142 research outputs found
Contributors
Anindya Hapsari, Heru Pradjatmo, Bayu Satria Wiratama, Agung Dewanto, Wenny Artanty Nisman, Hilma Tsurayya Iftitahurroz
ANALISIS HUBUNGAN PERTUMBUHAN EKONOMI, INFLASI, NILAI TUKAR DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) ASEAN-5 PERIODE 2000-2015
ABSTRAK ANALISIS HUBUNGAN PERTUMBUHAN EKONOMI, INFLASI, NILAI TUKAR DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) ASEAN-5 PERIODE 2000-2015 Anindya Dwi Hapsari F0113014 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar dan jumlah uang beredar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ASEAN-5 yaitu, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina periode tahun 2000-2015. Penelitian ini menggunakan analisis Vector Autoregression (VAR) untuk melihat hubungan antara pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar dan jumlah uang beredar terhadap IHSG. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan positif terhadap IHSG ASEAN-5. Inflasi memiliki hubungan negatif terhadap KLCI, SET dan PSEI, serta memiliki hubungan positif terhadap STI. Nilai tukar memiliki hubungan negatif terhadap STI, dan hubungan positif terhadap IHSG, KLCI dan PSEI. Jumlah uang beredar memiliki hubungan negatif terhadap KLCI dan hubungan positif terhadap IHSG, SET dan PSEI. Dalam penelitian ini, pemerintah dan lembaga terkait, khususnya bank sentral masing-masing negara ASEAN-5 yang berwenang hendaknya dapat mengambil kebijakan fiskal dan moneter yang mampu menjaga stabilitas ekonomi. Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi, Nilai Tukar, Jumlah Uang Beredar, ASEAN, Vector Autoregression (VAR
Measured variables
Variables to be included include study title, authors, year of publication, journal, region/institution, study aims/objectives, study location, study population, sample size, study design, theoretical background, data collection methods, results/findings. The chart outline will also include an assessment of data quality, study strengths, study limitations, and additional relevant information
Hubungan Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Infeksi Toxoplasma Dengan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Tatanan Rumah Tangga
RINGKASAN Latar belakang: Infeksi toxoplasma atau toxoplasmosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh protozoa intraseluler yang disebut Toxoplasma gondii. Penyakit ini tidak memiliki gejala yang khas, tetapi apabila diderita oleh wanita hamil akan membahayakan janin yang dikandungnya. Penyakit ini juga ditengarai sebagai salah satu penyebab ketidaksuburan pada wanita dan dihubungkan pula dengan seringnya terjadi abortus. Toxoplasmosis dapat menyerang siapa saja, tetapi karena yang lebih sering terkena dampak negatifnya adalah wanita usia subur, maka penyakit ini sering diidentikkan dengan penyakit wanita. Sumber penularan utama adalah melalui makanan terkontaminasi kista toxoplasma yang dimasak kurang matang dan juga melalui ookista yang dikeluarkan kucing bersama tinjanya. Salah satu cara pencegahan penyakit ini adalah dengan memutus rantai penularan penyakit yang dapat dilakukan dengan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan wanita usia subur tentang infeksi toxoplasma dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga di BPM Anis Nurlaily F, AMd. Keb, desa Klinterejo, kecamatan Sooko, kabupaten Mojokerto. Metode: Jenis penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah populasi, yaitu wanita usia subur yang memeriksakan diri di BPM Anis Nurlaily F, AMd. Keb pada tanggal 20-26 Januari tahun 2014. Hasil: ada hubungan pengetahuan wanita usia subur tentang infeksi toxoplasma dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga. Kata kunci: Tooplasmosis, wanita usia subur, PHB
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Mahasiswi Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang Terhadap Kejadian Amenore Sekunder
Pendahuluan: Salah satu tanda seks sekunder pada wanita adalah terjadinya menstruasi. Menstruasi adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan endometrium. Menstruasi merupakan hasil akhir suatu kerja sama yang sangat kompleks antara hipotalamus, hipofisis, ovarium, dan endometrium sehingga kelainan pada salah satu organ tersebut dapat mengganggu menstruasi atau mengganggu fungsi reproduksi seorang wanita. Salah satu gangguan menstruasi yang sering dialami pada masa reproduktif adalah amenore. Amenore adalah keadaan tidak terjadinya menstruasi selama paling sedikit 3 bulan berturut-turut. Amenore sekunder dialami oleh wanita yang sudah pernah mengalami siklus menstruasi. Amenore sekunder tidak selalu disebabkan kelainan organik yang membahayakan. Faktor psikis, perubahan hormon yang dipicu berat badan dan atau status gizi seseorang juga mampu memicu terjadinya amenore sekunder. Pengetahuan mengenai macam penyebab, diagnosis, dan macam terapi bagi penderita amenore sekunder akan memicu tindakan yang tepat bagi seseorang jika mengalami atau menemukan kasus amenore sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap mahasiswi program studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang terhadap kejadian amenore sekunder. Metode: Jenis penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dari populasi mahasiswi tingkat 2 program studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang sejumlah 59 orang. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap mahasiswi Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Universitas Negeri Malang terhadap kejadian amenore sekunder. Kata kunci: amenore sekunder, pengetahuan, sika
- …
