1,721,094 research outputs found

    PENGARUH PEDOMAN PENDOKUMENTASIAN DIAGNOSA DAN INTERVENSI KEPERAWATAN DENGAN P-ASKEP TERHADAP PENINGKATAN MUTU DOKUMENTASI DIAGNOSA DAN INTERVENSI KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RST. dr. SOEJONO MAGELANG

    Full text link
    Program Studi Magister Keperawatan Konsentrasi Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Departemen Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro September 2019 ABSTRAK Arif Puji Atmanto Pengaruh Pedoman Pendokumentasian Diagnosa dan Intervensi Keperawatan Dengan P-Askep Terhadap Peningkatan Mutu Dokumentasi Diagnosa dan Intervensi Keperawatan di Ruang Rawat Inap 101Halaman + 7 Gambar + 6 Tabel + 4 Diagram + 12 Lampiran Mutu dokumentasi asuhan keperawatan adalah kesesuaianterhadap standarpendokumentasianyangsudahditetapkanyang berdasarkan 10 besar kasus penyakit dan berdasarkan NANDA, NIC-NOC, SDKI dan Depkes RI sehinggaberpengaruhterhadapkesempurnaan dalam pelaksanaan standar tersebut. Ketidaksesuaian terhadap standar menyebabkan menurunnya mutu dokumentasi keperawatan. Mutu dokumentasi keperawatan sampai saat ini sebagian besar masih kurang dari standar, salah satunya karena pedoman pendokumentasian bentuk text bookkurang fleksibel digunakan dan tidak semua perawat dapat menggunakan setiap saat, sehingga diperlukan sebuah pedoman yang praktis dan mudah digunakan dan mudah dipasang padasmartphone sehingga perawat mudah mengaplikasikan dan dapat menghemat waktu perawat dalam pendokumentasianyaitu dengan penerapan pedoman pendokumentasian berbasis aplikasiAndroidyaitu P-Askep. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pedoman P-Askep terhadap peningkatan mutu dokumentasi diagnosa dan intervensi keperawatan. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap yaitu pengembangan pedoman dan uji coba pedoman dengan desain kuantitatif quasi-experiment pre-post control group design dengan jumlah sampel 70 responden terdiri dari 35 responden kelompok kontrol dan 35 responden kelompok intervensi. Hasil penelitian menunjukkan responden mampu menginstal aplikasi dan menggunakan sebagai pedoman dalam pendokumentasian, analisis perbedaan mutu dokumentasi dengan ujiwilcoxon sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok kontrol dengan p-value=0,005 atau tidak ada perbedaan mutu, dan pada kelompok intervensi menunjukkan p-value=0,000 atau terjadi perbedaan mutu dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi P-Askep berpengaruh meningkatkan mutu dokumentasi diagnosa dan intervensi keperawatan. KataKunci : Aplikasi-P-Askep; Mutu Asuhan Keperawatan;PedomanDokumentasi Referensi : 61 (2006-2018) Master Program in Nursing Nursing Leadership and Management Department of Nursing Faculty of Medicine Diponegoro University September 2019 ABSTRACT Arif Puji Atmanto The Influence of Guidelines for Documenting the Diagnosis and Nursing Interventions with P-Askep on Improving the Quality of the Documentation of Diagnosis and Nursing Interventions in the Inpatient Room. 101 Pages + 7 Pictures + 6 Tables + 4 Diagram 12 Attachments The quality of nursing care documentation is conformity with established documentation standards so that it affects the perfection in the implementation of these standards based on the top 10 cases of illness in hospitals and based on NANDA, NIC-NOC, SDKI and the Ministry of Health of the Republic of Indonesia so that it affects the perfection in the implementation of these standards. Non-compliance with standards causes a decrease in the quality of nursing documentation. The quality of nursing documentation to date is still largely below standard, one of which is because the documentation guidelines for the form of text books are less flexible to use and not all nurses can use them at any time, so a practical, easy-to-use and easy-to-use guide is installed on smartphones so nurses are easy applying and saving nurses' time in documentation is by applying the Android application-based documentation guidelines namely P-Askep. This study aims to analyze the influence of guidelines P-Askep on improving the quality of documentation of diagnoses and nursing orders. This research was carried out through two stages, namely the development of guidelines and pilot testing with quantitative quasi-experiment pre-post control group design with a sample size of 70 respondents consisting of 35 respondents in the control group and 35 respondents in the intervention group. The results showed respondents were able to install applications and use as guidelines in documenting diagnoses and nursing interventions, analysis of differences in documentation quality using Wilcoxon before and after intervention in the control group with p-value = 0.005 or no difference in quality, and in the intervention group showed p- value = 0,000 or there is a difference in the quality of documentation. The results of this study indicate that the application of P-Askep is effective in improving the quality of documentation of diagnoses and nursing orders. Keywords: Application-P-Askep; Documentation Guidelines; Quality of Nursing Care Reference: 61 (2006-2018

    Breastfeeding Self-Efficacy di Wilayah Kerja Puskesmas Batang 1

    Full text link
    Self-efficacy berpengaruh dalam pemberian ASI eksklusif, namun cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Batang 1 masih rendah. Penelitian sebelumnya menggambarkan self-efficacy ibu primigravida tinggi, dan hubungan bermakna status pekerjaan ibu dalam pemberian ASI ekslusif, sedangkan belum terdapat penelitian terkait gambaran beastfeeding self efficacy pada ibu bekerja dan tidak bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat breastfeeding self-efficacy pada ibu bekerja dan tidak bekerja. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan survei dengan sampel sebanyak 164 ibu menyusui dengan anak usia 6-12 bulan yaitu 59 ibu bekerja dan 115 ibu tidak bekerja dengan teknik pengambilan sampel purposive. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Batang 1 dengan instrumen Breastfeeding Self-Efficacy Scale Short Form (BSES-SF). Data dianalis menggunakan distribusi frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat breastfeeding self-efficacy ibu bekerja 14,3% rendah, 65,3% sedang, dan 20,4% tinggi. Tingkat breastfeeding self-efficacy ibu tidak bekerja yaitu 9,6% rendah, 73,0% sedang, dan 17,4% tinggi. Pelayanan kesehatan diharapkan memberikan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, keyakinan diri ibu dalam memberikan ASI kepada bayinya. Peneliti selanjutnya diharapkan mengkaji faktor-faktor breastfeeding self-efficacy ibu bekerja dan tidak bekerja memberikan AS
    corecore