1,721,204 research outputs found
Program Kemitraan dalam Peningkatan Daya Saing Madrasah (Studi Kasus di Madin Ali Adam Coper Jetis Ponorogo)
ABSTRAK
Rachmawati, Ani, 2021. Program Kemitraan dalam Peningkatan Daya Saing Madrasah (Studi Kasus di Madin Ali Adam Coper Jetis Ponorogo). Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Pasca Sarjana, Institut Agama Islam Negerei (IAIN) Ponorogo. Pembimbin: Dr. Abid Rohmanu, M. H. I.
Kata kunci : Program kemitraan, Peningkatan daya saing.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya mutu pendidikan di Indonesia yang salah satu penyebabnya adalah masih kurangnya program-program kemitraan dalam pendidikan. Madrasah diniyah sebagai lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan tengah berupaya melakukan berbagai program strategis agar tidak tertinggal dengan kemajuan lembaga lainnya. Kerjasama kemitraan diperlukan dalam upaya menumbuh kembangkan jaringan guna meningkatkan daya saing lembaga pendidikan di madrasah diniyah. Madin Ali Adam Coper Jetis Ponorogo memiliki inisiatif untuk meningkatkan daya saing lembaganya dengan membuat program kemitraan dengan lembaga pendidikan umum non formal yakni Bimbel Four F4st.
Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menjelaskan pelaksanaan program kemitraan di Madin Ali Adam, (2) untuk menjelaskan prinsip dan nilai-nilai kemitraan di Madin Ali Adam, (3) untuk menjelaskan dampak program kemitraan terhadap daya saing Madin Ali Adam.
Penelitian ini mnggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah single case study yakni penelitian yang digunakan untuk satu kasus/tempat atau subjek studi yang memiliki social situation unik. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik : wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis menurut tokoh Miles Matthew dan A. Michael Huberman yang meliputi kegiatan : selecting social situation, doing participant observation, making an ethnographic record, making descriptive observation, making domain analysis.
Berdasarkan proses pengumpulan dan analisis data, hasil penelitian ini adalah : (1) Praktik kemitraan di Madin Ali Adam mengarah kepada tiga fokusutama yakni perubahan paradigma masyarakat tentang pendidikan, pertumbuhan yang menguntungkan lembaga, membuat perbedaan dari lembaga-lembaga lain. (2) Prinsip kemitraan di Madin Ali Adam adalah saling percaya dan setia, jujur, adil dan berintegritas, kesamaan hak, kesejajaran dan saling menghargai, pelayanan unggul dan perkembangan yang berkesinambungan. Sedangkan nilai-nilai kemitraan di Madin Ali Adam adalah: a) kepemimpinan, b) kepuasan pelanggan, c) kecakapan stakeholder, d) inovasi dan teknologi, e) kerjasama tim, dan f) perkembangan yang berkesinambungan. (3) Prinsipdan nilai-nilai yangditerapkan Madin Ali Adam dalam pelaksanaan program kemitraan berdampak positif terhadap peningkatan daya saing madrasah. Indikator keberhasilan daya saing Madin Ali Adam dapat dilihat dari : a) Kualitas dan keunggulan produk. Dalam hal ini adalah kualitas santri. 2) Kualitas layanan pendidikan semakin meningkat 3) Kepuasan pelanggan yang meningkat. 4) Perubahan perilaku santri kearah yang lebih baik setelah mengikuti proses pembelajarn di Madin Ali Adam
Implementasi Metode Tilawati dalam Pembelajaran Al-Qur'an di TPA Ali Adam Coper Jetis Ponorogo
Kirana, Tsania Candra. 2023. Implementasi Metode Tilawati Dalam Pembelajaran
Al-Qur’an Di TPA Ali Adam Coper Jetis Ponorogo. Skripsi. Jurusan
Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut
Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Dr. Kharisul Wathoni, M.
Pd.I.
Kata Kunci: Metode Tilawati, Kemampuan Kelancaran Membaca Al-Qur’an
Dalam proses pembelajaran metode tilawati memiliki tujuan untuk dapat
memberantas buta hruf dan juga menjadikan para peseta didik yang faham dan cinta
pada al-Qur’an, tidak hanya itu saja pendidikan al-Qur’an merupakan pendidikan yang
sangat penting diajarkan kepada seluruh umat manusia dimuka bumi ini tanpa
terkecuali. Namun bisa kita lihat pada zaman sekarang ini bahwasannya tingkat
kemampuan membaca al-Qur’an pada generasi muda saat ini bisa dikatakan minim
sekali, padahal generasi muda adalah generasi penerus bangsa kedepannya, maka hal ini
lah yang membuat para orang tua harus mengajarkan anak-anaknya dengan belajar alQur’an melalui metode tilawati di Ali Adam Coper. karena dengan mereka ikut serta
dalam proses pembelajaran mereka bisa membaca al-Qur’an dengan kualitas yang baik
yang sesuai dengan makhorijul khurufnya dan juga berdasarkan ketentuan tajwid. Dari
hasil observasi yang dilakukan peneliti di TPA Ali Adam bahwasannya para peserta
didik dapat belajar membaca al-Qur’an dengan kualitas yang baik.
Penelitian ini memiliki tujuan yakni : 1) Untuk memaparkan bagaimana
implementasi dampak metode tilawati terhadap proses pembelajaran al-Qur’an di TPA
Ali Adam Coper, Jetis, Ponorogo. 2) Untuk memaparkan bagaimana implementasi
dampak kualitas guru terhadap kualitas bacaan al-Qur’an santri di TPA Ali Adam
Coper, Jetis, Ponorogo 3). Untuk memaparkan bagaimana evaluasi pembelajaran
metode tilawati di TPA Ali Adam Coper, Jetis, Ponorogo
Penelitian ini Mengunakan metode kualitatif yang mana dalam penelitian ini
peneliti akan memahai fenomena apa yang sedang dialami, sedangkan pada pencarian
datanya berupa wawancara-wawancara dari bebrapa guru dan para siswa yang ada di
TPA Ali Adam Coper. Observasi, dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat ditarik suatu
kesimpulan bahwasannya: Proses pembelajaran menggunakan metode tilawati di Ali
Adam Coper, Jetis, Ponorogo dimulai pada jam 3 yang di berikan waktu kurang lebih
selama 75 menit, mulai dari pembuka hingga penutup yang manfaatnya yakni untuk
meningkatkan kualitas bacaan al-Qur'an. Dari terjadinya proses pembelajaran tilawati
ini memiliki dampak yang terjadi pada guru terhadap pembelajaran metode tilawati,
yakni menambah semangat para guru serta meningkatkan kualitas mengajarnya untuk
pembelajaran selanjutnya, selain itu dampak yang terjadi dengan adanya pembelajaran
metode tilawati bagi para peserta didik yakni, mereka bisa memiliki kualitas bacaan yang baik dengan dibuktikannya kelancaran membaca al-Qur’an para peserta didik yang
memiliki kualitas yang baik dalam kelancaran membaca yang sesuai dengan bacaan
tajwidnya, baik fasohahnya maupun ketartilannya. Sedangkan untuk evaluasi
pembelajaran metode tilawati di Madrasah Ali Adam. Dilakukan pada waktu setelah
PTS yakni 6 bulan sekali, yang isinya membahas mengenai proses belajar dan
mengevaluasi kenaikan kelas tilawati bagi para peserta didik
PENGEMBANGAN KURIKULUM PERPADUAN (Studi Kasus di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah Ali Adam Coper Jetis Ponorogo)
ABSTRAK
Millati, Karima. PENGEMBANGAN KURIKULUM PERPADUAN (Studi Kasus di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah Ali Adam Coper Jetis Ponorogo). Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Pascasarjana, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Dr. Sugiyar, M.Pd.I
Kata Kunci: Pengembangan Kurikulum, Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah.
Dalam sebuah lembaga pendidikan, kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam proses pendidikan. Pada prosesnya kurikulum dikembangkan sesuai dengan kebutuhan institusi atau madrasah. MDTA Ali Adam Coper Jetis Ponorogo merupakan lembaga pendidikan Islam nonformal yang berupaya memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat dengan melakukan pengembangan kurikulum perpaduan.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pengembangan kurikulum perpaduan di MDTA, (2) menganalisis faktor-faktor pengembangan kurikulum perpaduan, (3) menganalisis implikasi pengembangan kurikulum perpaduan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan data condensation, data display, dan conclusions drawing.
Penelitian ini menemukan beberapa hasil, diantaranya: Pertama, pengembangan kurikulum perpaduan di MDTA Ali Adam Coper Jetis Ponorogo dilakukan dengan 4 tahap yaitu (1) penentuan tujuan kurikulum yang diuraikan dalam visi dan misi madrasah yaitu mewujudkan generasi muslim yang tangguh dan berakhlakul karimah. (2) penentuan pengalaman belajar melalui kegiatan terprogram, rutin, spontan dan budaya sekolah yang memunculkan nilai-nilai karakter rabaniyyah, insaniyah, ilmiyah dan alamiyah. (3) penentuan pengelolaan pengalaman belajar yaitu penggunaan metode-metode pembelajaran yang bervariasi. Di antaranya adalah, metode ceramah, tanya jawab, kisah, drill, dan praktik. (4) evaluasi kurikulum dilakukan dengan melibatkan pihak internal dan eksternal madrasah. Kedua, faktor-faktor pengembangan kurikulum perpaduan di MDTA Ali Adam Coper Jetis Ponorogo yaitu, faktor psikologis, sosiologis, dan politis. Ketiga, implikasi pengembangan kurikulum perpaduan di MDTA Ali Adam Coper Jetis Ponorogo memberikan dampak terhadap aspek kognitif, afektif dan psikomotorik para santri dengan pembentukan budaya sekolah yang disusun melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler
PENERAPAN METODE SOROGAN DALAM PEMEBELAJARAN FIKIH MELALUI KITAB KUNING MABADI' FIKIH DI MADRASAH DINIYAH ALI ADAM COPER JETIS PONOROGO
ABSTRAK
Sandi, M. Nizar Mahardika. 2024. Penerapan Metode Sorogan Dalam Pembelajaran Fiqih Melalui Kitab Kuning Mabadi’ Fiqih Di Madrasah Diniyah Ali Adam Coper Jetis Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Dosen Pembimbing, Dr. Syafiq Humaisi,M.Pd.
Kata kunci : Kitab Kuning, Mabadi’ Fiqih,Metode Sorogan.
Mempelajari ilmu fiqih sama dengan mempelajari hukum-hukum yang digunakan sebagai landasan atau pondasi dalam bermasyarakat. Memahami ilmu fiqih berguna untuk menanamkan pengetahuan kepada peserta didik, sehingga pemahaman dalam mempelajari ilmu fiqih ini sangat penting. Banyak peserta didik yang hanya tahu tentang pengetahuan fiqih khususnya namun tidak memahaminya secara mendalam. Oleh karenanya diperlukan metode pembelajaran yang dapat menanamkan pemahaman secara utuh kepada peserta didik. Sehingga peneliti tertarik untuk melihat urgensi penerapan metode sorogan dalam pembelajaran kitab kuning mabadi’ fiqih.
Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan Pelaksanaan Metode Sorogan dalam Pembelajaran Fikih di Madrasah Diniyah Ali Adam Coper. 2) Mendeskripsikan Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Metode Sorogan di Madrasah Diniyah Ali Adam. 3) Mendeskripsikan Implikasi metode sorogan terhadap Pemahaman Fikih Santri Madin Ali Adam Melalui kitab kuning mabadi’ fikih.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian Deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. data collection, data condensation, data display, dan conclusion drowing/verification. Sementara itu, keabsahan data diukur dengan meningkatkan ketekunan dan triangulasi.
Berdasarkan pada proses pengumpulan dan analisis data, maka hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan Metode Sorogan dalam Pembelajaran Fikih di Madrasah Diniyah Ali Adam dilakukan sesuai alokasi waktu dan langkah-langkah yang telah ditetapkan. (2) Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Metode Sorogan di Madrasah Diniyah Ali Adam diantaranya berupa sarana dan prasarana yang memadai serta dorongan dari orang tua yang selalu mensuport baik secara finansial maupun moral, sedangkan penghambatnya berupa waktu yang terbilang sedikit dan permasalahan individual peserta didik. (3) Implikasi metode sorogan terhadap Pemahaman Fikih Santri Madin Ali Adam Melalui kitab kuning mabadi fikih yakni menambah wawasan serta pemahaman santri mengenai fikih melalui kitab kuning mabadi’ fikih serta menambah kemahiran peserta didik dalam membaca kitab kuning
Contemporary explanations for Sunan Nasaie: A study of sheikh Muhammad Ali Adam approach in his commentary Zakhirah al-’Uqba / Romzi Taleh
The purpose of this research is to study the methodology of Mohammad bin Ali Adam al-Ethiopi in his work, “Zahirah al-„Uqba fi Sharh al-Mujtaba”. This work consists of writings and lectures on Sunan al-Nasa‟i al-Sughra written by Imam al-Nasa‟i. The focus of this study is on the science of narration and analysis of texts applied in the work. This study also introduces Imam al-Nasa‟i‟s work, Sunan al-Nasa‟i, and its position among other books of hadith collections. The biography of Mohammad bin Ali Adam is also introduced based on authoritative sources of reference, besides interviews with his students and followers. This study uses an analytical approach in order to identify the methodology employed by Mohammad bin Ali Adam in his analysis of the hadiths in Sunan al-Nasa‟i, as well as criticisms directed towards him. In producing this study, the writer used the comparison method, by comparing the methods applied in Zahirah al-„Uqba and in al-Shanqiti‟s Shuruq Anwar al-Minan al-Kubra. Zahirah al-„Uqba is a contemporary study of Sunan al-Nasa‟i which is difficult to find nowadays. In order to produce this study, the author studied the hadiths with the utmost care. The uniqueness of this analysis is its thoroughness, introducing readers to the hadiths and the problems contained in Sunan al-Nasa‟i. The author was consistent with the method applied in the study. The author also referred to the study by al-Shanqiti that was written before Zahirah al‟Uqba. However, the author added a few points such as lataif al-isnad besides focusing on the differences between Sunan al-Nasa‟i and the original writing, al-Sunan al-Kubra. Results of the study show that the author focused on the academic issues contained in the writings without being influenced by the source of the various opinions. Harsh criticisms and insults towards other scholars are nowhere to be found in this work. Instead, the author shows respect to scholars who provided insight, as every student should do
(UPLOAD ULANG, LENGKAPI PERSETUJUAN PUBLIKASI (UNDUH FORM DI WEB PERPUS, LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN HARUS ADA STEMPEL)...Program Kemitraan dalam Peningkatan Daya Saing Madrasah (Studi Kasus di Madin Ali Adam Coper Jetis Ponorogo)
ABSTRAK
Rachmawati, Ani, 2021. Program Kemitraan dalam Peningkatan Daya Saing Madrasah (Studi Kasus di Madrasah Diniyah Ali Adam Copr Jetis Ponorogo). Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Pasca Sarjana, Institut Agama Islam Negerei (IAIN) Ponorogo. Pembimbin: Dr. Abid Rohmanu, M. H. I.
Kata kunci : Program kemitraan, Peningkatan daya saing.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya mutu pendidikan di Indonesia yang salah satu penyebabnya adalah masih kurangnya program-program kemitraan dalam pendidikan. Madrasah diniyah sebagai lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan tengah berupaya melakukan berbagai program strategis agar tidak tertinggal dengan kemajuan lembaga lainnya. Kerjasama kemitraan diperlukan dalam upaya menumbuh kembangkan jaringan guna meningkatkan daya saing lembaga pendidikan di madrasah diniyah. Madin Ali Adam Coper Jetis Ponorogo memiliki inisiatif untuk meningkatkan daya saing lembaganya dengan membuat program kemitraan dengan lembaga pendidikan umum non formal yakni Bimbel Four F4st.
Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menjelaskan pelaksanaan program kemitraan di Madin Ali Adam, (2) untuk menjelaskan prinsip dan nilai-nilai kemitraan di Madin Ali Adam, (3) untuk menjelaskan dampak program kemitraan terhadap daya saing Madin Ali Adam.
Penelitian ini mnggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah single case study yakni penelitian yang digunakan untuk satu kasus/tempat atau subjek studi yang memiliki social situation unik. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik : wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis menurut tokoh Miles Matthew dan A. Michael Huberman yang meliputi kegiatan : selecting social situation, doing participant observation, making an ethnographic record, making descriptive observation, making domain analysis.
Berdasarkan proses pengumpulan dan analisis data, hasil penelitian ini adalah : (1) Praktik kemitraan di Madin Ali Adam mengarah kepada tiga fokusutama yakni perubahan paradigma masyarakat tentang pendidikan, pertumbuhan yang menguntungkan lembaga, membuat perbedaan dari lembaga-lembaga lain. (2) Prinsip kemitraan di Madin Ali Adam adalah saling percaya dan setia, jujur, adil dan berintegritas, kesamaan hak, kesejajaran dan saling menghargai, pelayanan unggul dan perkembangan yang berkesinambungan. Sedangkan nilai-nilai kemitraan di Madin Ali Adam adalah: a) kepemimpinan, b) kepuasan pelanggan, c) kecakapan stakeholder, d) inovasi dan teknologi, e) kerjasama tim, dan f) perkembangan yang berkesinambungan. (3) Prinsipdan nilai-nilai yangditerapkan Madin Ali Adam dalam pelaksanaan program kemitraan berdampak positif terhadap peningkatan daya saing madrasah. Indikator keberhasilan daya saing Madin Ali Adam dapat dilihat dari : a) Kualitas dan keunggulan produk. Dalam hal ini adalah kualitas santri. 2) Kualitas layanan pendidikan semakin meningkat 3) Kepuasan pelanggan yang meningkat. 4) Perubahan perilaku santri kearah yang lebih baik setelah mengikuti proses pembelajarn di Madin Ali Adam
Penerapan Metode Tilawati dan Hypnoteaching Dalam Proses Pembelajaran Al-Quran di TPA Ali Adam Coper Ponorogo
In the process of learning the Koran, teachers are also required to always be active and creative in applying learning methods. One learning method that attracts students' attention is tilawati, this method uses classical reading and listening. In this teaching method, it is combined with hypnoteaching. This research aims to determine the application of hypnoteaching and tilawati in the Al-Quran learning process at TPA ALI ADAM CoperJetis Ponorogo. This research uses a qualitative approach and the type of research used is descriptive research. There are three data collections, namely interviews, observation and documentation. The data analysis model used is Miles and Huberman which goes through three stages, namely data condensation, data presentation and conclusion drawing. The results of this research found that the application of tilawati and hypnoteaching in the Al-Quran learning process at TPA ALI ADAM Coper Jetis Ponorogo was carried out with a combination of the two which used two techniques, the first technique (tilawati) was classical which used the technique of the teacher reading the students listening, the teacher reading the students imitation, students and teacher read together (using props). In this technique, hypnoteaching is also applied in the form of (intention, pacing, leading, positive words, praise, modeling and comprehensive understanding of the material). The second technique is reading and listening (using a tilawati reading book). In this technique, hypno teaching is applied the same as the classical technique
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
