54,891 research outputs found
Rakyat Pahang Sambut Kepulangan Al-Sultan Abdullah
Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah dan Raja Permaisuri Agong Tunku Azizah Aminah Maimunah Iskandariah diarak dengan diiringi dua ekor gajah bernama 'Alam' (kiri) dan 'Sanum' (kanan) kira-kira 500 Meter melalui Jalan Teluk Sisek ke Dewan Jubli Perak Sultan Haji Ahmad Shah, Kuantan
Guru Berkarakter di Era Milenial (Perspektif Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddah)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara konseptual guru yang berkarakter secara Islami di era millenial. Jenis dalam penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library research). Penelitian ini menggunakan data primer adalah buku karya Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad yaitu Adab Suluk al-Murid. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan berparadigma diskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengemukakan bahwa karakter guru perspektif Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad yaitu niat yang tulus, taubatan yang sesunggunya, menjaga dari perbuatan maksiat, beribadah meluangkan waktu kepada Allah, dzikir dan tafakur setiap saat, jauhi sifat malas, kesabaran dalam segala hal, bersedekah, dan berlaku sosial kepada manusia dan jangan dengki kepada makhluk Allah. Artikel ini menyimpulkan bahwa beberapa temuan dalam kajian kitab sebagai pandangan Al-Habib Abdullah adalah dapat diimplementasikan pada era millennial saat ini. Implikasinya bahwa perspektif Al-Habib Abdullah memberikan gambaran bahwa dunia pendidikan saat ini sangat membutuhkan karakter guru yang demikian, sehingga dalam proses pendidikan akan berdampak manfaat bagi anak didik. Penelitian ini juga dapat memberikan khazanah keilmuan bagi dunia pendidikan dan guru khususnya, juga bagi peneliti lain yang akan menggali lebih lanjut mengenai perspektif Al-Habib Abdullah dalam bidang lain
UMP kini Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Kuantan: Seiring seusia 21 tahun kewujudan Universiti Malaysia Pahang (UMP) menelusuri kegemilangan universiti itu kini dijenamakan sebagai Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA)
UMP now known as Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
KUANTAN, July 30 — After 21 years of its inception, Universiti Malaysia Pahang (UMP) is now rebranded as Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA), said its vice-chancellor Professor Datuk Dr Yuserrie Zainuddin
UMP dijenamakan Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
KUANTAN, 30 Julai (Bernama) — Universiti Malaysia Pahang (UMP) kini dijenamakan sebagai Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA)
UMP now known as Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
He said the Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Riayatuddin Al-Mustafa Billah Shah had consented to the use of the UMPSA logo and name according to the Federal Government gazette which came into effect on April 14
Abdullah Bin Abbas Dan Perannya Dalam Penafsiran Al-Qur’an: Studi Tafsir Abdullah bin Abbas dalam Nuskhah Ali Bin Abi Tholhah
Artikel ini mendiskusikan tentang Abdullah bin Abbas dan peranannya dalam penafsiran al-Qur‟an. Penulis juga membahas ciri-ciri penafsiran Abdullah bin Abbas yang diriwayatkan dalam nuskhah Ali bin Abi Tholhah. Artikel ini menjelaskan riwayat hidup Abdullah bin Abbas, dan konsistensinya dalam menghimpun hadits dan Ilmu-ilmu al-Qur‟an, sehingga ia dijuluki sebagai Turjuman al-Qur‟an. Penulis juga memberikan penjelasan tentang pentingnya nuskhah Ali bin Abi Tholhah, sebagai salah satu teks terbaik yang menghimpun tafsir Abdullah bin Abbas. Secara umum tafsir Abdullah bin Abbas mencakup sebagian ayat dari 106 surat dalam al-Qur‟an, dan ada 8 surat yang tidak ditafsirkan oleh Ibnu Abbas. Hal ini diyakini karena ayat-ayat tersebut sudah bisa dipahami oleh Umat Islam pada masa itu. Tafsir Ibnu Abbas secara umum menggunakan tiga metode utama: tafsir al-Qur‟an dengan al-Qur‟an, tafsir al-Qur‟an dengan as-Sunnah, dan tafsir al-Qur‟an dengan lisan Bangsa Arab. Tafsir Ibnu Abbas juga mencakup berbagai cabang ilmu al-Qur‟an, seperti Makki-Madani, Nasikh-Mansukh, Asbab Nuzul, Hukum-hukum Fiqih, Penjelasan kisah-kisah al-Qur‟an, dan penjelasan perumpamaan-perumpamaa
Ghayat al-amani and the life and times of al-Hadi Yahya b. al-Husayn: an introduction, newly edited text and translation with detailed annotation
The thesis is anchored upon a text extracted from an important 11th / 17th century Yemeni historical work. This text deals primarily with al-Hādī ilā 'I-Haqq, the founder of the Zaydī Imamate in the Yemen that lasted well over a thousand years. AI-Hādīs imamate, of considerable significance in itself, also coincides with one of the most turbulent periods of early Yemeni mediaeval history. The- edited Arabic text, with its accompanying apparatus criticus. Is to be found at the opposite end of this volume. The Introduction considers various aspects of Imam al-Hadī’s life, religious ideas and aspirations and matters directly connected with the edited text and the work of which it forms a part. Among the most important subjects discussed are the MSS used in the production of the edited text, the problem concerning the authorship of Ghāyat al-amānī and the relationship of the latter work to Anbā' al-zaman. A short biography of al-Hādī is provided, together with a treatment of the historical background to ai-Hādīs imamate. The introduction also describes the editorial method followed with regard to the text, and certain key personal names and toponyms are dealt with there. The method employed by the author of the Ghāyat is to record the events of any one year by Itself. I have translated one year at a time and then followed it by the annotations appertaining to it. It is hoped that by means of these annotations. (some of which through necessity are quite detailed ), the text will be better understood. The numerous personages, tribal names and toponyms are considered, as well as problems concerning points of chronology and various matters of historical and religious significance. Specific comment is made upon certain interesting terms or any unusual or striking vocabulary. The thesis concludes with maps, genealogical tables and a comprehensive bibliography
Signifikansi Pemikiran Sayyid Abdullah Bin Alwi Al-Haddad Dalam Kitab Risalah Al-Muawanah Tentang Pendidikan Akhlak
Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad is a famous figure of Sufism. One of the books is the Minutes of Al-Mu'awanah, this study aims to find out how moral education according to Sayyid Abdullah Bin Alwi Al-Haddad in the Book of Al-Mu'awanah. The questions to be answered through this research are: (1) How is moral education according to Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad in the Book of Minutes of Al-Mu'awanah (2) What are the implications of the moral education of the Book of Al-Muawanah treatise according to Sayyid Abdullah bin Alwi Al- Haddad in everyday life. The research method used is library research. The data obtained is sourced from the literature. The primary data source is the Al-Mu'awanah Risalah, the secondary source is the translation and the other sources are the books and other books that are relevant and relevant to the research. The technical data analysis (content analysis) uses the Deductive method, the Inductive method. The findings of this study, show that the values of moral education contained in the book of the Book of Al-Mu'awanah by Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad is very relevant to education now, and is needed to change students who are currently still madhmumah. ), be a person of morality (good). The model of moral education in the Book of Al-Mu'awanah is arguably very practical and still holds fast to the Qur'an and the Hadith. The thoughts of Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad about the moral education contained in the Book of Al-Mu'awanah can be grouped into three large-scale writers. First: Morals to Allah SWT. Second: Moral towards yourself. Third: Moral towards the environmen
AKNC 2024 Hospital Al-Sultan Abdullah: penyampaian perkhidmatan
Pengisytiharan Matlamat Pembangunan Mampan (SDG) oleh Perhimpunan Agung Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) dalam penetapan untuk mencapai Liputan Kesihatan Sejagat (Universal Health Coverage-UHC) disambut baik oleh barisan kepimpinan tertinggi Hospital Al-Sultan Abdullah UiTM (HASA) bagi memastikan penyampaian perkhidmatan Hospital kepada pelanggannya dioptimumkan dengan sebaik mungkin. Kepimpinan HASA mengambil langkah menerapkan kaedah Transformational Leadership Model dalam memainkan peranan untuk menggalakkan, memberi inspirasi dan memotivasikan pekerja untuk melakukan dengan cara yang mencipta perubahan yang bermakna. Hasilnya ialah tenaga kerja yang terlibat yang diberi kuasa untuk berinovasi dan membantu membentuk kejayaan masa depan organisasi yang signifikan mengikut matlamat SDG dalam pemerkasaan objektif strategik Hospital
- …
