4 research outputs found
MENELADAN FALSAFAH MASYARAKAT BALI DALAM MELAKSANAKAN KEWAJIBAN PAJAKNYA
This study aims to determine the level of compliance of Balinese people, various Balinese philosophies that play a role in tax compliance, and find out the philosophies that play a role in the green economy. The uniqueness of the religion embraced by the Balinese, namely Hinduism, certainly makes many new philosophies that can be exemplified. The research was conducted with a literature study and the data collection technique was documentation. Data were obtained from various reliable sources then analyzed and conclusions were drawn. The tax compliance indicator used is the level of local tax ratio, which is the ratio between local tax realization and GRDP. This research has several conclusions. First, Balinese people are obedient in paying taxes. Second, the philosophy of Tri Hita Karana, Yadnya, Tri Kaya Parisudha affects the tax compliance of Balinese people. Third, with the implementation of Tri Hita Karana, the Balinese have implemented a green economy. The central tax authority or other regions in Indonesia can make the three Balinese philosophies as educational materials for tax awareness.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan masyarakat Bali, berbagai falsafah masyarakat Bali yang berperan terhadap kepatuhan pajak, dan mengetahui falsafah yang berperan dalam green economy. Uniknya agama yang dianut oleh masyarakat Bali, yakni Hindu, tentunya membuat banyak falsafah baru yang dapat diteladan. Penelitian dilakukan dengan studi literatur dan teknik pengumpulan datanya adalah dokumentasi. Data diperoleh dari berbagai sumber terpercaya kemudian dianalisis dan ditarik kesimpulan. Indikator kepatuhan pajak yang digunakan adalah tingkat local tax ratio, yakni perbandingan antara realisasi pajak daerah dengan PDRB. Penelitian ini mendapatkan beberapa kesimpulan. Pertama, masyarakat Bali patuh dalam membayar pajak. Kedua, falsafah Tri Hita Karana, Yadnya, Tri Kaya Parisudha berpengaruh terhadap kepatuhan pajak masyarakat Bali. Ketiga, dengan implementasi Tri Hita Karana, masyarakat Bali telah menerapkan green economy. Otoritas pajak pusat atau daerah lain di Indonesia dapat menjadikan ketiga falsafah Bali tersebut sebagai bahan edukasi kesadaran pajak.
 
Antologi perpajakan: refleksi, reformasi, dan tantangan
Buku Perpajakan berjudul Buku Antologi Perpajakan: Refleksi, Reformasi, dan Tantangan merupakan karya Danandjaja Rosewika Toriq Budihardja, dkk. Buku ini merupakan sebuah rangkaian koleksi artikel populer yang menghadirkan berbagai perspektif mengenai isu-isu perpajakan terkini. Buku ini menjadi bukti dedikasi para penulis dalam menggali, mengulas, dan menuangkan ide-ide tentang perpajakan ke dalam tulisan
Modifikasi Perencanaan Struktur Gedung Apartemen Setiabudi Medan Menggunakan Metode Flat Slab Dikombinasikan Dengan BubbleDeck dan Drop Panel
Meningkatnya penggunaan CO2 dalam kehidupan seharihari salah satunya disebabkan oleh penggunaan semen yang terus menerus pada produksi beton. Emisi gas yang dihasilkan dari pembuatan semen adalah gas CO2. Dalam era globalisasi ini pun setiap pembangunan dituntut untuk efektif dan efisien dalam penggunaan waktu dan biaya. Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi serta seni dalam beberapa dekade terakhir, memunculkan ide akan suatu model bangunan yang selain memiliki kekuatan struktur yang kuat juga mampu memberikan ruang yang luas tanpa adanya struktur yang dapat menghalangi atau mengurangi estetika. Maka dari itu, para ahli konstruksi mengembangkan suatu sitem struktur yang dinamakan flat slab. Metode flat slab sendiri terbukti baik untuk menerima beban gravitasi, sedangkan untuk menerima beban lateral (gempa) belum terbukti ketepatan dan keakuratanya. Ada berbagai macam metode yang bisa digunakan sebagai perkuatan flat slab salah satunya adalah drop panel. Untuk mengatasi permasalahan emisi gas CO2 yang dihasilkan semen serta pembangunan yang efektif dan efisien, memunculkan ide pula akan suatu bahan yang disebut BubbleDeck dimana bahan tersebut merupakan sebuah bola berongga yang terbuat dari bahan polietilen yang memiliki kerapatan yang tinggi. Ada berbagai macam jenis BubbleDeck yang dapat digunakan salah satunya adalah Hollow Spherical Balls. Perhitungan dari metode tersebut sudah diatur dalam SNI 2847 2013, ACI 318 M14 serta DIN 1045. Namun dalam peraturan tersebut tidak dijelaskan secara mendetail tentang BubbleDeck pada sebuah struktur. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini, penulis mencoba memodifikasi desain struktur gedung Apartemen Setiabudi Medan yang berlokasi di Tanjungsari – Medan, yang semula menggunakan metode konvensional menjadi metode flat slab yang dikombinasikan dengan BubbleDeck dan drop panel. Pengumpulan data dilakukan untuk merencanakan ulang struktur gedung dan menentukan kriteria desain. Desain awal (preliminary design) serta pembebanan adalah input pemodelan struktur gedung untuk mendapatkan hasil analisa strukturnya. Gaya dalam yang didapat dari hasil analisa struktur digunakan untuk perhitungan perencaaan setiap elemen struktur gedung. Perhitungan perencanaan setiap elemen menghasilkan gambar teknik serta kesimpulan dan saran. Penulis mengharapkan agar perencanaan ulang menggunakan metode flat slab yang dikombinasikan dengan BubbleDeck dan Drop Panel dapat diterapkan dalam perencanaan struktur gedung Apartemen Setiabudi Medan. Perencanaan ulang menghasilkan output perhitungan yang akurat dan dapat dipertanggung-jawabkan, serta gambar design yang rinci dan jelas. ================================================================================================
Constant usage of cement in concrete production is one of the many causes of CO2 escalation percentage in the air. Cement manufacture generate CO2 as its gas emission. In this advanced era, every development requires more effective and efficient time and cost. Along with science, technology and art developments in the current decade, the idea to present a building that not only has a firm structure, but also are able to create spacious rooms without being disturbed by the presence of structural elements which lower the aesthetic value of the building itself. Thus, construction experts developed a structural system named flat slab system. Flat slab has been tested and proven its to be qualified in gravitational load test. On the other hand, its accuracy and precision in lateral load test have not been proven. There are numerous method to apply flat slab, one of them is combining with drop panel. To solve the resulting CO2 from cement, as well as to conduct an effective and efficient construction process. BubbleDeck is considered to be a solution to support the idea along the way. BubbleDeck is a hollow ball material, made from polyethylene that has high density. There are various kinds of BubbleDeck, one of them is Hollow Spherical Balls. The calculation based on the method used has been arranged in SNI 2847 2013, ACI 318 M14 as well as DIN 1045. But, the regulation itself doesn’t discuss a lot about BubbleDeck application in a structural system. Therefore, in this final project, Author tries to modify the structural design of Setiabudi Apartment Medan, which originally is using the conventional method into the Flat Slab method that is combined with BubbleDeck and Drop Panel. Data collection method is applied to redesign the building structure and to determine the design criteria. Preliminary design and loading act as the building structural modelling input to which one achive the structural analysis result. Inner loads, which are obtained from the structural analysis, are used for the planning calculation of every elements that produce technical drawings, also conclusion and suggestion. Author hopes that redesigned result of Setiabudi Apartment Medan using Flat Slan method that is combined with BubbleDeck and Drop Panel could be applied. The redesign generates an accurate and accountable output, also several clear and detailed design drawing
Environmental Fiscal Strategies: The Potential of Timber Excise to Address Deforestation and Increase State Revenues in Indonesia
This study examines the feasibility of imposing an excise tax on timber products from forest logging activities in Indonesia, using a systematic literature review and a quantitative simulation approach. Data from Statistics Indonesia (BPS) on timber production between 2020-2023 are utilized to assess the potential impact of such a policy. The study argues that wood, as a key forest product, meets the criteria for being an Excisable Good (BKC) due to its consumption needing control, its environmental impacts, and the need for state levies. Additionally, it highlights the urgency of introducing this tax to address deforestation and generate additional state revenue. The research also presents various simulated excise rates to estimate the policy\u27s economic effect. This study contributes to the literature on new BKC imposition and provides fiscal policy recommendations aimed at tackling deforestation, offering advice to the Ministry of Environment and Forestry and the Ministry of Finance on the implementation of timber excise
