1,720,965 research outputs found

    Bertarung Makna Ala Media ( Analisis Framing Pemberitaan Konflik Pasca Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya Dalam Surat Kabar Harian Pos Kupang Dan Harian Pagi Timor Express)

    Full text link
    Penelitian ini mengungkap bagaimana dua surat kabar lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni SKH Pos Kupang dan Harian Pagi Timor Express (Timex) membingkai konflik pasca pilkada di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Peneliti menggunakan metode analisis framing model Entman untuk melihat pembingkaian yang dilakukan dua media lokal ini dalam memberitakan konflik pilkada Kabupaten SBD. Hal ini berkaitan dengan bagaimana SKH Pos Kupang dan Timex menyeleksi isu, dan melakukan penonjolan aspek tertentu dari isu, yang terkait dengan konflik tersebut. Dengan analisis framing model Entman, peneliti menemukan dua frame besar yang mewakili SKH Pos Kupang dan Timex ketika membingkai peristiwa. Dua frame ini sejatinya memperlihatkan bagaimana peristiwa yang sama dilihat secara berbeda oleh dua media. SKH Pos Kupang yang cenderung melihat konflik sebagai bentuk dari kesengajaan KPU SBD sebagai lembaga resmi penyelenggara pemilu. Hal ini ditunjukkan dengan menonjolkan fakta penggelembungan suara. Sebaliknya Timex, membingkai konflik yang merupakan bentuk dari ketidakberdayaan KPU SBD sebagai penyelenggara pemilu. Ini ditunjukkan Timex dengan menonjolkan kelalaian KPU SBD yang hanya menempatkan dirinya sebagai ”tukang rekapitulasi”. Dua frame ini ditonjolkan SKH Pos Kupang dan Timex dengan menggunakan perangkat penalaran tertentu guna memperkuat basis pembenaran masing-masing

    "Bukan Sekadar Paham": A Quasi-Experimental Study on High School Students in Surabaya

    Full text link
    This study employs a quasi-experimental research design to investigate the application of the tagline "Bukan Sekadar Paham" (not just understanding), which is the motto of the digital literacy program conducted by Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). The primary objective of this research is to address the lack of quantitative analysis that empirically examines the implementation of the "Bukan Sekadar Paham" discourse in various programs. The chosen theoretical framework is deemed appropriate for this study as it offers a quantitative framework to measure changes in attitudes among training participants before and after undergoing the program. Furthermore, this research seeks to advance the utilization of quantitative research methods in evaluating the implementation of a discourse. In this case, the tagline is not merely perceived as an envisioned outcome but is evaluated through quantitative measurements. Specifically, this article focuses on the responses of students from four high schools in Surabaya who participated in the digital literacy program called Fikom Mengajar. The program was a collaborative effort between Mafindo, the Mafindo Commissariat of Widya Mandala Catholic University Surabaya (UKWMS), and the Student Executive Board of the Faculty of Communication Sciences at UKWMS. The research applied the theoretical framework of attitude change using the ABC three-dimensional indicators, which measure affect, behavior, and cognition. The survey method was utilized, employing an electronic questionnaire administered via a Google Form. The findings of this study demonstrate an improvement of the cognitive, affective, and conative indicators of attitude of high school students in Surabaya. Consequently, the quantitative analysis concludes that the application of the tagline in the Fikom Mengajar program was successful, as evidenced by the increase in mean scores and the significant results obtained from the t-test

    Momen Kritis Jurnalisme: Problematika Media Sosial dan Disiplin Verifikasi di Jawa Timur

    Full text link
    Pandemi Covid-19 memunculkan situasi yang disebut momen kritis jurnalisme yang bisa dilihat dalam lima hal, yaitu titik balik, transformasi, titik awal, akselerasi, dan penghancuran. Pada saat yang sama, perkembangan media sosial yang menjadi kian esensial dalam proses produksi berita atau praktik jurnalistik. Kedua hal ini memunculkan problem yang kompleks dalam proses produksi berita, terutama terkait dengan disiplin verifikasi dan posisi media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pergulatan atau problematika yang dialami jurnalis Surabaya dalam memproduksi berita pada situasi pandemi. Metode yang digunakan adalah studi kasus, dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, serta kajian literatur. Temuan penelitian ini merefleksikan terjadinya pergulatan yang dialami jurnalis dalam menjalankan praktik jurnalistik profesionalnya pada masa pandemi. Momen kritis jurnalisme yang ditimbulkan oleh pandemi semakin mengakselerasi penggunaan media sosial dalam praktik jurnalistik hingga pada taraf ketergantungan. Ketergantungan ini menjadi problem dalam jurnalisme mengingat informasi media sosial yang dijadikan sumber berita merupakan hasil produksi warga yang tidak memiliki kompetensi profesional dalam jurnalisme. Selain itu, pandemi juga mengakibatkan terjadinya momen kritis jurnalisme yang bersifat titik balik (turning point) berupa pengabaian terhadap berbagai aspek rutinitas di lapangan, atau proses reportase yang dilakukan jurnalis digital di lapangan terutama terkait disiplin verifikasi

    Wacana Cyberactivism ‘Haters Gonna Haid’ mengenai Menstrual Taboo dalam penggunaan Menstrual Cup di Instagram Filmore Pharma

    Full text link
    Penggunaan menstrual cup oleh perempuan masing dianggap tabu dan tidak nyaman karena budaya, agama, dan adat di Indonesia serta nilai-nilai konservatif masih tertanam di benak masyarakat sebab penggunaan menstrual cup yang dinilai bisa merusak keperawanan. Hal ini diperkuat dengan fenomena menstrual taboo yang memaknai menstruasi pada perempuan sebagai bentuk ketidaksucian. Filmore Pharma mengangkat sebuah kampanye digital (cyberactivism) dengan tajuk ‘Haters Gonna Haid’ sebagai bentuk wacana tandingan mengenai fenomena tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menilik bagaimana wacana disampaikan melalui konten kampanye Instagram ‘Haters Gonna Haid’ mengenai penggunaan menstrual cup dengan fokus teori menstrual taboo. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis Sara Mills yang akan melihat negosiasi antara posisi subjek-objek dan pembaca dalam teks. Dari temuan dan hasil analisis data, wacana yang tersalurkan dalam delapan unggahan Filmore Pharma berupa gambar dan video menunjukkan adanya wacana tandingan berupa negosiasi pesan verbal dan non-verbal yang disampaikan oleh Filmore Pharma kepada audiens mengenai penggunaan menstrual cup yakni pengalaman menstruasi perempuan merupakan hal alamiah, tidak tabu, bukan penghalang bagi perempuan untuk terus berkarya, sekaligus sebagai bentuk perlawanan atas nilai-nilai konservatif pada budaya masyarakat Indonesia

    Konstruksi Prahara Sambo: Jurnalisme Viral dalam Bingkai Media Online

    No full text
    Penelitian ini berangkat dari pengamatan bahwa logika media massa dan logika berbagi di media sosial, telah mengaburkan perbedaan antara profesional dan amatir. Tujuan penelitian ini adalah mengurai keterkaitan antara framing media dan berita berstandar viral dalam peristiwa kasus Ferdy Sambo di media online dengan engagement media sosial tertinggi. Penelitian ini menggunakan content tools Buzzsumo untuk menarik data dengan pencarian words trends “Ferdy Sambo” dan “Putri Candrawathi” dengan metode analisis framing Zhondang Pan dan Gerald M. Kosicki. Hasil penelitian menunjukan dua bingkai utama. Pertama, pembunuhan Brigadir J sebagai bentuk menjaga kehormatan keluarga oleh Ferdy Sambo. Kedua, Putri Candrawathi meskipun berstatus sebagai tersangka, cenderung ditampilkan media sebagai tokoh protagonis yang menjadi korban kekerasan seksual. Sementara itu, berdasarkan identifikasi elemen berita viral, ditemukan elemen elite people, negative, conflict/violence dan shocking mendominasi kedua words trens. Adapun elemen sexuality mendominasi dalam words trends ‘Putri Candrawathi’. Hasil penelitian juga menunjukan unsur sensasi untuk menciptakan rasa emosional pembaca, dominan dalam bingkai teks media. Kesimpulannya, obsesi media terhadap viralitas membuat penggunaan diksi atau frasa cenderung digunakan untuk memanipulasi emosi pembaca. Akibatnya, narasi media cenderung abai untuk menyampaikan informasi yang utuh dan komperhensif

    Bertarung Makna Ala Media ( Analisis Framing Pemberitaan Konflik Pasca Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya dalam Surat Kabar Harian Pos Kupang dan Harian Pagi Timor Express)

    Full text link
    Penelitian ini mengungkap bagaimana dua surat kabar lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni SKH Pos Kupang dan Harian Pagi Timor Express (Timex) membingkai konflik pasca pilkada di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Peneliti menggunakan metode analisis framing model Entman untuk melihat pembingkaian yang dilakukan dua media lokal ini dalam memberitakan konflik pilkada Kabupaten SBD. Hal ini berkaitan dengan bagaimana SKH Pos Kupang dan Timex menyeleksi isu, dan melakukan penonjolan aspek tertentu dari isu, yang terkait dengan konflik tersebut. Dengan analisis framing model Entman, peneliti menemukan dua frame besar yang mewakili SKH Pos Kupang dan Timex ketika membingkai peristiwa. Dua frame ini sejatinya memperlihatkan bagaimana peristiwa yang sama dilihat secara berbeda oleh dua media. SKH Pos Kupang yang cenderung melihat konflik sebagai bentuk dari kesengajaan KPU SBD sebagai lembaga resmi penyelenggara pemilu. Hal ini ditunjukkan dengan menonjolkan fakta penggelembungan suara. Sebaliknya Timex, membingkai konflik yang merupakan bentuk dari ketidakberdayaan KPU SBD sebagai penyelenggara pemilu. Ini ditunjukkan Timex dengan menonjolkan kelalaian KPU SBD yang hanya menempatkan dirinya sebagai ”tukang rekapitulasi”. Dua frame ini ditonjolkan SKH Pos Kupang dan Timex dengan menggunakan perangkat penalaran tertentu guna memperkuat basis pembenaran masing-masing

    LANSIA CAKAP DIGITAL: PELATIHAN LITERASI DIGITAL DI GEREJA KATOLIK PAROKI GEMBALA YANG BAIK SURABAYA

    Full text link
    Kelompok lansia di Gereja Katolik Gembala Yang Baik, Surabaya, menyoroti kebutuhan akan literasi digital yang lebih baik. Terdapat beberapa kesulitan dalam menggunakan berbagai layanan di internet karena kurangnya kemampuan dalam menggunakan teknologi tersebut yakni kurangnya kemampuan menjaga keamanan gawai dan data pribadi, masih minimnya kemampuan mengantisipasi serangan kejahatan siber di aplikasi percakapan, belum memiliki kemampuan mengantisipasi penipuan belanja online, dan kesulitan dalam membedakan konten riskan di platform video. Merespons hal ini, tim pengabdian merancang empat materi utama untuk menjawab kebutuhan tersebut, meliputi akses aman dan pintar, aplikasi percakapan, ekonomi digital, dan pemilihan konten hiburan. Adapun pelaksanaan kegiatan akan menggunakan teknik komunikasi antar pribadi (KAP).  Pelaksanaan yang efektif dapat diukur dengan output kegiatan yang terpenuhi meliputi 1) keterampilan menjaga keamanan gawai dan data pribadi; 2) keterampilan mengantisipasi serangan kejahatan siber di aplikasi percakapan; 3) keterampilan mengantisipasi penipuan belanja online; dan 4) keterampilan membedakan konten riskan di platform video

    Konstruksi Prahara Sambo: Jurnalisme Viral dalam Bingkai Media Online

    No full text
    Penelitian ini berangkat dari pengamatan bahwa logika media massa dan logika berbagi di media sosial, telah mengaburkan perbedaan antara profesional dan amatir. Tujuan penelitian ini adalah mengurai keterkaitan antara framing media dan berita berstandar viral dalam peristiwa kasus Ferdy Sambo di media online dengan engagement media sosial tertinggi. Penelitian ini menggunakan content tools Buzzsumo untuk menarik data dengan pencarian words trends “Ferdy Sambo” dan “Putri Candrawathi” dengan metode analisis framing Zhondang Pan dan Gerald M. Kosicki. Hasil penelitian menunjukan dua bingkai utama. Pertama, pembunuhan Brigadir J sebagai bentuk menjaga kehormatan keluarga oleh Ferdy Sambo. Kedua, Putri Candrawathi meskipun berstatus sebagai tersangka, cenderung ditampilkan media sebagai tokoh protagonis yang menjadi korban kekerasan seksual. Sementara itu, berdasarkan identifikasi elemen berita viral, ditemukan elemen elite people, negative, conflict/violence dan shocking mendominasi kedua words trens. Adapun elemen sexuality mendominasi dalam words trends ‘Putri Candrawathi’. Hasil penelitian juga menunjukan unsur sensasi untuk menciptakan rasa emosional pembaca, dominan dalam bingkai teks media. Kesimpulannya, obsesi media terhadap viralitas membuat penggunaan diksi atau frasa cenderung digunakan untuk memanipulasi emosi pembaca. Akibatnya, narasi media cenderung abai untuk menyampaikan informasi yang utuh dan komperhensif

    Critical Moment for Indonesian Journalism: Disappearance of Journalistic Firewall

    Full text link
    This study aims to understand the dynamics of journalists’ professionalism regarding the critical moment for Indonesian journalism in carrying out their journalistic practices. This study uses a qualitative approach with a case study method and took place in Surabaya, East Java, the second largest city in Indonesia that records the highest media growth in the country besides Jakarta and Medan. The results of this study show that there has been the destuction of old journalistic values including journalistic independence and the normalization of new journalistic practices that mix editorial and business among journalists surveyed. Nowadays, the mixture is considered a normal journalistic practice. The COVID-19 pandemic has accelerated the process of eroding journalists’ welfare and reviving pre-pandemic unethical practices, such as bribery, extortion and news withdrawal on the pretext of welfare. The pandemic has also given rise to a turning point in journalistic practices related to the press business model which traditionally relied on ads and changed the direction of news reporting that the journalistic firewall has cordoned by separating editorial from business. This gave rise to the destruction of journalistic values including independence and the disappearance of the journalistic firewall

    Kepuasan umat Katolik kota Surabaya dalam mengakses konten media sosial youtube sebagai media komunikasi dan informasi Gereja

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk untuk mengetahui kepuasaan umat Katolik di Kota Surabaya dalam mengakses media social youtube gereja. Peneliti mengukur antara motif dan kepuasaan penggunaan media social youtube yang dimiliki gereja. Pandemi Covid 19 yang melanda dunia merubah semua kebiasan hidup manusia, tak terkecuali kebiasaan atau tata cara beribadat yang juga dialami oleh umat beragama. Aktifitas ibadat secara tatap muka digantikan secara tatap maya. Hal ini pun dialami oleh umat Katolik di Surabaya. Maka setiap gereja Katolik dituntut untuk bisa menyajikan seluruh kegiatannya melalui media online diantaranya melalui Youtube, sehingga pelayanan sakramentali masih bisa diterima umat. Fenomena ini menarik untuk diteliti karena pada dasarnya umat memerlukan adanya sapaan rohani dan tetap bisa merasakan kehadiran Gereja di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan metode penelitian survey yang dilakukan secara online dengan sampel 100 orang yang merupakan umat Katolik di Surabaya yang akan diambil dengan teknik penarikan sampel purposive sampling. Teori yang digunakan adalah uses and gratification, gratification obtained, gratification sought, social media, youtube. Secara umum responden puas dengan penggunaan youtube komsos gereja sebesar 2.85. Kepuasan tertinggi responden terletak pada indicator information seeking, youtube komsos gereja memberikan kepuasaan dalam pencarian informasi bagi responden. Di sisi lain responden tidak puas pada indicator social interaction, artinya youtube komsos gereja tidak memberikan kepuasaan ketika digunakan untuk memenuhi informasi dalam menjalin hubungan social.Luaran penelitian berupa artikel yang dimuat di jurnal nasional terakreditasi Sinta dan perolehan sertifikat HAKI untuk naskah artikel yang dimuat di jurnal. Selain itu luaran wajib berupa laporan penelitian, laporan pertanggungjawaban keuangan dan poster hasil penelitian serta unggah repository UKWMS
    corecore