1,720,957 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    LKP : Penerapan PLC Siemens pada Area Industri Rokok Tresno PT. Bentoel Group

    Full text link
    Dalam perkembangan teknologi yang mulai merambah pada sektor industri saat ini, dimulai dari era revolusi industri atau yang dikenal dengan industri 1.0 pada tahun 1784 hingga industri 4.0 pada tahun 2012. Banyak perindustrian yang sebelumnya menggunakan mesin-mesin yang masih bersifat konvensional dan masih memakai tenaga manusia untuk membantu menghitung ataupun mengatur mesin tersebut diahlikan menuju pada mesin-mesin yang bersifat otomasi dan mulai memakai sensor-sensor untuk membantu mesin menghitung dan mengatur. Salah satu penerapan PT. YEIKUMA yakni menggunakan PLC Siemens untuk area Industri rokok Tresno PT. Bentoel Group. PLC Siemens dipilih karena memiliki beberapa fitur yang mendukung Industri dengan perangkat panel dan mesin yang kompleks. Mulai dari perangkat lunak (software) yang kompatibel dengan koneksi-koneksi Standard Internasional PLC serta perangkat yang praktis dan mudah untuk mengkonfigurasikannya. PLC Siemens sendiri memiliki beberapa aturan tersendiri dalam penyusunan sebuah program, mulai dari menyiapkan variabel-variabel pada Data Block, menyusun Function Block lalu kemudian membuat Main Program. Salah satu program yang dijalankan di area Industri rokok Tresno PT. Bentoel Group yakni menjalankan program motor yang dimasukkan pada sebuah Function Block tersendiri. Dengan menerapkan program Sekuensial, program ini dapat menetralisir resiko error yang berkepanjangan (Long Error Time) dan mudah untuk melakukan troubleshooting ketika salah satu mesin motor error, serta menghemat daya dan cost tinggi pada tiap mesin

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    TA : Rancang Bangun Mobile Robot Vision Pengantar Makanan pada Sebuah Restoran

    Full text link
    Di kafe klasik, restoran dan hotel, pelanggan menghadapi banyak masalah karena banyaknya pekerjaan pelayan pada pelanggan, tidak tersedianya pelayan dan pemesanan makanan masih secara manual. Kekurangan ini dapat ditangani dengan menggunakan sebuah sistem otomatisasi restoran seperti mengganti pelayan dengan menggunakan Mobile Robot. Pada riset sebelumnya Mobile Robot yang digunakan atau yang diteliti rata-rata masih menggunakan sensor Photodioda untuk membaca garis yang dibuat sebagai rute. Oleh karena itu, pada Tugas Akhir ini telah mengembangkan pembacaan garis rute menggunakan kamera Webcam sebagai komponen utama dalam pengolahan citra serta menggunakan logika maze mapping untuk penyelesaian masalah dalam menentukan rute dalam setiap destinasinya, sehingga pengembangan ini menciptakan istilah robot baru yaitu Mobile Robot Vision. Hasil pengujian yang didapatkan pada Tugas Akhir ini berupa robot dapat melaksanakan setiap tujuan melayani satu meja atau dua meja baik dengan beban atau tanpa beban, dengan waktu tempuh rata-rata dan kecepatan rata-rata dipengaruhi beban yang dibawa, semakin berat beban semakin lama waktu robot berjalan dan semakin berkurang kecepatan robot dan keberhasilan rata-rata didapatkan hingga 100%

    Perancangan environment dalam film animasi 3d “mana haramaung”

    Full text link
    Setiap produksi sebuah film animasi memerlukan adanya peranan environment. Environment merupakan salah satu hal penting yang tidak terpisahkan dalam film animasi. Seringkali, visualisasi background dan environment dari sebuah film animasi tersebut justru menjadi faktor kesuksesan film tersebut. Sayangnya masih banyak animator-animator yang masih menyepelekan peranan dari environment dalam film animasi. Oleh karena itu, penulis memilih topik mengenai perancangan desain environment dalam film animasi 3D yang berjudul Mana Haramaung. Dalam tulisan ini akan dijelaskan mengenai teknik-teknik yang digunakan untuk merancang desain environment. Dalam perancangan environment rumah terlantar, penulis membatasi bahasan hanya pada perancangan dan pemberian tekstur pada eksterior dan interior bangunan rumah serta lingkungan hutan. Film ini berceritakan mengenai seorang bocah suku pedalaman yang sedang bermain di sebuah rumah kosong yang kemudian merasa terganggu oleh kehadiran sepasang arkeolog yang sedang mencari sebuah artefak kuno. Penulis membuat tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana menciptakan perancangan desain environment dengan menarik. Film animasi ini juga memiliki unsur konten lokal sehingga dapat mengangkat kebudayaan Indonesia. Dengan adanya lingkungan desain environment yang menarik, diharapkan penonton akan dapat memahami pentingnya peranan environment yang baik dalam sebuah film animasi

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore