1,720,989 research outputs found
Pola komunikasi dakwah KH Aliyuddin dalam membina akhlak santri di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sukamatri Tanjungkerta Sumedang
Dakwah merupakan alat komunikasi untuk menyebarkan agama Islam. Dalam berdakwa diperlukan media yang tepat guna mencapai tujuan dakwah. Proses dakwah secara alur komunikasi seringkali menggunakan media komunikasi satu arah yang terkesan statis, jarang sekali proses dakwah itu sendiri yang menggunakan metode dialog. Dakwah saat ini cenderung kering dan hanya bersifat ajakan normatif. K.H Aliyuddin di Pondok Pesantren al- Hikamussalafiyah memiliki metode dakwah tersendiri kepada santri terkhusus usia muda yakni anak-anak.
Penelitian ini memiliki tujuan diantaranya, 1). Mengetahui materi dakwah yang dibawakan K.H Aliyuddin di Pondok Pesantren al-Hikamussalafiyah, 2). Mengetahui metode dakwah yang dilakukan K.H Aliyuddin di Pondok Pesantren al-Hikamussalafiyah dalam membina akhlak santri, serta 3). Mengetahui hambatan dan tangtangan yang di terima K.H Aliyuddin dalam berdakwah.
Penulis dalam menggali kerangka pemikiran guna menunjang penelitian ini menggunakan Teori Komunikasi Laswell, yaitu model komunikasi yang hanya berjalan satu arah tanpa adanya timbal balik atau bisa disebut juga dengan nama lain One Way Comunication, yang berarti memberikan pesan adalah orang satu satunya inti dalam komunikasi dan penerima pesan tidak dapat memberikan timbal balik dari model komunikasi.
Penelitian ini menggunakan metode analisis yang berarti menggunakan metode kualitatif dengan Teori Laswell sebagai sumber utama penganalisaan dimasukkan ke dalam metode dakwah yang dilakukan K.H Aliyuddin. Dan dengan teknik wawancara dari salah satu pengurus atau lurah santriwati dari hasil dan isi materi ceramah KH. Aliyuddin.
Hasil dari Penelitian ini ialah K.H Aliyuddin dalam berdakwah di Pondok Pesantren al-Hikamussalafiyah membawakan materi yang berfokus pada akhlak, sehingga tujuan akhirnya ialah mengharapkan santri dapat memiliki akhlak terpuji sesuai dengan syariat Islam. Dalam metode berdakwah yang dibawakan K.H Aliyuddin, beliau menggunakan 4 metode, yakni 1). Metode Keteladanan, 2). Metode Pembiasaan, 3). Metode Pemberian Nasihat, dan 4). Metode Bercerita. Adapun, hambatan dalam berdakwah bahwa adanya santri yang melanggar tata tertib. Hal ini tentu di atasi dengan pola komunikasi yang baik dengan memberikan terguran atau hukuman dari ringan hingga berat. Sehingga, para santri dapat mengikuti aturan dan/atau dapat menerima materi dakwah dengan baik
Strategi dakwah dalam penanggulangan kehamilan tidak diinginkan pada remaja: Studi tentang strategi dakwah K. H. M. Aliyuddin Abdul Basit di desa Mulyasari Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur
Kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada remaja akan memberikan dampak negatif baik secara fisik, psikologi, sosial dan ekonomi (Romauli, 2009). Solusi untuk pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan di usia remaja salah satunya yaitu dengan memberikan bimbingan rohani. Berdasarkan hasil pra penelitian, Kiai mampu berperan dalam menghadapi kehamilan tidak diinginkan pada remaja. Penulis merasa tertarik untuk mengkaji lebih mengenai strategi dakwah Kiai dalam menghadapi kehamilan tidak diinginkan pada remaja. Adapun masalah utama yang akan di bahas dalam skripsi ini adalah Strategi Dakwah dalam Penanggulangan Kehamilan Tidak Diinginkan pada Remaja (Studi Tentang Strategi Dakwah K.H. M. Aliyuddin Abdul Basit di Desa Mulyasari Kecamatan. Cilaku, Kabupaten. Cianjur), terbagi ke dalam beberapa rumusaln masalah, yaitu 1) Bagaimana K.H. M. Aliyuddin Abdul Basit Menentukan Cara Menanggulangi Kehamilan Tidak Diinginkan, 2) Bagaimana K.H. M. Aliyuddin Abdul Basit dalam Melakukan Persiapan dan Perubahan dalam Menanggulangi Seleksi Hasil Kehamilan Tidak Diinginkan, 3) Bagaimana K.H. M. Aliyuddin Abdul Basit dalam Menampilkan Kinerja Menganggulangi Kehamilan Tidak Diinginkan.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persiapan, cara dan tampilan kinerja K.H. M. Aliyyudin Abdul Basit dalam penanggulangan kehamilan tidak diinginkan pada remaja.
Penelitian ini berdasarkan teori Bustomi bahwasannya strategi dakwah yang dimaksud yaitu agar pelaksanaan dakwah mampu menampikan kinerja tinggi dalam perubahan masa depan.
Metode yang digunakan metode deskriptif, karena metode ini mampu mengungkapkan dan menganalisis fenomena empirik yang terjadi dilapangan, dengan pendekatan kualitatif, serta dengan tiga teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa yang pertama, cara Kiai Aliyuddin dalam mengatasi permasalahan kehamilan tidak diinginkan pada remaja di desa Mulyasari dengan menggunakan beberapa cara yaitu sosialisasi, ceramah, dan silaturahmi. Yang kedua, persiapan yang dilakukan Kiai Aliyuddin dalam mengatasi masalah kehamilan tidak diinginkan pada remaja, Kiai Aliyuddin mempersiapkan materi-materi dakwah secara umum seperti akidah, akhlak dan syari’at, selain itu beliau memberikan materi-materi dakwah dari kitab al-Hikam. Kemudian yang ketiga, tampilan kinerja Kiai Aliyuddin dalam menghadapi permasalahan kehamilan tidak diinginkan pada remaja dilakukan dengan strategi dakwahnya yang dicerminkan melalui keteladatan beliau, komunikasi dan pendidikan bagi para remaja di desa Mulyasar
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
