492 research outputs found
Towards innovative FRP fabric reinforcement in concrete beams: concrete–CFRP bond
The paper reports results of an experimental investigation into load response and failure behaviour of rectangular prismatic concrete beams reinforced with a combined flexural and shear reinforcement system made from carbon fibre reinforced polymer (CFRP) fabric. It is shown that CFRP U-channels with aggregate coating and an anchorage system consisting of a lipped channel section with intermittent closed loops were found to provide improved composite action between the CFRP reinforcement and concrete. These CFRP channels also ensured adequate strength and ductility before failure. Possible modes of failures of the beams are discussed as is the effect of the design parameters on the failure mode and the failure load. It is anticipated that the findings of this paper could be effectively used in other applications such as non-prismatic concrete geometries and as permanent formwork/reinforcement in thin concrete members where the flexible characteristics of dry CFRP fabrics are most useful
Mechanical behaviour of concrete beams reinforced with CFRP U-channels
This paper presents selected findings from an experimental investigation that aimed to exploit the use of multidirectional carbon fibre reinforced polymer (CFRP) fabric as combined shear and flexural reinforcement in concrete beams. The results of the bond behaviour of rectangular prismatic concrete beams reinforced with three different CFRP fabric reinforcement configurations, a plain U-shaped channel, a U-shaped channel with aggregate coating, and a lipped U-channel section with intermittent closed loops, are presented. By considering the load response and the failure behaviour of the beams, it is shown that the use of an aggregate coating on internal and external surfaces of the CFRP channel ensured a better composite action between the CFRP reinforcement and the concrete than that between the plain CFRP channel and the concrete. On the other hand, provision of an anchorage system at the top end of the sides of the CFRP channel ensured a greater post-breakage capacity and a ductility compared to the beam with the plain CFRP channel. It is then shows that the use of U-shaped CFRP channels with aggregate coating and an anchorage system consisting of a lipped channel section with intermittent closed loops provided improved strength and ductility in concrete beams. The research output has potential to develop reinforcement systems for structurally optimised non-prismatic concrete geometries and also as permanent formwork/reinforcement in thin concrete members
Analisis Perbandingan Stok Karbon Dan Nitrogen Pada Sedimen Di Hutan Mangrove Alami Dan Buatan
Hutan mangrove mempunya manfaat secara ekonomi maupun ekologi. Peranan mangrove secara ekologi diantaranya yaitu menjaga stabilitas iklim global. Mangrove dapat menjadi sumber emisi karbon dan juga dapat menyerap karbon dan menyimpannya. Mangrove melalui proses fotosintesis mengabsorbsi CO2 dan menyimpannya sebagai materi organik dalam biomassa tanaman. Hutan mangrove menyimpan karbon di atas permukaan tanah dan di bawah permukaan tanah dimana di bawah permukaan tanah mampu menyimpan sampai 49-98 %.
Penelitian ini dilakukan di hutan mangrove Kabupaten Lamongan dimana yang menjadi fokus kajian yakni analisis perbandingan stok karbon dan nitrogen pada sedimen di hutan mangrove alami dan hutan mangrove buatan. Hutan mangrove alami terletak di Desa Labuhan dan hutan mangrove buatan terletak di Desa Sedayulawas. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui jenis sedimen yang mendominasi pada hutan mangrove alami dan buatan (2) mengetahui estimasi stok karbon dan nitrogen pada sedimen hutan mangrove alami dan buatan (3) membandingan stok karbon dan nitrogen pada sedimen hutan mangrove alami dan buatan.
Pengambilan sampel sedimen menggunakan Open-faced Auger dan dibagi menjadi 5 interval kedalaman yaitu 0-10 cm, 10-25 cm, 25-45 cm, 45-70 dan 70-100 cm Penelitian ini dilakukan dengan metode Hydrometer untuk menentukan jenis sedimen, LOI untuk menentukan stok karbon dan Kjeldahl untuk menentukan stok nitrogen. Penentuan rasio C / N untuk menentukan sumber karbon pada sedimen mangrove.
Berdasarkan penelitian ini jenis mangrove di Kabupaten Lamongan pada hutan mangrove alami, diantaranya Rhizophora sp, Avicennia sp. dan Bruguiera sp., dan pada hutan mangrove buatan Rhizophora sp. Karakteristik sedimen pada hutan mangrove Kabupaten Lamongan didominasi oleh lanau pada hutan mangrove alami dengan rata-rata persentase 57,67% ± 2,15 dan lempung pada hutan mangrove buatan dengan rata-rata persentase 52,29% ± 6,32. Rata-rata simpanan karbon dan nitrogen pada sedimen hutan mangrove alami lebih tinggi dari pada hutan mangrove buatan. Total stok karbon pada hutan alami adalah 477,82 MgC ha-1 ± 60,55 sedangkan pada hutan mangrove buatan adalah 363,54 MgC ha-1 ± 34,95 dan total stok nitrogen pada hutan alami adalah 38,91 MgN ha-1 ± 21,05 sedangkan pada hutan mangrove buatan adalah 11,75 MgN ha-1 ± 1,51. Hal ini diduga karena hutan mangrove alami memiliki pohon yang lebih tua dan padat sehingga menyimpan karbon dan nitrogen lebih banyak. Semakin dalam sedimen, total stok karbon dan nitrogen juga semakin besar. Hal ini diduga pada lapisan permukaan total stok karbon dan nitrogen lebih rendah disebabkan oleh kondisi substrat yang dipengaruhi kondisi lingkungan, seperti adanya gelombang yang dapat mempengaruhi proses akumulasi sedimen dipermukaan. Sebaliknya peningkatan stok karbon dan nitrogen pada kedalaman dapat disebabkan oleh serasah yang membusuk dan terdekomposisi dan akan terurai. Selain itu juga dipengaruhi oleh kepadatan akar yang akan melepaskan senyawa organik. Berdasarkan hasil rata-rata rasio C / N hutan mangrove alami kurang dari 20 (18,37 ± 14,99), hal ini diduga sumber karbon dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Berbeda dengan hutan mangrove alami, hasil rata-rata rasio C / N hutan mangrove buatan lebih dari 20 (31,32 ± 4,31), hal ini diduga sumber karbon berasal dari mangrove itu sendiri
Desain balok beton menggunakan penulangan lembaran continue fiber reinforced polymer (FRP)
Peningkatan Kemampuan Menghafal Al-Qur’an Melalui Metode Wafa (Studi Kasus SDIT Nurul Fikri Banjarmasin)
Terlahirnya metode Wafa dikarenakan ingin mewujudkan pembelajaran Al-Qur’an yang komprehensif dan menyenangkan. Model pembelajaran menggunakan sistem Quantum Teaching melalui TANDUR yang merupakan akronim dari Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan. Sehingga mempelajari Al-Qur’an menjadi mudah dan menyenangkan termasuk menghafalkannya. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah bagaimana cara guru menerapkan metode Wafa untuk meningkatkan hafalan Al-Qur’an di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin dan faktor apa saja yang mendukung dan menghambatnya. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan cara guru menerapkan metode Wafa untuk meningkatkan hafalan Al-Qur’an di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin dan mengetahui faktor apa saja yang mendukung dan menghambatnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah peneliti lapangan (field research) dengan pendekatan studi kasus. Adapun subjek penelitian ini adalah 10 orang guru Al-Qur’an dan 10 orang siswa SDIT Nurul Fikri Banjarmasin. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data di lapangan yakni observasi, wawancara, dokumentasi dan tes lisan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Wafa dapat meningkatkan hafalan Al-Qur’an di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin. Adapun faktor yang mendukung antara lain, media pembelajaran yang menunjang, dukungan penuh dari sekolah dan evaluasi bukan hanya dari peserta didik tetapi juga dilakukan oleh kelompok guru Al-Qur’an. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain, peserta didik yang belum bisa membaca Al-Qur’an dan memiliki kesulitan dalam menghafal Al-Qur’an, kemampuan guru Al-Qur’an dan wali kelas dalam menghafal Al-Qur’an yang belum konsisten dan tidak selarasnya tujuan di sekolah dan di rumah
Implementasi Metode Wafa dalam Meningkatkan Hafalan Alquran Di Sdit Nurul Fikri Banjarmasin
Terlahirnya metode Wafa dikarenakan ingin mewujudkan pembelajaran Alquran yang komprehensif dan menyenangkan. Model pembelajaran menggunakan sistem Quantum Teaching melalui TANDUR yang merupakan akronim dari Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan. Sehingga mempelajari Alquran menjadi mudah dan menyenangkan termasuk menghafalkannya. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah bagaimana cara guru menerapkan metode Wafa untuk meningkatkan hafalan Alquran di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin dan faktor apa saja yang mendukung dan menghambatnya. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan cara guru menerapkan metode Wafa untuk meningkatkan hafalan Alquran di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin dan mengetahui faktor apa saja yang mendukung dan menghambatnya.
Jenis penelitian yang digunakan adalah peneliti lapangan (field research).
Adapun subjek penelitian ini adalah 10 orang guru Alquran dan 10 orang siswa SDIT Nurul Fikri Banjarmasin. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dilapangan yakni observasi, wawancara, dokumentasi dan tes lisan. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa metode Wafa dapat meningkatkan hafalan Alquran di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin.
Adapun faktor yang mendukung antara lain, media pembelajaran yang menunjang, dukungan penuh dari sekolah dan evaluasi bukan hanya dari peserta didik tetapi juga dilakukan oleh kelompok guru Alquran.Sedangkan faktor penghambatnya antara lain, peserta didik yang belum bisa membaca Alquran dan memiliki kesulitan dalam menghafal Alquran, kemampuan guru Alquran dan wali kelas dalam menghafal Alquran yang belum konsisten dan tidak selarasnya tujuan di sekolah dan di rumah
AN EXAMINATION ON THE RESULTS OF THE ECONOMIC RIGHTS ON THE LITERARY AND ARTISTIC WORK OF THE AUTHOR AFTER DEATH
Bir edebiyat ve sanat eserini meydana getirenkişiye, hukuk düzenince o eser üzerinde malî ve manevî nitelikte haklar tanınmıştır. Eser sahibi tekelindebu hakları hayatta olduğu sürece dilediği gibi kullanabilir ve herkese karşı ileri sürebilir. Eser sahibininmanevî hakları devir ve intikale elverişli olmadığıhalde, malî hakların hem devri ve lisanslanmasımümkündür. Bu haklar aynı zamanda eser sahibininölümünden sonra mirasçılarına da intikal eder. Eserüzerindeki malî haklar, sahibinin ölümünden sonra 70yıl korunur ve bu süre boyunca mirasçılar bu haklardan eser sahibi gibi istifade edebilirler.Bir kimse öldüğü zaman, ona ait her türlütaşınır ve taşınmaz mallar ile sair ekonomik haklarTürk Medeni Kanun hükümlerine göre mirasçılaraintikal eder. Ancak fikri mülkiyet haklarının diğermalvarlığı haklarına göre farklı özellikler taşır. Bunedenle, kanunlarda sözkonusu hakların mirasçılaraintikali ve mirasçılarca kullanımıyla ilgili bazı özeldüzenlemelere yer verilmiştir. Bu makalede, TürkHukukuna göre bir edebiyat ve sanat eserini meydana getiren kişinin ölümü halinde, o eser üzerindekimalî hakların mirasçılara intikaline özgü boyutlarüzerinde durulmaktadır.The person who created a literary and artistic work has granted economic and moral rights on that work by law order. These rights are under the monopoly of the author and, as long as he/she is alive, can use them as he/she wish and claim them against everyone. Although the moral rights of the author are not suitable for transfer and deployment, economic rights are possible to transfer and license another person. These rights are also transferred to the heirs after the death of the author. On the other hand, economic rights on the work are protected for 70 years after the death of the author and during this period, his/her heirs can benefit from such rights as the owner of the work. When a person dies, any movable and immovable property and other economic rights belonging to him are transferred to the heirs according to the provisions of the Turkish Civil Code. If it is compared it can be seen that intellectual property rights have different characteristics than others. Therefore, the law includes some special regulations regarding the transfer and use of these rights to the heirs of author. This article focuses on the dimensions specific to the transfer of economic rights to the heirs in the event of the death of the person who created a literary and artistic work under Turkish La
IMPLEMENTASI METODE WAFA DALAM PEMBELAJARAN ALQURAN SISWA KELAS VI DI SDIT NURUL FIKRI BANJARMASIN
Lahirnya metode wafa dikarenakan ingin mewujudkan pembelajaran
Alquran yang komprehensif dan menyenangkan. Metode wafa merupakan metode
yang membangun sikap dan mengasah keterampilan bagi para guru, tentang
bagaimana mengajarkan Alquran dengan mudah, menyenangkan, dan menyentuh
hati. Selain itu, metode wafa membekali para guru Alquran untuk membangun
sikap positif dan disiplin pada siswa. Metode wafa sangat menekankan pada
pembelajaran yang berlatar belakangkan menggunakan otak kanan.
Model pembelajaran menggunakan sistem Quantum Teaching melalui
TANDUR yang merupakan akronim dari Tumbuhkan, Alami, Namai,
Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan. Sehingga mempelajari Alquran menjadi
mudah dan menyenangkan. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah
bagaimana cara guru menerapkan metode wafa untuk meningkatkan kemampuan
belajar Alquran di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin dan faktor apa saja yang
mendukung dan menghambatnya.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif (field
research). Adapun subjek penelitian ini adalah 8 orang guru Alquran dan 10 orang
siswa SDIT Nurul Fikri Banjarmasin. Teknik yang digunakan dalam
pengumpulan data dilapangan yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan penyajian data,
analisis data, kesimpulan dan saran. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa
metode wafa dapat meningkatkan kemampuan belajar Alquran siswa kelas VI di
SDIT Nurul Fikri Banjarmasin.
Adapun faktor yang mendukung antara lain, media pembelajaran yang
menunjang, dukungan penuh dari sekolah dan evaluasi bukan hanya dari peserta
didik tetapi juga dilakukan oleh kelompok guru Alquran. Sedangkan faktor
penghambatnya antara lain, peserta didik yang belum bisa membaca Alquran dan
yang masih memiliki kesulitan dalam membaca Alquran dan juga tidak selarasnya
tujuan di sekolah dan di rumah
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MENGENAL WARNA MELALUI INDIKATOR ALAMI ASAM BASA PADA ANAK PAUD
Abstrak: Salah satu aktivitas belajar yang biasa dilakukan guru dalam melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar di PAUD adalah mewarnai. Kemampuan mengenal warna merupakan bagian dari kemampuan kognitif, dimana kemampuan mengenal warna tersebut hal yang sangat penting bagi perkembangan otak anak. Guru dapat memanfaatkan indikator alami asam basa yang diperoleh pada ekstrak tanaman. Ekstrak tanaman ini akan menghasilkan warna dan akan berubah warna saat ditambahkan senyawa asam basa. Proses pengenalan warna secara eksperimen sederhana akan menarik perhatian anak. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan konsep webinar. Subjek penelitian ini adalah guru PAUD yang mayoritas dari Jawa Timur dengan jumlah 39 Peserta. Instrumen yang digunakan berupa angket respon yang berjumlah 10 pernyataan dan menggunakan skala likert dengan poin 1-4. Penelitian ini dilakukan secara online dan terdapat pengisian angket respon terkait metode ini oleh guru. Hasil angket penelitian yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan mengenal warna melalui indikator alami asam basa pada anak usia dini memberikan hasil respon positif. Persentase minat guru sebesar 47% sangat setuju dan 48% setuju, sedangkan persentase minat anak sebesar 59% sangat setuju dan 37% setuju terhadap metode pengenalan warna dengan indikator alami asam basa.Abstract: One of the learning activities commonly done by teachers in carrying out teaching and learning activities in Early Childhood Education is to describe. The ability to recognize colors is part of cognitive abilities, while the ability to recognize colors is very important for the development of a child's brain. The teacher can obtain acid-base indicators obtained from plant extracts. This plant extract will produce color and will change color when acid base is added. Color recognition process. This will attract the attention of children. This type of research is quantitative descriptive, using the concept of a webinar. The subjects of this study were Early Childhood Education teachers from East Java with a total of 39 participants. The instrument used consisted of a questionnaire of responses collected 10 using and using a Likert scale with points 1-4. The study was conducted online and the teacher provided questionnaires regarding this method. Questionnaire research conducted to develop color knowledge through natural acid-base indicators in early childhood gives positive results. The percentage of teacher interest by 47% strongly agrees and 48% agrees, while the percentage of children's interest of 59% strongly agrees and 37% agrees to the method of color strengthening with natural acid-base indicators
- …
