15 research outputs found
Implementasi Asistensi Pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi oleh Relawan Pajak
This study aims to analyze the implementation of the annual tax return (SPT) assistance program by tax volunteers at KPP Pratama Mataram Timur and its contribution to the literacy and compliance of individual taxpayers. This research employs a descriptive qualitative method, collecting data through observations, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that tax volunteers facilitated the SPT reporting process, particularly for first-time e-Filling users. The hands-on approach, conducted without visual educational aids, proved effective in enhancing taxpayer understanding. However, the program faced technical challenges such as unstable internet connections and limited service space. The implications highlight the need for strengthening infrastructure support, continuous volunteer training, and formal collaboration between DJP, KPP, and educational institutions to ensure the effectiveness and sustainability of the assistance program.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pelaksanaan asistensi pelaporan SPT Tahunan oleh relawan pajak di KPP Pratama Mataram Timur serta menilai kontribisnis yang adap peningkatan literasi dan kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP). Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kehadiran relawan pajak berperan signifikan dalam mempermudah proses pengisian serta pelaporan SPT, terutama bagi Wajib Pajak yang baru pertama kali melapor. Pendekatan langsung tanpa bantuan media visual terbukti mampu meningkatkan pemahaman para wajib pajak. Meskipun demikian, pelaksanaan program ini masih menemui kendala, seperti lambatnya koneksi internet dan keterikatan sarana pelayanan. Hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya penuatan infrastruktur pendukung, pelatihan yang berkelanjutan bagi relawan, serta kerjasama formal antara DJP, KPP, dan lembaga pendidikan guna memastikan efektivitas dan program keberlangsungan asistensi ke depan
Perancangan Kampanye Sosial Pencegahan Banjir Surabaya dalam Mendukung Program PUSDA Melalui Sosial Media
Floods are disasters caused by human actions. Household waste generated by the community is the main cause of flooding in 245 locations across Surabaya. Meanwhile, the low level of public understanding of flood prevention actions and low community participation in flood prevention efforts worsen environmental conditions and increase the risk of flooding. The government has fulfilled its role in preventing and handling floods through the construction of floodways, the provision of flood pumps, and the development of the Surabaya River Care Community. However, the government still needs to directly educate the general public about flood prevention activities. A social campaign is an appropriate method to educate the community. Combined with social media, an educational flood prevention campaign can reach the public directly and effectively.
This design project uses qualitative methods such as interviews and literature studies to gather data. Additionally, it incorporates a Likert scale questionnaire and fishbone analysis to generate the keyword “Smart Action of Flood Heroes” and to develop the campaign’s verbal, visual, and media concepts.
The social campaign titled “Let’s Fight the Flood” adopts an ethnic approach through language and the use of a superhero mascot that can serve as a role model. The “8N Actions” are community-based flood prevention activities, and the campaign's call to action encourages the public to engage in three out of the eight actions according to their abilities.
This social campaign is expected to improve the understanding of Surabaya residents about flood prevention measures and to encourage greater community participation in flood prevention activities in the city
PERANCANGAN DESAIN UI/UX APLIKASI SMART FARMING FARMASTER DI PT IMPACTBYTE TEKNOLOGI EDUKASI
Laporan ini merangkum pengalaman magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) di PT Impactbyte Teknologi Edukasi. Fokus proyek adalah desain antarmuka pengguna (UI/UX) untuk aplikasi Smart Farming bernama Farmaster, aplikasi berbasis teknologi yang dirancang untuk membantu petani mengoptimalkan kegiatan pertanian. PT Impactbyte sendiri bergerak di bidang teknologi edukasi, memberikan penekanan pada solusi yang relevan dengan kebutuhan industri pertanian. Misi dari proyek ini adalah membuat desain yang bisa menghadirkan solusi digital inovatif bagi petani, memungkinkan mereka mengelola kegiatan pertanian dengan lebih efisien. Fokus utama adalah memberikan pengalaman pengguna yang dapat bekerja secara efektif. MSIB dijalani melalui serangkaian kegiatan belajar mandiri, live sessions, dan mentoring, dengan penerapan prinsip-prinsip desain UI/UX pada proyek Smart Farming. Pencapaian hasil mencakup pengembangan wireframes, user flows, dan prototipe, serta pemahaman mendalam tentang aspekaspek penting dalam desain antarmuka. Proses MSIB ini memberikan wawasan mendalam tentang dunia desain UI/UX dan aplikasinya dalam konteks pertanian digital. Kombinasi pembelajaran mandiri, kolaborasi tim, dan penerapan teknologi edukasi menjadi fondasi kuat dalam mencapai tujuan proyek. Kesimpulan umum mencakup apresiasi terhadap nilai mandiri, kolaborasi, dan pemahaman mendalam terhadap
tuntutan industri kerja
PERAN AKTIF MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN DESA MANDIRI DAN BERDAYA DI DESA MENANGA KECAMATAN RENDANG, KARANGASEM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran aktif masyarakat dalam mewujudkan desa mandiri dan berdaya di Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan desa cukup tinggi, terutama dalam bidang ekonomi kreatif, kebersamaan sosial, serta pengelolaan sumber daya alam lokal. Faktor pendukung utama adalah kesadaran masyarakat akan pentingnya kemandirian dan peran pemerintah desa dalam memfasilitasi program pemberdayaan. Sementara itu, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan akses teknologi dan sumber daya finansial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran aktif masyarakat berpengaruh signifikan terhadap terwujudnya desa mandiri dan berdaya, terutama bila didukung oleh kebijakan dan kolaborasi yang berkelanjutan
PERENCANAAN PELATIHAN PADA PROGRAM PELATIHAN DASAR CPNS DI DIREKTORAT PEMBELAJARAN KARAKTER DAN SOSIAL KULTURAL LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan pelatihan di Direktorat Pembelajaran Karakter dan Sosial Kultural Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, metode ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang menyeluruh dan faktual mengenai suatu fenomena atau peristiwa. Penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, studi dokumentasi, serta wawancara dengan Direktur, Widyaiswara Ahli Muda, dan Analis Kebijakan Ahli Muda, dan Analis Kebijakan Ahli Pertama. Penelitian dilakukan untuk mengetahui dan mendapatkan data empiris dari aspek analisis kebutuhan pelatihan, penyusunan program pelatihan, dan SDM dalam pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Analisis kebutuhan pelatihan di Ditjar KSK LAN RI mengkaji pada tiga tingkatan: Organisasi, Tugas, dan Individu. Analisis organisasi dilakukan dengan mencocokkan visi dan misi organisasi dengan pelaksanaan Latsar. Analisis tugas menyesuaikan kebutuhan kompetensi dengan tuntutan jabatan, terutama melalui PKT-BT di instansi asal. Analisis individu dilakukan dengan wawancara dan kueisoner bersamaan dengan evaluasi tugas. 2) Penyusunan program pelatihan di Ditjar KSK meliputi menyusun tujuan pelatihan, menyusun dan menentukan metode pelatihan, menyusun kurikulum pelatihan, melakukan evaluasi, dan pemilihan sarana & prasarana. 3) Sumber daya manusia dalam pelatihan di Ditjar KSK LAN RI terdiri dari pengelola SDM, Widyaiswara/Coach, dan peserta. Untuk menjadi Widyaiswara/coach Latsar CPNS harus memenuhi syarat sertifikasi pada agenda tertentu. Penentuan peserta dalam pelatihan dirancang secara strategis agar tercipta kelas yang heterogen dengan peserta yang berasal dari berbagai instansi.
*****
This study aims to analyze the training planning at the Directorate of Character and Socio-Cultural Learning of the National Institute of Public Administration of the Republic of Indonesia. This approach uses a qualitative approach and a descriptive method; this method aims to provide a comprehensive and factual description of a phenomenon or event. This research collects data through observation, document study, and interviews with the Director, Junior Expert Widyaiswara, Junior Expert Policy Analyst, and First Expert Policy Analyst. The study was conducted to understand and obtain empirical data on the aspects of training needs analysis, training program design, and human resources in training. The results of the study show that: 1) Training needs analysis at the Directorate of Character and Socio-Cultural Learning (Ditjar KSK) of the National Institute of Public Administration (LAN RI) examines three levels: Organization, Task, and Individual. Organizational analysis is carried out by matching the organization's vision and mission with the implementation of Basic Training (Latsar). Task analysis adjusts competency needs with job demands, especially through PKT-BT in the originating agency. Individual analysis is conducted through interviews and questionnaires along with task evaluation. 2) The training program design at Ditjar KSK includes formulating training objectives, developing and determining training methods, designing the training curriculum, conducting evaluations, and selecting facilities and infrastructure. 3) Human resources in training at Ditjar KSK LAN RI consist of HR managers, Widyaiswara/Coaches, and participants. To become a Widyaiswara/coach of Latsar CPNS, one must meet certification requirements for certain agendas. The determination of participants in the training is strategically designed to create heterogeneous classes with participants from various institutions
دور المدرس في إتقان الكفاءة اللغة العربية لطلاب المعهد العصرى دار الحكمة روضة التربية الإسلامية ميدان
البحث الذي تم إجراؤه بعنوان "دور المدرس في إتقان اللغة العربية لطلاب المعهد العصرى دار الحكمة روضة التربية الإسلامية ميدان" خلفية البحث هي التحول في استخدام الطلاب للغة العربية في المدارس الداخلية الإسلامية حيث لا يمارس الطلاب اللغة العربية في الحياة اليومية إلا إذا أشرف عليهم المدرس، بحيث لا يتقن الكثير من الطلاب اللغة العربية عند تخرجهم من المدارس الداخلية الإسلامية. الغرض من البحث هو معرفة دور المدرس في تحسين مهارات اللغة العربية لدى الطلاب، ومعرفة العوامل التي تدعم وتعيق دور المدرس في تحسين مهارات اللغة العربية لدى الطلاب. وتستخدم منهجية البحث المنهج الكيفي، مع استخدام تقنيات جمع البيانات من خلال الملاحظة والمقابلات. موضوع هذا البحث هو المدرس في المعهد العصرى دار الحكمة روضة التربية الإسلامية ميدان. أظهرت النتائج أن دور المدرس في إتقان اللغة العربية لطلاب في اللغة العربية يتمثل في دور المدرس الذي يقوم بإعداد برامج اللغة العربية مثل تعالم المفردات والمحدثات والمحدِّثات والمحدِّثين والمدرس الذي يعوِّد الطلاب على استخدام اللغة العربية في الحياة اليومية، والقائد الذي يقود الطلاب ويشرف عليهم. وتتمثل العوامل الداعمة في الكفاءة التدريسية الجيدة للمدرس، وعقد دروس إضافية في اللغة العربية ومشاركة منظمة أوسبيدا سنطري في حين أن العوامل المثبطة هي الخلفية التعليمية للمدرس قبل دخوله المعهد، والبيئة غير الداعمة وعدم كفاية المرافق والبنية التحتية.
الكلمات الرئيسية: دور المدرس، إتقان،اللغة العربية
Abstracts: The research that has been done is entitled "The Role of Teacher in Improving the Arabic Language Skills of Santri at Modern Islamic Boarding School Darul Hikmah Islamic Education Park Medan" The background of the research is the shift in the use of Arabic by students in boarding schools where students only practice Arabic in their daily lives if supervised by teacher, so that many students do not master Arabic when they graduate from boarding schools. The purpose of the research is to find out how the role of the teacher in improving the Arabic language skills of the students and to find out what factors support and hinder the role of the teacher in improving the Arabic language skills of the students. The research methodology uses a qualitative approach, with data collection techniques through observation and interviews. The subjects of this research are teacher and students at the modern boarding school DarulHikmah Islamic Education Park Medan. The results showed that the role of teacher in improving the Arabic language skills of students is as a teacher who makes Arabic language programs for students, namely as a teacher who makes Arabic language programs such as Ta'limul Mufrodat, Muhadatsah, Muhadoroh, as an educator who accustoms students to using Arabic in everyday life and as a leader who leads and supervises students. The supporting factors are the good teaching competence of the ustadz, the holding of additional Arabic lessons and the participation of the OSPIDAH santriorganization, while the inhibiting factors are the educational background of the santri before entering the pesantren, an unsupportive environment and inadequate facilities and infrastructure
Keywords: The Role of Teacher, Improvement, Arabic Language
Abstrak: Penelitian yang telah dilakukan iniberjudul “Peran Guru dalam MeningkatkanKemampuan Berbahasa Arab Santri di PondokPesantren Modern Darul Hikmah Taman Pendidikan Islam Medan”. Latar belakang daripenelitian adalah pergeseran penggunaan bahasaarab oleh santri di pondok pesantren dimanapara santri hanya mempraktikkan bahasa arabdalam kehidupan sehari-hari jika diawasi olehguru, sehingga banyak santri yang tidakmenguasai bahasa arab ketika lulus dari pondokpesantren. Tujuan penelitian yaitu untukmengetahui bagaimana peran guru dalammeningkatkan kemampuan berbahasa arabsantri serta untuk mengetahui faktor apa sajayang mendukung dan menghambat peran ustadzdalam meningkatkan kemampuan berbahasaarab santri. Metodologi penelitian menggunakanpendekatan kualitatif, dengan teknikpengumpulan data melalui observasi danwawancara. Subjek penelitian ini adalah gurudan santri di Pondok Pesantren Modern DarulHikmah Taman Pendidikan Islam Medan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa peran ustadzdalam meningkatkan kemampuan berbahasaarab santri yaitu sebagai pengajar yang membuat program-program berbahasa arabsantri yaitu sebagai pengajar yang membuatprogram-program berbahasa arab sepertiTa’limul Mufrodat, Muhadatsah, Muhadoroh, sebagai pendidik yang membiasakan santriuntuk menggunakan bahasa arab dalamkehidupan sehari-hari dan sebagai pemimpinyang memimpin dan mengawasi santri. Adapunyang menjadi faktor pendukung adalahkompetensi mengajar guru yang baik, di adakannya les bahasa arab tambahan danadanya partisipasi organisasi santri OSPIDAH, sedangkan faktor penghambatnya adalah latarbelakang pendidikan santri sebelum masukpesantren, lingkungan yang kurang mendukungserta sarana dan prasarana yang kurangmemadai
Kata kunci: Peran Ustadz, Peningkatan, Bahasa Arab
 
Perancangan dan Pengembangan Sistem Pengendali AC Menggunakan Gerakan Tangan Berbasis LSTM dengan Implementasi pada ESP32
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem kendali suhu pada perangkat Air Conditioner (AC) yang dapat dioperasikan menggunakan gestur tangan, tanpa memerlukan kon tak langsung atau penggunaan remote control. Dengan adanya teknologi rumah pintar yang semakin berkembang, sistem berbasis gestur ini dirancang untuk memberikan kemudahan dan efisiensi bagi pengguna dalam mengendalikan suhu ruangan secara intuitif. Sistem menggu nakan MediaPipe untuk mendeteksi dan melacak pergerakan tangan dalam waktu nyata, yang kemudian diproses menjadi data visual berupa titik-titik landmark pada tangan. Data ini diolah lebih lanjut oleh model Long Short-Term Memory (LSTM) untuk mengenali gestur seperti “Suhu Naik,” “Suhu Turun,” dan “Netral.” Setelah gestur dikenali, hasil klasifikasi dikirimkan ke perangkat ESP32, yang menerjemahkannya menjadi sinyal inframerah (IR) untuk mengak tifkan perintah pada AC. Uji coba menunjukkan bahwa model LSTM mampu mengenali gestur dengan akurasi yang tinggi, dan ESP32 mampu mengirimkan sinyal dengan cepat dan tepat. Dengan integrasi ini, sistem kontrol berbasis gestur menawarkan pengalaman interaksi yang lebih alami dan modern dalam pengendalian suhu ruangan di lingkungan rumah pintar. Kata Kunci: Pengendalian suhu, gestur tangan, LSTM, MediaPipe, ESP32, Waktu Nyata.
==================================================================================================================
This research aims to develop a temperature control system for an Air Conditioner (AC) that can be operated using hand gestures, eliminating the need for direct contact or a remote control. With the rapid advancement of smart home technology, this gesture-based system is designed to provide users with a convenient and efficient way to intuitively control room temperature. The system uses MediaPipe to detect and track hand movements in real-time, generating visual data in the form of landmark points on the hand. This data is then processed by a Long Short-Term Memory (LSTM) model to recognize gestures such as ”Increase Temperature,” ”Decrease Temperature,” and ”Neutral.” Once a gesture is identified, the classification result is sent to the ESP32 device, which translates it into an infrared (IR) signal to activate the corresponding command on the AC. Testing indicates that the LSTM model is highly accurate in recognizing gestures, and the ESP32 can transmit signals quickly and precisely. Through this integration, the gesture-based control system offers a more natural and modern interaction experience for room temperature management within a smart home environment
Pengaruh model Problem Based Learning terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V DI SD Negeri Tuguran Yogyakarta tahun ajaran 2023/2024
Hasil belajar merupakan hal sangat penting dalam proses pembelajaran, karena hasil belajar dapat menjadi petunjuk untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Akan tetapi, hasil belajar peserta didik masih dalam kategori rendah atau belum mencapai kriteria kelulusan minimal. Permasalahan yang ditemukan ialah pada kegiatan pembelajaran yang belum menggunakan model. Guru belum mampu memenuhi kebutuhan belajar peserta didik, dikarenakan guru masih menggunakan gaya belajar bersifat ceramah atau konvesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan model problem based learning pada pembelajaran matematika dan bagaimana pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar matematika peserta diidk kelas V di SD Negeri Tuguran.
Desain penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini menggunakan eksperimen menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling sehingga didapatkan sampel dari penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V SD Negeri Tuguran berjumlah 15 peserta didik. Pengumpulan data guide observasi dan soal tes. Analisis data menggunakan statistic deskriptif dan statistic inferensial. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis paired sampel test. Penerapan model problem based learning dengan uji paired sampel test memperoleh hasil signifikansi 0,01. Nilai sig tersebut < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak.
Hasil analisis data menunjukan bahwa model pembelajaran problem based learning memberikan peningkatan terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas V di SD Negeri Tuguran. Penelitian dilakukan dengan tiga pertemuan yaiti satu kali pembelajaran belajar dengan pemberian perlakuan. Peserta didik mengalami peningkatan sebelum perlakuan mendapatkan nilai rata-rata 40-70 dan setelah mendapatkan perlakuan dengan nilai rata-rata 70-80 yang diperoleh peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan analisis data hasil belajar mengalami peningkatan yang cukup ssignifikan dengan presentase 87% kelulusan setelah adanya perlakuan. Hal ini membuktikan adanya pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar peserta didik. Maka dari itu, diharapkan integrasi model pembelajaran ini untuk mengoptimalkan hasil belajar dalam proses pembelajaran disekolah dasar
Gambaran pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada keluarga dengan diabtes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Paccellekang Kab. Gowa Kota Makassar
The Dynamics of Family Life in Polygamous Practices: An Islamic Legal Perspective on Contemporary Indonesian Society
In a Muslim-majority country such as Indonesia, polygamy is governed by stringent legal frameworks that mandate obtaining court permission and providing evidence of equitable treatment toward all wives. This article examines the dynamics of polygamous household life in contemporary Indonesian Muslim society through the lens of Islamic law. While polygamy is legally and religiously permitted in Islam under conditions emphasizing justice and responsibility, its implementation often diverges from these ethical standards. Drawing on Qur’anic principles, Indonesian legal frameworks, and lived experiences, this study explores the challenges posed by unequal treatment, emotional and psychological impacts, and social stigma. Reformist Muslim scholars and women’s rights advocates have increasingly called for a reinterpretation of polygamy grounded in maqāṣid al-sharīʿa (the higher objectives of Islamic law), promoting justice, dignity, and gender equity. The article argues that ethical reconsideration through ijtihād is essential to align legal practice with the moral values of Islam in a modern context. Ultimately, the study highlights the need for a more humane, contextualized, and justice-oriented approach to Islamic family law in addressing polygamy today
