1,720,958 research outputs found
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) SECARA ORAL PADA MENCIT BALB/C TERHADAP PENCEGAHAN PENURUNAN JUMLAH SEL YANG TEREKSPRESI IFN-ɤ dan PENINGKATAN JUMLAH SEL YANG TEREKSPRESI CD 14
Penelitian ini melakukan uji efek modulator dan imunoprotektor dari ekstrak umbi
bawang dayak (Eleutherine palmifollia (L. Merr.) pada mencit BALB/C. Tujuan penelitian
adalah mengetahui kemampuan ekstrak etanol bawang dayak sebagai imunomodulator dan
imunoprotektor dengan menggunakan metode Imunohistokimia terhadap jumlah nilai
peningkatan jumlah sel yang menekspresikan CD 14 serta peningkatan jumlah sel yang
mengekspresikan IFN-ɣ . Ekstrak yang diteliti adalah ekstrak etanol dari umbi bawang dayak.
Jumlah mencit yang digunakan dibagi dalam 5 kelompok terdiri dari masing-masing 6 ekor
mencit. Kelompok 1 mendapatkan perlakuan diberi larutan CMC Na,kelompok 2 diberi larutan
metil prednisolon, kelompok 3,4,5 mendapatkan perlakuan masing-masing dosis 50 mg/kg
bb,100 mg/kgbb,200 mg/kgbb dan semua diberi metil prednisolon 0,08 mg/kgbb per hari.
Pemberian ini diberikan selama 14 hari dan diberikan terminasi pada hari ke 15 untuk
mendapatkan KGB yang selanjutnya dengan menggunakan metode Imunohistokimia dicari
jumlah sel yang mengekspresikan IFN-ɣ dan jumlah sel yang mengekspresikan CD 14.
Analisis statistik dengan Anova satu arah dilanjutkan Uji Beda Nyata terkecil (BNT)
menunjukkan bahwa ekstrak etanol pada bawang dayak menunjukkan hasil beda bermakna
(signifikan) pada sel pengekspresi CD 14 sedangkan sel pengekpresi IFN-ɣ menunjukkan
hasil tidak berbeda (non signifikan). Hal ini berarti ekstrak etanol umbi bawang dayak
berpotensi sebagai imunomodulator dan imunoprotektor pada sel CD 14 yang menunjuukan
peningkatan aktivitas makrofag. Ekstrak Etanol umbi bawang dayak berdasarkan jumlah rerata
meningkat pada sel IFN-ɣ , namun tidak mencapai peningkatan yang tinggi sehingga hasil uji
tidak signifikan.
Kata kunci :imunomodulator,imunoprotektor, ektrak etanol,bawang daya
GAMBARAN PENGARUH BUDAYA AKSEPTOR KB TERHADAPPENGGUNAAN KONTRASEPSI
Masalah kependudukan tetap menjadi masalah utama bagi negara-negara berkembang khususnya negara Indonesia. Oleh karena itu, salah satu alternatif dalam rangka mengatasi permasalahan kependudukan di Indonesia adalah dengan menjalankan program KB. Program KB memiliki peranan dalam menurunkan resiko kematian ibu melalui pencegahan kehamilan, penundaan usia kehamilan serta menjarangkan kehamilan dengan sasaran utama adalah Pasangan Usia Subur (PUS). Salah satu strategi dari pelaksanaan program KB sendiri seperti tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2004-2009 adalah meningkatnya penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKPJ) seperti IUD (Intra Uterine Device), implant (susuk) dansterilisasi
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG HIV/AIDS DENGAN SIKAP DAN TINDAKAN PENGGUNAAN KONDOM PADA WANITA PEKERJA SEKS DI WILAYAH LOKALISASI KM 12 PALANGKARAYA TAHUN 2013
HIV/AIDS merupakan penyakit dengan angka kejadian yang terus meningkat di Indonesia. Epidemi HIV/AIDS terjadi hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Salah satu cara pencegahan HIV adalah dengan menggunakan kondom saat berhubungan seksual dengan pasangan berisiko (Riskesdas, 2010 :280). Berdasarkan data riskesdas tahun 2010, prevalensi nasional penduduk yang mengetahui cara pencegahan yang benar bahwa HIV dapat dicegah salah satunya dengan menggunakan kondom saat berhubungan seksual dengan pasangan berisiko adalah sebesar 41,9% dimana Kalimantan Tengah memiliki persentase sebesar 36,7% (penduduk usia 15 tahun ke atas) (Riskesdas, 2010:7,282). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan sikap dan tindakan penggunaan kondom pada wanita pekerja seks di wilayah lokalisasi km 12 Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data secara wawancara menggunakan instrumen kuesioner. Kuesioner terdiri dari tiga bagian yaitu penilaian pengetahuan responden mengenai HIV/AIDS dan kondom, penilaian sikap responden dalam mencegah HIV/AIDS dengan penggunaan kondom dan penilaian tindakan responden dalam penggunaan kondom. Populasi penelitian ini adalah para wanita pekerja seks di lokalisasi km 12 Palangka Raya sebanyak 140 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 65 orang yang dipilih dengan pendekatan acak sederhana namun mengalami drop out sebanyak 5 orang sehingga jumlah responden menjadi 60 orang. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan software SPSS for windows versi 11.5 dan menggunakan metode analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan responden tentang HIV/AIDS dan kondom terhadap sikap dan tindakan responden dalam penggunaan kondom (chi-square hitung >chi-squaretabel)
POTENSI KULIT BATANG LABAN (Vitex pinnata Linn) SEBAGAI ANTIKANKER PAYUDARA DALAM MENGURANGI BERAT NODUL PAYUDARA
Prevalensi kanker payudara sebesar 15% dan merupakan salah satu penyebab kematian di seluruh dunia. Keberadaan kanker payudara salah satunya ditandai dengan adanya nodul (benjolan kecil) yang kelamaan membesar dan melekat pada kulit sehingga menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu. Target pengobatan kanker payudara antara lain menghancurkan sel kanker sehingga ukuran kanker mengecil. Kulit batang Laban (Vitex pinnata Linn) mengandung senyawa flavonoid dan alkaloid yang berpotensi sebagai antikanker. Tujuan penelitian untuk membuktikan efek ekstrak kulit batang laban (Vitex pinnata Linn) dalam mengurangi berat nodul payudara. Dalam penelitian ini, induksi kanker payudara menggunakan 7,12–dimethylbenz(a)antrhacene (DMBA) dosis 20 mg/kg BB yang diberikan selama 5 minggu secara subkutan. Tikus wistar yang muncul nodul payudara dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok negatif (suspensi CMC Na 0,5%), kelompok positif (doxorubicin 2,0µg/kg BB i.v), kelompok uji I (ekstrak kulit batang laban 150mg/kg BB per oral), kelompok uji II (ekstrak kulit batang laban 300mg/kg BB per oral), kelompok uji III (ekstrak kulit batang laban 600mg/kg BB per oral). Pengukuran berat nodul payudara dilakukan setelah 30 hari pemberian perlakuan. Ekstrak kulit batang Laban (Vitex pinnata Linn) dosis 150 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB secara signifikan menurunkan berat nodul payudara sebesar 92,32% dan 84,08%. Hal ini menunjukkan ekstrak kulit batang Laban (Vitex pinnata Linn) memiliki aktivitas sebagai antikanker payudara dengan menurunkan berat nodul payudara
PERBANDINGAN DIATOME ANTARA PARU-PARU TIKUS PUTIH GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) YANG MENDAPAT PERLAKUAN SEBELUM TENGGELAM DAN TIDAK MENDAPAT PERLAKUAN SEBELUM TENGGELAM
Tenggelam pada tindak kriminalitas memerlukan tindakan khusus pada saat pemeriksaan autopsi. Kasus tenggelam di Indonesia masih sering terjadi seperti terakhir kasus tenggelamnya kapal Sinar Bangun di danau Toba, Sumatera Utara. Di Kalimantan Tengah sendiri berdasarkan data RS Doris Sylvanus sepanjang tahun 2015 sampai 2018 sebanyak 19 kasus. Pemeriksaan tes diatome pada korban tenggelam menggunakan asam ini sebagai gold standar pada kasus ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan adakah kandungan diatome pada tikus putih galur wistar (Rattus novergicus) yang mati tenggelam dan mati sebelum tenggelam di sungai Kapuas Kalimantan Tengah. Quasi eksperimental dengan posttest only group design. Data yang diukur adalah kandungan diatome dalam paru-paru tikus kelompok mati tenggelam dengan kelompok yang mati sebelum ditenggelamkan. Terdapat diatome pada setiap paru-paru tikus kelompok pertama yang ditenggelamkan, sedangkan diatome pada paru-paru tikus kelompok kedua yang mati sebelum ditenggelamkan tidak terdapat diatome. Uji statistik Mann Whitney menunjukkan perbedaan sangat bermakna dengan p= 0,000. Terbukti bahwa pada penelitian ini terdapat perbedaan yang bermakna kandungan diatome antara kematian tikus yang tenggelam dengan tikus yang mati kemudian ditenggelamkan di Sungai Kapuas
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
