sebagai komunikasi non verbal yang mana untuk memperteguh, menekankan komunikasi verbalnya. Kata kunci : Retorika Dakwah, Youtube, Ustadz Adi Hidayat iii ABSTRACT Rhetoric is very important for a preacher in conveying his da'wah message to the community / mad'u, regardless of the background of each preacher himself. For a preacher, who always delivers da'wah to the community / mad'u, therefore what is conveyed must be able to take mad'u heart and touch it. Ustadz Adi Hidayat had the ability to use effective rhetorical techniques. For example, he may use an emotional speaking style, such as the use of strong intonation of voice or a change in tempo in his speech to attract attention and emphasize key points. This study aims to find out how Ust Adi Hidayat's Da'wah Rhetoric Style in the video about "[Klik Adi] Answering the Arguments of All Religions is the same on Adi Hidayat Officiall's youtube channel". The type of research that the research uses is qualitative research and the nature of the research is descriptive research, the method used to complement this research is used documentation and observation methods. The results showed that in the video observed by the author from March 2022 - October 2023, Ustad Adi Hidayat's da'wah rhetoric on the YouTube account contained, Language style consisting of language style based on word choice, namely official language style, unofficial language style, conversational language style, language style based on tone, Language style based on sentence structure, namely climax language style, Parallelism, Antithesis, repetition style i.e. Tautotes. Ustadz Adi Hidayat's voice style in delivering his da'wah pays attention to the rhythm of the sound, namely pitch and pause. As well as being able to put pauses in certain parts so that mad‟u understand the content of any lecture delivered by Ustadz Adi Hidayat with the right tempo, relaxed. Not too fast and not too slow. And Ustad Adi Hidayat's gestures style in addition to using verbal language, Ustadz Adi Hidayat also uses non-verbal language, ranging from neatly dressed and polite clothes using batik clothes complete with white peci, giving a smile when delivering his lecture. He moves his hands, fingers, and eyes as nonverbal communication whic h is to reinforce, emphasizing his verbal communication. keywords: Retorika Dakwah, YouTube, Ustadz Adi Hidaya

    Childfree dalam Tafsir Digital: Analisis penafsiran Ustaz Khalid Basalamah dan Ustaz Adi Hidayat dalam Media Sosial Youtube

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menelaah childfree dalam tafsir digital analisis penafsiran Ustaz Khalid Basalamah dan Ustaz Adi Hidayat dalam media sosial Youtube. Banyaknya polemik serta perdebatan dari fenomena childfree yang dianggap tabu untuk dipraktikkan oleh seseorang, bahkan pelakunya bisa menyandang stigma negatif dari masyarakat sekitar, fenomena ini menuai pro kontra semenjak kemunculannya. Pada kajian kali ini difokuskan pembahasan childfree dalam tafsir digital analisis penafsiran dua ulama yaitu Ustaz Khalid Basalamah dan Ustaz Adi Hidayat dalam sudut pandang Islam, dengan rumusan masalah: bagaimana penafsiran ayat yang dikaitkan dengan childfree serta konstruk argumen Ustaz Khalid Basalamah dan Ustaz Adi Hidayat dalam menolak childfree dengan pijakan Al-Qur’an juga bagaimana implikasi tafsir ayat-ayat tersebut dalam tafsir digital di Indonesia? Demi menjawab rumusan masalah di atas, maka pendekatan yang dibutuhkan yaitu pendekatan hermeneutika teoritis atau metodis milik Schleiermacher. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research). Data primer bersumber dari video dakwah Ustaz Khalid Basalamah dan Ustaz Adi Hidayat tentang fenomena childfree yang diunggah pada masing-masing channel Youtubenya. Teknik pengumpulan data penelitian yaitu jenis dokumentasi. Kerangka teori hermeneutika teoritis milik Schleiermacher ini menitikberatkan pada dua dimensi sekaligus: (1) interpretasi gramatis, yakni interpretasi yang merujuk pada teks langsung; (2) interpretasi psikologis, ialah interpretasi yang terfokus kepada faktor subjektif pengarang. Dipaparkan dalam tiga bentuk analisis yaitu: analisis deskriptif, kritis maupun implikatif demi membangun pemahaman yang utuh dalam kajian ini. Ustaz Khalid Basalamah dan Ustaz Adi Hidayat menyatakan kontra dengan fenomena childfree. Pendapatnya disandarkan pada QS. Al-An’am ayat 151 dan hadis-hadis yang secara eksplisit maupun implisit berkaitan dengan childfree. Keduanya memaparkan pendapat senada bahwa childfree merupakan pilihan yang menyalahi fitrah kehidupan berumah tangga. Pasalnya, fitrah dalam kehidupan berumah tangga salah satunya yaitu memiliki keturunan. Meski memiliki pandangan yang sama, keduanya membidik bahasan childfree dari sudut pandang berbeda. Ustaz Khalid Basalamah terfokus pada ketetapan rezeki bagi anak maupun orang tua yang sudah dijamin oleh Allah, sehingga manusia tidak perlu mengkhawatirkannya. Sedangkan Ustaz Adi Hidayat memusat pada kedudukan serta keistimewaan anak. Gagasan ini pun terbentuk dari latar belakang keduanya baik dari segi individu, keluarga, lingkungan, pendidikan serta berbagai faktor pembentuk lainnya. Penyampaian gagasan melalui media sosial merupakan hal yang efisien dalam menjangkau audiens. Sebab, eksisnya tafsir audiovisual terutama di Youtube mampu menarik perhatian dengan kelebihan yang dimiliki. Kedua Ustaz tersebut juga memiliki relasi kuasa yang besar untuk menyebarkan ideologi yang dimiliki. Ditandai dengan banyaknya subscribers maupun viewers yang menjadi salah satu indikator implikasi penafsiran dalam tafsir digital. ABSTRACT This study aims to examine childfree in the digital interpretation of the interpretation analysis of Ustaz Khalid Basalamah and Ustaz Adi Hidayaton the social media Youtube. There are many polemics and debates about the childfree phenomenon which is considered taboo to be practiced by someone, even the perpetrators can bear a negative stigma from the surrounding community, this phenomenon has reaped the pros and cons since its emergence. In this study, the focus is on discussing childfree in digital interpretation, analyzing the interpretation of two scholars, namely Ustaz Khalid Basalamah and Ustaz Adi Hidayat from an Islamic point of view, with the formulation of the problem: how are the interpretation of verses related to childfree and the construct of Ustaz Khalid Basalamah and Ustaz Adi Hidayat's arguments against childfree with the Al-Qur'an footing also what are the implications of the interpretation of these verses in digital interpretation in Indonesia? To answer the problem formulation above, the approach needed is Schleiermacher's theoretical or methodical hermeneutic approach. This study uses a qualitative method with the type of research literature study (library research). Primary data is sourced from the preaching video of Ustaz Khalid Basalamah and Ustaz Adi Hidayat about the childfree phenomenon which is uploaded on their respective Youtube channels. The research data collection technique is the type of documentation. Schleiermacher's theoretical framework for hermeneutics focuses on two dimensions at once: (1) grammatical interpretation, namely interpretation that refers to the direct text; (2) psychological interpretation, is an interpretation that focuses on the subjective factors of the author. It is presented in three forms of analysis, namely: descriptive, critical, and implicative analysis to build a complete understanding of this study. Ustaz Khalid Basalamah and Ustaz Adi Hidayat stated that they were against the childfree phenomenon. His opinion rested on the QS. Al-An'am verse 151 and the hadiths that are explicitly or implicitly related to child freedom. Both of them expressed the same opinion that being child-free is a choice that violates the nature of married life. The reason is, that one of the nature of married life is having offspring. Even though they have the same view, both of them are aiming at the childfree discussion from different points of view. Ustaz Khalid Basalamah focuses on the provision of sustenance for children and parents which has been guaranteed by Allah so that humans do not need to worry about it. Meanwhile, Ustaz Adi Hidayat focuses on the position and privileges of children. This idea was also formed from their backgrounds both in terms of individuals, families, environments, education, and various other forming factors. Submission of ideas through social media is an efficient thing in reaching the audience. Because, the existence of audiovisual interpretation, especially on Youtube, can attract attention with its advantages. The two Ustadz also have great power relations to spread their ideology. Marked by the number of subscribers and viewers, which is one indicator of the implications of interpretation in digital interpretation. مستلخص البحث تهدف هذه الدراسة إلى بحث خالية الأولاد في تحليل التفسير الرقمي لكل من الأستاذ خالد باسلمة والأستاذ عدي هدايت على مواقع التواصل الاجتماعي على قانوت يوتيوب. هناك عديدة من الجدل والنقاشات حول الظاهرة من خلية الأولاد التي تعتبر من المحظورةليفعلها الناس، حتى إن فاعلها يمكن أن يتحمل وصمة عار سلبية من المجتمع المجاور، وقد حصدت هذه الظاهرة إيجابيات وسلبيات منذ ظهورها. في هذه الدراسة ، ينصب التركيز على مناقشة خالية الأولاد في التفسير الرقمي لتحليل تفسير العلماءين ، وهما الأستاذ خالد باسلمة والأستاذ عدي هدايت من وجهة نظر إسلامية ، مع صياغة المشكلة: ما هو تفسير الآيات المتعلقة بخالية الأولادمع بنية حجج الأستاذ خالد باسلمة والأستاذ عدي في منع خالية الأولادبالإعتماد على القرآن،وما هي الآثار المترتبة على تفسير هذه الآيات في التفسير الرقمي في إندونيسيا؟ لإجابة على صياغة المشكلة أعلاه ، فإن النهج المطلوب هو نهج النظري أو المنهجي التأويلي لشلايرماخر. تستخدم هذه الدراسة المنهج النوعي مع نوع الدراسة الأدبية البحثية (بحوث المكتبة). البيانات الأولية مأخوذة من الفيديو الدعائي للأستاذ خالد باسلمة والأستاذ عدي هدايت حول الظاهرة من خالية الأولادالتي تم تحميلها على قنوات اليوتيوب الخاصة بهما. أسلوب جمع بيانات البحث هو نوع التوثيق. يركز إطار النظري للتأويل لشلايرماخرعلى بعدين في آن واحد: (١) التفسير النحوي، أي التفسير الذي يشير إلى النص المباشر؛ (٢) التأويل النفسي، هو تفسير يركز على العوامل الذاتية للمؤلف. يتم تقديمه في ثلاثة أشكال من التحليل ، وهي: التحليل الوصفي والنقدي والتضمني من أجل بناء فهم كامل في هذه الدراسة. وصرح الأستاذ خالد باسلمة والأستاذ عدي هدايت أنهما مانعان من خالية الأولاد. استند رأيه على سورة الأنعام ١٥١الآية والأحاديث التي تتعلق بخالية الأولادصراحة أو ضمناً. أعرب كلاهما عن نفس الرأي القائل بأن خالية الأولادهي خيار ينتهك طبيعة الحياة الزوجية. والسبب هو أن من طبيعة الحياة الزوجية وجود ذرية. على الرغم من أن لديهم نفس الرأي ، كلاهما يهدف إلى مناقشة خالية الأولادمن وجهات نظر مختلفة. يركز الأستاذ خالد باسلمة على رزق الأبناء والآباء الذي كفله الله حتى لا يحتاج الإنسان إلى القلق بشأنه. وفي الوقت نفسه، ويركز الأستاذ عدي هدايت على مكانة وامتيازاتالأولاد. تشكلت هذه الفكرة أيضًا من خلفياتهم من حيث الأفراد والعائلات والبيئات والتعليم وعوامل تكوين أخرى مختلفة. تقديم الأفكار عبر وسائل التواصل الاجتماعي أمر فعال في الوصول إلى الجمهور. لأن وجود التفسير السمعي البصري، خاصة على اليوتيوب ، قادر على جذب الانتباه بمميزاته. يتمتع الاستاذان أيضًا بعلاقات قوة كبيرة لنشر مذهبهما. ويعرف ذلك بعدد المشتركين والمشاهدين، وهو أحد مؤشرات الآثار المترتبة على التفسير في التفسير الرقمي

    Mekanisme pemungutan, penyetoran dan pelaporan pajak pertambahan nilai di Koperasi Karyawan PTP. XII "AROMA" Jember

    No full text
    Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara yang hasilnya akan digunakan untuk membiayai pengeluaran negara berupa pengeluaran rutin dan pengeluaran pembanguna

    Mekanisme pemungutan, penyetoran dan pelaporan pajak pertambahan nilai di Koperasi Karyawan PTP. XII "AROMA" Jember

    No full text
    Saat ini bangsa Indonesia tengah dihadapkan pada kondisi krisis ekonomi yang sangat berat

    Penyuluhan Perubahan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat Masyarakat Dalam Pencegahan Covid 19

    Get PDF
    The corona virus has an impact on death continued to increase, thus providing fear, trauma and stress for the community. The Community Service Team STISIP Mbojo provides counseling and assistance in changing clean and healthy living behavior for community in Kelurahan Rabangodu Selatan. The method used is counseling and mentoring. Participants include Lurah, , RT, RW and Community. The Result obtained : First; outreach activities in providing information regarding the corona virus disease (covid) 19 epidemic and the causative factors and ways of preventing it are running smoothly. Second; assistence activities through preparing a place to wash hands in every house, encouraging the community to plan a living pharmacy in each house to create a comfortable and healthy environment, familiarize the community with wearing masks, the down movement for a clean environment, and build a harmonious spirit of mutual cooperating in togetherness to crate a healthy village , with wearing masks, the down moverment for a clean environment, and build  a harmonious spirit  of mutual cooperation in togetherness to create a healthy village through the clean Friday movement environment (JUMPA BERLIAN)

    DEVELOPMENT OF ECOTOURISM BASED MARINE TOURISM IN NISA/KAMBING ISLAND BIMA CITY NTB

    No full text
    The problem of this research was how the potential for developing marine tourism-based ecotourism; as well as assessing the carrying capacity and community participation in Nisa/Kambing Island Bima City NTB. This research is a descriptive study with a qualitative approach with techniques of data collection: observation, structured interviews, literature study, and questionnaires. In The population of this research is the people of Tanjung Sub District, Rasanae Barat District, Bima City as well as visiting tourists. Meanwhile, data analysis used descriptive and statistical analysis to analyze trends in community perceptions regarding carrying capacity and participation. The results showed Nisa/Kambing Island if developed well, will become one of the mainstays of marine tourism based on ecotourism in Bima City. The island, which is located in the Bima bay area, is surrounded by a charming natural panorama of the sea calm sea waters and perfect for water sports activities (Banana Boat, Jet Sky, etc.), Vollley beaches, swimming, diving, snorkeling, boating around and others and supported by attractions fishermen, the way of life and culture of the local community as well as camping areas available for the traveler. Nisa/Kambing Island has a lot of positive support from the community and tourists because the development must also be felt by the community, both from a social perspective, community culture, especially in the economic sector of the surrounding community. SWOT analysis results indicate that Nisa/Kambing Island has the power to become the leading tourist destination of the City

    Pengembangan Pariwisata di Kota Tepian Air (Water Front City) Berbasis Nilai Kearifan Lokal

    Get PDF
    Penelitian dengan judul Pengembangan Pariwisata di Kota Tepian Air (Water Front City) Berbasis NilaiKearifan Lokal ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis berbagai karakteristik, permasalahan dan potensipengembangan pariwisata di Kota Bima sebagai kota tepian air berbasis nilai kearifan lokal. Jenis penelitian yangdigunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan teknikpengumpulan data penelitian yang digunakan antara lain: observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkanteknik analisa data dengan menggunakan reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan (verifikasi). Hasilpenelitian menunjukkan karakteristik yang dimiliki Kota Bima seperti kawasan yang berada di perairan lautdengan kultur dan kearifan lokal yang unik, seperti “Maja Labo Dahu” (Malu dan Takut) serta muatan falsafahhidup, kearifan lokal, serta ritual budaya Mbojo lainnya seperti“toho mpara ndai sura dou marimpa, toho mparandai sora dou lab’bo dana, maja la’bo dahu, ngaha aina ngoho, lembo ade, kasa’bua renta la’bo rawi nde’i kanda’di, nggahi rawi pahu, mbolo ro dampa, meci angi, lamba angi, tari, kalero, gantao, ‘buja ka ‘danda”, sertabanyak warisan kebudayaan lainnya perlu digali, dijaga, dipelihara dan dilestarikan serta dimanfaatkan dalampembangunan pariwisata. Permasalahan yang dihadapi adalah belum bertemunya keinginan pemerintah danmasyarakat dalam pengembangan pariwisata, pelibatan masyarakat yang minim serta optimalisasi nilai kearifanlokal dalam mendukung pengembangan. Potensi pariwisata di Kota Bima sebagai kota tepian air sangat besar.Kota Bima memiliki dukungan banyak kawasan sebagai kawasan wisata dengan dukungan berbagai objek wisatakota yang menarik dan sudah dikembangkan dengan baik dengan anggaran besar dari pemerintah Kota Bimaseperti Lawata dan Amahami

    REVITALISASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DALAM MENGHADAPI PENDEMI COVID-19 DI KOTA BIMA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana revitalisasi kebijakan pengembangan pariwisata dalam menghadapi pentebaran pendemi Covid-19 di Kota Bima.Jenis penelitianyang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif.Penelitian ini dilakukan diDinas pariwisata Kota Bima dan daya tarik wisata di Kota Bima.Tahapan pengumpulan data adalah denganobservasi, wawancara berstruktur, dan studi kepustakaan.Sedangkan Tehnik Analisis data yang dipergunakan meliputi Analisisdata kualitatif merujuk model interaktifkoleksi data atau pengumpulan data denganmenggunakan analisis data yakni: 1)pengumpulan data lapangan; 2) mereduksidata; dan 3)menarik kesimpulan dan melakukanverifikasi data secara berinteraktif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa revitalisasi destinasi wisata kota bima,mencakup : Destinasi Lawata sebagai wisata bahari dan wisata Kuliner, Destinasi Kolo juga sebagai wisata bahari dan Kuliner, Destinasi Pundunence sebagai wisata pegunungan, Destinasi Ncai Kapenta sebagai wisata olahraga ekstrim, Destinasi Tembakolo sebagai wisata sejarahdan Destinasi sejarah berupa gua peninggalan jepang di Kelurahan Jatibaru Barat dan JatibaruTimur. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa setelah penentuan destinasi obyek wisata, maka Dinas Pariwisata Kota Bima harus melakukan pengelompokan terhadap kegiatan di obyek wisata setelah dilakukan revitalisasi supaya lebih terarah pola pengembangan yang terdiri dari: 1).Pengelompokkan Wisata Air, 2). Kelompok Wisata Hiburan, dan 3). Kelompok Wisata Alam

    MODELPENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS EKOWISATA DI DESA SAMBORI KABUPATEN BIMA

    Get PDF
    Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah model pengembangan desa wisata yang berbasis ekowisata yang didasarkan pada potensi lokal, yaitu pelestarian alam lokal, konservasi seni-budaya masyarakat lokal, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Sambori Kabupaten Bima. Teknik pengambilan sampel adalah proporsional randomsampling. Jumlah sampel wisatawan diambil dengan quota sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini selain menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Focus Group Discussion (FGD), juga menggunakan metode Rapid Rural Apprasial (RRA), Indept Interview, Survey dan analisis SWOT. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Sambori memiliki potensi berupa keunikan bahasa lokal, adat istiadat, rumah adat, tradisi yang langgengkan masyarakat, kesenian lokal, panorama dan kekayaan alam gunung Lambitu yang mempesona, tata cara hidup dan mata pencaharian masyarakat adalah competitive adventages yang dimiliki Desa Sambori. Respon positif masyarakat dan wisatawan yang mendukung pengembanganmemberikan peluang dan prospek yang baik dalam pengembangan.Sedangkan model desa wisata berbasis ekowisata di Desa Sambori Kabupaten Bima yang cocok dengan potensi dan keunikan lokal yang dimiliki oleh Desa Sambori adalah model desa wisata yang dalam pengembangannya melibatkatkan masyarakat, pemerintah daerah, swasta dan juga pelibatan institusi lokal dalam pengembanganny
    corecore