1,721,026 research outputs found
Kaedah hafazan al-Quran dan keberkesanannya dalam kalangan pelajar perempuan: Kajian di Maahad Tahfiz Sains Tanah Merah, Kelantan / Apipah Ramli
Salah satu bentuk pemeliharaan al-Quran sebagaimana yang diamalkan oleh para sahabat Rasulullah SAW bagi memastikan ia terus mutawatir dari satu generasi ke generasi yang lain ialah dengan cara menghafaz al-Quran. Proses menghafaz al-Quran ini memerlukan komitmen yang cukup tinggi dan pengorbanan yang besar terutamanya bagi pelajar perempuan. Pelbagai kaedah hafazan al-Quran telah digunakan untuk memastikan hafazan al-Quran adalah berkualiti dan sentiasa kukuh dalam ingatan. Justeru itu, pengkaji mengadakan satu kajian bertajuk “Kaedah Hafazan al-Quran Dan Keberkesanannya Dalam Kalangan Pelajar Perempuan: Kajian Di Maahad Tahfiz Sains Tanah Merah, Kelantan”. Kajian ini melibatkan enam puluh orang responden pelajar tingkatan dua, tiga, empat dan lima di Maahad Tahfiz Sains Tanah Merah. Hasil kajian ini menunjukkan bahawa lapan puluh peratus responden bersetuju bahawa kaedah hafazan yang digunakan oleh sekolah mereka adalah berkesan. Manakala tiga kaedah hafazan yang paling diamalkan oleh responden mengikut turutan tertinggi adalah semakan bacaan, buku tulisan ayat dan tasmi’ al-Quran. Namun, hanya dua kaedah sahaja yang memiliki hubungan yang signifikan dengan keberkesanan hafazan al-Quran iaitu kaedah kelas khatam al-Quran dan kaedah murajaah. Instrumen yang digunakan adalah borang kaji selidik dan temubual. Hasil dapatan kajian pula telah dianalisa menggunakan perisian Statistical Package For Sosial Sciense (SPSS) versi 22.0. Kajian ini secara keseluruhannya berjaya mencapai objektif yang diinginkan oleh pengkaji bagi menilai keberkesanan kaedah hafazan al-Quran dalam kalangan pelajar perempuan di Maahad Tahfiz Sains Tanah Merah, Kelantan
Pengaruh Labelisasi Halal Dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Produk Mie Instan (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Syariah Dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon)
EVA APIPAH. NIM: 1608203005. “PENGARUH LABELISASI HALAL DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MIE INSTAN (STUDI KASUS PADA MAHASISWA FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM IAIN SYEKH NURJATI CIREBON)”. Skripsi 2021
Mie instan adalah salah satu makanan cepat saji yang banyak digemari hampir setiap individu, mengkonsumsi mie instan sudah seperti gaya hidup yang mendarah daging bagi mahasiswa karena cita rasa yang bervariasi, praktis dalam penyajiannya dan iklan yang ditayangkan sangat gencar dan menggoda. Mie instan merupakan makanan instan yang berlabelisasi halal dari MUI, adanya logo labelisasi halal menjadikan kepastian hukum bagi calon konsumen. Padahal logo halal yang tercantum berukuran kecil dan berada disisi sudut kemasan yang seringkali tidak terlihat serta sering beredarnya isu negative mengenai kehalalan mie instan yang membuat sebagian orang ragu akan mengkonsumsi mie instan. Walaupun begitu, keputusan pembelian mahasiswa terhadap produk mie instan tetap tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh labelisasi halal yang tercantum pada kemasan mie instan dan promosi yang dilakukan oleh produsen terhadap keputusan pembelian produk mie instan pada mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon, baik secara parsial maupun secara simultan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang didapat dari angket/kuisioner. Sampel dalam penelitian ini adalah 96 responden dengan ternik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Analisis yang digunakan menggunakan uji regresi linier berganda dengan menggunakan program IBM SPSS Statistik 21.
Berdasarkan analisis data yang dilakukan hasil penelitian memperoleh bahwa secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara labelisasi halal terhadap variabel keputusan pembelian produk mie instan karena nilai thitung > nilai ttabel (5,201> 1,290) dan nilai sig. nilai ttabel (3,439> 1,290) dan nilai sig. nilai Ftabel (31,492 > 2,36) dan nilai sig. < 0,05 yaitu 0,000. Dari hasil penelitian ini menunjukkan nilai adjusted R2 Square sebesar 0,391 atau 39,1%, sedangkan 60,9% dipengaruhi oleh variabel diluar penelitian.
Kata kunci: Label Halal, Promosi, Keputusan Pembelia
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Manajemen lembaga dakwah dalam meningkatkan kualitas lembaga dakwah: Studi deskriptif di Yayasan Pondok Iqra Kota Bandung
Nita Apipah : Manajemen Lembaga Dakwah Dalam Meningkatkan Kualitas Lembaga Dakwah (Studi Deskriptif Yayasan Pondok Iqro Jl. Soekarno Hatta No. 03 Kp. Lio RT/RW 07/01 Kecamatan Rancasari, Kota Bandung).
Manajemen merupakan suatu hal yang penting adanya dalam sebuah lembaga dan menjadi unsur yang sangat vital dalam menunjang berjalannya berbagai proses kegiatan program lembaga. Begitupun dengan lembaga dakwah yayasan, untuk melahirkan yayasan yang berkualitas yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat diperlukan manajemen yang baik sehingga tujuan dari yayasan dapat terealisasikan dengan benar dan sesuai sasaran.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis berbagai pelaksanaan manajemen di Yayasan Pondok Iqra secara spesifik yang meliputi mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam meningkatkan kualitas yayasan baik secara kualitas dan kuantitas yayasan. Dengan adanya implementasi manajemen di dalam lembaga dakwah yang efektif dan efisien tentunya membantu dalam proses pencapaian tujuan lembaga dan peningkatan kualitas bagi lembaga itu sendiri.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan dan memberikan penjelasan serta fakta-fakta mengenai Manajemen lembaga akwah yang ada di Yayasan Pondok Iqra dalam meningkatkan kualitasnya. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif. Data yang diperoleh melalui observasi secara langsung dan wawancara kepada pihak Yayasan Pondok Iqra serta studi kepustakaan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan adanya fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan di Yayasan Pondok Iqra telah melahirkan program-program yang merupakan bentuk pelayanan terhadap masyarakat dan mampu memberikan efek positif bagi masyarakat. Program tersebut meliputi tiga aspek penting yaitu program sosial, pendidikan dan keagamaan. Program sosial terdiri dari pembagian sembako, zakat, daging kurban, baju bekas layak pakai dan lain sebagainya. Program pendidikan yaitu menyedikan lembaga pendidikan baik umum ataupun agama untuk mencerdaskan anak bangsa. Program keagamaan terdiri dari pengajian ibu-ibu majlis ta’lim, pengajian anak-anak dan pelatihan membaguskan bacaaan Al-Qur’an yaitu tajwid dan tahsinnya untuk semua kalangan. Selain program ada peran seorang pemimpin untuk dapat mencapai sebuah kualitas atau mutu. Yayasan Pondok Iqra memiliki pemimpin yang berempati tinggi akan masalah sosial, pendidikan dan keagamaan dalam masyarakat. Sehingga beliau mengambil peran dan mendirikan yayasan sebagai media dakwahnya, dan atas itu pula lah yayasan pondok memiliki kualitas tersendiri bagi mayarakat.
Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa manajemen lembaga dakwah dalam meningkatkan kualitas Yayasan Pondok Iqra sudah terwujud.Karena aspek yang diutamakan dalam peningkatan kualitas Yayasan Pondok Iqra ini adalah peran yayasan dalam tiga aspek penting yaitu bidang pendidikan, sosial dan keagamaan untuk membantu masyarakat
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
