4 research outputs found
ANALISIS PERUBAHAN DAN KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN DAS PADOLO KOTA BIMA
Daerah Aliran Sungai (DAS) Padolo adalah salah satu dari 7 DAS yang ada di Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara dengan luasan 16104,95 hektarare (Ha). Penelitian ini menggunakan 2 jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengolahan data pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan dan kesesuaian penggunaan lahan DAS Padolo yang didapat melalui scoring dan analisis overlay, sedangkan teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan alat analsis software ArcGis 10.3. Kemiringan lahan pada DAS Padolo beragam, dari datar (0-8%) sampai dengan sangat curam (>45%), kemiringan lahan sangat curam dengan 5601,39 Ha adalah yang terluas. Ketinggian lahan pada DAS Padolo yaitu berada pada ketinggan100->200 mdpl yang dimana kelas ketinggian lahan 100-200 adalah yang terluas dengan 8527,74 Ha. Terdapat 4 jenis tanah yaitu aluvial, latosol, mediteran, dan renzina. Jenis tanah latosol adalah yang terluas dengan 10338,69 Ha. Jenis penggunaan lahan yang ada yaitu hutan, semak belukar, ladang/tegalan/kebun, sawah/tambak, permukiman, yang terluas adalah jenis penggunaan lahan semak belukar dengan 6946,22 Ha. Pada kurun waktu 5 tahun terakhir terjadi perubahan penggunaan lahan tidak terbangun menjadi lahan terbangun pada kawasan DAS Padolo yaitu sebanyak 153,57 Ha. Kesesuaian kawasan permukiman yang dapat dikembangkan yaitu 3747,30 Ha. Kesesuaian kawasan pertanian yang dapat dikembangkan yaitu 1121,80 Ha. Kesesuaian kawasan industri yang dapat dikembangkan yaitu 1586,98 Ha. Kesesuaian kawasan pertambangan yang dapat dikembangkan untuk kawasan peruntukan pertambangan sesuai dengan kriteria yang ada yaitu 2267,85 Ha
Krisis Air Bersih dan Bentuk Adaptasi Masyarakat di Kelurahan Babakan Pasca Bencana Gempa Bumi Lombok 2018
Ketersediaan air bersih merupakan hal yang sangat penting karena termasuk kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Krisis air bersih merupakan masalah serius yang harus segera ditangani. Seperti yang terjadi pada pertengahan tahun 2018 hingga tahun 2020 di hampir seluruh lingkungan di Kelurahan Babakan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui faktor penyebab krisis air bersih beserta dampaknya, 2) mengetahui bentuk adaptasi masyarakat dalam menghadapi krisis air bersih. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) terjadinya krisis air bersih di Kelurahan Babakan, khususnya Lingkungan Babakan Timur disebabkan karena terjadinya gempa bumi (perubahan struktur geologi) serta kurangnya daerah resapan air khususnya di Kelurahan Babakan. Dampak yang ditimbulkan dari adanya fenomena krisis air bersih tersebut adalah terjadinya konflik di tengah-tengah masyarakat dan berpengaruh terhadap kegiatan home industri; 2) Bentuk adaptasi yang dilakukan masyarakat untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan cara membuat tampungan air seperti menggunakan tandon air, tong, bekas kolam ikan dan beberapa ember, serta memanfaatkan air hujan
Analisis Persebaran Zona Potensi Kawasan Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kecamatan Sambelia Menggunakan Metode Penginderaan Jauh dan Analisis Spasial
Kecamatan Sambelia merupakan salah satu kecamatan yang kerap kali mengalami kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan, baik itu disebabkan oleh faktor alami maupun disebabkan oleh ulah manusia. Kecamatan Sambelia merupakan kecamatan yang berada di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dari permasalahan yang timbul, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran zona yang berpotensi rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan secara spasial. Adapun metode analisis yang digunakan memanfaatkan sistem informasi geografis (SIG) serta teknik analisis overlay, dengan memberikan bobot dan skor kepada setiap parameter variabel yang digunakan. Dari hasil analisis di dapatkan bahwa kelas rawan kebakaran hutan dan lahan yang ada di Kecamatan Sambelia terbagi menjadi 4, yaitu di antaranya kelas tidak rawan mempunyai persentase sebesar 36%, selanjutnya pada kelas rawan mempunyai persentase sebesar 3%, pada kelas cukup rawan sebesar 29% dan sedangkan pada kelas sangat rawan mempunyai nilai persentase sebesar 32%. Selain itu, hasil validasi juga menunjukkan bahwa penggunaan variabel curah hujan, persebaran titik hotspot, LST dan NDMI dapat digunakan sebagai alat ukur untuk menganalisis dan memprediksi distribusi persebaran potensi zona kawasan rawan terhadap karhutla secara spasia
ANALISIS SPASIAL ZONA POTENSI RAWAN LONGSOR DISEKITAR RUAS JALAN RAYA MATARAM-TANJUNG
This research aims to analyze the spatial distribution of landslide prone zones around Mataram-Tanjung highway. The second objective is to determine whether the utilization of GIS can be used properly to analyze the potential prone to landslides in an area based on several indicators used. The method used is overlay analysis and utilizing Geographic Information System (GIS) application. The variables used are soil type, rainfall, slope, geological type and land cover type. The result of the analysis shows that the distribution of landslide prone potential zone in the study area has 4 classes, namely very low landslide prone potential class, low prone potential, medium prone potential and high prone potential. The application of sapsial analysis by utilizing GIS can help in predicting an area that is potentially prone to landslides, this is reinforced by the results of field validation where the results of the analysis have been appropriate to describe the existing conditions
