1,721,818 research outputs found
The Misplaced Emphasis on the Intangible Dimension of Cultural Heritage in the Al Mahdi Case at the ICC
The proceedings against Al Mahdi constitute a landmark precedent in the prosecution of crimes against cultural heritage, inside and outside the International Criminal Court. This article examines the Prosecution’s overarching strategy at the confirmation of charges stage, where emphasis was placed on the consequences that the destruction of the shrines in Timbuktu had for the local population. It is suggested that this anthropocentric line of reasoning was historically inaccurate and strategically short-sighted. Using the example of the destruction of the Buddhas of Bamiyan, the article explains how, in the long run, this anthropocentric approach can restrict the capacity to prosecute crimes committed against cultural heritage per se, and undermine the conceptual foundation for the special protection given to cultural property
Konsep Al-Mahdi Dalam Teologi Syi’ah Dan Sunni
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep Al-Mahdi di kalangan Syiah dan Sunni, latar belakang munculnya konsep Al-Mahdi di kalangan Syiah dan Sunni, dan implikasi konsep Al-Mahdi terhadap perilaku keagamaan di kalangan Syiah dan Sunni.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang Library Researh (Studi Kepustakaan) yaitu meneliti tentang konsep Al-Mahdi dalam Teologi Syiah dan Sunni. Adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua bagian yaitu sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer adalah buku-buku tentang Al-Mahdi yang ditulis dan beredar di kalangan Syiah dan Sunni serta buku tentang Syiah dan Sunni yang ditulis oleh para pakar.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Paham Al-Mahdi dalam pandangan Syiah merupakan doktrin yang mengajarkan tentang adanya Imam sebagai juru selamat yang akan menyelamatkan umat manusia dari segala penindasan dan Imam tersebut berasal dari keturunan Ali ra. dan Fatimah ra. Sementara itu paham Mahdiisme di kalangan Sunni dipahami sebagai simbolis akan adanya para pembaharu yang akan datang untuk memperbaiki umat manusia dan ia bisa berasal dari keturunan mana saja, baik Ali ra. maupun yang lainnya, (2) Latar belakang munculnya paham Mahdiisme di kalangan Syiah, didominasi adanya faktor kekalahan politik pada masa lalu. Sementara itu, di kalangan Sunni paham Mahdiisme muncul sebagai tandingan terhadap paham Mahdiisme Syiah, dan (3) Implikasi paham Mahdiisme di kalangan Syiah adalah munculnya gerakan politik, sosial dan keagamaan pengikutnya. Sementara itu di kalangan Sunni, paham Mahdiisme memberikan harapan, akan tetap adanya manusia – baik sendiri atau bersama-sama – untuk memperbaiki umat manusia
Al-Mahdi al-Haqq, amīr al-mu'minīn
Miles George Carpenter. Al-Mahdi al-Haqq, amīr al-mu'minīn. In: Revue numismatique, 6e série - Tome 7, année 1965 pp. 329-341
ORIENTASI TEOLOGIS PEMAHAMAN HADIS TENTANG AL-MAHDI DALAM SYARAH SUNAN ABI DAWUD
Hadis merupakan salah satu sumber terpenting dalam
menetapkan dasar-dasar teologi Islam. Konsep Al- Mahdi adalah salah satu konsep yang hanya digambarkan oleh hadis Rasulullah. Persoalan kemunculan Al-Mahdi merupakan satu persoalan yang tak pernah selesai dibahas dan diteliti. Untuk itu penulis akan membahas persoalan konsep Al-Mahdi dalam 6 kitab Syarah Sunan Abi Dawud. Tujuan penelitian untuk menganalisa dan memahami makna Al-Mahdi menurut hadis, menganalisa hadis-hadis Al-Mahdi dalam Sunan Abi Dawud dan menganalisa aspek pemahaman Al-Mahdi dalam
6 kitab Syarah Sunan Abi Dawud. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan hadis dan pemikiran Islam. Teknik pengumpulan data melalui library research dengan buku primer adalah kitab Sunan Abu Dawud dan syarahnya serta ditambah sumber sekunder dalam bentuk buku, makalah, artikel dan tulisan yang berkaitan dengan topik penelitian. Temuan dari penelitian ini adalah Al-Mahdi menurut hadis dapat didefinisikan kepada pengertian bahasa, yaitu sosok yang terbimbing kepada jalan yang benar. Dia juga didefinisikan sebagai sosok tertentu dari keturunan Rasulullah yang akan muncul di akhir zaman sebagai pemimpin yang akan menegakan keadilan. Figur Al�Mahdi berdasarkan pandangan 6 kitab Syarah Sunan Abi Dawud
digambarkan sebagai pemimpin yang dijanjikan yang berakhlak mulia dari keturunan Rasulullah. Al-Mahdi adalah sosok yang berbeda dengan Isa bin Maryam yang akan turun di akhir zaman. Dia juga bukan seperti dugaan Syiah yang mengklaim bahwa Al-Mahdi telah lama dilahirkan dan mengalami masa kegaiban lalu akan keluar dari dalam terowongan di akhir zaman. Kitab Al-Mahdi yang didapatkan dalam Sunan Abi Dawud menggambarkan bahwa pandangan beliau terhadap konsep Al�Mahdi adalah sebagaimana Al-Mahdi yang diyakini oleh golongan Sunni
Report on Sadiq al-Mahdi
في هذا التقرير، تقدم إيمان رافع عرضًا عن الصادق المهدي وتصريحاته الأخيرة حول إيجاد المعارضة لحل سلمي مع النظام السوداني.In this report, Iman Rafi presents detailed information about Sadiq al-Mahdi and his recent statements regarding the Sudanese opposition's stance on finding a peaceful settlement with the Sudanese regime
Interview with Mubarak Al Mahdi
في هذه المقابلة، يتحدث مبارك المهدي، رئيس القطاع السياسي في حزب الأمة، عن موقف حزب الأمة من المذكرة المصرية الليبية. أجرت المقابلة إيمان رافع.In this interview, Mubarak Al-Mahdi, head of the political sector in the Umma Party, talks about the Umma Party's position on the Egyptian-Libyan memorandum. The interview was conducted by Iman Rafi
Kebijakan Khalifah Abu Abdullah Muhammad Al-Mahdi pada Masa Dinasti Abbasiyah (775-785 M)
Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa: 1). Abu Abdullah Muhammad al-Mahdi bin Al-Mansur merupakan Khalifah ketiga dari Dinasti Abbasiyah. Ia dilahirkan di Hamimah pada tahun 126 H, tetapi ada pendapat lain yang mengatakan bahwa dia lahir pada tahun 129 H. 2). Sistem pemerintahan yang digunakan khalifah al-Mahdi adalah Khalifatullah fil Ardh (khalifah Allah di muka bumi). Segala urusan pemerintahan dan nasehat diserahkan kepada menterimenterinya. Khalifah al-Mahdi juga melakukan perluasan wilayah di Byzantium dan India. Kas dari Baitul Mal dimanfaatkan oleh khalifah al-Mahdi untuk membangun fasilitas negara dan memberikan santunan sosial kepada rakyatnya yang kesusahan. 3). Khalifah al-Mahdi berusaha mengembalikan kasih sayang rakyatnya dengan cara membebaskan para tahanan yang tidak bersalah, memberikan fasilitas-fasilitas yang bermanfaat, memberikan bantuan kepada masyarakatnya yang mengalami kesusahan, serta mengembalikan harta rampasan yang dilakukan pada masa khalifah al-Mansur. Selain itu khalifah al-Mahdi juga memberantas para kaum zindiq yang tidak percaya terhadap Tuhan
Individual Criminal Responsibility for the Destruction of Religious and Historic Buildings: The Al Mahdi Case
Ahmad Al Faqi Al Mahdi, also known as Abon Tourab, was a member of the radical Islamic group Ansar Eddine, serving as one of four commanders during its brutal occupation of Timbuktu in 2012. The International Criminal Court (ICC) indicted Al Mahdi on several charges of war crimes, for intentional attacks against ten religious and historic buildings and monuments. All the buildings which Al Mahdi was charged with attacking had been under UNESCO protection, and most had been listed as world heritage sites. The case against Al Mahdi at the ICC unfolded relatively quickly and efficiently, from the official Malian referral of the case to the ICC until the end of the trial when the defendant, who had pled guilty, was sentenced. Al Mahdi\u27s initial arrest caught many by surprise. While he was detained in a prison in Niger, ICC authorities issued a sealed warrant for his arrest, sent representatives to meet with Niger government officials, and transferred him to the ICC detention facility at The Hague. In addition, Al Mahdi\u27s arrest and prosecution at the ICC have sparked controversy because of the court\u27s decision to pursue a little-known defendant for a relatively insignificant crime. Others, however, have applauded the ICC\u27s prosecution of Al Mahdi as a victory for the institution and a ground-breaking legal precedent. This article analyzes the Al Mahdi case and argues that his conviction will not only constitute an important precedent for the ICC, but also contribute toward the tribunal\u27s overall legitimacy
Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Volum Penjualan Produk Makanan Khas Riau Bolu Cermai Al-Mahdi
Marketing mix has an impact on increasing product sales volume. The marketing mix provides strategies and efforts for marketing activities so as to obtain maximum results. Increasing sales volume through marketing activities cannot be separated from the provisions of Products, Prices, Places, Promotions so as to increase sales results. This study aims to determine the effect of the marketing mix on the sales volume of Riau's specialty food products Bolu Cermai Al-Mahdi. The method used is quantitative using a descriptive survey, which is a type of research that describes the variables studied, this study determines 50 respondents and 2 informants. Data collection techniques Observation, questionnaires, interviews, and documentation with descriptive data analysis through a quantitative approach. From the results of the study it is known that the marketing mix has not affected sales volume, this is because the product, price, place, promotional activities have not been carried out in accordance with market demand so that the sales results are not appropriate. . not in accordance with the revenue target. This study concludes that based on the results of statistical tests, it can be concluded that the marketing mix on the Sales Volume of Riau Special Food Products Bolu Cermai Al-Mahdi with fairly good results because the marketing mix affects sales volume so as to increase sales results Bolu Cermai Al-Mahdi. The author suggests that marketing activities for Bolu Cermai Al-Mahdi be applied to sales locations that can be reached by the community, carry out promotional activities, and improve taste
PEMASARAN MAKANAN KHAS RIAU MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDI PADA USAHA BOLU KEMOJO AL MAHDI DI PEKANBARU)
Penelitian ini berjudul: PEMASARAN MAKANAN KHAS RIAU
MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDI PADA USAHA
BOLU KEMOJO AL MAHDI DI PEKANBARU).
Penelitian ini dilakukan pada CV. Al-Mahdi Pekanbaru yang beralamat di Jl.
Rajawali No. 72D (Jl. Bangau Ujung) Kelurahan Kampung Melayu Sukajadi
Pekanbaru. Permasalah dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi pemasaran
bolu kemojo Al-Mahdi di Kota Pekanbaru, apa saja faktor pendukung dan
penghambat pemasaran bolu kemojo Al-Mahdi di Kota Pekanbaru, dan
bagaimana perspektif ekonomi Islam terhadap pemasaran bolu kemojo Al-Mahdi
di Kota Pekanbaru.
Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi pemasaran bolu
kemojo Al-Mahdi di Kota Pekanbaru, faktor pendukung dan penghambat
pemasaran bolu kemojo Al-Mahdi di Kota Pekanbaru, dan perspektif ekonomi
Islam terhadap pemasaran bolu kemojo Al-Mahdi di Kota Pekanbaru.
Subjek dalam penelitian ini adalah pengusaha bolu kemojo Al Mahdi
Pekanbaru. Sedangkan yang menjadi objek penelitian ini adalah pemasaran bolu
kemojo Al-Mahdi di Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah pimpinan
dan karyawan CV. Al Mahdi Pekanbaru yang berjumlah 20 orang. Sedangkan
sebagai sampelnya penulis mengambil sebanyak 6 orang dari karyawan CV. Al
Mahdi Pekanbaru dengan menggunakan metode purposive sampling
(pengambilan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan subjek peneliti).
Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi
pemasaran bolu kemojo Al Mahdi dinilai cukup baik, yaitu mempertimbangkan
kualitas produk, kelayakan harga dan tempat serta promosi yang terkendali seperti
di conter, swalayan-swalayan yang ada di Kota Pekanbaru dan di beberapa
pameran maupun bazar. Faktor pendukung usaha bolu kemojo Al Mahdi di Kota
Pekanbaru yaitu: bolu kemojo telah dijadikan sebagai simbol makanan khas
daerah Riau, adanya dukungan pemerintah daerah, dan bolu kemojo Al Mahdi
dapat dijadikan sebagai oleh-oleh khas daerah. Sedangkan yang menjadi faktor
penghambatnya adalah ketidak stabilan harga bahan baku dan kemasan yang
belum menarik. Kegiatan usaha makanan khas Riau yang dilaksanakan oleh CV.
Al Mahdi telah sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran ekonomi Islam
- …
