1,721,131 research outputs found
Eksistensi majelis taklim pengajian Akbar Al-Ikhlas dalam pengembangan dakwah di Kota Padangsidimpuan
Adapun latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah melihat fenomena yang terjadi pada majelis taklim Pengajian Akbar al-Ikhlas yang didirikan pada tahun 1990 oleh ulama dan umara hingga sampai sekarang jamaahnya berjumlah 4040 yang terdaftar. Akan tetapi masih banyak jamaah yang tidak hadir mengikuti pengajian tersebut, dan sebagian jamaah hanya ikut-ikutan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, Bagaimana eksistensi majelis taklim Pengajian Akbar Al-Ikhlas dalam pengembangan dakwah di Kota Padangsidimpuan. Apa saja kegiatan majelis taklim Pengajian Akbar Al-Ikhlas dalam pengembangan dakwah di Kota Padangsidimpuan. Faktor pendukung dan penghambat eksistensi majelis taklim Pengajian Akbar Al-Ikhlas dalam pengembangan dakwah di Kota Padangsidimpuan. Adapun tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi, kegiatan,dan faktor pendukung serta penghambat eksistensi majelis taklim Pengajian Akbar AlIkhlas dalam pengembangan dakwah di Kota Padangsidimpuan Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif artinya adalah memaparkan atau menggambarkan sesuatu dengan kata-kata secara jelas dan terperinci. Adapun sumber data primer dalam penelitian ini adalah para da’i dan pengurus majelis taklim Pengajian Akbar al-Ikhlas. Sedangkan sumber data skunder yaitu jamaah yang aktif. Bentuk pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa eksistensi Pengajian Akbar alIkhlas Kota Padangsidimpuan sangat diharapkan sebagai sarana pengembangan dakwah. Adapun kegiatan majelis taklim Pengajian Akbar Al-Ikhlas yaitu menjalin ukhuwah islamiyah, takziah, saling menasehati, memberi santunan anak yatim, zikir bersama dan merayakan hari besar Islam. Sedangkan faktor pendukung adalah faktor psikologis, faktor media dan sarana, faktor sosial. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat adalah kurangnya dukungan dari suami dan faktor mencari nafkah/ekonomi serta transportasi
Menakar Keberadaan Tokoh Syekh Jamaluddin Al-Akbar Al-Husain di Tosora Wajo: Menelaah jejak keberadaan tokoh Syekh Jamaluddin Al-Akbar Al-Husain di Tosora-Wajo
This study aims to examine the traces of presence of Syekh Jamaluddin al-Akbar al-Husain in Tosora Wajo as an Islamic religious propagator figure in the 13th and 14th centuries CE. Qualitative method with an interdisciplinary approach uses to obtain archaeological, philological, and anthropological data. Archaeological data is in the form of tombs, mosques, ceramics, pottery, coins, and various other artifacts. Philological data is in the form of Lontara Akkarungeng ri Wajo and Lontara Suqkuna Wajo manuscripts, as well as other important lontara manuscripts in South Sulawesi. Anthropological data in the form of collective memory and ethnography of people and the caretaker in the old mosque of Tosora-Wajo. The results of examination and interpretation of archaeological, philological, and anthropological data do not show any coherency with the traces of existence of Sheikh Jamaluddin al-Akbar al-Husain in Tosora-Wajo.Penelitian ini bertujuan untuk menakar kebenaran kehadiran Syekh Jamaluddin al-Akbar al-Husain di Tosora Wajo sebagai tokoh yang penyebar agama Islam pada abad ke-13 dan 14 Masehi. Metode penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan interdipliner yang mengkalaborasikan data arkeologi, filologi, sejarah, dan antropologi. Data arkeologi berupa makam, masjid, keramik, gerabah, uang koin, dan berbagai artefak lainnya. Data kesejarahan diperoleh dari studi filologi naskah Lontara Akkarungeng ri Wajo dan Lontara Suqkuna Wajo, serta naskah-naskah lontara yang penting di Sulawesi Selatan. Data antropologi diperoleh dari etnografi berorientasi terhadap topik dengan cara mengamati perilaku masyarakat dan wawancara mendalam untuk melacak ingatan kolektif masyarakat. Hasil elaborasi seluruh data arkeologi, filologi, sejarah, dan antropologi tidak menunjukkan adanya kesesuaian keberadaan jejak Syekh Jamaluddin al-Akbar al-Husain di Tosora Wajo. pustaka
Etika Bisnis Islam pada Pedagang Sembako di Toko Akbar Al-Haqi di Kec. Muara Komam kab. Paser
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya prilaku pedagang sembako di toko
Akbar Al-haqi di kec. Muara Komam kab. Paser Kalimantan timur yang tidak
sesuai dengan etika-etika bisnis Islam. Dengan adanya pergeseran etika bisnis
Islam pada transaksi jual beli pada pedagang sembako di toko Akbar al-haqi
maka menimbulkan pihak yang dirugikan. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui pemahaman pedagang sembako tentang etika bisnis Islam dan
penerapan etika bisnis Islam pada transaksi jual beli di toko sembako Akbar al�haqi di kec. Muara Komam kab. Paser Kalimantan timur.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (fiel research) dengan metode
pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara dan
dokomentasi kepada pedagang pemilik toko sembako Akbar al-haqi di kec.
Muara Komam kab. Paser Kalimantan timur dan konsomen yang berbelanja di
toko sembako Akbar al-haqi di kec. Muara Komam kab. Paser Kalimantan timur.
Selanjutnya analisis data induktif metode yang menekankan pada pengamatan
dahulu, lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut yang berarti
data yang dikumpulkan berupa kata-kata bukan angka-angka.
Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa Pemahaman dan penerapan dari
pedagang sembako di toko Akbar al-haqi di kec. Mura komam kab. Paser
Kalimantan timur mengenai etika bisnis Islam dalam menjalankan kegiatan bisnis,
rata-rata mereka telah memahami dan menerapkan pentingnya etika bisnis Islam,
dan mereka memahami tentang hal-hal yang diperbolehkan dan dilarang oleh
syariat Islam. Akan tetapi masih ada juga pedagang yang belum sepenuhnya
memahami dan menerapkan etika bisnis Islam seperti kejujuran dan sifat siddiq.
Adapun Sebab tidak diterapkannya secara penuh etika bisnis Islam karena
Ketidak fahaman mereka tentang etika bisnis itu sendiri, di karenakan
keterbatasan pengetahuan mereka, mengingat bahwa kebanyakan dari mereka
yang tidak paham etika bisnis Islam secara teori
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
