1,720,974 research outputs found

    Peran Editing Dalam Proses Pembuatan Video Profil Taman Baca Leda Bintang di Bintang Pagi Production

    Full text link
    RINGKASAN Alfin Muhammad Nur, D1413009, DIII Komunikasi Terapan Minat Penyiaran, Peran Editing Dalam Proses Pembuatan Video Profil Taman Baca Leda Bintang di Bintang Pagi Production, Tahun 2016. Bintang Pagi Production merupakan salah satu Production House (PH) yang ada di kota Surabaya. PH ini aktif memproduksi berbagai karya video baik untuk tujuan komersial maupun eksperimental. Semua karya video yang dihasilkan oleh Bintang Pagi Production berdasar pada konsep kreatif dan komunikatif. Karya video yang diproduksi oleh Bintang Pagi Production meliputi program televisi, iklan komersial, video klip, film pendek, dan video profil. Selain aktif dalam memproduksi karya video, Bintang Pagi Production juga aktif dalam kegiatan sosial. Salah satu program sosial tersebut adalah dengan mendirikan sebuah taman baca anak yang memiliki konsep sekolah alam. Taman baca tersebut terletak di daerah terpencil di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Taman baca tersebut bernama Taman Baca Leda Bintang. Selain diberi tugas untuk membantu kegiatan produksi di Bintang Pagi Production, selama melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Media (KKM) penulis juga diberi tugas utama untuk memproduksi video profil Taman Baca Leda Bintang (TBLB). Penulis bersama rekan magang membagi tugas dan mengerjakan video profil tersebut. Selain itu, penulis juga membuat dua video animasi tentang ajakan membaca yang ditargetkan untuk anak-anak dan orang tua. Kedua video tersebut berjudul “Ayo Membaca bagian 1” dan “Ayo Membaca bagian 2”. Dalam memproduksi video profil TBLB dan dua video animasi Ayo Membaca bagian 1 dan 2 penulis bertugas sebagai seorang editor. Dalam kegiatan editing editor memiliki peran yang sangat penting mulai dari memilih gambar, hingga menyusun gambar sehingga mampu menciptakan sebuah video yang memiliki pesan dan dapat dinikmati oleh penonton. Ketiga video yang diproduksi tersebut dipublikasikan lewat website dan facebook fanspage TBLB dengan tujuan mengenalkan TBLB kepada masyarakat luas. Selama kurang lebih 2 bulan melaksanakan KKM di Bintang Pagi Production, penulis bisa merasakan alur kerja profesional dalam dunia kerja terutama di bidang industri kreatif. Semua ini tidak lepas dari bimbingan yang diberikan oleh pembimbing dari instansi. Tidak lepas dari itu, kemampuan penulis dalam memproduksi sebuah video juga semakin terasah dan meningkat. Kesimpulan penulis mengenai pekerjaan sebagai seorang editor di sebuah Production House adalah editor memiliki peran yang sangat penting karena seorang editor mengolah semua gambar yang sebelumnya telah direkam dan menggambungkannya dalam satu video utuh sehingga memiliki pesan dan dapat dinikmati oleh penonton. Oleh karena itu dalam kegiatan produksi editor disebut sebagai second director. (kata kunci: penyiaran, production house, editor

    OPTIMALISASI MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI MTSN 1 BLITAR

    Full text link
    Skripsi ini berjudul “Optimalisasi Manajemen Sarana dan Prasarana Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di MTsN 1 Blitar”, ini ditulis oleh Alfin Muhammad Milaa Durrofiq, NIM 12207173010, Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung, dibimbing oleh Dr. Hj. Nurul Hidayah, M.Ag. Kata kunci: Manajemen Sarana dan Prasarana, Mutu Pembelajaran Dalam kehidupan yang penuh dengan kompetisi seperti ini, tuntutan masyarakat terhadap kualitas semakin tinggi, termasuk tuntutan terhadap kualitas sarana dan prasarana pendidikan sekolah. Hal tersebut dikarenakan masyarakat masih yakin sekolah mampu menjawab dan mengantisipasi berbagai tantangan masa depan. Melihat kondisi sarana dan prasarana lembaga pendidikan di Indonesia untuk saat ini kondisi cukup memprihatinkan, banyak sekolah yang masih sangat minim dari segi ke layakan dari sarana dan prasarana yang diberikan. Dalam konteks inilah beberapa sekolah berupaya menerapkan sistem optimalisasi manajemen sarana dan prasarana untuk memberikan kualitas layanan pendidikan terbaiknya untuk masyarakat. Fokus penelitian skripsi ini adalah: (1) Bagaimana optimalisasi perencanaan sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di MTsN 1 Blitar? (2) Bagaimana optimalisasi pelaksanaan sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di MTsN 1 Blitar?, (3) Bagaimana optimalisasi pengawasan sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di MTsN 1 Blitar?, (4) Bagaimana optimalisasi evaluasi sarana dan prasarana Pendidikan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di MTsN 1 Blitar? Penelitian ini megunakan pendekatan kualitati dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berasal dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data ada tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik keabsahan data menggunakan Triangulasi sumber (data), Triangulasi teknik dan Triangulasi waktu. Hasil dari penelitian ini meliputi: (1) Perencanaan sarana dan prasarana terdiri dari (a) analisis terhadap keburuhan sarana sesuai dengan kebutuhan masing-masing guru mata pelajaran. (b) Mengadakan rapat koordinasi terhadap pihak-pihak terkait. (c) Pengadaan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan. (d) Pengelolaan sumber anggaran dana (2) Pelaksanaan sarana dan prasarana terdiri dari (a) pelaksanaan sarana dan prasarana diawali dengan proses pemanfaatan sarana dan prasarana (b) Peme;iharaan sarana dan prasarana (c) Pengiventarisan sarana dan prasara (d) Penghapusan sarana dan prasarana (3) Pengawasan sarana dan prasarana melibatkan seluruh pihak, karena sarana dan prasarana yang dimiliki merupakan tanggungjawab dan milik bersama. (4) Evaluasi sarana dan prasarana terdiri dari (a) proses evaluasi dilakukan secara berkala oleh wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana. (b) proses evaluasi sarana dan prasarana meliputi inventarisasi keberadaan sarana dan prasarana, mengumpulkan data pendukung, dan tanggapan pengguna sarana dan prasarana, (c) tolak ukur keberhasilan sarana dan prasarana ialah tersedianya seluruh sarana dan prasarana. (d) dalam kegiatan sarana dan prasarana harus ada rencana tindak lanjut

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore