1,721,917 research outputs found

    RASIONALITAS JANJI POLITIK AMINULLAH USMAN TERKAIT RASKIN DALAM PILKADA

    No full text
    ABSTRAKPada masa kampanye Aminullah Usman tahun 2017 di Kota Banda Aceh, PasanganAminullah Usman dan Zainal Arifin telah membuat janji kampanye politik untukmemperoleh dukungan suara, salah satu janji tersebut adalah memberikan biayatebus beras sejahtera yang dulu dikenal dengan raskin. Program Beras Miskin(Raskin) merupakan subsidi pangan sebagai bentuk upaya dari pemerintah untukmeningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perlindungan keluarga miskinmelalui pendistribusian beras yang diharapkan mampu menjangkau keluargamiskin. Aminullah Usman berjanji akan memberikan raskin kepada masyarakatsebesar 32ribu persasaran penerima manfaat. Namun, dalam realitanya yang terjadihingga saat ini janji kampanye tersebut tidak konsisten dan belum direalisasikanoleh Aminullah Usman dan program raskin kini telah digantikan dengan programBantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuirasionalitas janji politik Aminullah Usman terkait Raskin kepada penduduk KotaBanda Aceh dan untuk mengetahui pertimbangan Aminullah Usman dalammemenuhi janji politik pada masa kampanye. Adapun pendekatan penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data primer melaluiwawancara langsung dengan informan, sedangkan data sekunder melaluidokumentasi/kepustakaan. Peneliti menggunakan teori kebijakan politik. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa janji politik Aminullah Usman yang sudahdipaparkan kepada masyarakat sama sekali tidak berjalan, dimana seharusnyaketika seorang pemimpin telah mendapat kekuasaan maka dapat membuat suatukebijakan sebagaimana yang telah di janjikan ketika ingin memperoleh bangku kekuasaan melalui penganggaran bersama DPRK Kota Banda Aceh. Namun, kenyataannya hingga saat ini program raskin tersebut digantikan oleh program BPNT sehingga menimbulkan rasa ketidakpuasan dan tuntutan di masyarakat.Kata Kunci: Aminullah Usman, Janji Politik, Raski

    Peran Aminullah Pada Grup Band Ru+Sak Di Kota Probolinggo Periode 2011-2016

    No full text
    ABSTRAK Aly, Gusti Muhammad Chaidir.2017. PeranAminullahPadaGrup Band Ru+Sak Di Kota ProbolinggoPeriode 2011-2016.Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra.Hj. E.W. Suprihatin Dyah P, M.Pd (II) Hartono, S.Sn, M.Sn Kata kunci :Peran Aminullah, GrupBand Ru+Sak , Kota Probolinggo, Periode 2011-2016Di kota Probolinggo, terdapat sebuah grup band fenomenal yang bernama Ru+Sak. Band ini terbentuk pada tahun 2011.Ru+Sak band adalah singkatan dari kata RumahSakit. Filosofi band ini terbentuk karena sebagian personil band ini adalah karyawan Rumah Sakit Dr. Moh. Saleh kota Probolinggo. Band ini bergenre Dangdut Mix yang memadukan music dangdut dengan music pop, rock, blues, jazz, dan reggae. Keunikan grup ini memiliki tema yang berkaitan dengan medis pada judul lagunya : Suntik Cinta, UGD (Untung Gue Dapet), Bius (Biasa Usilin) aku, Obat Galau, 3x Sehari, Resep Cinta, dan Sakit Hati Ini. Dengan keunikan tersebut, pada tahun 2016 grup band ini menjadi topik di beberapa media sosial. Dibalik kesuksesan dari grup band ini, terdapat seseorang yang berperan penting yang membawa grup band ini menjadi dikenal oleh masyarakat, yaitu Aminullah.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Aminullah pada grup band Ru+Sak di kota Probolinggo periode 2011-2016.Metode penelitian kualitatifdenganpendekatandeskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.Hasil penelitian ini pada periode 2011-2012 Aminullah berperan sebagai pemimpin sekaligus pendiri band. Aminullah berperan sebagai pemain keyboard sekaligus arranger pada aransemen lagu Syahdu (Rhoma Irama) dan lagu Suci Dalam Debu (Iklim). Periode 2013 Aminullah berperan sebagai public speaking, pemain keyboard, dan composer lagu Obat Galau. Periode 2014-2016 Aminullah berperan mengembangkan band untuk entertainmen dan industry musik. Aminullah juga berperan sebagai pemain keyboard dan composer lagu Suntik Cinta. Maka dapat disimpulkan bahwa peran Aminullah pada grup band Ru+Sak di kota Probolinggo disajikan dalam tiga periode. Periode 2011-2012, periode 2013, dan periode 2014-2016. Aminullah sebagai pendiri, pemimpin, pemain keyboard, arranger, dan komposer memberikan kontribusi dalam keberhasilan grup Ru+Sak band. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran untuk peneliti lain adalah melakukan penelitian tentang karya music Aminullah pada Ru+Sak band, dan bentuk music Ru+Sak band agar masyarakat luas lebih mengenal tentang Ru+Sak band

    Peran Aminullah Pada Grup Band Ru+Sak Di Kota Probolinggo Periode 2011-2016

    No full text
    ABSTRAK Aly, Gusti Muhammad Chaidir.2017. PeranAminullahPadaGrup Band Ru+Sak Di Kota ProbolinggoPeriode 2011-2016.Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dra.Hj. E.W. Suprihatin Dyah P, M.Pd (II) Hartono, S.Sn, M.Sn Kata kunci :Peran Aminullah, GrupBand Ru+Sak , Kota Probolinggo, Periode 2011-2016Di kota Probolinggo, terdapat sebuah grup band fenomenal yang bernama Ru+Sak. Band ini terbentuk pada tahun 2011.Ru+Sak band adalah singkatan dari kata RumahSakit. Filosofi band ini terbentuk karena sebagian personil band ini adalah karyawan Rumah Sakit Dr. Moh. Saleh kota Probolinggo. Band ini bergenre Dangdut Mix yang memadukan music dangdut dengan music pop, rock, blues, jazz, dan reggae. Keunikan grup ini memiliki tema yang berkaitan dengan medis pada judul lagunya : Suntik Cinta, UGD (Untung Gue Dapet), Bius (Biasa Usilin) aku, Obat Galau, 3x Sehari, Resep Cinta, dan Sakit Hati Ini. Dengan keunikan tersebut, pada tahun 2016 grup band ini menjadi topik di beberapa media sosial. Dibalik kesuksesan dari grup band ini, terdapat seseorang yang berperan penting yang membawa grup band ini menjadi dikenal oleh masyarakat, yaitu Aminullah.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Aminullah pada grup band Ru+Sak di kota Probolinggo periode 2011-2016.Metode penelitian kualitatifdenganpendekatandeskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.Hasil penelitian ini pada periode 2011-2012 Aminullah berperan sebagai pemimpin sekaligus pendiri band. Aminullah berperan sebagai pemain keyboard sekaligus arranger pada aransemen lagu Syahdu (Rhoma Irama) dan lagu Suci Dalam Debu (Iklim). Periode 2013 Aminullah berperan sebagai public speaking, pemain keyboard, dan composer lagu Obat Galau. Periode 2014-2016 Aminullah berperan mengembangkan band untuk entertainmen dan industry musik. Aminullah juga berperan sebagai pemain keyboard dan composer lagu Suntik Cinta. Maka dapat disimpulkan bahwa peran Aminullah pada grup band Ru+Sak di kota Probolinggo disajikan dalam tiga periode. Periode 2011-2012, periode 2013, dan periode 2014-2016. Aminullah sebagai pendiri, pemimpin, pemain keyboard, arranger, dan komposer memberikan kontribusi dalam keberhasilan grup Ru+Sak band. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran untuk peneliti lain adalah melakukan penelitian tentang karya music Aminullah pada Ru+Sak band, dan bentuk music Ru+Sak band agar masyarakat luas lebih mengenal tentang Ru+Sak band

    Pola berpikir seorang manajer/ Aminullah

    No full text
    30 hal.: ill.; 21 cm

    PENGARUH POLITIK IDENTITAS ETNIS TIONGHOA TERHADAP KEMENANGAN AMINULLAH USMAN- ZAINAL ARIFIN PADA PILKADA 2017 DI BANDA ACEH (STUDI KASUS PADA ETNIS TIONGHOA DI KECAMATAN KUTA ALAM)

    Full text link
    PENGARUH POLITIK IDENTITAS ETNIS TIONGHOA TERHADAP KEMENANGAN AMINULLAH USMAN-ZAINAL ARIFIN PADA PILKADA 2017 DI BANDA ACEH (Studi Kasus Pada Etnis Tionghoa Di Kecamatan Kuta Alam)Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala(Dr. Effendi Hasan, MA)(x, 55) pp, bibl.., app. ARMIA,2019ABSTRAKSalah satu catatan penting berkaitan dengan dinamika politik di kota Banda Aceh adalah Partisipasi politik masyarakat etnis Tionghoa meningkat pada Pilkada tahun 2012 sebesar 11% dibandingkan tahun- tahun pilkada sebelumnya,Keterlibatan etnis Tionghoa juga ditemukan dalam hal Partisipasi mereka secara idividu dalam memilih kepala daerah pada pilkada Aceh 2017 dan menjadi kekuatan politik penyumbang suara bagi calon walikota Banda Aceh sehingga berpengaruh terhadap kemenangan calon tersebut. Menurut data yang tertera pada website KPU (Pilkada 2017.kpu.go.id. 13 Mei 2017), bahwa pasangan Aminullah-Zainal memperoleh kemenangan suara sebanyak 877 di gampong Peunayong dibandingkan pasangan Illiza-Farid yang hanya memperoleh suara sebesar 88, dimana wilayah Gampong Peunayong tersebut 70% dihuni oleh etnis Tionghoa.Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami proses pertumbuhan politik identitas etnis Tionghoa Banda Aceh pada pilkada Aceh 2017 serta pengaruh dan kepentingan politik identitas etnis Tionghoa terhadap kemenangan Aminullah-Zainal pada pilkada 2017. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Kualitatif deskriptif. Semua data yang diperoleh melalui wawancara di lapangan dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan politik identitas etnis Tioghoa di Banda Aceh pada pilkada 2017 ditandai dengan adanya tingkat partisipasi etnis Tionghoa dan mobilisasi massa yang dilakukan oleh HAKKA untuk mendukung pasangan Aminullah- Zainal pada masa kampaye pemilihan walikota 2017. Hadirnya HAKKA membuat kesadaran politik etnis Tionghoa meningkat dalam memperjuangkan aspirasi Etnis Tionghoa, dalam mempengaruhi kebijakan yang akan dibuat oleh pemerintah melalui elit-elit politik. Kemudian Pengaruh dan kepentingan politik Identitas etnis Tionghoa terhadap pasangan Aminullah-Zainal tidak terlepas dari harapan supaya adanya peningkatan ekonomi di Banda Aceh dan perlindungan terhadap kehidupan sosial mereka di Banda Aceh. Kata Kunci : Etnis Tionghoa, Politik Identitas, Pilkada 2017, Aminullah-Zaina

    Hints to Mayor Election: Genre Analysis of the Political Advertisement On Aminullah Zainal Posters in Aceh

    Full text link
    Political advertisement sub-genre of promotional advertisement, takes an important role in the election, particularly Mayor Election. Hence, this study made an effort on analyzing the element of this genre. The four posters from Aminullah Zainal were the samples analyzed in this study. Likewise, the data were elaborated descriptively through genre analysis. Furthermore, Barrons framework (2012) was employed as an instrument to collect the data about rhetorical patterns (RP). The result of this study revealed that all of the political posters followed the rhetorical pattern of Barron framework. In addition, the seven moves suggested by Barron are the obligatory features of Aminullah Zainal posters

    Hints to Mayor Election: Genre Analysis of the Political Advertisement On Aminullah – Zainal Posters in Aceh

    No full text
    Political advertisement – sub-genre of promotional advertisement, takes an important role in the election, particularly Mayor Election.  Hence, this study made an effort on analyzing the element of this genre. The four posters from Aminullah – Zainal were the samples analyzed in this study. Likewise, the data were elaborated descriptively through genre analysis. Furthermore, Barron’s framework (2012) was employed as an instrument to collect the data about rhetorical patterns (RP).  The result of this study revealed that all of the political posters followed the rhetorical pattern of Barron framework. In addition, the seven moves suggested by Barron are the obligatory features of Aminullah – Zainal posters

    STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK AMINULLAH USMAN DAN ZAINAL ARIFIN PADA MASA KAMPANYE PILKADA 2017 DI KOTA BANDA ACEH

    No full text
    ABSTRAKPenelitian ini berjudul Strategi Komunikasi Politik Aminullah Usman dan Zainal Arifin pada Masa Kampanye Pilkada 2017 di Kota Banda Aceh. Permasalahan yang diangkat dari penelitian ini adalah bagaimana pasangan Aminullah Usman dan Zainal Arifin pada masa Pilkada 2017 tingkat Walikota dan Wakil Walikota di Banda Aceh bisa menang dengan menggunakan strategi komunikasi politik yang tepat, menyampaikan isu dan permasalahan selama masa kampanye serta pembentukan relawan yang mendukung pasangan tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana komunikasi politik yang diterapkan oleh pasangan Aminullah Usman dan Zainal Arifin serta tim pemenangannya hingga mengantarkan pasangan tersebut meraih kemenangan dengan perolehan hasil sebanyak 66.79% suara dibandinkan dengan lawan pasangannya. Teori yang digunakan adalah Teori Political Marketing model Lees-Marshment, dimana dalam penggunaannya pemasaran politik tidak jauh berbeda dengan konsep pemasaran secara komersial dengan digerakan oleh empat elemen utama yaitu Product, Place, Price, dan Promotion. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Alat pengumpulan data pada penelitian ini berupa wawancara terstruktur dan studi dokumentasi. Subjek informan dalam penelitian mengambil teknik purposif.Berdasarkan hasil pengolahan data secara interaktif, terdapat beberapa peranan yang dilakukan oleh tim pemenangan Aminullah Usman dan Zaina l Arifin selama masa kampanye, seperti strategi kampanye dilakukan dengan tiga cara yaitu kampanye face-to-face, kampanye dengan menggunakan sosial media, dan kampanye terbuka (kampanye akbar). Penelitian ini menunjukan bahwa proses kampanye yang berjalan sesuai dengan penerapan teori Political Marketing, dimana peran pendekatan serta strategi kampanye yang dilakukan berhasilmempresuasi pemikiran masyarakat Kota Banda Aceh untuk memilih pasangan Aminullah Usman dan Zainal Arifin.Kata Kunci: Komunikasi Politik, Pemasaran Politik, Strategi, Teori Political Marketing, Pilkad

    PERSEPSI PEZIARAH PADA MAKAM SYEKH AMINULLAH IBRAHIM DI PESISIR BARAT DALAM MEMBENTUK IDENTITAS KEAGAMAAN MASYARAKAT

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi peziarah makam Syekh Aminullah Ibrahim di Pesisir Barat serta perannya dalam membentuk identitas keagamaan masyarakat. Makam tersebut tidak hanya dimaknai sebagai makam seorang Tokoh Agama, tetapi juga sebagai tempat spiritualitas dan sarana kegiatan masyarakat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskritif. Informan pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan accidental sampling, dengan kriteria yang telah ditetapkan. Informan pada penelitian berjumlah 7 orang yaitu Peziarah Lokal, Peziarah Luar Daerah, Tokoh Agama, Penjaga Makam, dan Tokoh Masyarakat. Pengumpulan data yaitu dengan wawancara, observsi, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa makam Syekh Aminullah Ibrahim dipersepsikan oleh para peziarah sebagai tempat yang penuh dengan keberkahan, kerahmatan, memiliki nilai–nilai spiritual dan sakral. Dalam penelitian ini memiliki dua kategori peziarah yaitu: peziarah lokal dan peziarah luar daerah. Pseziarah lokal memaknai sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur atau tokoh agama terdahulusedangkan peziarah luar memaknai sebagai tempat yang memiliki kedekatan dengan tuhan melalui sosok ulama. Persepsi para peziarah terbentuk melalui pengalaman, motif atau minat, objek yang diamati, dan budaya dimana persepsi itu tumbuh dan berkembang. Selain itu, ziarah makam Syekh Aminullah Ibrahim dipercaya menjadi bagian dari praktik sosial keagamaan yang memiliki peran dalam membentuk dan memperkuat identitas keagamaan terhadap individu ataupun kelompok. Kegiatan ziarah yang dilakukan oleh masyarakat secara tidak langsung dapat membentuk identitas keagamaan masyarakat dengan nilai–nilai religius, pewarisan budaya secara turun–temurun, serta pengalaman kolektif yang dirasakan. Kata Kunci: Persepsi, Ziarah Makam, Syekh Aminullah Ibrahim, Identitas Keagamaan, Pesisir Barat. ii ABSTRACT This study aims to examine the perceptions of pilgrims to the tomb of Sheikh Aminullah Ibrahim in Pesisir Barat and its role in shaping the community's religious identity. The tomb is not only understood as the grave of a religious figure, but also as a place of spirituality and a means of community activities. This study was qualitative and employed descriptive methods. Informants in this study used purposive and accidental sampling methods, with predetermined criteria. Seven informants participated: local pilgrims, out-of-town pilgrims, religious figures, tomb guards, and community leaders. Data collection involved interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that pilgrims perceive the tomb of Sheikh Aminullah Ibrahim as a place full of blessings, grace, and spiritual and sacred values. This study divided pilgrims into two categories: local pilgrims and out-of-town pilgrims. Local pilgrims interpret it as a form of respect for ancestors or previous religious figures, while foreign pilgrims interpret it as a place of closeness to God through the figure of a cleric. The pilgrims' perceptions are formed through experiences, motives or interests, the objects observed, and the culture in which those perceptions grow and develop. Furthermore, pilgrimage to the tomb of Sheikh Aminullah Ibrahim is believed to be part of a socio-religious practice that plays a role in shaping and strengthening the religious identity of individuals and groups. Pilgrimage activities carried out by the community can indirectly shape the community's religious identity through religious values, cultural inheritance from generation to generation, and shared collective experiences. Keywords: Perception, Tomb Pilgrimage, Sheikh Aminullah Ibrahim, Religious Identity, West Coast. ii
    corecore