1,720,983 research outputs found

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SEKOLAH DASAR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA berbasis kontekstual di Sekolah Dasar dan mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) yang dikembangkan oleh Borg and Gall yang telah dimodifikasi. Pelaksanaan penelitian terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut: studi pendahuluan, desain produk, validasi, tahap uji coba dan revisi produk, dan produk akhir. Selanjutnya tahap penyebaran belum dilakukan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan dengan menggunakan lembar validasi, angket kebutuhan belajar IPA, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut (1) perangkat pembelajaran inovatif berbasis kontekstual yang dikembangkan peneliti ditinjau dari komponen buku model, komponen buku guru, komponen buku siswa, komponen RPP, dan Komponen LKS menurut tim ahli dan validator secara umum berkategori baik. (2) respon siswa terhadap penggunaan perangkat pembelajaran inovatif berbasis kontestual menunjukkan persentase rata-rata 93,83% siswa senang terhadap pembelajaran berbasis kontekstual, 96,29% menyatakan bahwa pembelajaran dengan perangkat ini baru bagi mereka, 100% menyatakan berminat untuk mengikuti pembelajaran dengan perangkat pembelajaran inovatif berbasis kontekstual, 97,53% menyatakan jelas terhadap bahasa yang digunakan, dan 98,77% diantaranya mengerti dan memahami pembelajaran dengan pendekatan kontekstual. Selain itu, rata-rata 95,06%  siswa mengaku tertarik dan menyukai penampilan buku dan dapat memahami bahasa yang digunakan. Data tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 80% siswa merespon dalam kategori positif, sehingga dapat disimpulkan  bahwa perangkat pembelajaran inovatif berbasis kontekstual yang dikembangkan dapat dikatakan efektif terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah dasar

    PERAN KELOMPOK KERJA GURU (KKG) DALAM MENINGKATKAN PROFESIONAL GURU SAINS SEKOLAH DASAR KECAMATAN SURALAGA

    Full text link
    This study aims to describe roles of Teacher Work Group (TWG) as an organization to develop teachers’ professionalism, and its roles to improve science teachers’ professionalism. This study was a descriptive qualitative study. The data were collected through observations, interviews, and documents. The data trustworthiness in this study was established by using several steps including careful observations, triangulation, referential adequacy, and consultations with supervisors. The findings in this study reveal that TWG as an organization to develop teachers’ professionalism conducts a meeting once a week and the majority of the participants attend it in accordance with the schedule set before. In playing its roles, TWG actively takes part in responding to the problems that teachers face in Cluster 3 and the participants take an active part in joining the activities and in solving a variety of learning problems that they face. Besides, the roles of TWG in improving science teachers’ professionalism in Cluster 3, the main focus in the TWG activities, are on the aspects directly related to the learning quality improvement such as understanding of the curriculum, mastery of materials, use of instructional media, and use of evaluation methods and techniques. Meanwhile, aspects related to the development of teachers’ personality such as discipline in general and commitment to work do not become the main focus in the TWG activities. Keywords: Roles of Teacher Work Grou

    PENGEMBANGAN MEDIA PUZZLE PECAHAN MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN PECAHAN UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

    Full text link
    Tujuan penelitian ini mengembangkan media puzzle pecahan matematika.Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan Borg and Gall yang disederhanakan menjadi 5tahapan yaitu: analisis kebutuhan, desain, pembuatan dan validasi produk, uji coba lapangan, dan revisi produk. Hasil  penelitian menunjukkan bahwavalidasi ahli media puzzle pecahan matematika dikategorikan “baik” dengan total skor 24 dan rata-rata 3.42  sedangkan ahli materi dalam kategori sangat baik dengan total skor 44 dan rata-rata 4.8. Hasil angket respon siswa dalam kategori “sangat baik dengan perolehan 92.2%, dari 27 siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran puzzle pecahan matematika memenuhi kriteria valid dan layak digunakan dalam pembelajan

    Pengembangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran Pada Karya Sastra Berbasis Budaya Lokal Kelas IV MI NW Tebaban

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen evaluasi pembelajaran pada karya sastra berbasis budaya lokal yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE  yang terdiri dari 5 tahap yaitu Analysis (analisis), Design (perancangan), Development (pengembangan), Implementation (implemetasi), dan  evaluation (evaluasi). Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar validasi ahli, angket kepraktisan, dan instrumen evaluasi karya sastra. Lembar validasi dan angket dianalisis dengan mongkonfersikan skor menjadi data kualitatif menggunakan skala lima, sedangkan data tes hasil evaluasi dianalisis dengan persentase ketuntasan hasil belajar. Berdasarkan hasil analisis uji validasi, angket, dan uji coba lapangan didapat instrumen evaluasi pembelajaran yang valid, efektif, dan praktis. Kriteria kevalidan memenuhi kriteria valid pada ahli materi dengan interval 23,82<X≤29,46 dan ahli media telah memenuhi kriteria valid dengan interval 16,98>X≤20,94. Kriteria kepraktisan yang dianalisis dari hasil angket memiliki kriteria valid (praktis) dengan interval 20 > X ≤ 25,1. Dari 15 peserta didik yang mengikuti tes, 13 orang tuntas dan 2 orang siswa belum tuntas. Persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal diperoleh hasil 86% dengan kriteria sangat baik

    Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Observasi Pada Lingkungan Sebagai Sumber Belajar IPA Di Kelas IV SDN 2 Pancor

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan LKPD dan hasil pengembangan terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model Borg and Gall yang terdiri dari 7 tahapan yaitu analisis kebutuhan, desain, pembuatan prototype, uji coba lapangan, revisi, penerapan dalam proses pembelajaran, dan revisi terakhir. Penelitian ini dilaksanakan di SDN No 2 Pancor yang dilakukan dua kali uji coba yakni uji coba skala kecilterdiri dari 12 orang dan uji coba skala besar 24 orang siswa.  Hasil validasi dari ahli materi, ahli bahasa, ahli tampilan serta ahli praktisi menunjukkan kualifikasi baik, dengan rata-rata ideal, nilai ahli materi 30, ahli tampilan 22,5, ahli bahasa 22,5 dan ahli praktisi 12,5. Sementara hasil uji coba lapangan menunjukkan kualifikasi tinggi, yaitu uji coba skala kecil skor rata-rata 68,8 dengan ketuntasan belajar 83,33%. Sedangkan uji coba skala besar skor rata-rata 74,16 dengan ketuntasan belajar 87,5%. Pada uji coba skala kecil diperoleh thitung 2,683 dan ttabel  2,22814. Karena  thitung > ttabel maka  ditolak  diterima. Sedangkan pada skala besar diperoleh thitung 8, 099 dan ttabel 2,07387. Karena thitung > ttabel maka  ditolak  diterima. Dari kedua data hasil belajar siswa tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar LKPD IPA berbasis observasi pada lingkungan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN No 2 Pancor

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PERKULIAHAN KONSEP DASAR SAINS SD DENGAN PENDEKATAN TEMATIK-INTEGRATIF

    Full text link
    Penelitian bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar perkuliahan Konsep Dasar Sains SD dengan pendekatan tematik-terintegrasi yang baik yang memadukan berbagai materi dalam perkuliahan mata kuliah Konsep Dasar Sains SD di Prodi PGSD STKIP Hamzanwadi Selong. Penelitian ini adalah research & development (R & D) atau penelitian pengembangan yang dilaksanakan menggunakan model gabungan antara model Borg & Gall dan Thiagarajan. Prosedur pengembangan dalam penelitian ini meliputi lima tahap, yaitu: analisis, desain, validasi desain, produksi, uji coba dan revisi. Data dalam penelitian ini didapatkan dengan menggunakan alat yaitu lembar validasi, lembar penilaian ahli dan praktisi, tes, lembar observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkuliahan sains menggunakan bahan ajar konsep dasar sains dengan pendekatan tematik-integratif mampu berjalan efektif dan mendapat respons positif dari mahasiswa. Hasil ini terlihat dari nilai rata-rata keterlaksanaan perkuliahan sebesar 79 yang masuk dalam kategori efektif. Pemahaman konsep mahasiswa rata-rata sebesar 72,16 dan 73,67.  Respons mahasiswa terhadap perkuliahan sains menggunakan bahan ajar konsep dasar sains dengan pendekatan tematik-integratif  tergolong positif, hal ini tergambar pada hasil angket mahasiswa dengan rata-rata keseluruhan sebesar 3,57. Keyword: bahan ajar, pembelajaran sains, pendekatan tematik-integrati

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore