73 research outputs found

    Countering Gender Equality Through Humor In ali Wong's Comedy

    No full text
    ABSTRAK Farida Firdani, 2022. Ironi Keunggulan Manusia dalam Komedi. Tesis Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya. Pembimbing : M.Andhy Nurmansyah M.Hum Kata Kunci: Humor, Wanita Asia, Ali Wong, Komedi Feminis, Budaya Pop Ali Wong adalah seorang komedian wanita Asia-Amerika. Dalam tayangan standup comedy-nya, Ali selalu mengangkat isu kesetaraan gender, dan membela hak-hak perempuan. Ia menggunakan kisah kehidupan pribadinya sebagai contoh perlawanan, sekaligus contoh penindasan terhadap perempuan. Popularitas Ali Wong melejit setelah pertunjukan pertamanya menjadi mega hit dan menyadarkan banyak lapisan masyarakat tentang kekuatan sebenarnya dari perempuan. Kemunculan komedi Ali Wong menjadikan penelitian sastra ini sangat relevan dan menarik karena stand-up comedy menjadi salah satu budaya pop yang masif dan kuat digunakan untuk menyampaikan kritik dan kesenjangan di masyarakat. Perkembangan feminisme dari masa ke masa juga menjadi topik yang tidak boleh dilewatkan, karena tidak hanya industri standup comedy, bahkan film action pun kini semakin serius melirik pasar pahlawan wanita. Kemunculan Ms. Marvel dan Thor wanita adalah salah satu contohnya. Penelitian yang dilakukan penulis akan mampu menggali teori dan pola penulisan komedi yang digunakan oleh Ali Wong karena dapat diterapkan pada komedian minoritas di luar sana, khususnya komedian perempuan atau perempuan pada umumnya ketika ingin mengkritisi kebijakan di ranah publik.

    ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP PRODUK RUSAK, PRODUK CACAT DAN SISA BAHAN BAKU PADA UKM ANDANA

    No full text
    AGUS NURMANSYAH. 2013. 8323108385. Analysis of Accounting Treatment Of Spoiled Goods, Defective Goods and Scrap Materials In Time Andana SMEs. Study Diploma of Accounting program. Faculty of Economics. State University of Jakarta. This paper aims to determine the accounting and reporting treatment applied to solve the Spoiled Goods, Defective Goods and Scrap Materials problem if theon SMEs Andana. The method used by the author is the descriptive analysis of the method of data collection through literature review, observation and interview. Writing of the results it can be seen that the accounting treatment of Spoiled Goods, Defective Goods and Scrap Materials are applied to SMEs Andana've done well. Reporting of cost allocation is done if the Spoiled Goods, Defective Goods and Scrap Materials are appropriate, but SMEs need records Andana costs incurred if Spoiled Goods, Defective Goods and Scrap Materials

    Pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman dan Nilai Ekonominya pada Budidaya Kubis di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung

    No full text
    Adanya permasalahan organisme penggangu tanaman (OPT) pada tanaman kubis akan berdampak terhadap menurunnya produktivitas kubis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktek pengelolaan hama dan penyakit pada budidaya tanaman kubis yang dilakukan petani di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung serta menghitung nilai ekonominya. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei lapangan dan wawancara petani secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Data disajikan secara deskriptif dengan diagram lingkaran dan diperkuat dengan analisis uji khi-kuadrat untuk melihat perbandingan dan hubungan keterkaitan antara karakteristik petani dengan dua macam tindakan pengelolaan OPT kubis dan diperkuat dengan analisis rasio manfaat/biaya pada usahatani kubis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani kubis menyemprotkan pestisida sintetis untuk menurunkan serangan hama dan penyakit dan 79% diantaranya menggunakan teknik pengelolaan campuran dengan mengkombinasikan Trichoderma sp. dan kaptan. Nilai rasio manfaat/biaya dari pengelolaan campuran 1.6 kali lebih besar dari nilai rasio manfaat/biaya yang hanya menggunakan pestisida

    Ambang Ekonomi Hama Pengisap Polong Kedelai (Glycine max (L.) Merill) di Bogor.

    No full text
    Hama pengisap polong kedelai Riptortus linearis dan Nezara viridula menjadi hama penting pada kedelai karena dapat menyebabkan kehilangan hasil mencapai 79%-80%. Pengendalian hama ini menggunakan insektisida sintetik maupun alternatif lain harus mengacu pada informasi tentang kepadatan hama yang merugikan secara ekonomi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai ambang ekonomi hama pengisap polong kedelai di Bogor berdasarkan tiga alternatif pengendalian. Penelitian dilakukan di area lingkungan sekitar rumah kaca yang terdiri atas dua percobaan. Percobaaan pertama tentang hubungan antara tingkat kepadatan hama dan kehilangan hasil tanaman dan percobaan kedua adalah pengaruh pengendalian hama terhadap hasil yang dapat diselamatkan. Ambang ekonomi ditentukan sebesar 75% dari nilai tingkat kerusakan ekonomi (TKE). Penentuan TKE menggunakan pendekatan rasio manfaat biaya (RMB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ambang ekonomi untuk pengendalian menggunakan insektisida sintetik sebesar 1.25 imago R. linearis/4 tanaman yang setara dengan 1.37 nimfa N. viridula/4 tanaman; untuk pengendalian menggunakan cendawan entomopatogen B. bassiana sebesar 1.62 imago R. linearis/4 tanaman yang setara dengan 1.78 nimfa N. viridula/4 tanaman; dan pengendalian dengan kombinasi keduanya sebesar 1.77 imago R. linearis/4 tanaman yang setara dengan 1.94 nimfa N. viridula/4 tanaman

    Ambang Ekonomi Riptortus linearis F. (Hemiptera : Alydidae) pada Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) di Bogor

    No full text
    Riptortus linearis adalah salah satu hama penting pada tanaman kedelai yang merusak bagian polong. Hama ini dapat mengakibatkan kerusakan sangat berat jika populasinya tinggi. Pengendalian yang efektif terhadap hama ini memerlukan informasi mengenai tingkat populasi hama yang merugikan secara ekonomi atau ambang ekonomi (AE). Penelitian ini bertujuan mengetahui ambang ekonomi hama R. linearis pada tanaman kedelai dengan memasukkan faktor musuh alami yaitu cendawan entomopatogen. Penelitian dilakukan di lahan sekitar rumah kaca yang terdiri atas 2 set percobaan. Percobaan pertama tentang hubungan antara kepadatan R. linearis dan kehilangan hasil. Percobaan kedua tentang hubungan antara pengendalian R. linearis dengan hasil yang dapat diselamatkan. Penentuan tingkat kerusakan ekonomi (TKE) dilakukan menggunakan pendekatan rasio manfaat biaya (RMB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambang ekonomi untuk pengendalian dengan insektisida sintetik sebesar 1.63 imago/4 tanaman, pengendalian dengan Beauveria bassiana sebesar 0.80 imago/4 tanaman, dan pengendalian dengan kombinasi insektisida sintetik dan Beauveria bassiana sebesar 1.53 imago/4 tanaman

    Ambang Ekonomi Nezara viridula L (Hemiptera : Pentatomidae) pada Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merilll) Di Bogor

    No full text
    Nezara viridula, pengisap polong kedelai merupakan salah satu hama penting pada tanaman kedelai. Hama ini bisa menyebabkan kerusakan pada tanaman kedelai hingga 80%. Petani masih mengandalkan penggunaan insektisida sintetik untuk pengendalian hama ini tanpa menggunakan pertimbangan ambang ekonomi. Penelitian ini bertujuan menentukan ambang ekonomi N. viridula pada tanaman kedelai baik untuk pengendalian dengan insektisida sintetik maupun cendawan entomopatogen Beauveria bassiana. Penelitian dilakukan dengan dua percobaan. Percobaan pertama tentang hubungan antara kepadatan N.viridula dan kehilangan hasil, dan percobaan kedua adalah pengaruh pengendalian N.viridula terhadap hasil yang dapat diselamatkan. Ambang ekonomi (AE) ditentukan sama dengan 75% dari nilai tingkat kerusakan ekonomi (TKE). Penentuan TKE dilakukan dengan pendekatan rasio manfaat biaya (RMB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa AE N. viridula untuk pengendalian dengan insektisida sintetik, B. bassiana, dan kombinasi keduanya secara berurutan yaitu sebesar 1.31, 0.36, dan 1.00 imago/4 tanaman

    Nilai Ekonomi Penyerbukan Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) oleh Tetragonula laeviceps (Apidae: Meliponinae) dan Serangga Penyerbuk Lainnya

    No full text
    Penyerbukan tanaman merupakan proses pemindahan serbuk sari ke stigma. Tanaman mentimun termasuk jenis tanaman monoecious yang memerlukan agen penyerbuk seperti lebah yang dapat membantu peningkatan produksinya. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh penyerbukan oleh lebah T. laeviceps dan serangga penyerbuk lainnya terhadap kuantitas dan kualitas buah mentimun, mengestimasi nilai ekonomi penyerbukan, dan mengetahui aktivitas T. laeviceps dalam proses penyerbukan. Percobaan lapangan dilakukan untuk menentukan pengaruh T. laeviceps dan serangga penyerbuk lainnya terhadap produksi tanaman. Perlakuan yang diuji meliputi penyerbukan terbuka dengan bantuan T. laeviceps dan serangga penyerbuk liar, penyerbukan bantuan manusia, dan penyerbukan dengan angin. Estimasi nilai ekonomi penyerbukan ditentukan berdasarkan tingkat produksi buah mentimun dan ketergantungan tanaman terhadap agen penyerbuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyerbukan terbuka dapat meningkatkan persentase buah terbentuk, kenormalan buah, panjang buah, diameter buah, bobot buah, dan jumlah biji. Nilai ekonomi dari penyerbukan terbuka ini adalah 81 kali lipat dari penyerbukan oleh angin dan setara dengan penyerbukan atas bantuan manusia. Puncak aktivitas keluar-masuk sarang T. laeviceps terjadi pada interval waktu 06.00 - 09.00

    Hubungan antara Kejadian Penyakit Geminivirus dan Populasi Bemisia tabaci Genn. (Hemiptera: Aleyrodidae) serta Faktor Lingungan Lainnya pada Tanaman Mentimun.

    No full text
    Penyakit kuning pada mentimun yang disebabkan oleh Geminivirus merupakan penyakit penting pada tanaman mentimun di Indonesia. Pemencaran penyakit ini sangat ditentukan oleh kemampuan kutukebul Bemisia tabaci, sebagai serangga vektor. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian penyakit Geminivirus dan kepadatan B. tabaci, umur tanaman, ketinggian tempat serta riwayat lahan pada tanaman mentimun. Pengamatan populasi kutukebul dan kejadian penyakit Geminivirus dilakukan pada lahan pertanaman mentimun yang ditentukan secara acak pada setiap kategori ketinggian tempat. Pada satu ketinggian diamati satu lahan pertanaman mentimun yang terserang penyakit Geminivirus. Pada setiap lahan mentimun diamati 10 tanaman yang ditentukan secara acak sistematik menggunakan pola diagonal berdasarkan proporsi jumlah tanaman pada setiap lahan pengamatan. Pada masing-masing tanaman contoh diamati tiga daun. Peubah pengamatan yang digunakan yaitu kejadian penyakit, kepadatan B.tabaci, umur tanaman, ketinggian tempat dan riwayat lahan. Kejadian penyakit Geminivirus dengan tingkat persentase yang cukup tinggi muncul pada lahan yang memiliki riwayat lahan yang sebelumnya ditanami tanaman inang B. tabaci. Riwayat lahan yang ditanami tanaman inang memiliki korelasi yang nyata dengan kejadian penyakit

    Pengaruh Keragaman Iklim terhadap Serangan Empat Organisme Pengganggu Tumbuhan Utama Tanaman Padi Di Jawa Barat

    No full text
    Pada tanaman padi, terdapat 4 hama yang sering menurunkan produksinya yaitu hama penggerek batang padi (PBP), wereng batang coklat (WBC), hawar daun bakteri (HDB), dan blast (Pyricularia oryzae Cav.). Tingkat serangan keempat OPT tersebut sensitif terhadap perubahan suhu udara, kelembaban dan curah hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keragaman ketiga variabel iklim terhadap luas serangan 4 hama utama padi di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder luas areal serangan hama padi dari Badan Perlindungan Pangan dan Hortikultura (BPTPH) dan data iklim (suhu, kelembaban, dan curah hujan) dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) periode 1990 - 2018. Pengaruh keragaman iklim terhadap luas serangan 4 OPT utama diuji dengan menggunakan analisis regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu udara memberikan kontribusi yang nyata terhadap peningkatan luas serangan keempat hama utama padi, sedangkan kelembapan relatif hanya memberikan kontribusi yang nyata terhadap peningkatan luas serangan blas dan curah hujan tidak memberikan kontribusi yang nyata terhadap perubahan luas serangan 4 hama tersebut.In rice crops, there are 4 pests that often reduce their production, namely rice stem borer (RSB), brown planthopper (BPH), bacterial leaf blight (BLB), and blast (Pyricularia oryzae Cav.). The invasion level of the four pests is sensitive to changes in air temperature, humidity and rainfall. This study was aimed to examine the relationship between the diversity of the three climate variables on the invasion area of the 4 main pests of rice in West Java Province. This research used secondary data on the area of rice pests invasion from the Food and Horticultural Protection Agency (BPTPH) and climate data (temperature, humidity and rainfall) from the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) in the period 1990 - 2018. The impact of climate variability on invasion area of 4 major rice pests was examined using a linear regression analysis. The results showed that air temperature contributed significantly to the increase in invasion area of the four main rice pests, while relative humidity only contribute significantly to the increase in invasion area of blast, and rainfall did not significantly contribute to changes in the invasion area of the four pests

    Pengaruh Pola Tanam Kubis (Brassica oleracea) dan Kriteria Aplikasi Insektisida terhadap Serangan Plutella xylostella Linnaeus (Lepidoptera: Yponomeutidae) dan Keanekaragaman Arthropoda Tanah.

    No full text
    Kubis merupakan komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan petani Indonesia. Menurut BPS (2015) produksi kubis tahun 2011 hingga 2015 mengalami fluktuasi. Masalah utama dalam budidaya kubis salah satunya karena serangan hama. Kerugian besar bahkan kegagalan panen dapat terjadi bila serangan hama tidak diatasi dengan baik. Kehilangan hasil kubis akibat serangan hama Plutella xylostella Linnaeus (Lepidoptera: Yponomeutidae) cukup tinggi dapat mencapai 100%. Upaya pengendalian hama yang dilakukan petani masih mengandalkan insektisida. Penggunaan insektisida sintetik secara berlebihan dan intensif pada tanaman kubis menyebabkan resistensi, resurgensi, pencemaran lingkungan, residu, dan penurunan populasi musuh alami. Berbagai teknik pengendalian hama telah dilakukan, seperti penggunaan sistem tumpangsari yang merupakan bagian dari teknik budidaya dan penggunaan aplikasi insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola tanam kubis (Brassica oleracea) dan kriteria aplikasi insektisida terhadap serangan P. xylostella dan keanekaragaman arthropoda tanah. Tiga pola tanam kubis terdiri dari kubis tumpang sari tomat, kubis dan Ageratum sp. sebagai tanaman refugia dan kubis monokultur. Tiga kriteria aplikasi insektisida didasarkan pada ambang ekonomi, aplikasi berjadwal dan tanpa aplikasi insektisida. Rancangan percobaan yang digunakan adalah split-plot designs. Setiap perlakuan diulang tiga kali. Analisis statistik menggunakan aplikasi SAS 9.1. Secara umum hasil penelitian menunjukkan pola pertanaman kubis dan kriteria aplikasi insektisida tidak berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan, kepadatan populasi, dan luas kerusakan oleh P. xylostella. Kondisi pertanaman yang saling berdekatan kemungkinan sebagai faktor utama yang menyebabkan kurang berperannya perlakuan yang dilakukan. Pola pertanaman dan kriteria aplikasi insektisida menunjukkan pengaruh terhadap keanekaragaman arthropoda tanah. Indeks keanekaragaman arthropoda tanah cenderung lebih tinggi pada perlakuan pertanaman polikultur yakni kubis tomat dan kubis Ageratum sp. dan tanpa aplikasi insektisid
    corecore