164 research outputs found

    KIPRAH PRAMONO EDHIE WIBOWO DALAM BIDANG MILITER DI INDONESIA TAHUN 1980-2013

    Get PDF
    Dalam penelitian yang berjudul “Kiprah Pramono Edhie Wibowo dalam Bidang Militer di Indonesia Tahun 1980-2013” ini terdapat beberapa permasalahan yang dikaji di antaranya mengenai latar belakang kehidupan Pramono Edhie Wibowo, kontribusi Pramono Edhie Wibowo terhadap negara Indonesia melalui bidang militer pada tahun 1980-2011, kebijakan yang diterapkan Pramono Edhie Wibowo serta dampak dari kebijakan yang diterapkan ketika menjabat sebagai Panglima Daerah III Siliwangi dan Kepala Staf Angkatan Darat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang jelas serta tepat mengenai permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau metode historis yang dibagi ke dalam empat tahapan yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, Pramono Edhie Wibowo merupakan seorang tokoh militer yang lahir pada 5 Mei 1955 di Magelang, Jawa Tengah. Pramono Edhie Wibowo lahir dan tumbuh dalam keluarga militer. Selama hampir 20 tahun kariernya di bidang militer, Pramono Edhie Wibowo memberikan banyak kontribusi terhadap satuan Kopassus untuk selanjutnya bertugas di luar satuan Kopassus. Pramono Edhie Wibowo pernah menjabat dalam jabatan-jabatan strategis dalam tubuh militer seperti menjadi Komandan Jenderal Kopassus, Panglima Daerah III Siliwangi, Panglima Komando Strategis Angkatan Darat serta puncaknya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Berdasarkan hasil temuan, ketika menjabat sebagai Panglima Daerah III Siliwangi dan Kepala Staf Angkatan Darat, Pramono Edhie Wibowo menerapkan kebijakan-kebijakan baik itu secara lisan maupun secara tertulis seperti modernisasi alutsista, pengadaan rumah dinas bagi prajurit, peningkatan profesionalisme TNI-AD serta pembinaan organisasi yang tentunya memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai bidang khususnya bagi kesatuan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. The research titled "The Role of Pramono Edhie Wibowo in the Military Field in Indonesia from 1980-2013," several issues are examined, including the background of Pramono Edhie Wibowo's life, his contributions to Indonesia through the military from 1980 to 2011, the policies implemented by Pramono Edhie Wibowo, and the impact of these policies during his tenure as Commander of Region III Siliwangi and Chief of Staff of the Indonesian Army. The aim of this research is to obtain clear and accurate information regarding the issues studied. In this research, the author employs the historical research method, which is divided into four stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. According to the findings, Pramono Edhie Wibowo was a military figure born on May 5, 1955, in Magelang, Central Java. He was born and raised in a military family. Throughout his nearly 20-year career in the military, Pramono Edhie Wibowo made significant contributions to the Kopassus unit before moving on to assignments outside of Kopassus. Pramono Edhie Wibowo held various strategic positions within the military, including Commander General of Kopassus, Commander of Region III Siliwangi, Commander of the Army Strategic Command, and ultimately, Chief of Staff of the Indonesian Army. Based on the research findings, during his tenure as Commander of Region III Siliwangi and Chief of Staff of the Indonesian Army, Pramono Edhie Wibowo implemented both verbal and written policies, such as modernizing military equipment, providing official housing for soldiers, enhancing the professionalism of the Indonesian Army, and organizational development, all of which had a significant impact in various areas, particularly for the Indonesian Army

    An implicature on Ardhito's Pramono album "Craziest Thing Happened In My Backyard"

    Get PDF
    INDONESIA: Musik menjadi kebutuhan sekunder saat ini, meskipun pendengar terkadang tidak mengerti makna dari setiap lirik yang disampaikan penulis. Penelitian ini membahas tentang makna lagu yang terkandung pada album Ardhito Pramono. Penelitian ini menyelidiki “Implicature Pada Album Ardhito Pramono Craziest Thing Happen in My Backyard”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa makna asli dari lagu Ardhito Pramono melalui fungsi dan tipe implikatur. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan data linguistik terkait jenis dan tipe implikatur yang terdapat pada album Ardhito Pramono “Craziest Thing Happen in My Backyard”. Sumber data dari penelitian ini adalah album dari penyanyi jazz Indonesia, Ardhito Pramono. Peneliti menggunakan teori dari Paul Grice (1975) untuk menganalisa data penelitian, dari 8 kalimat implikatur konventional, 10 kalimat implikatur percakapaan, 2 kalimat implikatur umum, 2 kalimat implikatur khusus, dan 1 kalimat implikatur skalar. Selanjutnya, fungsi dari implikatur pada album musik Ardhtio adalah: 5 fungsi aserif, 5 fungsi direktif, dan 6 fungsi ekspresif. Di antara implikatur konvensional dan percakapan, implikatur percakapan lebih dominan. Begitu juga dengan fungsi implikatur yang ditemukan dalam album ini, keduanya sama-sama dominan. Dalam interpretaasi penulis, implikatur dapat memproduksi dan menyimpulkan ujaran dalam lirik lagu Ardhito Pramono pada album “craziest thing happen in my backyard”. ENGLISH: Music is a secondary need today, even though listeners sometimes don't understand the meaning of each lyric conveyed by the author. This research discusses the meaning of the songs contained in Ardhito Pramono's album. This research investigates “Implicature on Ardhito Pramono's Album Craziest Thing Happen in My Backyard”. The aim of this research is to analyze the litteral meaning of Ardhito Pramono's song through the function and type of implicature. This research uses descriptive qualitative to describe linguistic data related to the types and types of implicatures found in Ardhito Pramono's album “Craziest Thing Happen in My Backyard”. The data source of this research is the album of Indonesian jazz singer Ardhito Pramono. The researcher used the theory of Paul Grice (1975) to analyze the research data, from 8 sentences of conventional implicature, 10 sentences of conversational implicature, 2 sentences of general implicature, 2 sentences of special implicature, and 1 sentence of scalar implicature. Furthermore, the functions of the implicatures in Ardhtio's music album are: 5 assertive functions, 5 directive functions, and 6 expressive functions. Among conventional and conversational implicatures, conversational implicatures are more dominant. Likewise, with the function of implicature found in this album, both are equally dominant. In the author's interpretation, implicature can produce and infer utterances in Ardhito Pramono's song lyrics on the album “craziest thing happens in my backyard”. ARABIC: تعد الموسيقى حاجة ثانوية في الوقت الحاضر، على الرغم من أن المستمعين لا يفهمون أحيانًا معنى كل أغنية غنائية ينقلها المؤلف. يناقش هذا البحث معنى الأغاني الواردة في ألبوم أردهيتو برامونو. يبحث هذا البحث في ”الإيحاءات الواردة في ألبوم أردهيتو برامونو ’أكثر الأشياء جنوناً تحدث في فنائي الخلفي‘.الغرض من هذا البحث هو تحليل المعنى الأصلي لأغنية أردهيتو برامونو من خلال وظيفة ونوع التضمينات. ويستخدم هذا البحث الوصف الكيفي الوصفي لوصف البيانات اللغوية المتعلقة بأنواع وأنواع التضمين الموجودة في ألبوم ”أكثر الأشياء جنونًا تحدث في فنائي الخلفي“ لأردهيتو برامونو. مصدر بيانات هذا البحث هو ألبوم مغني الجاز الإندونيسي أردهيتو برامونو. ويستخدم الباحث نظرية بول جريس (1975) لتحليل بيانات البحث، من 8 جمل من التضمين التقليدي، وعشر جمل من التضمين التخاطبي، وجملتين من التضمين العام، وجملتين من التضمين الخاص، وجملة واحدة من التضمين القياسي. علاوة على ذلك، فإن وظائف التضمينات في ألبوم أردشتيو الموسيقي هي 5 وظائف توكيدية، و5 وظائف توجيهية، و6 وظائف تعبيرية. بين التضمين التقليدي والتضمين التخاطبي، فإن التضمين التخاطبي هو الأكثر هيمنة. وبالمثل، بالنسبة لوظائف التضمين الموجودة في هذا الألبوم، فإن كلاهما مهيمن على حد سواء. في تفسير المؤلف، يمكن أن ينتج التضمين التضميني ويختتم الكلام في كلمات أغنية أرديتو برامونو في الألبوم ”أكثر الأشياء جنونًا تحدث في فنائي الخلفي“

    PENINGKATAN PRODUKSI SENYAWA THYMOQUINONE PADA KULTUR SUSPENSI SEL JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) MENGGUNAKAN ELISITOR ASAM SALISILAT DAN METIL JASMONAT

    Get PDF
    "RINGKASAN Peningkatan Produksi Senyawa Thymoquinone pada Kultur Suspensi Sel Jintan Hitam (Nigella sativa L.) Menggunakan Elisitor Asam Salisilat dan Metil Jasmonat Putro Aji Pramono, Wahyu Widoretno, Nunung Harijati Program Magister Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya 2021 Jintan hitam (Nigella sativa L.) merupakan tanaman semusim dengan habitus terna dan bijinya sering digunakan sebagai obat tradisional yang semakin banyak diterapkan dalam dunia medis. Biji jintan hitam memiliki senyawa utama berupa thymoquinone dari golongan minyak atsiri (monoterpen). Tanaman jintan hitam merupakan tanaman subtropis dan belum banyak dibudidayakan di Indonesia. Kandungan senyawa thymoquinone hasil budidaya di Indonesia sangat rendah jika dibandingkan dengan di Negara-negara subtropis. Untuk memenuhi kebutuhan biji jintan hitam dalam negeri, Indonesia masih mengimpor dari berbagai negara seperti India, Mesir dan negara mediterania lainnya. Total impor jintan hitam oleh Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Kultur jaringan tumbuhan dapat digunakan sebagai teknik untuk senyawa bioaktif skala besar tanpa dipengaruhi kondisi lingkungan. Kultur suspensi sel merupakan salah satu teknik alternatif untuk meningkatkan produksi minyak jintan hitam. Elisitasi merupakan teknik yang mengacu pada fenomena alam dalam mekanisme pertahanan tumbuhan terhadap cekaman maupun patogen. Asam salisilat / salicylic acid (SA) dan metil jasmonat / methyl jasmonates (MJ) merupakan elisitor abiotik yang banyak digunakan untuk meningkatkan metabolit sekunder. Penambahan elisitor SA dan MJ pada media kultur suspensi sel jintan hitam diharapkan dapat meningkatkan senyawa minyak atsiri jintan hitam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2020 - April 2021 bertempat di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Kultur dan Mikroteknik, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya dan analisis GC-MS dilakukan di laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang. Tahapan kegiatan penelitian meliputi induksi dan multiplikasi kalus dari eksplan biji, inisiasi dan pemeliharaan kultur suspensi sel, elisitasi kultur suspensi dengan elisitor SA dan MJ serta analisis komponen dan kandungan minyak atsiri pada kultur suspensi sel jintan hitam dengan GC-MS. Induksi kalus dilakukan dengan mengkultur biji pada media perlakuan MS + NAA 1 mg/L dengan berbagai konsentrasi kinetin (0; 0,5; 1; 2 dan 3 mg/L) selama lima minggu. Respon pembentukan dan pertumbuhan kalus dievaluasi setelah lima minggu kultur. Kalus hasil perlakuan terbaik dimultiplikasi sebanyak dua kali subkultur unttuk mendapatkan kalus yang remah dan seragam. Kultur suspensi sel diinisiasi dan dimultiplikasi dengan mentransfer kalus pada media cair MS + NAA 1 mg/L + kinetin 2 mg/L. Kultur suspensi sel diinkubasi dalam incubator-shaker dengan kecepatan 110 rpm di bawah kondisi gelap pada suhu 24±1oC. Kurva pertumbuhan kultur suspensi sel selama 14 hari kultur sebagai dasar penentuan lama elisitasi. Evaluasi pertumbuhan kultur suspensi sel diamati yang diamati meliputi Settled Cell Volume (SCV), Packed Cell Volume (PCV), berat basah, berat kering, indeks pertumbuhan dan viabilitas sel. Komponen dan kadar senyawa minyak jintan hitam pada kultur suspensi sel hasil elisitasi dianalisis menggunakan metode GC-MS. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian berupa Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama jenis elisitor (SA dan MJ) dan faktor kedua konsentrasi elisitor (0, 50, 100, 150 dan 200 µM). Total perlakuan sebanyak 10 perlakuan dengan setiap perlakuan terdiri dari 10 ulangan. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance untuk mengetahui adanya pengaruh elisitor (SA dan MJ) dan konsentrasi elisitor terhadap pertumbuhan kultur suspensi sel jintan hitam. Apabila terdapat perbedaan yang nyata dari faktor maka dilanjutkan menggunakan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (α = 0,05) dan uji Independent sample T-test dengan kepercayaan 95%. Hasil induksi kalus biji jintan hitam menunjukkan konsentrasi kinetin dapat mempengaruhi pertumbuhan kalus jintan hitam secara signifikan terhadap waktu muncul kalus, persentase eksplan hidup, persentase eksplan membentuk kalus dan berat basah kalus. Media induksi kalus MS + NAA 1 mg/L + kinetin 2 mg/L manghasilkan pertumbuhan kalus optimal dengan rata-rata waktu muncul kalus 13 hari, persentase eksplan hidup dan persentase eksplan membentuk kalus mencapai 84% dan rata-rata berat basah kalus tiap eksplan sebesar 0,1699 gram. Subkultur kalus sebanyak dua kali pada media MS + NAA 1 mg/L + kinetin 2 mg/L menghasilkan kalus yang remah yang sangat sesuai untuk materi inisiasi kultur suspensi sel. Hasil pengkuran SCV pada kultur suspensi sel selama 14 hari diperoleh kurva pertumbuhan kultur suspensi sel yang meliputi fase lag (hari ke 0-2), fase eksponensial (hari ke 3-9) dan fase stasioner (hari ke 10-14). Pemberian elisitor SA dan MJ pada kultur suspensi sel selama 14 hari berpengaruh terhadap pertumbuhan kultur suspensi sel. Hasil ANOVA dua arah menunjukkan bahwa SCV, PCV, berat basah, berat kering dan indeks pertumbuhan kultur sel jintan hitam dipengaruhi secara nyata oleh konsentrasi elisitor tetapi tidak dipengaruhi oleh jenis elisitor dan interakri antara jenis elisitor dan konsentrasi elisitor. Sementara itu, viabilitas sel dipengaruhi oleh interaksi jenis dan konsentrasi elsitor. Pemberian elisitor pada media kultur suspensi sel menghambat SCV, PCV, berat basah, berat kering sel dan indeks pertumbuhan. Semakin tinggi konsentrasi elisitor SA dan MJ semakin besar penghambatan pertumbuhan kultur suspensi sel. Elisitor SA menyebabkan kematian sel lebih banyak dibandingkan elisitor MJ. Jumlah komponen minyak jintan hitam pada biji jintan hitam dan kultur suspensi sel kontrol masing-masing sebanyak 71 dan 70 komponen. Komponen minyak jintan hitam pada suspensi sel hasil elisitasi teridentifikasi 71-74 komponen. Kelimpahan senyawa utama minyak jintan hitam pada kultur suspensi sel lebih tinggi dibandingkan dengan pada biji, yaitu Thymoquinone (4,700 dan 4,722%), thymol (3,194 dan 3,209%), ρ-cymene (0,535 dan 0,537%), α-thujene (2,145 dan 2,154%) dan β-pinene (3,265 dan 3,280%). Kelimpahan komponen utama pada kultur suspensi sel dengan penambahan elisitor SA dan MJ sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pada biji dan kultur supensi sel tanpa elsitasi. Kadar thymoquinone pada biji jintan hitam (1266,614 µg/g BB) lebih tinggi dibandingkan dengan kadar senyawa thymoquinone pada kultur suspensi kontrol (1173,799 µg/g BB). Elisitasi dengan SA dan MJ dengan konsentrasi 25-100 µM pada kultur suspensi sel dapat meningkatkan kadar senyawa thymoquinone dan 4 senyawa utama minyak jintan hitam yang lain (ρ-cymene, α-thujene, β-pinene dan thymol), jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pada biji. Kadar thymoquinone pada kultur suspensi sel hasil elisitasi dengan MJ berkisar 1777,858 µg/g BB dan 2253,248 µg/g BB, sedangkan hasil elisitasi dengan SA sebesar 1143,288 µg/g BB dan 1705,346 µg/g BB. Elisitasi dengan MJ pada kultur suspensi sel meningkatkan kadar senyawa utama minyak jintan hitam lebih tinggi dibandingkan SA. Elisitasi kultur suspensi sel dengan asam salisilat 100 µM mampu meningkatkan kadar senyawa utama jintan hitam sebesar 1,35 kali lipat dibandingkan dari biji, sedangkan MJ 100 µM mampu meningkatkan kadar senyawa utama jintan hitam sebesar 1,78 kali lipat dibandingkan dari biji. Kata kunci: Asam salisilat, Nigella sativa L., Metil jasmonat, Kultur suspensi sel, Thymoquinone

    ANALISA PATAHNYA SHAFT GEAR POMPA MINYAK LUMAS PADA GENERATOR DI KM. CTP GOLDEN

    Get PDF
    INTISARI Pramono, Muhammad Sidiq Aji.2020. “Analisa Patahnya Shaft Gear Pompa Minyak Lumas Generator di KM. CTP GOLDEN”. Skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Teknika, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Agus Hendro Waskito, M.M., M.Mar.E, Pembimbing II: Tony Santiko, S.ST., M.Mar.E Pompa minyak lumas merupakan pesawat bantu yang sangat penting dalam sistem pelumasan permesinan di atas kapal dan saat penulis melaksanakan praktek laut dan menemukan tidak lancarnya sistem pelumasan di generator karena patahnya shaft gear pompa. Akhirnya, penulis menyusun skripsi ini dengan rumusan masalah 1.) Apa penyebab patahnya shaft gear pompa minyak lumas generator? 2.) Apa dampak dari patahnya shaft gear pompa minyak lumas generator? 3.) Bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi patahnya shaft gear pompa minyak generator? Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode kualitatif, dangan metode analisis fishbone dan USG. Sumber data dari penelitian ini berasal dari hasil observasi, studi pustaka, dan wawancara selama penulis melaksanakan praktek laut. Hasil penelitian menunjukkan: Ada beberapa faktor penyebab patahnya shaft gear pompa minyak lumas generator, yaitu: Pelaksanaan jadawal perawatan yang tidak tepat waktu, kotornya minyak lumas pada generator, rengangnya cover pompa, kualitas komponen yang tidak sesuai standar. Saran penulis, untuk pengoperasian dan perawatan pompa minyak lumas generator harus berpatokan pada manual book, agar tercipta pengoperasian yang benar serta terhindar dari kejadian-kejadian yang dapat membahayakan kapal beserta isinya

    Politik Marketing Partai Politik (Studi Kasus Kekalahan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Pdi-P) Dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur Tahun 2013)

    Get PDF
    Penelitian ini menggambarkan konsep strategi atau marketing politic Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Utamanya di DPD PDI-Perjuangan di Kota Surabaya dalam rangka Pemlilihan Gubernur Jawa Timur tahun 2013. Banyaknya partai di Indonesia atau menggunakan sistem multi partai ini menyebabkan persaingan terbuka di era sekarang. Dan banyak pula partai-partai baru yang muncul di Indonesia. Persaingan partai baru dengan partai lama ini yang terjadi sekarang, tidak terkecuali dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang notabene adalah partai senior di Indonesia. Fokus penelitian ini adalah strategi apa yang dipakai oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dalam proses pemenangan Pemilihan Gubernur Jatim tahun 2013, bagaimana Partai ini bisa menarik simpati masyarakat Jawa Timur dalam proses pemenangannya. peran media massa juga penting bagi partai ini agar masyarakat Jawa Timur tahu apa produk-produk politik yang digunakan PDI-P walau Partai ini adalah partai yang kalah di Pilgub Jatim tahun 2013. teori Marketing Politik menjadi landasan penelitian ini. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Kualitatif Deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan indepth interview (wawancara mendalam) dengan narasumber, observasi, dan studi-studi dokumentasi dari dokumendokumen dan arsip-arsip resmi dari instansi yang dijadikan tempat penelitian

    PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), DANA ALOKASI UMUM (DAU), DANA ALOKASI KHUSUS (DAK), DAN DANA BAGI HASIL (DBH) TERHADAP BELANJA MODAL (Studi Empiris pada Pemerintah Kabupaten/ Kota Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020-2022)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap Belanja Modal pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Populasi pada penelitian ini adalah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2020 sampai 2022. Dengan metode purpossive sampling yang digunakan dalam penelitian ini, diperoleh sebanyak 105 data sekunder yang diperoleh dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah berupa Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (LRA-APBD) dari 29 pemerintah daerah kabupaten dan 6 kota di Provinsi Jawa Tengah selama periode tahun anggaran 2020-2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Modal Kata-kata kunci : PAD, DAU, DAK, DBH, Belanja Moda

    ANALISA KERJA VALVE ACTUATOR TERHADAP PENGOPERASIAN BALLAST WATER TREATMENT SYSTEM DI MV. PERMATA

    Get PDF
    ABSTRAKSI Ari Eko Pramono, 2019, NIT: 51145431.T, “Analisa Kerja Valve Actuator Terhadap Pengoperasian Ballast Water Treatment System di MV. PERMATA”, skripsi Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Abdi Seno, M.Si, M.Mar.E, Pembimbing II: Budi Joko Raharjo, M.M Ballast water treatment system (BWTS) adalah sistem yang dirancang untuk menghilangkan dan menghancurkan organisme biologis yang tidak aktif. Sistem ini menggunakan salah satu teknologi terkini yang digunakan dalam pengolahan ballast water yaitu advanced oxidation technology (AOT). Ballast water treatment system memiliki komponen-komponen yang berfungsi untuk menunjang kelancaran pengoperasiannya. Salah satu contoh komponenkomponen tersebut adalah valve actuator. Kerja valve actuator sangat berpengaruh terhadap kelancaran pengoperasian ballast water treatment system. Dengan demikian, kondisi valve actuator harus diperhatikan dan dijaga agar selalu dalam kondisi baik, sehingga dalam pengoperasian ballast water treatment system tidak mengalami hambatan. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penyampaian masalah adalah dengan gabungan metode SHEL (Softwere, Hardwere, Environment, Livewere) untuk mengidentifikasi masalah yang diteliti, dan metode. USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk menghasilkan perioritas rumusan masalah berupa faktor penyebab, dampak dan upaya terhambatnya kerja valve actuator pada ballast water treatment system. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan penulis di kapal MV. PERMATA pada tanggal pada 07 Oktober 2016 sampai dengan 13 Oktober 2017 dapat disimpulkan bahwa penyebab terhambatnya kerja valve actuator pada ballast water treatment system terdapat empat faktor prioritas masalah yaitu; kategori software berupa Pelaksanaan jadwal perawatan tidak tepat waktu, kategori hardware berupa Macetnya Solenoid valve Pada Actuator, kategori environment berupa tingkat kelembaban udara yang terlalu tinggi, kategori lifeware berupa kurangnya pengetahuan crew kapal. Upaya yang dilakukan dari ke empat faktor prioritas dengan menjalankan maintenance plan yang sudah tertera pada manual book ballast water treatment system, melakukan tindakan preventive maintenance dan predictive maintenance , mempercepat sirkulasi udara, belajar tentang aspek yang belum diketahui melalui manualbook. ABSTRACTION Ari Eko Pramono, 2019, NIT: 51145431.T, “Analysis of Valve Actuator Work on Operation of Ballast Water Treatment Systems in MV. PERMATA”, Thesis Teknika Studies,Diploma Program IV, Merchant Marine Polytecnic of Semarang, Supervising I: Abdi Seno, M.Si, M.Mar.E, and Supervising II: Budi Joko Raharjo, M.M Ballast water treatment system (BWTS) is a system designed to save and build biological systems that are not active. This system uses one of the latest technologies used in processing ballast water, namely advanced oxidation technology (AOT). Ballast water treatment system has components that function to support the smooth operation. One example of these components are valves and actuators. Valve actuator work is crucial to the smooth thinking of the ballast water treatment system. Thus, the condition of valve actuators must be considered and maintained to be in good condition, so that in consideration of the ballast water treatment system does not require constraints. The research method used by the author in delivering the problem is by combining the SHEL method (Softwere, Hardwere, Environment, Livewere) to identify the problem under study, and the method. USG (Urgency, Seriousness, Growth) to produce priority formulation of the problem in the form of factors, impacts and efforts to hamper the work of the valve actuator in the ballast water treatment system. Based on the results of research conducted by the author in the MV. PERMATA on the date of October 7, 2016 to October 13, 2017 it can be concluded that the causes of the inhibition of the work of the valve actuator in the ballast water treatment system are four priority factors of the problem, namely; the software category is in the form of the implementation of the treatment schedule not on time, the hardware category is the Solenoid valve jam. In the Actuator, the environment category in the form of air humidity is too high; Efforts are made from the four priority factors by running a maintenance plan that has been printed on the manual ballast water treatment system, taking preventive maintenance and predictive maintenance actions, accelerating air circulation, learning about unknown aspects through the manualbook

    KONSEP RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN UNTUK MENGHADAPI KETERLAMBATAN HAFALAN SANTRI SANTI AJI SLEMAN YOGYAKARTA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan keterlambatan dalam menghafal Al-Qur’an pada santri dan mengetahui penerapan Konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dan Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian lapangan (field research) menggunakan metode penelitian kualitatif diskriptif dalam pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh peneliti adalah Penerapan Konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) sangat efesien dan cukup berhasil dalam mengatasi keterlambatan menghafal Al-Qur’an pada santri. Selain penerapannya penelitian ini membahas hambatan dalam Penerapan Konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT)antara lain kurangnya kesadaran diri para santri, kurangnya waktu sesi konseling, dan minimnya tempat pelaksanaan konselin
    corecore