1,720,957 research outputs found

    Evaluasi Implementasi Kebijakan Kurikulum Muatan Lokal (KKML) SMP/MTs di Kabupaten Jepara.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan kurikulum muatan lokal (KKML) SMP/MTs di Kabupaten Jepara, yang meliputi (1) analisis perumusan kebijakan Perda Nomor 1 tahun 2018, (2) evaluasi implementasi kebijakan Pemda tentang kurikulum muatan lokal SMP/MTs, (3) analisis dampak kebijakan Pemda tentang kurikulum muatan local, dan (4) analisis keberlanjutan kurikulum muatan lokal ke jenjang SMA/MA/SMK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode evaluasi kualitatif. Objek utama penelitian adalah kebijakan Pemda Kabupaten Jepara. Sumber data penelitian ini adalah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), DPRD, SMP/MTs, dan dunia usaha mebel sebagai pengguna akhir ketrampilan ukir. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, survei, observasi, dan angket. Validasi keabsahan data dilakukan melalui validasi internal dan validasi eksternal dengan analisis data kualitatif yang meliputi data reduction, data display, dan conclusion drawing or verification. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Kebijakan Pemda Jepara berupa Perda Nomor 1 tahun 2018 yang dirumuskan oleh Dispora Kabupaten Jepara yang terdiri dari Dikpora, Kemenag Kabupaten, Dewan Pendidikan Jepara, tokoh masyarakat, dan LSM (Lakpesdam NU), dan tim perumus sudah memenuhi unsur kelengkapan perwakilan masyarakat di Jepara dan secara kualifikasi keilmuan juga sudah sesuai. (2) Pada implementasinya, kebijakan Pemda tentang kurikulum muatan lokal SMP/MTs menggunakan Kurikulum 2013 yang memasukkan ketrampilan ukir kedalam Pelajaran lain yakni Pelajaran Seni Budaya dan Pelajaran Prakarya. Dalam prakteknya ketrampilan ukir hanya sebagai salah satu tema dalam pelajaran seni budaya dan prakarya, walaupun mulok seni ukir dalam Perda tersebut mewajibkan seni ukir sebagai mulok Wajib di SMP dan MTs dan merupakan pelajaran mandiri. (3) Dampak ketidaksesuaian Perda tersebut adalah generasi muda tidak banyak terlibat dalam usaha pengembangan tradisi seperti mengukir, dan ini akan berakibat kemunduran eksistensi tradisi dan budaya, sehingga generasi selanjutnya tidak tahu mengenai tradisi yang ada di daerahnya. (4) Sebagai keberlanjutan kurikulum muatan lokal di SMA/MA/SMK, muatan lokal ukir yang diajarkan di SMP/MTs juga harus dibuatkan perda tentang pelaksanaan mulok ukir untuk diajarkan di SMA/SMK/MA karena lulusan SMA/MA/SMK menjadi sumber daya manusia sebagai angkatan kerja

    A Policy Analysis of the implementation of local content curriculum for SMP/MTs in Jepara Regency

    No full text
    This study evaluates the implementation of SMP/MTs local content curriculum policies (LCCP) in Jepara Regency. It includes an analysis of Regional Regulation No. 1 of 2018 formulation, evaluation of local government policies regarding SMP/MTs local content curriculum, analysis of policy impact on local content curriculum, and sustainability analysis to the SMA/MA/SMK level. The qualitative evaluation method was employed, focusing on Jepara District Government's policy. Data were sourced from the Department of Youth and Sports (Dispora), DPRD, SMP/MTs, and the furniture industry. Data collection methods included in-depth interviews, document studies, surveys, observations, and questionnaires, validated internally and externally through qualitative data analysis. Findings indicate Jepara Regional Government Policy formulation involved various stakeholders and met community representation and scholarly standards. However, the local government's policy implements Curriculum 2013, integrating carving skills into Arts and Crafts Lessons, contrary to the local regulation mandating carving as a separate subject in SMP/MTs. Non-compliance impacts limited involvement of the younger generation in tradition development, risking the decline of local culture. For sustainability, local regulations are needed for teaching carving content in SMA/MA/SMK, as these graduates contribute to the workforce. This study emphasizes aligning policy with practice to preserve and promote local traditions and skills across educational levels

    Penerapan Pembelajaran Berbasis Sumber (Resource Based Learning) untuk Meningkatkan Pemahaman Fiqih Peserta Didik Kelas VIII MTS Mafatihul Akhlaq Demangan Jepara

    Full text link
    Pembelajaran Fiqih di madrasah selama ini cenderung menekankan aspek hafalan teks dengan keterlibatan peserta didik yang masih terbatas. Kondisi ini menimbulkan urgensi untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital. Salah satu alternatifnya adalah Resource Based Learning (RBL) yang menekankan pemanfaatan berbagai sumber belajar agar peserta didik dapat membangun pemahaman secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan RBL dalam meningkatkan pemahaman Fiqih peserta didik kelas VIII MTs Mafatihul Akhlaq Demangan Jepara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru Fiqih, kepala madrasah, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagaimana model Miles & Huberman, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi berbagai sumber belajar seperti buku teks, LKS, video, dan praktik nyata mampu meningkatkan pemahaman konseptual, keterlibatan aktif, serta keterampilan berpikir kritis peserta didik. Sebagian besar siswa menyatakan lebih mudah memahami materi melalui media visual dan praktik langsung, meskipun sebagian lainnya tetap mengandalkan LKS sebagai sumber utama. Faktor pendukung berupa kesiapan guru dan dukungan kelembagaan sangat berperan dalam keberhasilan implementasi RBL, sedangkan kendala meliputi keterbatasan manajemen kelas dan akses internet yang tidak stabil. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan RBL berkontribusi dalam menggeser orientasi pembelajaran Fiqih dari sekadar hafalan menuju pemahaman yang lebih aplikatif, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat konstruktivisme dalam konteks pendidikan agama Islam. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi bagi guru dan lembaga pendidikan untuk merancang pembelajaran yang variatif dan adaptif. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas cakupan materi, menggunakan pendekatan mixed-methods, serta mengeksplorasi dampak jangka panjang penerapan RBL terhadap praktik keagamaan peserta didik

    Media dan Kontribusinya dalam Internalisasi Nilai Pluralisme Agama di Indonesia

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan media dan kontribusinya dalam internalisasi nilai pluralisme agama di Indonesia. Metode penulisan deskriptif kualitatif, dengan pendekatan library Research, dengan temuan bahwa media massa dalam peranannya mempunyai dua kecenderungan, 1) berpotensi konflik, dan 2) menciptakan keharmonisan dan kesadaran pluralistik agama. media massa mempunyai peran untuk menginformasikan dan memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang realitas kemajemukan dan pluralisme agama di Indonesia. Media massa memegang peranan penting dalam menciptakan kondisi damai di masyarakat. Dengan adanya media massa seperti yang diberitakan melalui TV, radio, dan surat kabar, turut memberikan sumbangsih dalam internalisasi nilai-nilai pluralisme agama dengan alasan media massa memberikan informasi kepada masyarakat bahwa perbedaan di Indonesia adalah sebuah keniscayaan. Implikasinya masyarakat akan mampu mengenali, menerima dan menghargai perbedaan yang ada, baik perbedaan ras, bahasa, warna kulit, budaya dan agama sekalipun

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore