17 research outputs found
MAJAS DALAM NOVEL KUBAH KARYA AHMAD TOHARI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA KELAS XII
Ananda, Dea. 2025. “Majas dalam Novel Kubah Karya Ahmad Tohari dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Kelas XII”, Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pancasakti Tegal.
Pembimbing I Dr. Tri Mulyono, M.Pd.
Pembimbing II Wahyu Asriyani, M.Pd.
Kata kunci: Majas, novel dan implikasi pembelajaran
Penelitian ini membahas tentang majas yang terdapat pada novel Kubah karya Ahmad Tohari yang diimplikasikan dalam pembelajaranbahasa Indonesia di SMA kelas XII. Hasil penelitian dalam novelKubah karya Ahmad Tohari dapat mengandung majas dan dapat dilihat dari gaya bahasa kiasan. Dalam penelitian ini dapat dilakukan dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari yang memiliki gaya bahasa kiasan yang mengandung estetis. Selain itu tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan majas dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari dan mendeskripsikan implikasi pembelajaran majas yang terkandung dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari di SMA kelas XII.
Sumber data yang digunakan ialah novel Kubah karya Ahmad Tohari. Wujud data yang digunakan dalam penelitian ini ialah kata, frase, dan kalimat dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari dapat dilihat dari segi bahasa kiasan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan simak. Teknik analisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif, yang artinya data dilakukan secara menelaah data, menata data dan menemukan kata, frase dan kalimat. Penulis dapat mendeskripsikan majas dalam novel dan dapat melihat segi gaya bahasa kiasan.
Berdasarkan hasil pembahasan tersebut menemukan segi gaya bahasa kiasan dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari yaitu (1) personifikasi berjumlah 31 data; (2) simile berjumlah 5 data; (3) metafora berjumlah 5 data; dan (4) metonimia berjumlah 4 data; Majas dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari didominasi oleh gaya bahasa personifikasi yang paling banyak penggunaanya dan ironi yang paling sedikit. Hasil penelitian ini diimplikasikan dalam pelajaran sastra di SMA kelas XII KD 3.1 Memahami struktur dan kaidah teks novel baik melalui tulisan maupun lisan. Dengan demikian novelKubah karya Ahmad Tohari dapat dijadikan sebagai acuan atau referensi dalam kegiatan pembelajaran sastra di SMA. Lewat pembelajaran ini peserta didik dapat mengetahui nilai-nilai positi
NASKAH DRAMA “ODEU” KARYA LUGIENA DEA : Ulikan Struktural jeung Psikologi Sastra
Ilmu kejiwaan dalam naskah drama merupakan aspek yang sangat penting untuk
diteliti, karena apabila naskah drama ditampilkan seacra visual tentunya setiap
tokohnya memiliki karakter kepribadiannya sendiri. Dengan begitu, penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan psikologi sastra dan klasifikasi emosi tokoh
utama dalam naskah drama “Odeu” karya Lugiena Dea. Metode yang digunakan
adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu naskah drama “Odeu” karya Lugiana Dea,
sedangkan datanya yaitu dialog antara tokoh. Tehnik yang digunakan dalam
mengumpulkan data yaitu tehnik studi pustaka (library search). Hasil penelitian ini
yaitu: 1) Setiap tokoh yang terdapat dalam naskah drama “Odeu” memiliki tiga
aspek kepribadian yaitu id, ego, dan superego. Selain itu, bahwa aspek id sangat
dominan daripada aspek lainnya. Hal ini disebabkan bahwa aspek id salah satu
kebutuhan dasar yang ada dalam manusia. 2) Pengarang berhasil dalam
menciptakan emosional yang naik dan turun dalam sebuah karya sastra, terlihat
dalam ini cerita pengarang memberikan emosional dasar yang ada lahir dan
tumbuh dalam diri manusia yaitu bahagia, marah, takut, dan sedih.
The psychological aspect in a drama script is a crucial aspect to be examined, as
when a drama script is presented visually, each character possesses their own
personal characteristics. Therefore, this research aims to describe the psychology
of literature and the classification of emotions of the main character in the drama
script "Odeu" by Lugiena Dea. The method used is descriptive with a qualitative
approach. The data source for this research is the drama script "Odeu" by Lugiena
Dea, and the data consists of dialogues between characters. The technique used to
collect data is library search. The results of this research are as follows: 1) Each
character in the drama script "Odeu" has three aspects of personality, namely id,
ego, and superego. Furthermore, the id aspect is found to be more dominant than
the others. This is due to the fact that the id aspect is one of the basic needs present
in humans. 2) The author successfully creates fluctuating emotions in a literary
work. In this story, the author portrays fundamental emotions that exist and develop
within humans, such as happiness, anger, scarry, and sadness
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA MASYARAKAT PENDATANG DENGAN MASYARAKAT LOKAL DALAM MENJALIN KERUKUNAN BERAGAMA DI KABUPATEN ALOR NUSA TENGGARA TIMUR
ABSTRAK
Komunikasi antar budaya merupakan suatu proses penyampaian
suatu informasi atau pesan yang kemudian pengirim informasi pesan tersebut
merupakan anggota suatu budaya yang penerima pesannya adalah anggota
dari budaya yang berbeda, dalam hal ini komunikasi tersebut terjadi oleh
masyarakat pendatang suku Jawa Gresik dengan masyarakat lokal asli suku
Taruamang desa Maritaing Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur. Rumusan
masalah dalam penelitian yang dilakukan adalah Bagaimana implementasi
ciri dan fungsi komunikasi antar budaya pada masyarakat pendatang dengan
masyarakat lokal yang diterapkan untuk menjalin kerukunan beragama serta
apa sajakah yang menjadi faktor pendukung dan penghambat masyarakat
pendatang dengan masyarakat lokal dalam menjalin kerukunan beragama di
desa maritaing kecamatan alor timur Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur
Penelitian yang dilakukan penulis adalah penelitian lapangan dengan
sifat penelitian deskriptif, yang mana dalam penelitian ini berguna
memberikan kejelasan terhadap masalah atau peristiwa yang sedang diteliti.
Dengan demikian yang menjadi narasumber dalam penelitiannya adalah
berjumlah 15 orang masyarakat suku Jawa Gresik yang didominasi oleh
masyarakat muslim dengan 22 masyarakat lokal Desa maritaing, yang
memiliki mayoritas masyarakat non muslim. Dalam penelitian yang
dilakukan, para narasumber memiliki kriteria yang merupakan penduduk asli
kecamatan Alor Timur desa Maritaing yang telah tinggal kurang lebih lima
tahun untuk masyarakat pendatang, tokoh agama, adat, tokoh masyarakat
maupun tokoh pemuda, ketua suku yang termasuk dalam kedua penelitian
yaitu suku jawa gresik dan suku taruamang,. Dalam pengumpulan data yang
penulis lakukan menggunakan metode interview, observasi dan dokumentasi
yang diabadikan dalam setiap komunikasi yang berlangsung.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa
komunikasi antar budaya terjadi sebab keterbukaan masyarakat lokal dengan
hambatan bahasa dan logat yang sukar dipahami. Komunikasi tersebut
diterapkan dalam setiap kegiatan-kegiatan dalam menjaga kerukunan.
Dengan masyararakat yang mempunyai sikap toleransi terhadap sesama
manusia membuat desa Maritaing terhindar dari konflik antar suku maupun
sesama suku, saling menghargai dalam perbedaan agama dengan menjunjung
tinggi prinsip Taramiti Tominuku.
Kata Kunci : Komunikasi antar budaya, Masyarakat Pendatang,
Masyarakat Lokal, Kerukunan Beragama.ABSTRACT
Intercultural communication is a process of conveying
information or a message and then the sender of the message is a
member of a culture and the recipient of the message is a member of a
different culture, in this case the communication occurs between the
Javanese Gresik migrant community and the indigenous local
community of the Taruamang village tribe. Maritaing, Alor Regency,
East Nusa Tenggara. The formulation of the problem in the research
carried out is how to implement the characteristics and functions of
intercultural communication between immigrant communities and
local communities which are applied to establish religious harmony
and what are the supporting and inhibiting factors between immigrant
communities and local communities in establishing religious harmony
in Maritaing village, Alor sub-district. east of Alor Regency, East
Nusa Tenggara
The research carried out by the author is field research
with the nature of descriptive research, which in this research is
useful in providing clarity on the problem or event being researched.
Thus, the sources for the research were 15 people from the Gresik
Javanese tribe, which is dominated by Muslim communities, with 22
local communities from Maritaing Village, which has a majority of
non-Muslim communities. In the research carried out, the criteria for
the interviewees were that they were natives of the Alor Timur sub�district, Maritaing village who had lived for approximately five years,
including immigrant communities, religious, traditional leaders,
community leaders and youth leaders, tribal leaders included in both
studies, namely the Javanese tribe. Gresik and Taruamang tribes. In
collecting data, the author used interview, observation and
documentation methods which were immortalized in every
communication that took place.
The results of the research that has been carried out show
that intercultural communication occurs because of the openness of
local communities with language barriers and accents that are
difficult to understand. This communication is applied in every activity
to maintain harmony. With a community that has a tolerant attitude
towards fellow human beings, Maritaing village avoids conflicts
between tribes and tribes, respects each other's religious differences
by upholding the principles of Taramiti Tominuku.
Keywords : Communication, Culture, Religious Harmony
The Decreased of Germs Number Before and After Gargling with Povidone - Iodine
Povidone-iodine is considered to have the broadest spectrum of antimicrobial action compared with other common antiseptics. Based on the application protocol of commercial Povidone Iodine (PVP-I) mouthwash to support a healthy lifestyle, PVP-I is commonly used in concentrations of 1.0% with a contact time of 30 seconds. The higher the concentration of antiseptic, the smaller the time needed to kill microbes, but the maximum limit of concentration and contact time needs to be considered to minimize the toxicity effects to remain safe, effective, and efficient. This study aims to determine the comparison of germ numbers before and after gargling with povidone-iodine mouthwash based on variations in the concentration of 0.2%, 0.4%, 0.6%, 0.8%, and 1% with variations in contact time of 15 and 30 seconds. The method of this research was an actual experiment with a pre-post-test design. Based on the Non-Parametric Friedman test with a confidence level of 95% (α = 0,05), there is a significant difference between the germs number before and after gargling with PVP-I in every variation of concentration and contact time (p-value = 0.00). This study concludes that PVP-I 0.2% concentration variation with 15 seconds of contact time has been effective in decreasing the number of germs
PENGARUH FAKTOR KEUANGAN DAN NON KEUANGAN TERHADAP FINANCIAL DISTRESS DENGAN DIMODERASI OLEH KOMITE AUDIT PADA PERUSAHAAN INDUSTRI DAN BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Tahun 2018-2022
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh interest coverage ratio dan dewan komisaris terhadap financial distress dengan dimoderasi oleh komite audit. Sampel pada penelitian ini adalah perusahaan Industri dan Barang Konsumsi Di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2022. Dalam penarikan sampel, penulis menggunakan teknik purposive sampling yaitu metode pemilihan sampel yang didasarkan dengan kriteria-kriteria tertentu. Data yang digunakan diperoleh dari publikasi Bursa Efek Indonesia dan website resmi masing-masing perusahaan. Penelitian ini menggunakan 39 sampel dengan 195 observasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pengujian menggunakan moderating regression analysis dengan aplikasi Eviews 13. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interest coverage ratio berpengaruh positif terhadap financial distress, dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap financial distress, komite audit tidak dapat memoderasi pengaruh interest coverage ratio dan dewan komisaris terhadap financial distress
THE ROLE OF AGRICULTURAL WASTE AND FERTILIZATION LEVEL NPK ON GROWTH AND RESULTS Shallots (Allium ascalonicum L.) IN THE LAND OF THE TIDEOVERLOAD TYPE D
Efforts to increase national food production include applying production technology through the use of organic fertilizers. These fertilizers can restore soil fertility. Various types of agricultural waste that can be used to make organic fertilizers are rice straw, banana weeds, water hyacinth, coconut fiber. This organic fertilizer is applied to the soil in solid form on shallot plants grown on tidal soil type D overflow, in Sukajadi village, sub-district. Talang Kelapa Banyuasin Regency. This study used a split plot design with 9 treatment combinations with 3 replications, 27 plots and 5 sample plants were obtained. The treatment factors are as follows: 1. Main Plot : fertilization rate of Compound NPK Fertilizer (N) N1 = 25% of Recommended Dose, N2 = 50% of Recommended Dose, N3 = 75% of Recommended Dose, 2. Sub-plots : Fertilizer Dose Agricultural waste (L) L1 = 5 tons/ha, L2= 0 tons/ha, L3 = 15 tons/ha. The data obtained were tested statistically using SPSS 26 software program. The variables observed in this study were plant height (cm), tuber weight per clump and tuber weight per plot. The purpose of the study was to obtain a dose of organic fertilizer from agricultural waste that could reduce the use of inorganic NPK fertilizer in tidal land, and it was hoped that it would be very useful for users as an applicative technology that was economically profitable and technologically easy to apply, for the government to overcome the problem of scarcity of fertilizers and for the community. especially farmers can increase production and standard of living. The results showed that the application of organic fertilizer from agricultural waste 15 tons/ha with 75% NPK fertilizer resulted in the best growth and yield of shallots at 11.30 tons/ha.
Usaha untuk meningkatkan produksi pangan nasional antara lain dengan menerapkan teknologi produksi melalui penggunaan pupuk organik. Pupuk tersebut dapat mengembalikan kesuburan lahan.Berbagai jenis limbah pertanian yang dapat digunakan untuk membuat pupuk organik adalah Jerami Padi, Bonggol Pisang, enceng gondok, sabut kelapa. Pupuk organik ini diaplikasi ke tanah dalam bentuk padat pada tanaman bawang merah yang ditanam pada tanah pasang surut tipe luapan D, di desa Sukajadi kec. Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini menggunakan rancangan split plot disign dengan 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 ulangan didapatkan 27 petak dan 5 tanaman contoh. Adapun faktor perlakuan sebagai berikut : 1. Petak Utama : tingkat pemupukan Pupuk NPK Majemuk (N) N1 = 25 % Dari Dosis Anjuran, N2 = 50 % Dari Dosis Anjuran, N3 = 75 % Dari Dosis Anjuran, 2. Anak Petak : Dosis Pupuk Limbah pertanian (L) L1 = 5 ton/ha, L2= 0 ton/ha, L3 = 15 ton/ha. Data yang diperoleh diuji secara rganicc dengan menggunakan software program SPSS 26.Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), berat umbi per rumpun dan berat umbi perpetak. Tujuan penelitian untuk mendapatkan takaran pupuk organik limbah pertanian yang dapat mengurangi penggunaan pupuk NPK anorganik di lahan pasang surut, dan diharapkan sangat berguna bagi pengguna sebagai teknologi aplikatif yang secara ekonomi menguntungkan dan secara teknologi mudah diterapkan, bagi pemerintah dapat mengatasi masalah kelangkaan pupuk dan bagi masyarakat khususnya petani dapat meningkatkan produksi dan taraf hidupnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk rganic limbah pertanian 15 ton/ha dengan pupuk NPK 75 % menghasilkan pertumbuhan dan hasil bawang merah terbaik
yaitu 11,30 ton/ha
Dampak Penggunaan Instagram sebagai Media Pencitraan pada Kalangan Remaja di Palembang
The rapid development of technology in this era has affected the development of communication technology. Most People in this era communicate through an online platform. Social media is a communication technology that utilizes the advanced development of technology. It has a variety of types depending on the features offered, for example, Instagram social media that offers a photo upload feature. Instagram is one of the most famous social media, because of its superiority which can display photo along with the description sentence which is known as caption. This feature distinguishes Instagram from other social media. The rise of the use of Instagram has encouraged us to conduct research on the Impact of Using Instagram as a Self-branding Media for Teenagers in Palembang City. The study was conducted using explanative research methods with data collected through observation and distribution of questionnaires conducted in two places, SMAN 11 and SMA Muhammadiyah 1 Palembang. The questionnaire was distributed to 150 teen respondents with ages ranging from 14 to 18 years. Through this research, it was found that the use of Instagram as self-branding media among teenagers in Palembang city had an impact. It has positive and negative impacts. The positive impact is that it can motivate teenagers to upload useful posts, for example, uploads about their achievements and the beneficial activities they lead. However, the research also shows the negative impact of using Instagram as a Teenage Imaging media, namely the emergence of envy towards the ownership or achievements of their peers.Pesatnya perkembangan teknologi di era ini telah mempengaruhi perkembangan teknologi komunikasi. Kebanyakan Orang di era ini berkomunikasi melalui platform online. Media sosial adalah teknologi komunikasi yang memanfaatkan perkembangan teknologi canggih. Ini memiliki berbagai jenis tergantung pada fitur yang ditawarkan, misalnya, media sosial Instagram yang menawarkan fitur pengunggahan foto. Instagram adalah salah satu media sosial yang paling terkenal, karena keunggulannya yang dapat menampilkan foto bersama dengan kalimat deskripsi yang dikenal sebagai caption. Fitur ini membedakan Instagram dari media sosial lainnya. Maraknya penggunaan Instagram telah mendorong kami untuk melakukan penelitian tentang Dampak Penggunaan Instagram sebagai Media Self-branding untuk Remaja di Kota Palembang. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian eksplanatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan penyebaran kuesioner yang dilakukan di dua tempat, SMAN 11 dan SMA Muhammadiyah 1 Palembang. Kuesioner dibagikan kepada 150 responden remaja dengan usia mulai 14 hingga 18 tahun. Melalui penelitian ini, ditemukan bahwa penggunaan Instagram sebagai media pencitraan di kalangan remaja di kota Palembang memiliki dampak. Ini memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah dapat memotivasi remaja untuk mengunggah posting yang bermanfaat, misalnya, mengunggah tentang prestasi mereka dan kegiatan bermanfaat yang mereka jalani. Namun, penelitian juga menunjukkan dampak negatif dari menggunakan Instagram sebagai media Pencitraan Remaja, yaitu munculnya kecemburuan terhadap kepemilikan atau prestasi rekan-rekan mereka
Silek Tuo Taram: Warisan Beladiri Minangkabau yang Sarat Filosofi
Silek Tuo Taram adalah salah satu ilmu bela diri tradisional Minangkabau yang memiliki akar sejarah panjang. Bela diri ini tidak hanya bertujuan sebagai alat perlindungan diri, tetapi juga sarat akan nilai-nilai budaya, spiritual, dan filosofi kehidupan masyarakat Minangkabau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengkaji asal-usul, teknik dasar, nilai-nilai filosofis, serta peran Silek Tuo Taram dalam masyarakat Minangkabau, baik dalam konteks sejarah maupun era modern. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten 50 Kota, Provinsi Sumatera Barat, dengan fokus pada upaya pelestarian dan pengembangan Silek Tuo Taram dalam menghadapi tantangan zaman. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi kasus. Sebagai salah satu warisan budaya tak benda, Silek Tuo Taram menghadapi tantangan besar di era modern. Globalisasi dan modernisasi sering kali membuat generasi muda lebih tertarik pada budaya .asing, sehingga seni bela diri tradisional seperti Silek Tuo Taram berisiko terpinggirkan. Oleh karena itu, penulis mengangkat penelitian ini berdasarkan studi kasus di lapangan untuk menggali lebih dalam bagaimana seni bela diri tradisional ini dapat bertahan dan berkembang
Determination Of Risk Factors Of Musculoskeletal Disorders In Palm Oil Harvesting Workers In Batu Jong-Jong Village
Background : Musculoskeletal disorders (MSDs) describe disorders of the musculoskeletal system that arise from exposure to static position pressure that is repeated over a long period of time. This condition often causes complaints in the joints, ligaments, and tendons, a condition that is commonly experienced by workers who harvest oil palm fruit. The purpose of this study was to identify the determination of risk factors (work posture, work duration, age, physical fitness, work period and body mass index (BMI)) for the occurrence of musculoskeletal disorders in oil palm fruit harvesters in Batu Jong-Jong Village. Methods: This study applies a cross-sectional design with the use of primary data as the main source. A total of 68 oil palm harvesters were selected as respondents through a Stratified Sampling technique. Data were collected using a questionnaire distributed to respondents, as well as the Rapid Entire Body Assessment (REBA) and Nordic Body Map (NBM) assessment methods. The data obtained were then analyzed using the Chi-Square statistical test. Results: The results of the study showed that there was a relationship between work posture (p-value 0.003 and PR 2.172), age (p-value 0.000 and PR 3.095), physical fitness (p-value 0.009 and PR 2.160), length of service (p-value 0.009 and PR 2.160) with the incidence of musculoskeletal disorders. While there was no relationship between the duration of work (p-value 0.287 and PR 1.290) and body mass index (BMI) (p-value 0.936 and PR 1.076) with the incidence of musculoskeletal disorders. Conclusion: It can be concluded that there is a relationship between work posture, age, length of service and physical fitness with the incidence of musculoskeletal disorders in oil palm fruit harvesters
PEMANFAAT SISTEM INFORMASI MANAJEMEN UNTUK MONITORING KINERJA MENTOR DARING DALAM E-LEARNING
Transformasi digital dalam dunia pendidikan mendorong institusi untuk memanfaatkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam memonitor kinerja mentor daring pada platform e-learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan SIM dalam memantau kinerja mentor, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta memberikan rekomendasi strategis untuk optimalisasi sistem. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif dan studi kasus untuk institusi pendidikan menengah dan tinggi di Indonesia selama dua tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIM mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi monitoring kinerja mentor daring. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, literasi digital mentor, dan integrasi sistem masih perlu diatasi melalui pelatihan, pengembangan sistem, dan dukungan kebijakan institusi
