5,099 research outputs found
Politik Identitas Etnis Mandar dalam Pemerintahan Bupati Andi Ibrahim Masdar di Kabupaten Polewali Mandar
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pemerintahan Andi Ibrahim Masdar di Kabupaten Polewali Mandar politik identitas berlangsung dengan massif, Politik identitas yang berkembang di Kabupaten Polewali mandar sangat di Dominasi oleh etnis Mandar, walaupun ada beberapa etnis yang ada di sana seperti Etnis Pattae dan Bugis namun eksistensi Etnis Mandar mempunyai hegemoni yang sangat besar di pemerintahan Andi Ibrahim Masdar, kemenangan beliau bukan hanya didukung oleh besarnya masyarakat yang beretnis mandar melainkan juga masifnya dukungan yang diperoleh dari birokrasi. banyaknya Etnis mandar yang menduduki jabatan starategis di pemerintahan Andi Ibrahim Masdar tidak terlepas dari kedekatan emosional atau kedekan etnisitas. Meskipun demikian pemerintah telah melakukan usaha dalam tujuan menekan dampak negative dari praktek politik identitas ini tentunya dengan berbagai cara dan juga kerja sama dengan dinas atau badan yang terkait. Implikasi: Perlu adanya penyesuaian atau penekanan terhadap dominasi dari etnis tertentu terhadap etnis yang lain, karena pada prakteknya akan selalu ada kecemburuan sosial yang dimana kecemburuan sosial tersebut akan bermuara pada konflik horizontal
Perkembangan Islam di Kerajaan Bone: Studi Peranan Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim (1931-1946)
Hasil penelitian ini menemukan, pertama: kondisi Kerajaan Bone pada saat menjelang pemerintahan Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim mengalami ketidakstabilan karena Kerajaan Bone pada tahun 1905 M berhasil ditaklukkan oleh
pemerintah Belanda. Penaklukkan tersebut dikenal dengan Rumpa'na Bone. Pemerintahan dijalankan Ade’ Pitue atas kekuasaan pemerintah Belanda. Kedua: Pada masa pemerintahan Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim mengalami banyak perubahan, seperti diadakannya “Pertemuan Ulama Celebes Sulawesi Selatan” pada tahun 1932 M. Tahun 1933 M didirikanlah Al-Madrasah Amiriyyah Al-Islamiyyah
Watampone, politik dan ekonomi juga mengalami banyak perubahan, dan berkontribusi dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ketiga: Andi Mappanyukki berkontribusi dalam bidang agama dan bidang edukasi dan moral, seperti, beliau mendirikan Masjid Raya Watampone. Madrasah yang berhasil didirikan Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim memiliki banyak kontribusi terhadap masyarakat dan mampu melahirkan banyak tokoh-tokoh agama di Sulawesi Selatan. Implikasi penelitian ini yaitu: Upaya untuk menelusuri perkembangan Islam di Kerajaan Bone. Sehingga penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan yang positif untuk melestarikan nilai-nilai agama pada masyarakat Bone
dan dapat dijadikan sebagai referensi atau rujukan untuk mengkaji dan mengetahui tentang perkembangan Islam pada masa Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim
Islamic Education Institutions During The Bone Kingdom Period (Study of The Role of Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim Bone Kingdom XXXII)
The existence of an educational institution is considered to be very influential on the level of understanding and practice of Islamic teachings during the time of Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim Kingdom Bone XXXII. This paper tries to trace the role of Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim in developing Islamic educational institutions in the Kingdom of Bone and Islamic educational institutions during the time of Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim. This type of research is a qualitative field through observation, interviews, documentation, and reference searches. The results of this study indicate that the role of Andi Mappanyukki in forming Sultan Ibrahim in developing Islamic institutions in the Bone Kingdom included socio-religious organizations, educating the Bone kingdom, bring scholars, and Islamic educational institutions. Informal education at the time of Andi Mappanyukki had formal Islamic educational institutions namely al-Madrasah al-AmÄ«riyyah al-Islamiyyah Watampone, non-formal Islamic education institutions were recitations at the Old Mosque (al-Mujahidin), Watampone Great Mosque, Cabalu Mosque, Palakka Mosque, Macege Mosque, Awangpone Mosque, Cenrana Mosque, and the Ulama's House. Relics of the past or commonly called the culture of the end, is a very important thing to know the behavior and activities of humans in their time.Â
Rubaies of İbrahim Aczî kendî (The last 180 rubaies)
1881-1965 yılları arasında Konya'da yaşayan İbrahim Aczî Kendî, Konya'nın XX. yüzyılda yetiştirdiği önemli şair, gazeteci, araştırmacı, yazar, mutasavvıf ve folklorculardandır. Konya'da öğretmenlik yapan İbrahim Aczî Kendî, Arapça ve Farsça öğrenerek kendini geliştirmiş, tasavvuf, edebiyat ve tarihle ilgili kitaplar hazırlamıştır. İbrahim Aczî Kendî'nin bizzat kendisinin kaleme aldığı, tek nüshası Yusuf Ağa Kütüphanesinde 10465/1 numara ile kayıtlı olan Devr-i Zaman adlı eseri, 360 Farsça rubâî ve bu rubâîlerin Osmanlı Türkçesiyle yazılmış açıklamalarından oluşmaktadır. Bu çalışmada İbrahim Aczî Kendî'nin hayatı incelenmiş, Devr-i Zaman adlı eserinde bulunan 360 rubâînin son 180 tanesi çalışılmıştır. Her bir rubâînin Farsça ana metinleri bilgisayar ortamına aktarılmış, bazen sadece tercüme, bazen de çeşitli açıklamalar içeren Osmanlı Türkçesiyle yazılan kısımlar ise latin harfleriyle aktarılmıştır. İbrahim Aczî Kendî, bu çalışmada ele alınan rubâîlerinde, genellikle ilahi aşk, toplumsal ahlâk, zamandan şikâyet, riya ve kibirden uzak durmanın gerekliliği gibi birçok konuya değinmiştir.İbrahim Aczî Kendî who lived the years between 1881 and 1965 in Konya is an important poet, a journalist, an investigate author, a mystic and a folklorist who raised by Konya in 20th century. İbrahim Aczî Kendi, worked as a tutor in Konya, improved himself by learning Arabian and Persian, prepared books about mysticism, literature and history. Devr-i zaman, which is written by İbrahim Aczî Kendî by himself and whose only transcript is registered with the number 104657/1 in Yusuf Ağa Library, is made of 360 Persian rubaies and their explanation which is written in Ottoman Turkish. In this study İbrahim Aczî Kendî's life and last 180 of 360 Persian rubaies are studied. Each of rubaies' Persian main texts are transferred to electronic environment. Parts that sometimes include translation, sometimes also include various types of explanations written Ottoman Turkish are transferred with Latin letters. İbrahim Aczî Kendî, rubaies that handled in this study, touches on many topics, such as sociel ethics, complaints about today's youht, hypocrisy and staying away from and arrogance
UNHAS-UiTM : renal pharmacy research collaboration meeting / Andi Anggriani and Nana Juniarti Natsir Djide
From October 14 to October 26, two lecturers from the Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University (UNHAS) participated in a strategic joint research program with the faculty, aimed at bolstering research capabilities, enhancing manuscript writing skills, and expanding global collaborations. Both Ms. Andi Anggriani and Ms. Nana Juniarti Natsir Djide were selected for this prestigious program, supported by the Joint Research Program funding scheme from UNHAS. Ms. Anggriani, an expert in clinical pharmacy, has a history of successful collaborations with UiTM’s Dr. Norkasihan Ibrahim, particularly in renal pharmacy research. Ms. Nana, specialising in pharmaceutical microbiology, is at the forefront of establishing a new research partnership with Dr. Norkasihan. The program commenced with a focused discussion on the work schedule and the next steps for ongoing manuscript publications. Ms. Andi Anggriani and Ms. Nana Juniarti Natsir Djide write about their experience during their visit here
Lembaga Pendidikan Islam pada Masa Kerajaan Bone (Studi Peran Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim Raja Bone Ke-XXXII)
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran Andi
Mappanyukki Sultan Ibrahim dalam mengembangkan lembaga pendidikan Islam di Kerajaan Bone di antaranya adalah membentuk organisasi sosial keagamaan, mencerdaskan kerajaan Bone, mendirikan lembaga pendidikan Islam, dan memperbaiki struktur
kerajaan Bone. Pendidikan Informal pada masa Andi Mappanyukki berlangsung dengan baik. Adapun lembaga pendidikan Islam formal yang dikembangkan adalah al-Madrasah al-Amīriyyah al-Islāmiyyah Watampone, sementara lembaga pendidikan Islam nonformal adalah pengajian di Masjid Tua (al-Mujahidin), Masjid Raya Watampone, Masjid Cabalu, Masjid Palakka, Masjid Macege, Masjid Awangpone, Masjid Cenrana, dan Rumah Ulama. Pengembangan
lembaga pendidikan Islam pada masa Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim didorong oleh beberapa faktor, di antaranya adalah sikap fanatik para raja-raja terdahulu terhadap Islam, lahirnya Madrasah Arabiyah Islamiyah (MAI) Wajo, kehadiran ulama lokal dan luar daerah. Namun terdapat pula faktor penghambat di antaranya adalah masih ada peninggalan kepercayaan masyarakat dahulu, kurangnya SDM, adanya intimidasi dari pihak Belanda maupun
Jepang serta mahalnya biaya pendidikan. Penelitian tentang peninggalan-peninggalan masa lampau atau lazim disebut budaya masa lampau, merupakan suatu hal yang sangat penting untuk mengetahui tingkah laku dan aktivitas
manusia pada zamannya. Untuk itu, penelitian tentang lembaga pendidikan Islam pada masa kerajaan Bone tentunya bisa dijadikan sebagai bahan penelitian lebih lanjut tentang hal-hal yang berkenaan dengan keadaan dan situasi daerah tersebut. Kepada pemerhati budaya dan sejarah lokal terutama generasi muda, mahasiswa, dan pelajar diharapkan melanjutkan pengkajian dan
penulisan sejarah daerah sebagai bahan pelajaran bagi generasi yang akan datang
External interventions and the duration of civil wars
The authors combine an empirical model of external intervention, with a theoretical model of civil war duration. Their empirical model of intervention allows them to analyze civil war duration, using"expected"rather than"actual"external intervention as an explanatory variable in the duration model. Unlike previous studies, they find that external intervention is positively associated with the duration of civil war. They distinguish partial third-party interventions that extend the length of war, from multilateral"peace"operations, which have a mandate to restore peace without taking sides - and which typically take place at war's end, or at least when both sides have agreed to a cease-fire. In a future paper, the authors will examine whether partial third-party interventions - whatever their effect on a war's duration - increase the risk of war's recurrence. If that proves true, then even if interventions reduce the length of civil war, they may do so at the cost of further destabilizing the political system, and sowing the seeds of future rebellion.Children and Youth,Peace&Peacekeeping,Post Conflict Reconstruction,Post Conflict Reconstruction,International Affairs,Post Conflict Reconstruction,Social Conflict and Violence,Peace&Peacekeeping,Post Conflict Reconstruction,International Affairs
Pengaruh self-esteem dan academic hardiness terhadap impostor phenomenon mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
INDONESIA:
Impostor phenomenon merupakan fenomena yang terjadi ketika seseorang merasa telah menipu orang lain, dirinya bukan seperti apa yang terlihat, merasa kurang memiliki kapabilitas, kepandaian, dan mengatribusikan kesuksesan pada faktor eksternal, seperti keberuntungan, penampilan, hingga bantuan orang lain. Ada banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya fenomena ini diantaranya adalah tingkat self-esteem dan academic hardiness. Oleh karena itu, hipotesis penelitian ini adalah terdapat pengaruh self-esteem dan academic hardiness terhadap impostor phenomenon.
Impostor phenomenon adalah sebuah pengalaman psikologis yang meyakini bahwa prestasi yang dicapai bukan karena kemampuan pribadi, melaikan keberuntungan, bekerja keras dibandingkan orang lain, atau merasa telah memberikan kesan yang palsu terhadap orang lain. Self-esteem adalah penilaian umum tentang diri sendiri yang berkaitan dengan kemampuan diri, memiliki sesuatu yang bernilai, dan bernilai dalam pandangan orang lain. Academic hardiness adalah kepribadian yang mengacu pada ketahanan siswa terhadap tuntutan dan tekanan akademik.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan jumlah subjek 291 yang terdiri dari 84 laki-laki dan 208 peremppuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data penelitian menggukana tiga skala yaitu Clance Impostor Phenomenon Scale (CIPS), Copersmith Self-Esteem Inventory (CSEI), dan18-item academic hardiness scale (18-item AHS). Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh self-esteem dan academic hardiness terhadap impostor phenomenon.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat impostor mahasiswa berada pada kategori sedang, yaitu sebesar 74.9%, tingkat self-esteem mahasiswa berada pada kategori sedang, yaitu sebesar 50.9%, dan tingkat academic hardiness berada pada kategori sedang, yaitu sebesar 59.5%. Secara simultan self esteem dan academic hardiness memberikan pengaruh 32.7% terhadap terjadi impostor phenomenon di kalangan mahasiswa.
ENGLISH:
Impostor phenomenon is a phenomenon that occurs when someone feels they have deceived someone else, he is not what he looks like, feels he lacks capability, intelligence, and attributes success to external factors, such as luck, appearance, to the help of others. There are many factors that influence the occurrence of this phenomenon including the level of self-esteem and academic hardiness. Therefore, the hypothesis of this study is that there is an effect of self-esteem and academic hardiness on the impostor phenomenon.
The purpose of this study is 1) to determine the level of impostor phenomenon of the students of the Psychology Faculty of the State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang, 2) to determine the level of self-esteem of the students of the Psychology Faculty of the State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang, 3) to determine the academic hardiness level of students Maulana Malik Ibrahim Malang Faculty of Psychology, and 4) to find out the effect of self-esteem and academic hardiness on the phenomenal impostor of the students of the Faculty of Psychology at the State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang.
This study uses a quantitative approach method with 291 subjects consisting of 84 males and 208 females. Data collection techniques in this study were using purposive sampling technique. Research data collection included three scales, namely the Clance Impostor Phenomenon Scale (CIPS), the Copersmith Self-Esteem Inventory (CSEI), and 18-item academic hardiness scale (18-item AHS). The analysis carried out in this study was descriptive analysis and multiple linear regression analysis. The results showed that there was an effect of self-esteem and academic hardiness on the impostor phenomenon.
The results of the analysis show that the student impostor level is in the moderate category at 74.9%, the level of student self-esteem is in the moderate category at 50.9%, and the academic hardiness level is in the moderate category, at 59.5%. Simultaneously, self-esteem and academic hardiness have an influence of 32.7% on the occurrence of impostor phenomenon among students
- …
