1,722,008 research outputs found
Pengelolaan Alang-Alang Di Lahan Petani
Buku ini membahas tentang kegunaan alang-alang, perkembangbiakan alang-alang; varietas alang-alang; pandangan petani terhadap alang-alang; teknik pengelolaan alang-alang dengan cara perebahan, cara mekanis, cara kultur teknis,cara kimia menggunakan herbisida dan cara biologi; pengendalian alang-alang secara terpadu, dan teknik aplikasi herbisida serta petunjuk umum tentang keamanan penggunaan herbisida.47Ha
PEMBUATAN PULP DARI ALANG-ALANG
Alang-alang merupakan tanaman gulma yang jumlahnya cukup besar di Indonesia. Hingga saat ini pemanfaatan dalam jumlah yang besar terhadap alang-alang di Indonesia belum ada. Alang-alang mempunyai kandungan selulosa yang cukup tinggi. Pada penelitian pendahuluan terhadap bahan baku alang-alang mengandung kadar alfa selulosa sekitar 41,7% dan mempunyai bilangan Kappa sebesar 37,1886. Maka alang-alang bisa dijadikan sebagai bahan dari pulp untuk pembuatan kertas.
Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh waktu hidrolisis, pengaruh suhu pemasakan dan pengaruh penambahan larutan pemasakan dengan beda konsentrasi dalam pembuatan pulp kertas dengan menggunakan proses asetosolv terhadap kadar alfa selulosa dan bilangan Kappa berdasarkan acuan terhadap pulp yang digunakan sebagai bahan kertas. Mula-mula, pada penelitian ini dibuat pulp dari alang-alang dengan proses asetosolv. Pulp alang-alang yang telah dibuat tersebut kemudian diuji nilai KAS untuk menentukan kadar alfa selulosa dan uji bilangan Kappa untuk menentukan jumlah ligninnya, dan juga dihitung nilai yield.
Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan kondisi terbaik untuk pemasakan pulp alang-alang dengan proses asetosolv, yaitu dengan kadar asam asetat 90% dan pada suhu proses 100ºC, dengan waktu proses 1 jam, menghasilkan pulp dengan kadar alfa selulosa 84,6%, yield 62,8%, dan bilangan Kappa sebesar 23,6628
FEMINISM IN NOVEL KEMBANG ALANG-ALANG BY MARGARETH WIDHY PRATIWI
This research has three purposes: 1) to describe the women figure life in the novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi, 2) to describe equal partnership figure of women with men in the novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi, 3) to describe the perspective of the author about women in the novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi.This was descriptive qualitative study which used the theory of feminist literary criticism which gave more priority to radical feminist literary criticism. Source of data used is novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi. The data in this research is a piece of the story. To collect data in this research is used reading and writing techniques. Data were analyzed by using the theory of radical feminist literary criticism. Validity is used semantic validity, while reliability is used intrarater reliability.The first research results are the women figure life in the novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi was described by two types of personality that is physical and psychological that explained on twenty three women figures, but not all types of that personality were explained on all of figures. The second results are discussed equal partnership figure of women with men in the novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi. The discussion produced three kinds of equal partnership between women with male figures. The three kinds there are women who are dominated by men, women are equal with men, and women dominated against men. That equal partnership is not all describe by the twenty three women figures. The third or the last results are the perspectif of the author about women in the novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi. There were twenty five perspectives of the author have found
UJI EFEKTIFITAS Sargassum ilicifolium T.C. Agardh SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN GULMA ALANG-ALANG (Imperata cylindrical (L.) Beauv
Penelitian mengenai ???Uji efektifitas Sargassum ilicifolium T.C. Agardh sebagai penghambat pertumbuhan gulma alang-alang (Imperata cylindrical (L.) Beauv telah dilakukan di Laboratorium Botani, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dari ekstrak Sargassum ilicifolium T.C. Agardh yang efektif dan efisien dalam menghambat pertumbuhan gulma alang-alang (Imperata cylindrical (L.). Penelitian menggunakan 20%, 40%, 60%, dan 100% sebagai control positif, serta tanpa perlakuan ekstrak Sargassum ilicifolium T.C. Agardh sebagai control negatif. Paramenter yang diamati meliputi persentase kematian tanaman, tinggi tanaman, panjang akar, panjang rhizome, dan biomassa alang-alang (Imperata cylindrical (L.). penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dilanjutkan dengan Uji Tukey atau Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Sargassum ilicifolium T.C. Agardh dapat menghambat pertumbuhan gulma alang-alang (Imperata cylindrical (L.). konsentrasi yang efektif dan efisien yang digunakan adalah konsentrasi 20%
Pemeliharaan Ganjur Alang-alang dari Cianjur di Laboratorium.
Nyamuk ganjur alang-alang, Orseolia javanica Kieffer & Van Leeuwen-
Reijnvaan (Diptera: Cecidomyiidae) merupakan serangga monofagus yang
berpotensi sebagai agens pengendali biologi alang-alang. Serangga tersebut
mampu menurunkan proses fotosintesis dan kadar karbohidrat pada rimpang
alang-alang dengan membentuk gejala berupa puru yang disebut ganjur.
Pemanfaatan O. javanica di lapangan dapat didukung dengan tersedianya
informasi mengenai teknik perbanyakan massal serangga tersebut dan
pemeliharaan ganjur alang-alang. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi
mengenai rentang waktu kemunculan imago nyamuk ganjur alang-alang selama
pemeliharaan, jumlah dan nisbah kelamin imago nyamuk ganjur alang-alang, serta
parasitoid yang berasosiasi dengan nyamuk ganjur alang-alang termasuk
karakteristik dan tingkat parasitisasinya. Waktu kemunculan imago nyamuk
ganjur terjadi pada rentang hari ke-0 hingga maksimal hari ke-4 setelah
pengambilan sampel. Jumlah imago nyamuk ganjur yang muncul dari 300 ganjur
alang-alang adalah 41 individu dengan nisbah kelamin antara jantan dan betina
1:1. Parasitoid ganjur alang-alang yang ditemukan yaitu Platygaster sp.,
Aprostocetus sp., dan Propicroscytus sp., dengan tingkat parasitisasi mencapai
30.33%. Rata-rata jumlah Platygaster sp. yang keluar dari satu ganjur adalah 51
individu, Aprostocetus sp. 8 individu, dan Propicroscytus sp. ditemukan dalam
jumlah rendah yaitu hanya 1 individu. Platygaster sp. serta Aprostocetus sp.
tergolong parasitoid yang bersifat gregarius dan Propicroscytus sp. tergolong
parasitoid soliter
Kajian Adsorpsi Methylene Blue Menggunakan Selulosa dari Alang-Alang
Telah dilakukan studi kajian adsorpsi methylene blue menggunakan selulosa dari alang-alang. Kajian ini memiliki tujuan untuk menentukan kapasitas adasorpsi dan mengetahui karakteristik penggunaan selulosa tanaman alang-alang sebagai adsorben pada degradasi zat warna methylene blueterhaap pH optimum dengan laju kinetika adsorpsi pada variasi waktu kontak, dan isoterm adsorpsi terhadap konsentrasi optimum, serta jenis interaksi yang terjadi. Prinsip dari analisis ini yaitu didasarkan pada pengukuran absorbansi dari zat warana methylene blue sebelum adsorpsi dan setelah adsorpsi dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis single beam pada panjang gelombang 665 nm. Larutan standar dibuat dengan rentang konsentrasi 0, 1, 2, 3, 4, 5 ppm dan menghasilkan persamaan garis lurus y = 0,218x-0,001 dengan koefisien determinasi (R2) adalah 0,998. Hasil analisis menunjukan bahwa adsorben selulosa dari tanaman alang-alang mampu mengadsorpsi zat warna methylene blue dalam suasana basa pH 9 dengan laju kinetika pada orde dua dan cenderung interaksi multileyer atau prinsip isoterm adsorpsi freundlich.Interaksi adasorpsi yang terjadi karena adanya adsorpsi fisika. Kapasitas adsorpsi dari masing-masing metode secara berturut-turut sebsar 26,4472 mg/g dan 26,6758 mg/g. Adsorpsi alang-alang terhadap zat warna methylene blue tidak berpengaruh pada struktur selulosa dari alang-alang dan gugus yang terdapat pada alang-alang yaitu O-H, C-H, dan C-O
PEMANFAATAN LAHAN MELALUI POTENSI ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICA) SEBAGAI BIOHERBISIDA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi jenis gulma dan konsentrasi ekstrak alang-alang sehingga dapat diketahui konsentrasi optimum yang dapat menghambat pertumbuhan setiap jenis gulma. Metode yang digunakan adalah metode uji hayati (bioassay) perkecambahan, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah jenis gulma, terdiri tiga level : Amaranthus spinosus(G1), Bidens biternata (G2) dan Tridax procumbens (G3). Sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak alang-alang, terdiri lima level yaitu : tanpa ekstrak (K0), konsentrasi 25% (K1), konsentrasi 50% (K2), konsentrasi 75% (K3) dan konsentrasi 100% (K4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak alang-alang dapat menekan persentase perkecambahan, laju perkecambahan dan panjang kecambah dari biji-biji gulma Amaranthus spinosus, Bidens biternata dan Tridax procumbens. Peningkatan konsentrasi ekstrak alang-alang menurunkan persentase perkecambahan, laju perkecambahan dan panjang kecambah dari ketiga biji gulma yang diuji. Tingkat sensitifitas biji gulma terhadap ekstrak akar dan rimpang alang-alang yang tertinggi adalah Tridax procumbens diikuti Bidens biternata dan Amaranthus spinosus. Alelopat akar dan rimpang alang-alang yang dibuat ekstraknya sangat berpotensi digunakan sebagai bioherbisida untuk mengendalikan perkecambahan biji-biji gulma
Kajian Adsorpsi Methylene Blue Menggunakan Selulosa dari Alang-Alang
Telah dilakukan studi kajian adsorpsi methylene blue menggunakan selulosa dari alang-alang. Kajian ini memiliki tujuan untuk menentukan kapasitas adasorpsi dan mengetahui karakteristik penggunaan selulosa tanaman alang-alang sebagai adsorben pada degradasi zat warna methylene blueterhaap pH optimum dengan laju kinetika adsorpsi pada variasi waktu kontak, dan isoterm adsorpsi terhadap konsentrasi optimum, serta jenis interaksi yang terjadi. Prinsip dari analisis ini yaitu didasarkan pada pengukuran absorbansi dari zat warana methylene blue sebelum adsorpsi dan setelah adsorpsi dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis single beam pada panjang gelombang 665 nm. Larutan standar dibuat dengan rentang konsentrasi 0, 1, 2, 3, 4, 5 ppm dan menghasilkan persamaan garis lurus y = 0,218x-0,001 dengan koefisien determinasi (R2) adalah 0,998. Hasil analisis menunjukan bahwa adsorben selulosa dari tanaman alang-alang mampu mengadsorpsi zat warna methylene blue dalam suasana basa pH 9 dengan laju kinetika pada orde dua dan cenderung interaksi multileyer atau prinsip isoterm adsorpsi freundlich.Interaksi adasorpsi yang terjadi karena adanya adsorpsi fisika. Kapasitas adsorpsi dari masing-masing metode secara berturut-turut sebsar 26,4472 mg/g dan 26,6758 mg/g. Adsorpsi alang-alang terhadap zat warna methylene blue tidak berpengaruh pada struktur selulosa dari alang-alang dan gugus yang terdapat pada alang-alang yaitu O-H, C-H, dan C-O
Minuman Infused Water Lemon - Alang-Alang (Imperata cylindrical) Sebagai Pencegahan Risiko Penyakit Kanker
Prevalensi kanker di Indonesia meningkat berdasarkan data Riskesdas 2018. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko kanker yang disebabkan oleh stress oksidatif adalah konsumsi pangan tinggi atioksidan, diantaranya adalah lemon dan akar alang - alang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan antioksidan, dan vitamin C terhadap minuman infused water lemon - alang-alang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga formulasi F1 (30% alang-alang : 50% lemon), F2 (40% alang-alang - lemon), F3 (50% alang-alang - lemon). Hasil uji organoleptik menunjukan bahwa Infused water F1 (30% alang-alang : 50% lemon) merupakan formulasi terbaik yang mempunyai tingkat kesukaan tertinggi. Infused water lemon - alang-alang mengandung 380 mg/100ml vitamin C dan nilai IC50 = 6,89%. Hasil uji organoleptik menunjukkan variasi campuran infused water lemon - alang-alang berpengaruh nyata (p 0,05) terhadap tingkat kesukaan pada aspek rasa dan aftertaste infused water lemon - alang-alang
- …
