138 research outputs found
PENGARUH LEADERSHIP STYLE, WORK EXPERIENCE, ORGANIZATIONAL CULTURE, INFORMATION TECHNOLOGY, DAN PROFESIONALISM TERHADAP KINERJA AUDITOR (STUDI EMPIRIS PADA AUDITOR KAP DI KOTA PEKANBARU)
ABSTRAK
PENGARUH LEADERSHIP STYLE, WORK EXPERIENCE, ORGANIZATIONAL
CULTURE, INFORMATION TECHNOLOGY, DAN PROFESIONALISM
TERHADAP KINERJA AUDITOR
(STUDI EMPIRIS PADA AUDITOR KAP DI KOTA PEKANBARU)
OLEH :
ANGGI YULIANTO
NIM. 11773100356
Kinerja auditor yang baik dapat membantu kantor akuntan publik dalam
melayani klien atau pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan.
Banyak faktor yang menentukan kinerja seorang auditor diantaranya Leadership
Style, Work experience, Organizational culture, Information technology, dan
Profesionalism. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh
Leadership Style, Work experience, Organizational culture, Information technology
dan Profesionalism terhadap Kinerja Auditor. Analisis ini menggunakan variabel
Leadership Style, Work experience, Organizational culture, Information technology
dan Profesionalism. Variabel dependennya adalah Kinerja Auditor. Sampel dari
penelitian ini adalah Auditor yang ada di KAP di Kota Pekanbaru. Sampel dilakukan
dengan metode purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer yang
pengumpulannya menggunakan metode kuisioner. metode statistic menggunakan
Analisis Regresi Linear Berganda, dengan pengujian hipotesis uji statistik t
menggunakan aplikasi SPSS 25. hasil penelitian menunjukkan bahwa Leadership
Style, Work experience, Organizational culture, Information technology dan
Profesionalism secara signifikan positif mempengaruhi Kinerja Auditor secara
parsial maupun simultan.
Kata kunci : Leadership Style, Work experience, Organizational culture,
Information technology, Profesionalis
Pengaruh Penataan Produk (Display) dan Lokasi Usaha terhadap Minat Beli Konsumen di Toko SAHABAT Mejasem Tegal
ABSTRACT
MEILANI, ANGGI. 2019. The influence of Product Setup (Display) and the location of the crusade against the interest of the consumer in the Mejasem Tegal Sahabat store to buy. Essay. Economic Education. Faculty of Teacher Training and Education. Pancasakti University Tegal.
Advisor I : A. Rony Yulianto, M.Pd
Advisor II : Dr. Hj. Dewi Apriani Fr.,MM
Keyword : Product Setup, Display, Location Of Business, Purchasing Consumer Interest.
The research aims to determine the existence of the influence of product setup (Display) against the interest of the consumer to buy; the influence of the location of the crusade against the interest of the consumer to buy; and the influence of product setup (Display) and the location of the crusade against the interest of the consumer in the Mejasem Tegal Sahabat store to buy. This study uses quantitative research which is demanded to use numbers as a source of processing until the presentation of the result. The population in this research is a member of the Mejasem Tegal Sahabat store and samples taken with the engineering samples of Isaac and Michael. Method of collecting data using the method of observation, question form and documentation. Analytical techniques descriptive analyses using data, test assumptions classic (BLUE), a simple linear regression and multiple linear regression. The results of calculations on this research indicate the product setup (Display) a positive significant effect against the interest of the consumer; location of positive influential efforts significantly to consumer buying interest ; and the product setup (Display) and the location of the venture altogether positive significant effect against the interest of the consumer in the Mejasem Tegal Sahabat store to buy. Based on the results of this research are then recommended to the Sahabat store manager's to further enhance its product be a better Setup, neat and attractive as well as paying attention to the place that became the location of the store is to be able to increase interest in the purchase of consumers
Politik hukum revisi undang-undang KPK yang melemahkan pemberantasan korupsi
This writing discusses the substance of the revision of law number 30/2002 about commission for the eradication of corruption (KPK). The problem that occurs is that the revision of the law actually weakens the KPK and sides with criminal acts of corruption. This paper aims to understand and understand about how the provisions of the revision of the KPK law are actually out of their noble objectives as a political political choice that will strengthen the eradication of corruption in Indonesia. The author uses the normative legal research method with the analysis approach to the legislation and the ruling of the constitutional court. This paper produces research that the KPK should be strengthened by presenting revisions to the law in favor of improving performance and not on things that actually appear to weaken the KPK.
How to cite item: Yulianto, Y. (2020). Politik hukum revisi undang-undang KPK yang melemahkan pemberantasan korupsi. Jurnal Cakrawala Hukum, 11(1), 111-124. doi:https://doi.org/10.26905/idjch.v11i1.404
Peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dalam Perencanaan Dan Pengawasan Refocusing Anggaran Belanja Daerah Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kabupaten Nganjuk
Anggi Mayarana, Hukum Administrasi Negara, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, 25 Januari 2022, PERAN DPRD DALAM PERENCANAAN DAN PENGAWASAN REFOCUSING ANGGARAN BELANJA DAERAH PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN NGANJUK, Prof. Dr. Moh. Fadli, S.H., M.Hum., Agus Yulianto, S.H., M.H. Pada skripsi ini penulis mengangkat permasalahan yang dilatar belakangi oleh adanya kebijakan refocusing dan realokasi anggaran belanja daerah pada masa pandemi COVID-19 yaitu Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor 119/2813/SJ dan 117/KMK.07/2020 tentang Percepatan Penyesuaian APBD Tahun 2020 Dalam Rangka Penanganan Covid-19, serta Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional (yang selanjutnya disebut dengan SKB Mendagri dan Menkeu). Dimana kebijakan tersebut menghilangkan beberapa fungsi yang dimiliki oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Sebagaimana diketahui, seharusnya DPRD memiliki tiga fungsi utama, yaitu fungsi Pembentukan Peraturan Daerah, fungsi Anggaran, dan fungsi Pengawasan. Berdasarkan keterbatasan fungsi yang ada, selanjutnya penulis akan meneliti terkait peran DPRD Kabupaten Nganjuk dalam implementasi SKB Mendagri dan Menkeu terkait dengan perencanaan dan pengawasan refocusing anggaran belanja daerah pada masa pandemi COVID-19. Berdasarkan hal tersebut diatas, skripsi ini mengangkat rumusan masalah: 1) Bagaimana peran DPRD Kabupaten Nganjuk dalam Perencanaan dan Pengawasan refocusing anggaran belanja daerah pada masa pandemi COVID-19?, dan 2) Bagaimana hambatan dan solusi terhadap pelaksanaan peran DPRD Kabupaten Nganjuk dalam Perencanaan dan Pengawasan refocusing anggaran belanja daerah pada masa pandemi COVID-19?. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian sosio legal, yaitu penelitian hukum dengan cara studi lapangan, dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis yaitu melihat kenyataan hukum yang ada di masyarakat, dan menggunakan teknis analisis data yuridis kualitatif. Lokasi penelitian yaitu di Kantor DPRD Kabupaten Nganjuk. Dari hasil penelitian dengan metode diatas, penulis memperoleh hasil bahwa pelaksanaan peran DPRD dalam Perencanaan dan Pengawasan refocusing anggaran belanja daerah pada masa pandemi COVID-19 di Kabupaten Nganjuk dapat dikatakan tidak sesuai dengan norma SKB Mendagri dan Menkeu. Pada tahap perencanaan, pemberitahuan yang diberikan kepada DPRD Kabupaten Nganjuk tidak disertai dengan lampiran-lampiran draft penyesuaian anggaran. Pada tahap pengawasan, seharusnya dilakukan pada proses penyesuaian APBD, namun implementasinya proses pengawasan yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Nganjuk adalah pengawasan terhadap pelaksanaan hasil penyesuaian APBD. Adapun hambatan pelaksanaan peran DPRD yaitu 1) Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk tidak melengkapi pemberitahuan refocusing anggaran dengan lampiran-lampiran draft refocusing anggaran; 2) Kurangnya komunikasi; 3) Pengetahuan anggota DPRD terhadap refocusing anggaran; 4) Belum adanya mekanisme pengawasan refocusing anggaran yang sistematis oleh DPRD Kabupaten Nganjuk. Oleh karenanya, dalam mengatasi hambatan tersebut DPRD Kabupaten Nganjuk dapat: 1) Meminta Keterangan Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk terkait lampiran-lampiran rincian refocusing dan realokasi anggaran; dan 2) Menyusun mekanisme pengawasan refocusing dan realokasi anggaran dengan sistematis. x
Total organic carbon and stable isotopes of the KTG core, Katingan, Central Kalimantan, Borneo, Indonesia
A multi-proxy palaeoecological investigation including pollen and spore, loss-on-ignition, total organic carbon, stable carbon isotope and micro- and macrocharcoal was carried out on two peat cores collected from coastal area in southern Borneo. The study was conducted to understand the development and dynamics of the coastal peatlands, the Katingan in Borneo. Organic carbon content and isotopes were determined in Euro EA3000 elemental analyzer and Thermo Finnigan Delta Plus mass spectrometer, respectively, at the Leibniz Centre for Tropical Marine Research (ZMT), Bremen
Total organic carbon and stable carbon isotopes in the KP peat core from the Kampar Peninsula, Riau, Sumatra Indonesia
A multi-proxy palaeoecological investigation including pollen and spore, loss-on-ignition, total organic carbon, stable carbon isotope and micro- and macrocharcoal was carried out on two peat cores collected from coastal area in eastern Sumatra. The study was conducted to understand the development and dynamics of the coastal peatlands, the Kampar Peninsula in Sumatra. Organic carbon content and isotopes were determined in Euro EA3000 elemental analyzer and Thermo Finnigan Delta Plus mass spectrometer, respectively, at the Leibniz Centre for Tropical Marine Research (ZMT), Bremen
PELAKSANAAN NEED AND RISK ASSESSMENT SEBAGAI STRATEGI PENERAPAN TUJUAN SISTEM PEMASYARAKATAN
This article discusses the importance of need and risk assessment to determine the pattern of guidance for Correctional Inmates. The guidance given to Prisoners (WBP) should be individualized, no longer mass, but correctional institutions are still shrouded in the phenomenon of over capacity which affects all lines. These problems can be overcome by conducting a proper need and risk assessment. through this assessment, correctional officers can assess the needs and risk factors of each inmate. Then the right coaching pattern can be formulated for the WBP. This study uses a qualitative method and uses a descriptive approach, then in collecting data, the author uses a literature study. The results of the study indicate that the existence of a need and risk assessment is needed to implement the goals of the correctional system. Need and risk assessment is an assessment that must be done to improve the quality of coaching in correctional institutions, especially in Correctional Institutions that do have cores in the field of WBP development. The quality of the officers who provide assessment must also be considered, they as actors must be able to optimize standardized cores.Keywords: Prisoners; Need and Risk Assessment; Recidivism. ABSTRAKArtikel ini membahas mengenai pentingnya need and risk assessment untuk menentukan pola pembinaan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan. Pembinaan yang diberikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sudah seharusnya bersifat individualisasi, tidak lagi massal, namun institusi pemasyarakatan masih diselimuti fenomena over capacity yang berdampak pada segala lini. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan melakukan need and risk assessment dengan benar. melalui penilaian tersebut petugas pemasyarakatan dapat menilai faktor kebutuhan dan risiko yang dimiliki setiap WBP. Kemudian dapat dirumuskan pola pembinaan yang tepat bagi WBP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif, kemudian dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi need and risk assessment sangat dibutuhkan untuk menerapkan tujuan sistem pemasyarakatan. Need and risk assessment merupakan penilaian yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas dari pembinaan di institusi pemasyarakatan, utamanya pada Lembaga Pemasyarakatan yang memang memiliki core di bidang pembinaan WBP. Kualitas dari petugas yang memberikan assessment juga harus diperhatikan, mereka sebagai aktor harus dapat mengoptimalkan core yang terstandarisasi
Microcharcoal concentration and fire peak of the KTG core, Katingan, Central Kalimantan, Borneo, Indonesia
A multi-proxy palaeoecological investigation including pollen and spore, loss-on-ignition, total organic carbon, stable carbon isotope and micro- and macrocharcoal was carried out on two peat cores collected from coastal area in southern Borneo. The study was conducted to understand the development and dynamics of the coastal peatlands, the Katingan in Borneo. Microcharcoal analysis was conducted following point count method (Clark, 1982) and counted on the same slides for pollen and spore analysis
Bentuk Materi dan Sumber Belajar pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI Semester Gasal
ABSTRAK Saat ini pembelajaran di sekolah mengacu pada kurikulum 2013 hasil revisi tahun 2016. Dalam pemberlakuannya, kurikulum 2013 hasil revisi berpedoman pada Permendikbud nomor 20—24 tahun 2016. Secara berturut-turut Permendikbud itu berisi standar kompetensi lulusan (SKL), standar isi, standar proses, standar penilaian, dan kompetensi inti dan kompetensi dasar dalam kurikulum 2013 bagi pendidikan dasar dan menengah. Adapun perubahan terletak pada kompetensi inti dan kompetensi dasar yang berbeda dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, kompetensi dasar tersebut menjadikan pembelajaran Bahasa Indonesia dilakukan berbasis pada teks. Terdapat 14 jenis teks pada jenjang SMP dan SMA yang harus dikuasai oleh siswa. Untuk mencapai kompetensi-kompetensi yang ditetapkan tersebut maka diperlukan bahan-bahan yang harus dikuasai peserta didik untuk memahami pembelajaran Bahasa Indonesia. Bahan-bahan yang harus dikuasai peserta didik dalam pembelajaran disebut materi ajar. Materi ajar tersebut terdiri atas berbagai ragam yang dapat digolongkan berdasarkan ranahnya. Penggolongan berdasarkan ranahnya yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk materi dan sumber belajar pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI semester gasal. Bentuk materi ajar tersebut dideskripsikan berdasarkan ranahnya, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap sedangkan sumber belajar dideskripsikan berdasarkan penggolongan empat sumber materi yaitu sumber cetak, sumber dengar, sumber pandang-dengar, dan sumber interakif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan berjenis analisis isi. Data berupa materi ajar yang terdapat pada bahan ajar didasarkan pada rencana pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI semester gasal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tahap studi dokumen dan wawancara. Penganalisisan data melalui tahapan pengklasifikasikan data berdasarkan fokus penelitian, kemudian data tersebut disajikan sesuai teori yang relevan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan materi Bahasa Indonesia pada bahan ajar kelas XI semester gasal tidak memuat semua materi ajar yang dituangkan dalam kurikulum. Berdasarkan bentuknya, materi yang tercantum hanya memuat materi pengetahuan dan materi keterampilan. Adapun materi sikap disajikan secara implisit. Materi ajar pengetahuan yang ditemukan yaitu faktual, konseptual, dan prosedural. Materi ajar keterampilan terbagi atas keterampilan berbahasa lisan dan keterampilan berbahasa tulis. Keterampilan berbahasa lisan terbagi menjadi menyimak dan berbicara sedangkan keterampilan berbahasa tulis terbagi menjadi membaca dan menulis. Kedua, sumber belajar Bahasa Indonesia kelas XI semester gasal yang ditemukan terbagi atas dua golongan sumber materi ajar. Dua golongan sumber materi tersebut adalah sumber materi cetak dan sumber materi pandang-dengar. Sumber materi cetak terbagi menjadi buku teks pelajaran, lembar kerja siswa, gambar, dan teks autentik sedangkan sumber materi pandang-dengar terbagi atas video, website edukasi, dan guru. Dari simpulan hasil penelitian, dapat dikemukakan dua saran, yaitu (1) bagi penyusun buku teks pelajaran dan lembar kerja siswa, penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk menyusun buku teks pelajaran dan lembar kerja siswa dengan menyertakan sumber materi dengar dan/atau pandang-dengar untuk melengkapi materi keterampilan meyimak, (2) bagi guru, penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi guru untuk menggunakan sumber belajar yang variatif serta memanfaatkannya dengan maksimal
ANALISA TERJADINYA OVERFLOW SAAT PEMUATAN PALM OIL METHYL ESTER (POME) DI MT. TIRTASARI
Arif Putro Yulianto, 2017, NIT 49124438 N, “Analysis of Cargo Overflow During Load Palm Oil Methyl Ester”, Diploma IV, Nautical, Semarang Merchant Marine Polytechnic, Supervisor: (I) Hadi Supriyono, MM, M.Mar (II) Fitri Kensiwi.
Cargo overflow is an event where cargoes are spilled out from the cargo tanks. Based on the argument, problems that can be concluded are about factors of the cargo overflow is happened and actions to overcome the event when loading Palm Oil Methyl Ester on MT. Tirtasari. In this research the author is using a descriptive-qualitative method. Decriptive method is a method used in a research towards problems as the facts. Data that be used is qualitative, accentuate to comprehension about problems on board based on the real condition.
In the research that author did, cargo oveflow happened when the Second officer on duty at 00.00-04.00 in cargotank 4S but the display of floating gauge is still not reach the topping order yet. This matter indicate that something is error to the display of floating gauge and making the cargo level that displayed by floating gauge is lower than the real level inside the cargotank. This error is not monitored by duty officer. Actions to overcome overflow that conducted is not appropiate to emergency response procedure and also there is no report the terminal, port authority, and other related parties. Eventhough the action is not appropiate and there is no report about the event, this action to overcome overflow was conducted as soon and fast without any pollution to marine environment.
In the last, the author conclude that the factor of cargo overflow is happened because of the floating gauge is error during loading and making the level of the cargo is not monitored as well. Then eventhough the action to overcome cargo overflow that conducted is not following emergency response procedure, but the cargo that spilled out can be finished without any dangerous of marine pollution. Sugestions from this research are preferably using UTI even there is floating gauge setted by and properly notice Master in emergency.
Keywords: Cargo Overflow during load Palm Oil Methyl Ester, descriptive qualitativ
- …
