1,721,013 research outputs found

    Anwar Nasution: Buku Ekonomi Indonesia

    No full text
    SEBELUM Bank Indonesia memiliki independensi mulai tahun 1999, Anwar Nasution pernah menuding BI sebagai “sarang penyamun”. Sinyalemen yang populer sekaligus kontroversial itu disampaikan Anwar saat dikenal sebagai pengamat ekonomi dan dosen tahun 1996. Waktu itu, krisis ekonomi dan keuangan mulai membayangi Indonesia. BI sebagai bank sentral yang harusnya menjaga stabilitas moneter, nilai tukar rupiah, dan pengawasan bank dinilai gagal menjalankan tugasnya. Apalagi penyaluran kredit di BI tak hanya tanpa kehatihatian, tetapi juga sarat dengan kepentingan politik sehingga menyebabkan kredit macet dan kerugian negara.Lalu, apa maksud Anwar melontarkan pernyataan BI sebagai “sarang penyamun” itu? Siapakah yang dimaksudkan Anwar “penyamun” di “sarang” itu? Dari mana istilah tersebut digunakan Anwar? Apakah setelah menjadi Deputi Gubernur Senior BI, juga Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Anwar menemukan “penyamun” di “sarang”-nya? Siapakah yang waktu itu meradang karena tudingan itu? Mengapa Anwar malah ditawari jadi Deputi Gubernur Senior BI oleh Gubernur BI?Buku yang ditulis Suhartono, wartawan Kompas, tentu tak hanya berkisah tentang “sarang penyamun” di BI, pemerintahan, dan daerah, tapi juga menceritakan perjalanan Anwar sejak kecil di Sipirok, menjadi preman saat remaja di Medan, hingga kuliah dan menjadi demonstran di Jakarta. Buku ini juga memaparkan bagaimana Anwar mulai menulis di harian Kompas, menjadi pengamat, peneliti, dosen, dekan, Guru Besar, dan profesor emeritus di FEB UI, hingga sekarang

    PENGARUH PEMAHAMAN MATERI SEDEKAH, HIBAH DAN HADIAH DALAM MATA PELAJARAN FIKIH TERHADAP SIKAP DERMAWAN SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH DARUL QUR’AN KARIMAN KAMPAR

    Get PDF
    ABSTRAK Muhammad Anwar Nasution, (2022): Pengaruh Pemahaman Materi Sedekah, Hibah dan Hadiah terhadap Sikap Dermawan Siswa di Madrasah Tsanawiyah Darul Qur’an Kariman Kampar Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi sikap deramawan siswa yang secara umum terlihat kurang memuaskan. Materi pembelajaran tentang sedekah, hibah dan hadiah sudah diajarkan di Madrasah Tsanawiyah Darul Qur’an Kariman Kampar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemahaman siswa tentang sedekah, hibah dan hadiah terhadap sikap dermawan siswa selama di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Darul Qur’an Kariman Kampar. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Darul Qur’an Kariman Kampar yang berjumlah 131 orang. Sampel yang diambil adalah 38% yang berjumlah 50 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan tehnik Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunanakan tes, angket, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan korelasi serial. Berdasarkan hasil penyajian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemahaman siswa tentang materi sedekah, hibah dan hadiah terhadap sikap dermawan siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Darul Qur’an Kariman Kampar. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil t hitung = 1,197 lebih besar dari t tabel baik pada taraf signifikan 5% maupun pada taraf signifikan 1% (0,273 0,354). Kata kunci : Pemahaman Materi Sedekah, Hibah, Hadiah, Sikap Dermawan

    IMPLEMENTASI MANAJEMEN SUMBER DAYA GURU DALAM MEWUJUDKAN GENERASI QUR’ANI DI PONDOK PESANTREN AL-MUKHLISIN KABUPATEN PADANG LAWAS

    Get PDF
    ABSTRAK Fahmi Anwar Nasution: “Implementasi Manajemen Sumber Daya Guru Dalam Mewujudkan Generasi Qur’ani di Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Kabupaten Padang Lawas” Generasi Qurani merupakan sebuah impian dan harapan setiap masyarakat muslim, karena merupakan generasi yang menjadikan al-Qur‟an sebagai pengamalan. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang bisa membentengi umat Islam dari paham-paham yang menyesatkan. Dengan perkembangan zaman saat ini, umat semakin jauh dari al-Qur‟an, lebih cenderung membaca koran, memegang handphone dari pada al-Qur‟an, disinilah peran penting pondok pesantren dalam mewujudkan generasi Qur‟ani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Kabupaten Padang Lawas, manajemen sumber daya manusia Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Kabupaten Padang Lawas, dan generasi Qur‟ani di Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Kabupaten Padang Lawas. Jenis penelitian ini adalah field research dengan pendekatan metode penelitian kualitatif dan menggunakan analisis data deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan teknik keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Implementasi manajemen sumber daya guru yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Kabupaten Padang Lawas sudah berjalan sesuai dengan konsep iimplementasi, 2) Manajemen sumber daya guru Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Kabupaten Padang Lawas sudah berjalan sesuai dengan fungsi-sungsi manajemen, 3) Generasi Qur‟ani yang di upayakan oleh Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Kabupaten Padang Lawas sudah terwujud sesuai dengan apa yang menjadi visi misi dan tujuan Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Kabupaten Padang Lawas. Kata Kunci: Implementasi, Manajemen Sumber Daya Guru, Generasi Qur’an

    Closing the Technology Gap: Does Trade Liberalization Really Help?

    Get PDF
    A common theme in discussions of trade reform is the possibility of improved technical efficiency following trade liberalization, This paper presents a conceptual analysis of the likely linkages between trade regimes and technical efficiency. Three sets of arguments, having to do with X-inefficiency, macroeconomic instability, and increasing returns to scale, are reviewed and found misleading or incomplete. A simple model of technological catch-up by a domestic firm shows the opposite of the usual argument: the larger market share provided by protection to the firm increases its incentives to invest in technological effort. When modified to include oligopolistic considerations at home, the model suggests that the incentives could go either way, depending on the mode of strategic conduct. The presence of economies of scale provides perhaps the strongest reason for productivity improvements, but here the argument relies on frictionless entry into and exit from industries. The paper concludes that the relationship between trade policy and technical efficiency is fundamentally ambiguous.

    The Credibility of Cabo Verde’s Currency Peg

    Get PDF
    This paper studies the credibility of the currency peg of Cape Verde (CV) by assessing the impact of economic fundamentals, our explanatory variables, on the stochastic properties of Exchange Market Pressure (EMP), the dependent variable, using EGARCH-M models. Our EMP descriptive analysis finds a substantial reduction in the number of crisis episodes and of (unconditional) volatility after the peg’s adoption. Moreover, our estimation results suggest that mean EMP is driven by fundamentals and that conditional variability is more sensitive to negative shocks. We also find evidence that the expected return from holding CV’s assets is lower under the currency peg for the same increase in monthly volatility. The reason is that the return’s composition is “more virtuous”, as it results from the strengthening of CV’s foreign reserve position and is not due to either a larger risk premium or favourable exchange rate movements. We take this to be a sign of the credibility of the peg, which apparently reflects the intertemporal credibility of CV’s economic policy and so has successfully withstood international markets’ scrutiny.

    Capital-Account and Counter-Cyclical Prudential Regulations in Developing Countries

    Get PDF
    cycles, capital flows, prudential regulation, counter-cyclical policies

    Comments by Anwar Nasution

    No full text

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore