2 research outputs found

    KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN FAMILI ARACEAE DI HUTAN MADAPI TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT KABUPATEN REJANG LEBONG PROVINSI BENGKULU

    No full text
    Hutan merupakan suatu ekosistem yang terdiri dari berbagai jenis tumbuh- tumbuhan dan hewan. Salah satu famili tumbuhan tidak berkayu di dalam hutan adalah famili Araceae yang memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi. Famili Araceae merupakan tumbuhan daerah tropis sehingga tumbuhnya menyebar di negara-negara yang dilalui oleh garis khatulistiwa, seperti negara Indonesia. Famili Araceae terdiri dari 105-110 marga dengan 2500-3700 jenis. Negara Indonesia mempunyai 25% famili Araceae dari jumlah seluruh yang pernah ditemukan di dunia atau sekitar 31 marga. Famili Araceae tersebar di seluruh pulau yang ada di Indonesia, seperti di pulau Kalimantan terdapat 297 jenis, pulau Sumatera terdapat 159 jenis, pulau Sulawesi terdapat 49 jenis, dan pulau Jawa terdapat 67 jenis (Hartanti, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan famili Araceae yang terdapat di Hutan Madapi Taman Nasional Kerinci Seblat Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode survei eksplorasi dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menyusuri lokasi-lokasi yang sesuai dengan habitat potensial famili Araceae seperti daerah yang lembap, teduh dan berada di sekitar aliran air, yang telah disurvei sebelumnya. Untuk mengetahui kecukupan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian, dibuat kurva akumulasi jenis. Jika kurva mulai mendatar, maka dapat diartikan bahwa jumlah sampel yang diambil sudah cukup. Setiap individu dari famili Araceae yang ditemukan dicatat karakteristiknya, diidentifikasi, dan didokumentasikan. Kemudian juga dilakukan pengukuran faktor fisik lingkungan seperti pH dan kelembapan tanah, suhu dan kelembapan udara serta intensitas cahaya. Hasil penelitian yang telah dilakukan di Hutan Madapi ditemukan 16 jenis tumbuhan famili Araceae dari 11 genus, dengan jenis terbanyak yaitu Homalomena cordata sebanyak 115 individu dan jenis yang paling sedikit yaitu Amorphophallus sp dengan jumlah satu individu saja. Tumbuhan Araceae pada lokasi penelitian memiliki 3 cara hidup yaitu terestrial, epifit dan litofit. Berdasarkan hasil penelitian, Indeks kekayaan jenis menunjukkan kategori sedang dengan nilai tertinggi pada tegakan mahoni (1,97) dan terendah pada tegakan pinus (1,69). Nilai indeks kemerataan jenis berkisar 0,88-0,95 yang termasuk dalam kategori tinggi pada setiap tegakan. Nilai indeks keanekaragaman jenis Shannon Wiener tertinggi yaitu tegakan mahoni (2,35) dan terendah tegakan kemiri (2,06). Indeks kemiripan komunitas Jaccard menunjukkan nilai relatif tinggi (53%-90%) untuk semua pasangan tegakan, namun hasil perhitungan menggunakan indeks SØrensen menunjukkan nilai yang lebih tinggi yaitu (69%-95%) pada tiap pasangan tegakan

    KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN FAMILI ARACEAE DI HUTAN MADAPI TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT KABUPATEN REJANG LEBONG PROVINSI BENGKULU

    No full text
    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan famili Araceae yang terdapat di kawasan Hutan Madapi. Penelitian menggunakan metode survei eksplorasi dengan teknik purposive sampling. Pengamatan dilakukan pada empat tipe tegakan hutan yaitu mahoni, damar, pinus, dan kemiri. Setiap jenis Araceae yang ditemukan diidentifikasi, dicatat karakteristik morfologinya, dan dilakukan pengukuran faktor lingkungan seperti pH tanah, kelembapan tanah, suhu, kelembapan udara, dan intensitas cahaya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 jenis tumbuhan famili Araceae yang termasuk dalam 11 genus, dengan jenis terbanyak yaitu Homalomena cordata (115 individu) dan yang paling sedikit Amorphophallus sp (1 individu). Araceae di Hutan Madapi memiliki tiga cara hidup yaitu terestrial, epifit, dan litofit. Nilai indeks kekayaan jenis Margalef berkisar antara 1,69–1,97 (kategori sedang), indeks kemerataan jenis antara 0,88–0,95 (kategori tinggi), dan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) antara 2,06–2,35, dengan nilai tertinggi pada tegakan mahoni. Indeks kemiripan komunitas Jaccard menunjukkan nilai 53–90%, sedangkan indeks Sorensen berkisar 69–95%, menunjukkan tingkat kemiripan komunitas yang tinggi antar tegakan. Faktor lingkungan yang paling mendukung pertumbuhan Araceae adalah kelembapan tinggi dan intensitas cahaya rendah, terutama pada tegakan mahoni dan damar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hutan Madapi memiliki keanekaragaman sedang dengan distribusi jenis Araceae yang relatif merata serta berpotensi penting dalam konservasi flora khas daerah tropis
    corecore