1,722,897 research outputs found

    Muhammad Amin Khan Madrasa

    No full text
    "To the south of the citadel is a square on which military reviews and executions took place: it is bordered by two madrasas, that of Muhammad Amin Khan (1851–5), the largest (72˙60 m) in Khiva, with cells arranged on two floors around a central court, and that of Muhammad Rahim Khan (1871). The 70 m minaret planned for the madrasa of Muhammad Amin Khan, the tallest in Central Asia, was left unfinished."exterior, decorative tile on courtyard facade, 199

    Muhammad Amin Khan Madrasa

    No full text
    "To the south of the citadel is a square on which military reviews and executions took place: it is bordered by two madrasas, that of Muhammad Amin Khan (1851–5), the largest (72˙60 m) in Khiva, with cells arranged on two floors around a central court, and that of Muhammad Rahim Khan (1871). The 70 m minaret planned for the madrasa of Muhammad Amin Khan, the tallest in Central Asia, was left unfinished."exterior, with statue of Al-Khwarizmi (founder of algebra) in front, 200

    METODOLOGI PENAFSIRAN AL-QUR'AN KARYA MUHAMMAD AMIN SUMMA

    Get PDF
    Penafsiraan al-Qur'an tentang ayat-ayat hukum karya Muhammad Amin Suma merupakan salah satu kajian tafsir dengan corak hukum atau fiqih yang sangat ringkas dan mudah dipahami. Penelitian ini mencoba menganalisa metodologi yang digunakan Muhammad Amin Suma dalam menafsirkan al-Qur'an dan Aplikasi dari metodologi penafsiran al-Qur'an dalam beberapa karya beliau. Karenanya, fokus penelitian ini adalah memperoleh jawaban seputar bagaimana metodologi tafsir yang digunakankan oleh Muhammad Amin Suma? Dan bagaimana Aplikasi metodologi tafsir Muhammad Amin Suma? Model penelitian yang digunakan adalah bersifat kualitatif, yang mana dalam segi penyajiannya menggunakan teknik deskriptif dan analisis. Penelitian ini berobjek pada beberapa buku tafsir karya Muhammad Amin Suma. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu library research, yaitu penelitian kepustakaan terhadap literatur baik primer maupun sekunder. Pada akhi ya, penelitian ini memberikan jawaban bahwa meodologi yang digunakan oleh Muhammad Amin Suma ada empat metode, yaitu menggunakan al-manhaj al-tahlili yakni tafsir analitis yang menitikberatkan penafsiran pada keseluruhan al-Qur'an dengan mengikuti rangkaian surat dan ayat-ayat al-Qur'an itu sendiri dari awal sampai akhir. metode ini terdapat pada buku Tafsir al-Amin Bedah Surat al-Fatihah yakni pada surat al-Fatihah[1]: 1-7. Manhaj al-Ijmali yakni penafsiran yang bersifat umum dan global terhadap ayat atau ayat-ayat tertentu tanpa menafsirkannya secara utuh dan menyeluruh, metode ini terdapat pada buku Tafsir al-Amin Bedah Surat al-Fatihah yakni pada surat al-Fatihah[1]: 1-7, al-Manhaj al-Muqaran yakni tafsir komparasi atau perbandingan yang membandingkan antara penafsiran yang satu dengan yang lain, baik terkait dengan mufassi ya, aliran tafsir yang digunakan, kawasan penulisannya, waktu penulisan dan lain-lain, metode ini terdapat pada buku Kawin Beda Agama pada surat al-Baqarah[2]: 105, 221, al-Mumtahanah[60]: 10, al-Maidah[5]: 5, al- Bayyinah[98]: 1 dan 6, an-Nisa[4]: 25 dan 141, dan al-Manhaj al- Maudhu'I yakni penafsiran yang dilakukan dengan menampilkan suatu topik (maudhu'i) tertentu untuk kemudian membahasnya dengan melibatkan sebanyak mungkin ayat-ayat al-Qur'an yang terpancar dalam bebarapa atau banyak surat, metode ini terdapat dalam karya Muhammad Amin Suma pada buku Tafsir Ahkam

    Peran Kiyai Haji Muhammad Amin Azhari dalam Penyebaran Islam di Kota Palembang

    Get PDF
    After the death of Kyai Haji Abdullah Azhari who respected among the community of scholars in Palembang, especially in areas 3 and 4 Ulu, subsequently Islamic preaching continued by Kyai Haji Muhammad Amin Azhari. Amin Muhammad Azhari is a best student in advancing education and religious knowledge. The purpose of this study is to get an idea of the biography and the role of Kyai Haji Amin Azhari in term of Islamization in Palembang. The study found that Amin Azhari play a huge role in bringing together the split between ulama tuo and ulama mudo through the knowledge acquired from his teacher. Kyai Haji Muhammad Amin Azhari also active in Islamic dakwa toward urban citizen through the sermon. His preaching became very influential media in the Islamization of society in Palembang

    Sportlight on faculty member: Dr. Mohammad Amin

    Get PDF
    Dr. Muhammad Amin, 38 years old, was bom in Pinrang, Sulawesi. Indonesia. He became interested in chemistry while in secondary school in Sulawesi. After receMng his bachelors degree in chemistry from Hasanuddin Universi1y (Makassar). Dr. Amin spent six years at Gifu Universi1y, first completing a masters and then doctoral work in analytical chemistry, specializing in ion exchange chromatography. He joined Universiti Malaysia Pahang on 29 September 2008 bypassing an opportuni1y for postdoctoral study at Yokohama Universi1y

    Islamic Philanthropy: The Idea of Economis Empowerment of the Ummah of K.H. Ma’ruf Amin

    Get PDF
    This article describes the portrait of the Islamic Philanthropy idea of KH. Ma'ruf Amin in the context of the economic empowerment of the Ummah. This paper rests on the basic premise that religion cannot be separated from the social dynamics of society. Methodologically, this article is library research using analytical descriptive method and normative, historical, and sociological approaches as a reading instrument for various literatures. In the context of Islamic philanthropy, the idea of economic empowerment of K.H. Ma'ruf Amin pivots on strengthening regional economic infrastructure and equitable development. Inequality of the economy of Indonesia is the result of past economic policies that adopted the conglomeration model of the trickle-down effect theory. To respond to this model, K.H. Ma'ruf Amin offers a pattern of economic development that adopts the ketupat model, which describes an increase in the economy in the weak economic sector so that there is a gradual increase in the middle economic secto

    Pandangan Murid Terhadap Guru: 60 Tahun Prof. Dr. M. Amin Abdullah

    Get PDF
    This article discusses about M. Amin Abdullah's thought (A professor at StateIslamic University Sunan Kalijaga Yogyakarta) in the field of Islamic Studies. The methodused in this paper is biographical-reflective method because the writer was his student.The focus of the writing is the heredity of the scientific methodology and its implication inthe study of Islam in Indonesia. This article concludes several Islamic scientific hereditiesfrom M Amin Abdullah majoring on the integrative-interconnectivity concept in Islamthat tends to be spaced out, especially in the study of Islamic classics. The other thoughtis about the importance of academic attitude in the development of the future Islamicstudy. In the scientific methodology aspect, he stresses the importance of the renewal inthe Islamic contemporary study to spread the teachings on the earth as the sky heredity,sacral and transcendental, to dive the needs to answer various worldly problems that areempiric and immanent. The implication of Amin Abdullah's thought gives newinterpretation in the contemporary Islamic scientific study that is more contextualempiricaland different from textual-normative classic Islamic study format.Key Words: integration-interconnection; scientific methodology; Islamic study.Makalah ini membahas tentang pemikiran M. Amin Abdullah (Guru BesarUIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dalam bidang Islamic Studies. Metode penulisan yangdigunakan dalam makalah ini adalah metode biografis-reflektif karena penulis merupakansalah seorang mantan mahasiswanya. Fokus pembahasan makalah ini adalah warisanmeteodogi keilmuan dan implikasinya dalam kajian Islam di Indonesia. Makalah inimenyimpulkan beberapa warisan keilmuan Islam dari M. Amin Abdullah umumnyabermuara pada konsep integrasi-interkoneksi keilmuan dalam Islam yang selama inicenderung berjarak, khususnya dalam warisan studi keislaman klasik. Pemikiran lainnyaadalah tentang pentingnya sikap akademis dalam pengembangan studi keislaman masadepan. Dalam aspek metodologi keilmuan, beliau menekankan pentingnya pembaharuandalam studi keislaman kontemporer untuk membumikan ajaran Islam sebagai warisanlangit, sakral dan transendental, menukik pada kebutuhan untuk menjawab berbagaipersoalan duniawi yang empiris dan imanen. Implikasi pemikiran Amin Abdullah adalahmemberikan interpretasi baru studi keilmuan Islam kontemporer yang lebih kontekstualempiris,yang berbeda dengan format studi keislaman klasik yang tekstual-normatif

    INTEGRASI AGAMA DAN SAINS DALAM PERSPEKTIF M. AMIN ABDULLAH

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan agar para pembaca terutama para Umat Islam mendapatkan bahan bacaan dan referensi sehingga timbul motivasi untuk membahas dan meneliti serta memperdalam kembali tentang Integrasi Agama dan Sains dalam Perspektif M. Amin Abdullah. Agar dengan demikian muncullah sebuah gambaran tentang bagaimana pendidikan Islam dan sains dapat saling melengkapi dan memperkaya satu sama lain, sehingga dapat menciptakan pendidikan yang lebih holistik dan seimbang antara agama dan sains. Jenis penelitian menggunakan Library Research yang berarti riset kepustakaan, yang mana teknik yang digunakan dalam mengumpulkan datanya berdasarkan dokumentasi melalui bukti-bukti peninggalan yang tertulis seperti tulisan yang bersumber dari buku, jurnal, dan lainnya yang mendukung penelitian ini. Berdasarkan penelitian ini ditemukan bahwa M. Amin Abdullah menawarkan pandangan yang memperkuat integrasi antara agama dan sains, menekankan bahwa keduanya dapat saling melengkapi. M. Amin Abdullah menekankan pentingnya interpretasi teks agama yang kontekstual dan dinamis. Ia percaya bahwa pemahaman yang berkembang tentang sains dapat mendorong reinterpretasi ajaran agama, sehingga tidak terjebak dalam dogma. Ini memberikan ruang bagi dialog yang konstruktif antara keduanya. Kesimpulannya, Amin Abdullah mendukung pendekatan holistik yang melihat agama dan sains sebagai dua jalan yang dapat saling mendukung dalam pencarian kebenaran, mendorong umat untuk beradaptasi dan berpikir kritis dalam memahami dunia

    Sinergi Islam Dan Politik Dalam Manuver M. Amin Rais

    No full text
    Sinergi antara Islam dan politik telah menjadi topik penting dalam konteks perkembangan politik di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam hal ini, Manuver M. Amin Rais, seorang politisi dan cendekiawan Muslim terkemuka, telah memainkan peran yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan sinergi antara Islam dan politik dalam manuver M. Amin Rais, dengan fokus pada kontribusinya dalam konteks Indonesia. Dengan menggunakan metode analisis kualitatif, penelitian ini mempelajari karya tulis, pidato, dan tindakan politik M. Amin Rais untuk mengungkap perspektifnya tentang Islam dan perannya dalam politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manuver M. Amin Rais mencoba mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan prinsip-prinsip politik dalam upaya memperjuangkan keadilan, kebebasan, dan keadilan sosial di Indonesia. Ia mengadvokasi pentingnya pemahaman Islam yang moderat dan inklusif dalam merumuskan kebijakan publik. Penelitian ini juga menyoroti tantangan dan kontroversi yang dihadapi oleh sinergi Islam dan politik dalam manuver M. Amin Rais. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang peran dan pengaruh Manuver M. Amin Rais dalam mengembangkan sinergi antara Islam dan politik di Indonesia. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi para pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan untuk memahami dinamika hubungan antara agama dan politik dalam konteks yang lebih luas

    WAWASAN BARU KAJIAN ASBĀB AL-NUZŪL (Analisis Terhadap Pemikiran M. Amin Abdullah)

    Get PDF
    This paper Examined one of the main themes in the Ulumul Qur'an study that is asbÄb al-nuzÅ«l. The Qur'an is a Divine kalam which was revealed to the Prophet Muhammad who lived in the midst of an Arab society that had its own traditions and culture. Because it could be said that the Qur'an is not born from a vacuum of culture, it was closely related to the surrounding environment. To know the circumstances in which the Qur'an was revealed, it is necessary to know asbÄb al-nuzÅ«l. In Ulumul Qur'an's classic literature, the study of science was highly prioritized because it helped in understanding the verses of the Qur'an. One of the interesting figures in studying asbÄb al-nuzÅ«l is M. Amin Abdullah. He divides the term into two: asbÄb al-nuzÅ«l al-qadÄ«m and asbÄb al-nuzÅ«l al-jadÄ«d. The first term refers to classical clerical studies that are only oriented to the past as they are found in the books of Ulumul Qur'an. AsbÄb al-nuzÅ«l al-qadÄ«m is considered incapable of explaining the problems of the present so there must be a study of asbÄb al-nuzÅ«l al-jadÄ«d. This term is one form of contextual study of the verses of the Qur'an to be more relevant and able to answer the problem of the present. Although Amin Abdullah's study has not been comprehensive but he has tried to develop a contemporary Qur'anic study with a new version. Between asbÄb al-nuzÅ«l al-qadÄ«m and asbÄb al-nuzÅ«l al-jadÄ«d must be coupled simultaneously in order to create a complete understanding of the Qur'an
    corecore