1,723,630 research outputs found
Pola Komunikasi Interpersonal Antara Orang Tua dan Sekolah Dalam Proses Pembelajaran di masa Pandemi Covid – 19 Di SD Swasta Amaliyah
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan (1) pola komunikasi
interpersonal yang terjadi antara orang tua, guru siswa, dan sekolah di masa pandemi
di SD Swasta Amaliyah, (2) proses pembelajaran yang terjadi di masa pandemi covid
– 19 di Sd Swasta Amaliyah, (3) komunikasi interpersonal antara antara orang tua
dan guru dalam pencapaian pembelajaran siswa masa pandemi covid 19 di Sd Swasta
Amaliyah.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu dengan
menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik. Tehnik pengumpulan data yang
digunakan di dalam penelitian ini observasi, wawancara, dan tehnik dokumentasi,
informan didalam penelitian ini yaitu, kepala sekolah, tata usaha, operator, guru, dan
orang tua murid, kemudian dianalisis dengan model Miles and Huberman yaitu
dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, untuk keabsahan data
peneliti menggunakan kreadibilitas, keahlian, kebergantungan dan kepastian.
Hasil penelitian ini mengungkapkan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu (1)
pola komunikasi interpersonal yang terjadi antara orang tua, guru, siswa, dan sekolah
di masa pandemi ini dalam bentuk pola yang efektif memudahkan bagi pihak sekolah,
guru maupun orang tua mendapatkan respon yang baik, (2) proses pembelajaran yang
terjadi di masa pandemi covid – 19, pihak sekolah harus mempunyai strategi atau
pola komunikasi interpersonal agar pembelajaran berlangsung sesuai dengan tujuan
dari capain pembelajaran, (3) komunikasi interpersonal antara orang tua dan guru
dalam pencapaian pembelajaran siswa masa pandemi covid 19, di dalam komunikasi
interpersonal di dunia pendidikan salah satunya peneliti melihat didalam proses
pembelajaran, proses pembelajaran merupakan suatu proses yang merencanakan
untuk meningkatkan prestasi akdemik dan membentuk karakter yang bernilai tinggi
Pola Komunikasi Interpersonal Antara Orang Tua Dan Sekolah Dalam Proses Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid-19 Di SD Swasta Amaliyah
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan (1) pola komunikasi interpersonal yang
terjadi antara orang tua, guru siswa, dan sekolah di masa pandemi di SD Swasta Amaliyah, (2)
proses pembelajaran yang terjadi di masa pandemi covid – 19 di Sd Swasta Amaliyah, (3)
komunikasi interpersonal antara antara orang tua dan guru dalam pencapaian pembelajaran siswa
masa pandemi covid 19 di Sd Swasta Amaliyah.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu dengan menggunakan pendekatan
kualitatif naturalistik. Tehnik pengumpulan data yang digunakan di dalam penelitian ini observasi,
wawancara, dan tehnik dokumentasi, informan didalam penelitian ini yaitu, kepala sekolah, tata
usaha, operator, guru, dan orang tua murid, kemudian dianalisis dengan model Miles and
Huberman yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, untuk keabsahan
data peneliti menggunakan kreadibilitas, keahlian, kebergantungan dan kepastian.
Hasil penelitian ini mengungkapkan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu (1) pola
komunikasi interpersonal yang terjadi antara orang tua, guru, siswa, dan sekolah di masa pandemi
ini dalam bentuk pola yang efektif memudahkan bagi pihak sekolah, guru maupun orang tua
mendapatkan respon yang baik, (2) proses pembelajaran yang terjadi di masa pandemi covid – 19,
pihak sekolah harus mempunyai strategi atau pola komunikasi interpersonal agar pembelajaran
berlangsung sesuai dengan tujuan dari capain pembelajaran, (3) komunikasi interpersonal antara
orang tua dan guru dalam pencapaian pembelajaran siswa masa pandemi covid 19, di dalam
komunikasi interpersonal di dunia pendidikan salah satunya peneliti melihat didalam proses
pembelajaran, proses pembelajaran merupakan suatu proses yang merencanakan untuk
meningkatkan prestasi akdemik dan membentuk karakter yang bernilai tinggi
PEMBACAAN SURAH AL-INSYIRAH DALAM AMALIYAH Al ANWAR KHUSUSIYAH AL- KHOTMIYAH ( Studi Living Qur’an: Pada Majelis Jama’ah Al-Khidmah Thoriqoh Qadiriyah wa Naqsabandiyah Pakunden Kecamatan Sukorejo Kota Blitar )
Abstrak
Pembacaan surah Al-Insyirah dalam Amaliyah Al-Anwar Al-Khususiyah Al-Khotmiyah oleh
jama’ah Al-Khidmah Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Kegiatan rutinan amaliyah ini
dilaksanakan setiap hari kamis ba’dha Ashar di Masjid Ar-Rohmah Pakunden Kota Blitar.
Amaliyah khususy adalah salah satu amaliyah yang diajarkan oleh Thoriqoh Qadiriyah wa
Naqsabandiyah. Dalam amaliyah ini memilih surah Al-Insyirah sebagai salah satu surah pilihan
di sela-sela dzikir karena banyak orang yang merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari
hari. Jenis penelitian yang digunakan dalam kajian ini yaitu field research, sifat dari jenis
penelitian ini tentu saja dengan menggali data dari lapangan, dengan menggunakan pendekatan
teori makna Karl Menheim. Setelah penulis mengadakan penelitian maka dapat disimpulkan
bahwa pembacaan Q.S Al-Insyirah dalam amaliyah khususy mempunyai daya tarik tersendiri
karena dibaca 79 kali secara bermajlis atau bersama-sama ketika rutinan tersebut dimulai guna
memohon perlindungan dari Allah SWT manakala menghadapi masalah yang berat menjadi
ringan dan yang rumit menjadi mudah. Surah ini memang menyebut dengan tegas bahwa dibalik
semua kesulitan pasti akan ada jalan. Maka dari itu dalam amaliyah ini surah Al-Insyirah seolah
olah menjadi dzikir dan bacaan tetap ketika memohon sesuatu kepada sang pencipta.
Keyword: Q.S Al-Insyirah , amaliyah Al-Anwar Al-Khususiyah Al-Khotmiyah, jam’iyah Al
Khidmah Pakunden Kota Blita
Implementasi Standar Pengelolaan Pendidikan Di Mts Amaliyah Medan Sunggal
Standar Pengelolaan Pendidikan merupakan indikator yang harus dipenuhi dalam pengelolaan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi standar pengelolaan pendidikan di MTs Amaliyah yang terdiri dari perencanaan pendidikan, pelaksanaan pendidikan, pengawasan pendidikan, evaluasi pendidikan, kepemimpinan pendidikan dan sistem informasi manajemen.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, mengacu pada metode penelitian pendidikan. Sumber informasi diambil dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Tenaga Kependidikan dan Pendidik. Teknik pengumpulan data diambil dari wawancara, observasi dan percermatan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Data dianalisis dengan mengorganisasikan data, reduksi data, pengelompokan berdasarkan kategori dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian dari implementasi standar pengelolaan pendidikan di MTs Amaliyah adalah sebagai berikut (1) perencanaan pendidikan di MTs Amaliyah yang terdiri dari visi, misi, tujuan, (2) pelaksanaan pendidikan di MTs Amaliyah lebih dominan dari standar pengelolaan pendidikan, semua warga sekolah berperan aktif dan melaksanakan sesuai dengan tugas serta kewajibannya, (3) pengawasan pendidikan di MTs Amaliyah dilakukan oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, (4) evaluasi pendidikan di MTs Amaliyah dilakukan dari tindak lanjut dari rencana kerja sekolah, (5) kepemimpinan kepala sekolah di MTs Amaliyah sudah sesuai dengan standar pengelolaan pendidikan karena terdapat struktur organisasi, (6) sistem informasi manajemen di MTs Amaliyah sudah cukup baik, (7) manajemen berbasis sekolah di MTs Amaliyah perlu ditingkatkan dalam hal manajemen kelasnya
Studi Living Qur’an: Pembacaan Surah Al-Insyirah Amaliyah Khususiyah Jama’ah Al-Khidmah Pakunden Sukorejo Blitar
AbstractAl-Insyirah surah reading in Amaliyah Al-Anwar Al-Khususiyah Al-Khotmiyah by the Al-Khidmah congregation, Sukorejo District, Blitar City. This amaliyah routine activity is carried out every Thursday Ba'dha Ashar at the Ar-Rohmah Pakunden Mosque, Blitar City. Amaliyah specifically is one of the amaliyah entered by Thoriqoh Qadiriyah wa Naqsabandiyah. In this practice, Surah Al-Insyirah is chosen as one of the chapters of choice between dhikr because many people find it useful in everyday life. The type used in this research is field research, the nature of this type of research is of course investigating data from the field, using the Karl Menheim theory of meaning approach. After the author conducts research, it can be revealed that the recitation of the QS Al-Insyirah in special amaliyah has an attraction because it is read 79 times in a miracle or together when the routine begins to ask for protection from Allah SWT when facing serious problems become minor and complex ones become easy. This Surah clearly states that behind all difficulties there will be a way. So from that in this amaliyah surah Al-Insyirah seems to be a dhikr and a constant reading when asking for something from the creator. AbstrakPembacaan surah Al-Insyirah dalam Amaliyah Al-Anwar Al-Khususiyah Al-Khotmiyah oleh jama’ah Al-Khidmah sebagai kegiatan rutinan amaliyah ini dilaksanakan setiap hari kamis ba’dha Ashar. Amaliyah khususy adalah salah satu amaliyah yang diajarkan oleh Thoriqoh Qadiriyah wa Naqsabandiyah. Dalam amaliyah ini memilih surah Al-Insyirah sebagai salah satu surah pilihan di sela-sela dzikir karena banyak orang yang merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Jenis penelitian yang digunakan dalam kajian ini yaitu field research, sifat dari jenis penelitian ini tentu saja dengan menggali data dari lapangan, dengan menggunakan pendekatan teori makna Karl Menheim. Setelah penulis mengadakan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pembacaan Q.S Al-Insyirah dalam amaliyah khususy mempunyai daya tarik tersendiri karena dibaca 79 kali secara bermajlis atau bersama-sama ketika rutinan tersebut dimulai guna memohon perlindungan dari Allah SWT manakala menghadapi masalah yang berat menjadi ringan dan yang rumit menjadi mudah. Surah ini memang menyebut dengan tegas bahwa dibalik semua kesulitan pasti akan ada jalan. Maka dari itu dalam amaliyah ini surah Al-Insyirah seolah-olah menjadi dzikir dan bacaan tetap ketika memohon sesuatu kepada sang pencipta. Kata Kunci: Amaliyah Al-Anwar Al-Khususiyah Al-Khotmiyah; Jam’iyah Al-Khidmah Pakunden Kota Blitar; QS. Al-Insyirah.AbstractAl-Insyirah surah reading in Amaliyah Al-Anwar Al-Khususiyah Al-Khotmiyah by the Al-Khidmah congregation, Sukorejo District, Blitar City. This amaliyah routine activity is carried out every Thursday Ba'dha Ashar at the Ar-Rohmah Pakunden Mosque, Blitar City. Amaliyah specifically is one of the amaliyah entered by Thoriqoh Qadiriyah wa Naqsabandiyah. In this practice, Surah Al-Insyirah is chosen as one of the chapters of choice between dhikr because many people find it useful in everyday life. The type used in this research is field research, the nature of this type of research is of course investigating data from the field, using the Karl Menheim theory of meaning approach. After the author conducts research, it can be revealed that the recitation of the QS Al-Insyirah in special amaliyah has an attraction because it is read 79 times in a miracle or together when the routine begins to ask for protection from Allah SWT when facing serious problems become minor and complex ones become easy. This Surah clearly states that behind all difficulties there will be a way. So from that in this amaliyah surah Al-Insyirah seems to be a dhikr and a constant reading when asking for something from the creator. AbstrakPembacaan surah Al-Insyirah dalam Amaliyah Al-Anwar Al-Khususiyah Al-Khotmiyah oleh jama’ah Al-Khidmah sebagai kegiatan rutinan amaliyah ini dilaksanakan setiap hari kamis ba’dha Ashar. Amaliyah khususy adalah salah satu amaliyah yang diajarkan oleh Thoriqoh Qadiriyah wa Naqsabandiyah. Dalam amaliyah ini memilih surah Al-Insyirah sebagai salah satu surah pilihan di sela-sela dzikir karena banyak orang yang merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Jenis penelitian yang digunakan dalam kajian ini yaitu field research, sifat dari jenis penelitian ini tentu saja dengan menggali data dari lapangan, dengan menggunakan pendekatan teori makna Karl Menheim. Setelah penulis mengadakan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pembacaan Q.S Al-Insyirah dalam amaliyah khususy mempunyai daya tarik tersendiri karena dibaca 79 kali secara bermajlis atau bersama-sama ketika rutinan tersebut dimulai guna memohon perlindungan dari Allah SWT manakala menghadapi masalah yang berat menjadi ringan dan yang rumit menjadi mudah. Surah ini memang menyebut dengan tegas bahwa dibalik semua kesulitan pasti akan ada jalan. Maka dari itu dalam amaliyah ini surah Al-Insyirah seolah-olah menjadi dzikir dan bacaan tetap ketika memohon sesuatu kepada sang pencipta. Kata Kunci:Q.S Al-Insyirah, amaliyah Al-Anwar Al-Khususiyah Al-Khotmiyah, jam’iyah Al-Khidmah Pakunden Kota Blitar
PENGGUNAAN BUKU IBADAH AMALIYAH DALAM PEMBINAAN IBADAH SANTRI DI MADRASAH TSANAWIYAH DARUL HIKMAH PEKANBARU
FUJI ASTUTI (2022) : PENGGUNAAN BUKU IBADAH AMALIYAH DALAM PEMBINAAN IBADAH SANTRI DI MADRASAH
TSANAWIYAH DARUL HIKMAH
PEKANBARU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan buku ibadah
amaliyah dalam pembinaan ibadah santri di Madrasah Tsanawiyah Darul Hikmah
Pekanbaru. Penelitian menggunakan teknik Deskriptif. Populasi penelitian ini
adalah guru pembimbing berjumlah empat orang. Teknik pengambilan sampel
menggunakan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan
dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik Deskriptif kualitatif.
Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa penggunaan buku ibadah
amaliyah dalam pembinaan ibadah santri di Madrasah Tsanawiyah Darul Hikmah
Pekanbaru dikategorikan sangat baik. Faktor dominan yang mempengaruhi
penggunaan buku ibadah amaliyah dalam pembinaan ibadah santri di Madrasah
Tsanawiyah Darul Hikmah Pekanbaru yaitu kepala madrasah sebagai penggerak
penggunaan buku ibadah amaliyah, ketersediaan buku panduan ibadah amaliyah,
Peranan guru pembimbing dalam mengembangkan penggunaan buku ibadah
amaliyah, minat santri dalam mengikuti pembinaan ibadah amaliyah dan adanya
alokasi waktu khusus untuk pelaksanaan penggunaan buku ibadah amaliyah.
Kata Kunci: penggunaan Buku Ibadah Amaliyah, Pembinaan Ibadah Santr
“Correcting the Punctuation on Yasin Surah in Risalah Amaliyah”
Risalah Amaliyah is a book that contains a collection of selected chapters with
various kinds of dhikr and daily practice. This book is a book that is widely used
by the Banjar community and several Islamic boarding schools as a guide for
various daily activities and certain warnings. The chosen surah in the Risalah
Amaliyah are Yasin, Waqi'ah, al-Mulk, and other short surah. The writing of
Surah Yasin in the Risalah Amaliyah is different from Surah Yasin in the
Indonesian Standard Mushaf. Indonesian Standard Mushaf (MSI) is a Mushaf that
has been inaugurated by LPMQ as a reference mushaf in the Pentaṡḥîḥan several
Mushaf in Indonesia. The waqf sign used by MSI and has been inaugurated
consists of twelve waqf signs following the history of Khalaf al-Husaini. The
placement of waqf signs on MSI follows the history of al-Sajāwandi. The writing
of punctuation and waqf marks and the place of waqf in Surah Yasin in the
Risalah Amaliyah is different from that of the Yasin in the Indonesian Standard
Mushaf (MSI). It is feared that the difference in the writing of the sign and the
place of the waqf in the Risalah Amaliyah is feared to be a problem in the
community. This research uses qualitative research methods and library research.
The data collected is obtained from interviews, observation, and documentation.
Besides, data is also obtained from books and reports on the results of previous
studies related to this research. The data that has been obtained is then analyzed
into words in the form of tables. Data processing is data codification, data
presentation, and conclusion drawing. This research resulted in the finding that
books such as Risalah Amaliyah also need to be adhered to and to check the
writing of the al-Qur`an chapters. The suitability of punctuation marks such as
waqf is very important for books like Risalah Amaliyah
Amaliyah Tadris dalam upaya menumbuhkan karakter peserta didik sebagai calon pendidik: Penelitian di Madrasah Aliyah Annajah Bekasi
Penelitian ini tentang ‘Amaliyah Tadris Dalam Upaya Menumbuhkan Karakter Peserta Didik Sebagai Calon Pendidik di Madrasah Aliyah Annajah Bekasi. Madrasah Aliyah Annajah Bekasi memiliki program khusus kurikulum yang berkaitan dengan pelaksanaan praktek mengajar yang diistilahkan degan kegitan ‘amaliyah tadris. Program ini melibatkan peserta didik kelas XII Madrsah Aliyah Annajah Bekasi sebagai bentuk nyata dan realisasi tentang teori mengajar yang dipelajari oleh peserta didik dari kelas X hingga kelas XII. Dari kegiatan ‘amaliyah tadris ini diharapkan dapat menumbuhkan karakter peserta didik sebagai calon pendidik yang memilki kemampuan dan keterampilan dalam pendidikan dan pengajaran.
Tujuan penelitian ini untuk (1) Mendeskripsikan latar belakang kegiatan ‘amaliyah tadris di Madrasah Aliyah Annajah Bekasi, (2) Mendeskripsikan desain kegiatan ‘amaliyah tadris di Madrasah tersebut, (3) Mendeskripsikan program kegiatan ‘amaliyah tadris di Madrasah tersebut, (4) Mendeskripsikan proses kegiatan ‘amaliyah tadris di Madrasah Aliyah tersebut, 5) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat kegiatan ‘amaliyah tadris di tersebut, (6) Mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter pada kegiatan ‘amaliyah tadris di Madrasah Aliyah tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitik. Penelitian ini dilakukan dengan cara menjelaskan atau menganalisis data-data yang diperoleh dari Madrsah Aliyah Annajah Bekasi. Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumen.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Latar belakang kegiatan ‘amaliyah tadris adalah adanya keinginan lembaga dalam menanamkan skill berbicara atau tampil di depan umum dan skill berbahasa, (2) Desain kegiatan ‘amaliyah tadris adalah tentang teori mengajar yang dipelajari oleh peserta didik dari kelas X hingga kelas XII dengan merujuk buku at-Tarbiyah al-‘Amaliyyah sebagai sumber belajar, (3) program kegiatan ‘amaliyah tadris merupakan bagian dari desain kurikulum Madrasah Aliyah Annajah Bekasi dalam membekali peserta didik dengan kegiatan praktek mengajar, (4) proses kegiatan ‘amaliyah tadris terdapat tiga tahapan, tahapan kognitif (tahapan perencanaan), tahapan pelaksanaan dan tahapan feedbeck atau balikan, (5) faktor pendukung: kesiapan dan kekompakkan panitia dalam pelaksanan ‘amaliyah tadris, adanya contoh-contoh I’dad atau RPP, kesiapan dan tanggung jawab peserta selama menjalani pembekalan praktek. Sedangkan faktor penghambat: adanya kendala teknis dalam pelaksanaan ‘amaliyah tadris, pemilihan guru pembimbing yang sama dari peserta ‘amaliyah tadris, terbatasnya sarana dan media pembelajaran, kurangnya kepercayaan diri peserta didik, kecemasan sewaktu pelaksanaan ‘amaliyah tadris. (6) Implementasi pendidikan karakter pada kegiatan ‘amaliyah tadris dapat menumbuhkan karakter peserta didik. Adapun karakter yang dapat ditumbuhkan dari program ‘amaliyah tadris adalah sebagai berikut: karakter tanggung jawab, rasa ingin tahu, gemar membaca, religius, jujur, disiplin , toleransi, komunikatif, kerja keras, mandiri dan kreatif
Analisis pengakuan pendapatan dan biaya proyek preservasi dan pelebaran menuju standar tarumpakkae batas kabupaten luwupada Pt. Bumi karsa di makassar
Skripsi ini disusun oleh Reski Amaliyah Suradji mahasiswa jurusan Akuntansi STIE- YPUP Makassar.66 hlm.; 29 cm
KEGIATAN AMALIYAH TADRIS DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK SANTRI STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN DARUL HUDA MAYAK
Pendidik merupakan sebuah penentu mutu dan kualitas dari peserta didiknya. Sebagai calon pendidik santri takhasus mengalami problematika dalam mengajar, hal tersebut berkaitan dengan kompetensi pedagogik. Beberapa santri yang mengikuti program pendidikan takhasus belum mampu memaksimalkan kemampuan mereka dalam membimbing sorogan dan wekton. Oleh karena itu, terselenggaranya kegiatan amaliyah tadris bertujuan untuk memberikan latihan praktik mengajar kepada santri. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk menjelaskan pelaksanaan dari kegiatan amaliyah tadris di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, (2) Untuk menjelaskan kontribusi kegiatan amaliyah tadris dalam meningkatkan kompetensi pedagogik santri di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian, Teknik analisis data yang peneliti guanakan berupa teknik analisis Miles dan Huberman dengan tahapan: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian memperoleh temuan berupa: (1) Pelaksanaan dari kegiatan amaliyah tadris meliputi; persiapan, pelaksanan dan evaluasi. Sedangkan, landasan dasar pelaksanaan kegiatan amaliyah tadris adalah untuk membangun mutu dan kualitas pendidikan yang ada di Madrasah Miftahul Huda. Terselenggaranya kegiatan amaliyah tadris membawa dampak yang baik bagi santri itu sendiri, karena kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mengimplementasikan teori keilmuan yang telah diperoleh dan untuk melatih mentalitas santri dalam menyebarkan ilmu kelak ketika sudah berada di tengah-tengah masyarakat. (2) Kontribusi kegiatan amaliyah tadris dalam meningkatkan kompetensi pedagogik santri, yakni: melalui pembekalan dari diklat profesionalitas guru dengan tujuan untuk memberikan wawasan keguruan bagi peserta amaliyah tadris. Kemudian, secara khusus peserta amaliyah tadris dibimbing dan diarahkan oleh guru pamong untuk membuat program pembelajaran, meliputi: tujuan, materi dan evaluasi pembelajaran yang dirangkum dalam bimbingan RPP. Selain itu, tim penilai juga terlibat dalam memberikan kontrol berupa feedback dan penilaian akhir yang berbentuk sertifikat bagi peserta amaliyah tadris
- …
