1,721,672 research outputs found
Dunia Luar, Dunia Dalam dan Spirit Personal I Made Ardika
Karya-karya yang dipamerkan di sini mungkin sungguh-sungguh sulit didekati oleh banyak penonton, karena yang ditampilkan bukan corak relistik, bukan memindahkan keindahan bentuk visual sehari-hari dan bukan memberi tanda yang jelas bagaimana harus menafsir dan memahami ekspresi pribadi dari sosok I Made Ardika (selanjutnya Made). Disini terlihat lukisannya meningggalkan patokan (landmarks) visual yang biasa dalam hidup sehari-hari atau representasi visual alam benda. Objek yang digambarkan memang tidak relevan bagi kita jika kita membandingkan dengan realitas keindahan visual alam sehari-hari.
Untuk dapat menyelami karya-karya dari Made maka kita harus mencoba membuka diri dengan emosi atau intelek mengapresiasinya. Kita tidak bisa menunggu atau agar Made sendiri yang menjelaskan apa yang dilukis pastilah tidak akan mendapat jawaban.”Made sendiri tidak mengetahui apa yang ingin disampaikan pada saat melukis”. Sama juga jika kita melihat sekali akan merasa binggung, kurang mampu untuk memasuki dunia simbolnya Made. Karyanya menuntut pentingnya pengalaman dan persepsi individu. Kita harus mencari dalam diri kita sendiri bagaimana peringatan visual pada karyanya yakni warna-warna, garis-garis, bidang-bidang ternyata mampu mengesankan kita. Apa yang diungkapkan lewat karyanya membangkitkan emosi kita melalui cara penyusunan dan permainan garis, warna dan bidang
Indonésie. The link between Arikamedu and Sembiran
Ardika I Wayan. Indonésie. The link between Arikamedu and Sembiran. In: Bulletin de l'Ecole française d'Extrême-Orient. Tome 82, 1995. pp. 363-364
Dunia Luar, Dunia Dalam dan Spirit Personal I Made Ardika
Karya-karya yang dipamerkan di sini mungkin sungguh-sungguh sulit didekati oleh banyak penonton, karena yang ditampilkan bukan corak relistik, bukan memindahkan keindahan bentuk visual sehari-hari dan bukan memberi tanda yang jelas bagaimana harus menafsir dan memahami ekspresi pribadi dari sosok I Made Ardika (selanjutnya Made). Disini terlihat lukisannya meningggalkan patokan (landmarks) visual yang biasa dalam hidup sehari-hari atau representasi visual alam benda. Objek yang digambarkan memang tidak relevan bagi kita jika kita membandingkan dengan realitas keindahan visual alam sehari-hari.
Untuk dapat menyelami karya-karya dari Made maka kita harus mencoba membuka diri dengan emosi atau intelek mengapresiasinya. Kita tidak bisa menunggu atau agar Made sendiri yang menjelaskan apa yang dilukis pastilah tidak akan mendapat jawaban.”Made sendiri tidak mengetahui apa yang ingin disampaikan pada saat melukis”. Sama juga jika kita melihat sekali akan merasa binggung, kurang mampu untuk memasuki dunia simbolnya Made. Karyanya menuntut pentingnya pengalaman dan persepsi individu. Kita harus mencari dalam diri kita sendiri bagaimana peringatan visual pada karyanya yakni warna-warna, garis-garis, bidang-bidang ternyata mampu mengesankan kita. Apa yang diungkapkan lewat karyanya membangkitkan emosi kita melalui cara penyusunan dan permainan garis, warna dan bidang
Kajian Ikonografi Pada Seni Lukis T-Shirt Tema Rangda Karya I Nyoman Ngurah Ardika Yasa
Bali telah dikenal memiliki banyak bentuk seni. Salah satunya adalah seni lukis. Seni Lukis di Bali telah
dikenal cukup lama. Seiring perjalanan waktu, terjadi perubahan dengan kedatangan bangsa Barat yang mempengaruhi
gaya
lukis Bali. Selanjutnya,
media
juga
memberikan
pengaruh yang sangat besar dalam seni
lukis
di
Bali,
salah
satunya
adalah
t-shirt.
Salah
satu
seniman
lukis
t-shirt
yang
cukup
dikenal
oleh
anak
muda
Bali
yaitu
I
Nyoman Ngurah Ardika
Yasa.
Pada karyanya yang
bertema “Rangda”,
salah
satu
dari banyak
karya
yang
telah dibuat cukup menarik
untuk dilakukan penelitian. Metode
yang digunakan dalam penelitian
ini
adalah
metode
ikonografi
Erwin
Panofsky.
Tujuan
penelitian
ini
adalah untuk mengetahui makna karya seni
lukis t-shirt seniman I Nyoman Ngurah Ardika yang bertemakan rangda.Tahap pra-ikonografi, ilustrasi yang
digambarkan merupakan sebuah komunikasi bahwa rangda merupakan sosok yang akan membawa kematian
bagi manusia. Pada tahapan analisis ikonografi digunakan teori Roland Barthes untuk mengungkap lambang
yang ada pada karya tersebut. Mitos yang hadir sebagai petanda dalam karya selanjutnya dihubungkan dengan
tema dan konsep yang tersirat. “Rangda” telah menjadi mitos yang ada pada masyarakat Bali. Analisis interpretasi
ikonologis,
Ilustrasi rangda
karya I
Nyoman Ngurah
Ardika
Yasa
diciptakan
tidak
dengan
mengedepankan
nilai
keindahan
secara
konvensional,
namun
berdasarkan
imajinasi
atas
rasa
dan
pengalaman
estetis
yang
diterima pada masa yang lalu. Pada karyanya wujud rangda
digambarkan dengan penggayaan bentuk
melalui
penyederhaan
dan
deformasi
bentuk,
sehingga
karakter
rangda
terlihat berbeda
dengan
wujud
rangda
secara
tradisi. Sehingga dapat dikatakan bahwa ilustrasi rangda
ini mengikuti gaya postmodern champ
yaitu
menolak
keotentikan atau keorisinilan untuk tujuan dan kepentingannya sendiri.
Kata kunci : rangda, ikonografi, erwin panofsky, t-shirt painting, i nyoman ngurah ardika yasa
Research Of Arts Painting On T-Shirt With Theme Of Rangda Working By Artist
I Nyoman Ngurah Ardika Yasa Using Iconography
Bali has had many forms of art. One of them is painting. Balinese Painting has been known for a long time.
Over time though, they changed when The westerners were arriving that influenced the style of Balinese painting.
Furthermore, the media also gave a huge influence in Balinese painting, one of them was a t-shirt. One
of the t-shirt painting artists is known by young Balinese, I Nyoman Ngurah Ardika Yasa. In his work entitled
“Rangda”, one of his works has been made, is interesting enough to do research. The method of this research
is the iconographic method of Erwin Panofsky. The purpose of this study was to find out the meaning of t-shirt
painting of I Nyoman Ngurah Ardika Yasa with the theme of rangda. In the pre-iconography stage, the illustration
is
depicted revealing
a
communication
that
Rangda
is a person
who would bring death
to
humans.
At
the
stage
of
iconographic
analysis,
Roland
Barthes’s
theory
was
used
to
reveal
the
symbols
in
the
work.
The
myths
that are
present as markers in the work are then related to
the implicit themes
and
concepts. “Rangda”
has
become
a
myth
that
exists
in
Balinese
society.
Analysis
of
iconological
interpretations,
I
Nyoman
Ngurah
Ardika
Yasa’s
illustration of rangda were not created with prioritizing the value of beauty in a conventional
way, but it based on imagination over the aesthetic taste and experience that had received in the past. In his
work, the rangda is depicted in the form of simplification and deformation, so that the character of Rangda
looks different from the traditional form. So, it can be said that the illustration of Rangda following a postmodern
style is a champ that rejects authenticity for its own purposes and interests.
Keywords: rangda, iconography, erwin panofsky, t-shirt painting, i nyoman ngurah ardika yas
LKP : Rancang Bangun Aplikasi Pembelian Pada PT. Ardika Karya Utama
Pada PT. Ardika Karya Utama terdapat proses bisnis pencatatan pembelian barang. Kurangnya penanganan dalam proses pencatatan transaksi pembelian barang, terlebih lagi dalam proses pencatatan transaksi pembelian tersebut masih dilakukan dengan mencatat didalam dokumen biasa, yang akan menimbulkan berbagai macam masalah.
Proses pembelian adalah tindakan-tindakan yang dilakukan secara berurutan di suatu perusahaan dalam kegiatan pembelian atau jasa. Fungsi pembelian barang sebenarnya berada dibawah atap fungsi logistic. Yang dimaksud fungsi logistik adalah fungsi perencanaan dan pengendalian alir fisik barang yang mengalir ke segenap bagian organisasi.
Aplikasi pembelian adalah aplikasi yang berfungsi untuk membantu kinerja perusahaan dalam bidang pembelian, dimana dapat membantu dengan penyimpanan data maupun pengolahan data. Berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan, perusahaan PT. Ardika Karya Utama sangat minim menggunakan teknologi pada proses pembeliannya, dimana semua dilakukan hanya dengan membuat purchase order secara tertulis dan disimpan dengan cara pengarsipan. Dengan adanya aplikasi yang dibuat ini, maka kinerja bagian pembelian lebih mudah mengatasi masalah yang dihadapi. Dengan data yang disimpan ke dalam database, sehingga dapat mudah diolah menjadi laporan dan resiko kehilangan data dapat dihindari
Ethnoarchaeological Investigations in North Bali, Indonesia
http://webdoc.sub.gwdg.de/univerlag/2008/GBE1_bali/GBE1_Bali.htmlThe villages on Bali\’s north-east coast have a long history. Archaeological finds have shown that the coastal settlements of Tejakula District enjoyed trading relations with India as long as 2000 years ago or more. Royal decrees dating from the 10th to the 12th century, inscribed on copper tablets and still preserved in the local villages as part of their religious heritage, bear witness to the fact that, over a period of over 1000 years, these played a major role as harbour and trading centres in the transmaritime trade between India and (probably) the Spice Islands. At the same time the inscriptions attest to the complexity in those days of Balinese society, with a hierarchical social organisation headed by a king who resided in the interior – precisely where, nobody knows. The interior was connected to the prosperous coastal settlements through a network of trade and ritual. The questions that faced the German-Balinese research team were first: Was there anything left over of this evidently glorious past? And second: Would our professional anthropological and archaeological research work be able to throw any more light on the vibrant past of these villages? This book is an attempt to answer both these and further questions on Bali\’s coastal settlements, their history and culture
LKP : Rancang Bangun Aplikasi Penjualan Pada PT. Ardika Karya Utama
PT. Ardika Karya Utama merupakan perusahaan swasta yang bergerak pada penjualan labolatory equipment. Terkait dengan bidang usaha tersebut, maka proses penjualan merupakan faktor penting untuk perkembangan usaha perusahaan. Pengelolaan data dan penyimpanan data merupakan hal penting bagi perusahaan.
Penjualan merupakan pembelian sesuatu barang atau jasa dari suatu pihak kepada pihak lainnya dengan mendapatkan ganti uang dari pihak tersebut. Penjualan juga merupakan suatu sumber pendapatan perusahaan, semakin besar penjualan maka semakin besar pula pendapatan yang diperoleh perusahaan.
Sistem yang terdapat pada PT. Ardika Karya Utama yaitu pejualan, proses penjualan dilayani oleh bagian penjualan perusahaan. Bagian penjualan sendiri akan berjalan memulai kerja jika terdapat proses permintaan barang dari klien. Permintaan klien berupa list barang yang dibutuhkan, biasanya dalam bentuk dokumen purchase order. Lalu terdapat admin yang akan merespon permintaan klien, memesankan barang ke pihak distributor jika barang sedang kosong atau tidak ready dan membuat berkas penjualan seperti (Invoice, surat jalan, kwitansi dan tanda terima). Kemudian aktor terkahir yaitu direktur perusahaan sebagai penerima laporan hasil penjualan. Output yang dihasilkan yaitu aplikasi penjualan yang mampu menyimpan data dan mengolah data menjadi laporan
PERMODELAN TARIKAN PERGERAKAN PASAR PA???BAENGBAENG DI KOTA MAKASSAR
Menurut teori struktur internal perkotaan, \ud
guna lahan suatu kota biasanya terbagi ke \ud
dalam beberapa zona dengan fungsi kegiatan \ud
masing-masing. Zona CBD/Central Bussiness \ud
District (mencangkup kegiatan kegiatan \ud
perdagangan, jasa, dan komersial), zona \ud
pemukiman, zona industri, dan zona campuran \ud
( catanase dan snyder, 1979 ). Pembagian \ud
fungsi kegiatan tersebut melahirkan perilaku \ud
perjalanan penduduk kota untuk memenuhi \ud
kebutuhan hidup sehari - hari. Ada dua tempat \ud
yang menarik masyarakat untuk menemukan \ud
kebutuhannya. Pertama adalah pasar modern \ud
dan kedua adalah pasar tradisionalPasar Tradisional merupakan salah satu jenis tata guna lahan yang mempunyai daya tarik cukup besar bagi \ud
masyarakat, karena erat kaitannya dengan proses pemenuhan kebutuhan harian. Pasar Pa???baengbaeng adalah salah satu \ud
dari beberapa pasar Tradisional kepadatan kios dan pengunjung yang besar di kota makassar. Aktivitas perdagangan dan \ud
jasa pelayanan sosial dilakukan melalui pusat-pusat perbelanjaan di wilayah Makassar. Pasar Pa???baengbaeng sebagai \ud
salah satu dari sekian banyak pusat perbelanjaan letaknya sangat strategis dapat menimbulkan tarikan pergerakan seiring \ud
dengan meningkatnya sarana dan prasarana. Dan secara otomatis menimbulkan kemacetan lalulintas pada hari sibuk dan \ud
jam sibuk. Tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tarikan pergerakan dan \ud
menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh untuk mendapatkan model tarikan pergerakan pada pasar tradisional \ud
Pa???baengbaeng. Metode analisis yang digunakan adalah analisa regresi (analisa regresi sederhana dan regresi linear \ud
berganda). Dalam hal ini digunakan program Statistical Programme for Social Science(SPSS) versi 21.0 Variabel yang \ud
diukur adalah (Y) Intensitas Kunjungan, (X1) Usia, (X2) Jenis Kelamin, (X3) Jumlah Orang di Rumah, (X4) Jumlah \ud
Orang Bekerja di Rumah, (X5) Jumlah Orang Sekolah di Rumah, (X6) Pekerjaan Responden, (X7) Pendapatan RT, \ud
(X8) Kepemilikan Mobil, (X9) Kepemilikan Motor, (X10) Kepemilikan S im Mobil, (X11) Kepemilikan Sim Motor, \ud
(X12) Moda Transportasi yang Digunakana , (X13) Jarak Rumah ke Pasar, (X14) Jumlah Orang ke Pasar, (X15) Biaya \ud
Transportasi ke Pasar, (X16) Waktu Perjalanan, (X17) Tujuan Berbelanja, (X18) Biaya Belanjaan, dan (X19) Lama \ud
Berbelanja. Data-data yang diperoleh kemudian dilakukan pengujian normalitas variable untuk menentukan variablevariabel ini menjadi variable yang digunakan dalam pengujian korelasi, kemudian dilakukan analisa regresinya untuk \ud
mendapatkan model persamaan. Dari hasil wawancara yang dilakukan di pasar Pa???baengbaeng, responden dominan \ud
memiliki sepeda motor dengan pola pergerakan dari rumah ke pasar dan setelah dari pasar kembali lagi ke rumah, \ud
dengan jarak rumah ke pasar adalah 0 ??? 1 Km. Dari hal tersebut sehingga dibuatkan dua pola untuk analisa regresi yakni \ud
1). Rumah ??? Pasar - Rumah ??? Memiliki sepedamotor ??? jarak rumah ke pasar 0-1Km, 2). Rumah ??? Pasar - Rumah ???\ud
Tidak Memiliki sepedamotor ??? Jarak rumah ke pasar >1Km dan dibedakan dalam 2 hari yang mewakili hari kerja dan \ud
hari libur. Dari hasil analisis Model tarikan perjalanan pergerakan pengunjung pasar pa???baengbaeng pada Pola Rumah ???\ud
Pasar - Rumah ??? Memiliki sepedamotor ??? jarak rumah ke pasar 0-1Km, Hari libur Y = -2.251 + 0.244 X3 + 0.809 X4 +\ud
0.360 X16, dimana : R\ud
2\ud
= 0,842 dan nilai F = 369,521, Hari kerja Y= 0.900 + 0.106 X4 + 0.130 X6 - 0.540 X16 + \ud
0.264 X17 + 0.780 X19, dimana R\ud
2\ud
= 0,706 dan nilai F = 162,883. Model tarikan perjalanan pergerakan pengunjung \ud
pasar pa???baengbaeng pada Pola Rumah ??? Pasar - Rumah ??? Tidak Memiliki sepedamotor ??? Jarak rumah ke pasar >1Km, \ud
Hari libur Y = -2.749 + 0.268 X3 + 1.118 X4 + 0.359 X6, dimana : R\ud
2\ud
= 0,844 dan nilai F = 212,460, Hari kerja Y= -1,339 ??? 0,111 X3 + 0.719 X4 + 0.178 X15 + 0.180 X16 + 0.509 X17, dimana R\ud
2\ud
= 0,721 dan nilai F = 102,17
- …
