1,720,957 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Efektivitas pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Se Kabupaten Tapin

    No full text
    Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang memperhatikan perbedaan kebutuhan, minat, kesiapan, dan gaya belajar siswa. Dalam penelitian ini, pendekatan tersebut diterapkan pada kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Minat belajar siswa diukur menggunakan angket, sedangkan hasil belajar siswa dievaluasi melalui tes pretest dan posttest. Data dikumpulkan melalui angket minat belajar dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan uji-t independen dan perhitungan N-Gain Score. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Dengan sampel penelitian SD Negeri Rantau Kanan 1, SD Negeri Bakarangan 1 dan SD Negeri Salam Babaris 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam minat belajar siswa antara kelas eksperimen dan kontrol. Uji Levene’s Test menunjukkan varians homogen (p = 0,419), dan hasil uji-t memperoleh nilai t = 14,617 dengan Sig. (2-tailed) < 0,001, serta selisih rata-rata sebesar 15,886 poin. Hal ini mengindikasikan bahwa siswa pada kelas eksperimen memiliki minat belajar yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan siswa pada kelas kontrol. Dalam hal hasil belajar, pembelajaran berdiferensiasi terbukti sangat efektif dengan rata-rata N-Gain Score sebesar 0,70 (70,16%) yang tergolong kategori "tinggi", dan nilai signifikansi < 0,001. Sebaliknya, pembelajaran konvensional juga menunjukkan efektivitas yang moderat dengan rata-rata N-Gain Score sebesar 0,55 (54,88%) yang termasuk kategori "sedang", serta peningkatan skor dari rata rata 49,53 menjadi 78,40 dengan p-value < 0,001. Analisis perbandingan antara kedua kelompok menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya menghasilkan capaian belajar yang lebih tinggi, tetapi juga lebih konsisten dan merata. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Model pembelajaran ini memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan capaian belajar siswa secara menyeluruh di lingkungan SD Negeri se-Kabupaten Tapi

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Komunikasi Interpersonal Antara Ustadz dan Santri Dalam Menanamkan Nilai-nilai Akhlak di Pondok Pesantren Al-Fajar Parenggean

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya membangun komunikasi interpersonal yang efektif antara ustadz/pembina (sebagai komunikator) dengan santri dalam menanamkan nilai-nilai akhlak di Pondok Pesantren Al-Fajar Parenggean. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana komunikasi interpersonal antara ustadz dan santri dalam menanamkan nilainilai akhlak di Pondok Pesantren Al-Fajar Parenggean serta apa saja faktorfaktor penunjang dan penghambatnya. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui wawancara, untuk pengumpulan informasi menggunakan teknik purposive sampling. Teori yang digunakan yaitu teori komunikasi interpersonal menurut Josep A. DeVito. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui pengumpulan informasi, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembina pada Pondok Pesantren Al-Fajar Parenggean dapat membangun komunikasi interpersonal yang efektif dengan santri dalam penanaman nilai-nilai akhlak dengan menerapkan aspek-aspek penting dalam komunikasi interpersonal, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif; dan kesetaraan pada proses penanaman akhlak. Faktor penunjang yang dihadapi oleh ustadz dapat membangun komunikasi interpersonal dengan santri dalam penanaman nilai-nilai akhlak di Pondok Pesantren Al-Fajar Parenggean ialah: (1) komunikasi (berupa; nasehat, arahan, dan sejenisnya) yang dilakukan ustadz, tidak terkesan memaksa santri, sehingga santri tidak merasa terlalu tegang ketika mendapat bimbingan dan pembinaan, (2) Ustadz sudah mengetahui latar belakang, kepribadian, dan kehidupan santri di pondok. Kendala yang dihadapi oleh pembina dapat membangun komunikasi interpersonal dengan santri dalam menanamkan nilai-nilai akhlak di Pondok Al-Fajar Parenggean ialah sebagai berikut: (1) adanya oknum santri yang tidak bisa bertahan hidup di pondok; (2) adanya oknum santri yang tidak memperdulikan aturan-aturan pesantren

    Penggunaan Ayat Al-Qur’an untuk Perlindungan Diri oleh Kelompok Perguruan Bela Diri Kuntau Laba-Laba Perak Kecamatan Liang Anggang

    Get PDF
    Menurut Islam belajar bela diri itu sangat dianjurkan karena bela diri adalah olahraga yang memadukan antara aktifitas fisik dan batin. Selain untuk menyehatkan tubuh, bela diri juga berfungsi untuk menjaga kondisi psikis seseorang dalam keadaan stabil yang mana sangat bermanfaat bagi diri seseorang. Skripsi ini berjudul, “Penggunaan Ayat Al-Qur’an Untuk Perlindungan Diri Oleh Kelompok Bela Diri Kuntau Laba-Laba Perak Kecamatan Liang Anggang”, menggunakan metode kualitatif deskriptif. Kajian ini hanya sebatas pada ayat yang diamalkan para pendekar di kelompok bela diri Kuntau Laba-Laba Perak Kecamatan Liang Anggang. Dalam kaitan ini, penelitian berbentuk Field Research untuk menjawab apa saja ayat yang digunakan untuk perlindungan diri, bagaimana pengaplikasian ayat Al-Qur’an untuk perlindungan diri dan bagaimana persepsi murid dan guru tentang amalan surah yang telah di praktekkan di kelompok perguruan bela diri Kuntau Laba-Laba Perak Kecamatan Liang Anggang. Hasil penelitian ini ditemukan fakta bahwa adanya penggunaan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai perlindungan diri oleh kelompok perguruan bela diri Kuntau Laba-Laba Perak Kecamatan Liang Anggang yang berjumlah delapan surah dan lima belas ayat, dari semua kegunaan ayat-ayat perlindungan diri, semuanya bertujuan untuk mempertahankan diri dan melindungi diri dari seluruh kejahatan baik itu dari manusia, binatang dan jin. Surah yang diamalkan yaitu: Al-Ikhlas ayat 1-4, Al-Quraisy ayat 1-4, Yâ-sîn ayat 9, Al-Kahfi ayat 25, Ar-Ra’d ayat 15, AtTaubah ayat 128-129, Al-An’am ayat 103, Al- Baqarah ayat 255. Dari beberapa penggunaan ayat-ayat perlindungan diri, terdapat pengamalan yang beragam ada dengan cara hanya membacanya ketika diperlukan, dibaca setiap hari maupun pada waktu tertentu seperti dibaca setelah salat magrib atau subuh. Berbeda pengamalan berbeda cara, ada yang cukup dibaca ayatnya, ada juga yang harus menggunakan perantara air. Tujuan murid dan guru tentang amalan surah berbeda-beda. Seperti menggunakan ayat Al-Qur’an untuk melindungi diri ini adalah banyaknya kasus kasus kriminal yang semakin hari semakin marak terjadi yang membuat mereka merasa sangat harus bisa melindungi diri dengan menggunakan keutamaan ayat AlQur’an dan juga sambil mempelajari ilmu bela diri. Selain itu karena sering melakukan perjalanan jauh baik itu menyangkut pekerjaan atau suatu hajat, dikarenakan keutamaan yang ada pada Al-Qur’an khususnya ayat-ayat Al-Qur’an yang memiliki keutamaan untuk perlindungan diri dan sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt

    Efektivitas pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Se Kabupaten Tapin

    Get PDF
    Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang memperhatikan perbedaan kebutuhan, minat, kesiapan, dan gaya belajar siswa. Dalam penelitian ini, pendekatan tersebut diterapkan pada kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Minat belajar siswa diukur menggunakan angket, sedangkan hasil belajar siswa dievaluasi melalui tes pretest dan posttest. Data dikumpulkan melalui angket minat belajar dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan uji-t independen dan perhitungan N-Gain Score. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Dengan sampel penelitian SD Negeri Rantau Kanan 1, SD Negeri Bakarangan 1 dan SD Negeri Salam Babaris 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam minat belajar siswa antara kelas eksperimen dan kontrol. Uji Levene’s Test menunjukkan varians homogen (p = 0,419), dan hasil uji-t memperoleh nilai t = 14,617 dengan Sig. (2-tailed) < 0,001, serta selisih rata-rata sebesar 15,886 poin. Hal ini mengindikasikan bahwa siswa pada kelas eksperimen memiliki minat belajar yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan siswa pada kelas kontrol. Dalam hal hasil belajar, pembelajaran berdiferensiasi terbukti sangat efektif dengan rata-rata N-Gain Score sebesar 0,70 (70,16%) yang tergolong kategori "tinggi", dan nilai signifikansi < 0,001. Sebaliknya, pembelajaran konvensional juga menunjukkan efektivitas yang moderat dengan rata-rata N-Gain Score sebesar 0,55 (54,88%) yang termasuk kategori "sedang", serta peningkatan skor dari rata rata 49,53 menjadi 78,40 dengan p-value < 0,001. Analisis perbandingan antara kedua kelompok menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya menghasilkan capaian belajar yang lebih tinggi, tetapi juga lebih konsisten dan merata. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Model pembelajaran ini memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan capaian belajar siswa secara menyeluruh di lingkungan SD Negeri se-Kabupaten Tapi

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore