123,327 research outputs found

    Pengaruh Latihan Pliometrik Hurdle hops Dan Squat jump Terhadap Power Otot Tungkai Siswa Ekstrakurikuler Bola Voli Putra Smp Negeri 1 Pakis Aji Jepara 2024

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi kurang maksimalnya power otot tungkai dari siswa peserta ekstrakurikuler bola voli putra SMP N 1 Pakis Aji Jepara. Berdasarkan hal tersebut tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh latihan pliometrik hurdle hops dan squat jump terhadap power otot tungkai siswa ekstrakurikuler bola voli putra SMP N 1 Pakis Aji Jepara. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu two grup pretest and posttes design. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1.) Latihan hurdle hops berpengaruh terhadap power otot tungkai siswa ekstrakurikuler bola voli SMP N 1 Pakis Aji Jepara dengan nilai t hitung untuk kelompok pre-posttest perlakuan latihan hurdle hops sebesar 26,458 2,114 (t tabel=14) dan nilai signifikan sebesar 0.000 0,05. 2.) Latihan squat jump berpengaruh terhadap power otot tungkai ditunjukkan dengan nilai t hitung 22,149 2,114 (t tabel=14) dengan nilai signifikan 0.000 0,05. 3.) Latihan hurdle hops lebih berpengaruh dilihat dari t hitung yang lebih tinggi dari pada squat jump dengan selisih sebesar 4,309. Simpulan dalam penelitian ini adalah latihan pliometrik hurdle hops dan Squat jump memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan power otot tungkai. Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan, maka peneliti memeberikan saran bagi pelatih agar bisa mempertimbangkan untuk memberikan program latihan yang serupa

    Cephennomicrus aji Jałoszyński 2021, sp. n.

    No full text
    Cephennomicrus aji sp. n. (Figs 1–5, 11) Type material. Holotype: JAPAN (Okinawa Island): ♁, two labels: “JAPAN, OKINAWA Island / Motobu Penins., near Nakijin Castle, ~ 50 m, / humid forest, 12.02.2019 / leg. P. JAŁOSZYŃSKI” [white, printed], “ CEPHENNOMICRUS / aji m. / P. Jałoszyński, 2021 / HOLOTYPUS” [red, printed] (NSMT). Diagnosis. Body extremely small, below 0.7 mm in length, covered with very short, barely discernible recumbent setae, lacking macrosetae; head in male unmodified; punctures on head, pronotum and elytra fine, superficial and inconspicuous, cuticle glossy; antennal club dimerous and sharply demarcated; pronotum with sides strongly convergent posterad and with two pairs of distinct antebasal pits not connected by transverse groove; aedeagus in ventral view elongate, with sides indistinctly narrowing toward truncate apex; ventral diaphragm small and situated in sub-basal third; median lobe of aedeagus in lateral view broadest at the level of diaphragm and weakly narrowing distad; endophallus with median tubular structures, two of them in lateral view strongly recurved, S-shaped; parameres so thin that barely discernible, each with two apical setae. Description. Body of male (Fig. 1) moderately stout, strongly convex, uniformly and moderately dark brown; setae slightly lighter than cuticle and barely discernible; BL 0.66 mm. Head broadest at large, moderately strongly convex and finely faceted eyes, HL 0.06 mm, HW 0.15 mm; vertex and frons between eyes evenly, strongly convex; frontal glands not discernible. Punctures and setae on frons and vertex indiscernible under magnification 100 ×. Antennae slender, with sharply delimited, large dimerous club, AnL 0.28 mm; antennomeres 1–2 each elongate, 3–9 each about as long as broad, 10 indistinctly transverse and more than twice as broad as 9, 11 much longer than 10 but similar in width, about 1.5 × as long as broad. Pronotum subtrapezoidal, broadest near anterior third; PL 0.23 mm, PW 0.28 mm; anterior margin in strictly dorsal view nearly straight; lateral margins strongly rounded in anterior half, nearly straight, indistinctly microserrate and strongly convergent posterad in posterior half; posterior corners obtuse-angled; posterior margin barely noticeably bisinuate. Pronotal base with two pairs of small but deep circular pits, inner pair not connected by groove, distance between inner pits slightly wider than between inner and outer pit. Punctures on pronotum extremely fine, inconspicuous; setae extremely short but dense, recumbent. Elytra together oval, broadest distinctly in front of middle; EL 0.38 mm, EW 0.31 mm, EI 1.20; humeral calli and short basal impressions distinct; subhumeral lines lacking; sides of elytra strongly rounded; elytral apices separately rounded. Punctures and setae similar to those on pronotum. Hind wings long and functional. Legs moderately long and slender, unmodified. Aedeagus (Figs 2–5) elongate and relatively large in relation to body; AeL 0.20 mm; median lobe in ventral view with sides indistinctly convergent distad; apex truncate, subtrapezoidal; ventral diaphragm small, circular and situated in sub-basal third, with dark lentiform internal sclerotization (visible in Fig. 3) to which transverse muscle fibers are attached; in lateral view aedeagus weakly narrowing distad, broadest at the level of diaphragm; endophallus with three tubular structures, well discernible in lateral view; one of these structures is weakly curved dorsad, and two are strongly recurved, S-shaped, and their tips are directed ventrad or distoventrad. Parameres extremely slender, each with slightly expanded apex bearing two setae. Female. Unknown. Distribution. Japan, Okinawa-jima (Fig. 11). Etymology. Aji (a noun in apposition) was a title and rank of Okinawan nobility; the holotype of Cephennomicrus aji was collected near ruins of the Nakijin Castle (Okinawan: Nachijin Gushiku), headquarters of Nakijin Aji. Remarks. This species has the smallest adults of all Japanese Cephennomicrus. With the body length merely 0.66 mm, it is much smaller than the second smallest C. ushimanus described below. All previously known Japanese species have the body length ranging from 0.89 to 1.17 mm. Externally, C. aji is inconspicuous; it does not have any macrosetae that form a specific pattern in other species (except for those that belong to the nomurai group, which is remarkable in having a longitudinal groove on the pronotum in both sexes and modifications on the frons in males). The aedeagus of C. aji is unique among all Cephennomicrus species known so far; among Japanese congeners it can be easily distinguished by the general shape of the median lobe in ventral view. Only species that belong to the taiwanensis group (see Jałoszyński (2009a)) have strongly elongate aedeagi with variously developed (but frequently looped) tubular endophallic structures. However, none of them has the median lobe nearly parallel-sided as that in C. aji. The aedeagi of Japanese members of this group, i.e., C nagoanus Jałoszyński and C. iriomotensis Jałoszyński, have the median lobes (illustrated in Fig. 11) strongly tapering toward a subtriangular apex. As more Cephennomicrus species can be expected to be discovered on Okinawa-jima and other southern islands, and external characters in this genus are relatively uniform, examination of the aedeagus is required to identify new specimens. The holotype was collected by sifting moist rotten wood of a deciduous tree on a densely forested hillside facing east.Published as part of Jałoszyński, Paweł, 2021, Two new species of Cephennomicrus in the Ryūkyū Archipelago (Coleoptera Staphylinidae, Scydmaeninae), pp. 581-587 in Zootaxa 4938 (5) on pages 582-584, DOI: 10.11646/zootaxa.4938.5.5, http://zenodo.org/record/457510

    Konsep Perancangan Kawasan Desa Wisata Deling Aji YOGYAKARTA Berbasis Lokalitas

    No full text
    Keunikan dan keistimewaan adalah hal penting yang harus dimiliki untuk mendapatkan perhatian. Citra yang dihasilkan dari keunikan inilah yang akan membentuk keistimewaan yang akan menjadi pembeda akan suatu hal lainnya. Arsitektur tidak hanya membuat bangunan yang indah dan nyaman bagi penggunasaja, tetapi seharusnya memberikan dampak yang baik bagi lingkungan sekitar juga, salah satunya yaitu dengan berbasis lokalitas. Lokalitas merupakan cara pemanfaatan mengenai potensi-potensi lokal yang dimiliki pada suatu kawasan sehingga memiliki nilai keistimewan sendiri. Kawasan Desa Wisata Deling Aji hendaknya memiliki tolak ukur untuk menentukan keberhasilan dari kehadirannya. Dengan dirumuskan terlebih dahulu mengenai kriteria yang tepat, maka dihasilkan konsep perancangan Kawasan Desa Wisata Deling Aji Yogyakarta

    PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGATASI PROBLEM KENAKALAN SISWA DI SMP N 1 PAKIS AJI JEPARA TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1). Masalah kenakalan siswa. (2). Faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan sisswa. (3). Peran Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan siswa di SMP N 1 Pakis Aji Jepara. Penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode deskriptif. Peneliti menggambarkan bagaimana kenakalan siswa yang terjadi, termasuk juga faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan siswa, serta peran Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan sisswa. Metode pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Wawancara dengan guru PAI, BK, dan siswa SMP N 1 Pakis Aji Jepara. Setelah data terkumpul data diolah dengan metode induktif. Data-data diolah kemudian disimpulkan sehingga menjadi kesimpulan umum yang menggambarkan kenakalan di SMP N 1 Pakis Aji Jepara, termasuk masalah kenakalan siswa, faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan siswa dan peran Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan siswa di SMP N 1 Pakis Aji Jepara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenakalan yang dilakukan dilingkungan sekolah termasuk kenakalan yang wajar, tetapi dilingkungan luar sekolah termasuk tidak baik. Sehingga perlu adanya pemecahan dalam mengatasi masalah ini. Kerja sama pihka sekolah dan keluarga perlu dijalin. Penegakan disiplin sekolah perlu ditegakkan, tauladan dari guru perlu dibuktikan, serta peran masyarakat yang mendukung untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan religius, untuk membentuk kepribadian keagamaan siswa. Peran dari orang tua sangat berpengaruh pada kepribadian siswa. Pendidikan agama selalu dibutuhkan dan digunakan karena nilai-nilai pendidikan agama dan penciptaan suasana yang sesuai dengan nilai-nilai agama adalah alat yang ampuh untuk membentengi para remaja yang jatuh ke jurang kenakalan yang membehayakan. Demikian juga peran sekolah dan keluarga yang dalam hal ini adalah orang tua. Dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini, memberi tauladan yang baik. Karena pendidikan dari orang tua menjadikan penentu kepribadian siswa. Sehingga menginjak usia remaja, penyimpangan-penyimpangan terhadap norma bisa dihindari. Didukung dengan peran Pendidikan Agama Islam di sekolah menjadi asumsi pembentukan kepribadian keagamaan siswa. Sekolah sebagai tempat pengetahuan dan pembentukan kepribadian siswa yang harus bertanggung jawab dalam mengemban siswa. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi dan masukan, khusunya bagi SMP N 1 Pakis Aji Jepara sebagai tempat penelitian dan bagi pihak-pihak yang membutuhkan khususnya di lingkungan Fakultas Tarbiyah UNISNU Jepara

    A Multi-Language Comparison of Influences on Author Verification using Character N-Grams

    No full text
    We create a new multi-language corpus for author verification based on Wikipedia talkpages, and evaluate the influence that differences in topic and time have on character n-gram author profiles. Topic alignment between two texts is found to increase author verification precision, and an authors writing style is found to change over time, but not more significantly after 3 years than after 1 year.Information ArchitectureWISElectrical Engineering, Mathematics and Computer Scienc

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    No full text
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    The vanishing author in computer-generated works: a critical analysis of recent Australian case law

    No full text
    Abstract The use of software is ubiquitous in the creation of many copyright works, yet the requirement in copyright law that every work have a human author who engages in independent intellectual effort means that its use may prevent copyright subsistence. Several recent Australian cases have refocused attention on authorship as an essential criterion of copyright subsistence, and these cases suggest that much computer-produced output may be authorless and thus lack copyright protection. This article, the first in a two-part series, analyses how each case deals with the question of authorship of computer-produced works and why the use of software diminishes copyright protection for a significant number of computer-generated works. The article critiques the application of conventional notions of human authorship developed in the pre-computer age to modern productions and suggests alternative approaches to authorship that satisfy both the major objectives of copyright policy and the need to adapt to the computer age. The article argues that, without a broader judicial approach to authorship of computer-generated works, Parliament must remedy the lacuna in protection for these ‘authorless’ works. Possible solutions for reform are suggested. In a forthcoming article, the author comprehensively examines those reform proposals

    BUDAYA KEAGAMAAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN AKHLAK SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 PAKIS AJI JEPARA TAHUN PELAJARAN 2019/2020 (Studi Deskriptif)

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui budaya keagamaan yang ada di SMK N 1 Pakis Aji Jepara, (2) Untuk mengetahui pelaksanaan program budaya keagamaan di SMK N 1 Pakis Aji, dan (3) Untuk mengetahui faktor pendorong dan penghambat budaya keagamaan di SMK N 1 Pakis Aji. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif, yaitu mengumpulkan data yang berupa kata-kata, gambar dan bukan angka. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau field research, dengan jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik-teknik diantaranya: observasi, wawancara,dokumentasi. Data dianalisis dengan cara reduksi data, display data, dan verval data. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) Budaya Keagamaan yang ada di SMK N 1 Pakis Aji diantaranya: Menunjuk koordinator IMTAQ, Membaca Asmaul Husna setiap pagi, Latihan Rutin Qasidah dan Rebana, Senyum, Salam, Sapa, Saling Hormat dan Toleransi, Puasa Senin dan Kamis, Shalat Dhuha, Shalat Dzuhur Berjama’ah, Tadarrus al-Qur’an, Istighosah, Berinfak. (2) Pelaksanaan Program budaya keagamaan sebagai upaya meningkatkan akhlak siswa di SMK N 1 Pakis Aji: semua kegiatan budaya keagamaan berjalan dengan lancar, sesuai dan berhasil, kegiatan ini berdampak pada akhlak terpuji siswa. (3) Faktor pendukung budaya keagamaan di SMK N 1 Pakis Aji yaitu adanya dukungan penuh dari berbagai pihak sekolah, peraturan wajib yang harus diikuti semua siswa untuk mengikuti kegiatan dengan tertib dan disiplin, sarana prasaran yang memadai dan adanya insiatif siswa untuk menjadikan budaya keagamaan menjadi lebih berwarna. Sedangkan faktor penghambat budaya keagamaan di SMK N 1 Pakis Aji yaitu tenaga pendidik yang tidak seiring dan sejalan, adanya rasa malas dalam diri siswa sehingga terkadang mulai muncul, sikap ogah-ogahan dalam mengikuti kegiatan budaya keagamaan dan siswa merasa bosan dengan rutinitas budaya keagamaan setiap hari

    Pengaruh pendekatan OPEN-ENDED terhadap pemahaman konsep matematika peserta didik kelas VIII SMP N 1 Pakis Aji Jepara materi persamaan garis lurus tahun pelajaran 2014/2015

    No full text
    Skripsi ini membahas pengaruh pendekatan open-ended terhadap pemahaman konsep matematika peserta didik pada materi Persamaan Garis Lurus kelas VIII di SMP N 1 Pakis Aji Jepara tahun pelajaran 2014/2015. Studi ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: apakah ada pengaruh pendekatan open-ended terhadap pemahaman konsep matematika peserta didik pada materi Persamaan Garis Lurus kelas VIII SMP N 1 Pakis Aji Jepara tahun pelajaran 2014/2015? Permasalahan tersebut dibahas melalui studi lapangan yang dilaksanakan di SMP N 1 Pakis Aji Jepara. Sekolah tersebut dijadikan sebagai sumber data untuk mendapatkan potret pengaruh pendekatan open-ended terhadap pemahaman konsep matematika peserta didik pada materi Persamaan Garis Lurus. Data diperoleh dengan cara observasi dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah ttest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas VIII SMP N 1 Pakis Aji Jepara yang terdiri dari empat kelas yaitu kelas VIII A, VIII B, VIII C, dan VIII D. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster sampling. Terpilih kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan akhir kelas eksperimen dengan pendekatan open-ended diperoleh rata-rata = 69,405 dan standar deviasi (SD) adalah 10,592, sedangkan untuk kelas kontrol dengan model pembelajaran konvensional diperoleh rata-rata 62,811 dan standar deviasi (SD) adalah 10,030. Berdasarkan perhitungan ttest satu pihak (uji pihak kanan), dengan dk dan taraf nyata α = 5%, maka diperoleh dan . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan open-ended berpengaruh terhadap vii pemahaman konsep matematika peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada guru agar dapat menggunakan pendekatan open-ended dalam pembelajaran matematika

    Diffusive author(s), cohesive author: Analysis of S/N (1994)

    No full text
    This study indicates the ways in which various aspects of the author(s) are brought forth in Dumb type’s performance art, the S/N production. Previous research has suggested a non-hierarchical organization of Dumb type and the absence of a “privileged author” in Dumb type’s collaborative work, S/N. However, the results that I have investigated from member’s interviews on the creative process of S/N along with my analysis of the recorded images of S/N, indicate a different aspect of the author(s). First, S/N was created through, so to speak, the collective ideas of the members of Dumb type. Further, S/N has at least nine quotations from previous performances, installations, and printed writings, besides the work-in-progress technique. Explicating one of the “author functions” as given by Michel Foucault, each text has plural subjects of the author. However, it has been revealed from members’ interviews that Teiji Furuhashi had a decision-making role in selecting the members’ ideas within the performance. Since then, S/N has had plural subjects of creation; however, Furuhashi is one of the subjects of creation along with the “privileged author.” S/N has plural authors (diffusive authors) yet at the same time, it has a “privileged author,” Teiji Furuhashi (cohesive author)
    corecore