50,624 research outputs found
2° Mosquée d'as-Sayed Ahmad al-Bagam
Farnall Harry, Shafik Muhammad, Simaïka Marcus H., Sayed Metoualli, Omar Ahmad, 'Amrusi Ahmad Fahmi al-, Sayyed Ahmad el-. 2° Mosquée d'as-Sayed Ahmad al-Bagam. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 34, exercice 1925-1926, 1933. pp. 63-64
Mechanical design of automatic beach cleaner / Muhammad Qaiyim Almunawwar Ahmad Zawave and Nurulnatisya Ahmad
The aim for this project is to design the machine that capable to help clean up on the beach more efficiently without using a lot of energy and reduces the cost that is affordable for everyone. The method of operating this machine is pushes and pulls mechanism because it has a wheel. Rather than picking up trash on the beach manually, this machine will pick it up automatically without digging into the sand and collecting one by one the trash that found on the beach. The design of the machine should be suitable on sandy place like on the beach because it has a mechanism that separates the sand and trash. The machine also will be design with the right size
ENT300 Fruit Crunchy / Ahmad Ruzaini Awang Ahmad... [et.al]
The name of our company is Fruit Crunchy. This business is form of partnership which consists of six members. Each partner contributes certain amount of capital as agreed in agreement.
There are no sleeping partners and all are entitled to participate in the business management. We agreed that Ahmad Ruzaini Bin Ag. Ahmad as the General Manager and Administration Manager, Muhammad Zulfadli Bin Abang as the Marketing Manager, Muhd. Azwandy Bin Ijmaen as the Operational Manager and Mestoni Majahas as the Financial Manager. The selection of General Manager is based on the skill and experience of partner
Antara Kiev dan Yogyakarta (Komunikasi Lintas Budaya Mahasiswa Ukraina di Program Darmasiswa Universitas Ahmad Dahlan)
ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang komunikasi lintas budaya mahasiswa Ukrainadi Program Darmasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Penelitianmemperoleh gambaran gangguan apa saja komunikasi lintas budaya yangdialami oleh para mahasiswa Ukraina khususnya pada saat mereka tinggal diYogyakarta.Hasil dari penelitian ini adalah masalah komunikasi lintas budaya terbagimenjadi dua, komunikasi verbal dan non-verbal. permasalahan komunikasiverbal dari mahasiswa Ukraina adalah hal-hal yang berkaitan dengan semantisatau bahasa. Sementara permasalahan komunikasi non verbal adalah out fit,waktu, dan cita rasa makanan.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan menggunakanstudi kasus karena membicarakan masalah empiris mengenai kasus. Dalampenelitian ini menggunakan motode wawancara, dokumen dan observasidalam proses pengumpulan data
Pembinaan Moral Anak Jalanan di Rumah Singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta
Fenomena Masalah kemerosotan moral akhir-akhir ini telah menjadi persoalan yang banyak menyita perhatian dari banyak kalangan, terutama dari masyarakat, Meskipun telah banyak usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah moral, namun hasilnya masih belum menggembirakan. Hal tersebut dapat dilihat dari perilaku para anak jalanan yang semakin hari menunjukkan gelagat yang kurang baik yang melahirkan pencitraan negatif oleh sebagian besar masyarakat terhadap anak jalanan yang diidentikan dengan pembuat onar, anak-anak kumuh, suka mencuri, suka mabuk-mabukan, free sex, sampah masyarakat yang harus diasingkan. Dari hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui cara pembinaan moral, kendala seperti apa yang dialami rumah singgah, serta upaya untuk mengatasi kendala yang ada di rumah singgah ahmad dahlan.Jenis penelitian ini adalah kualitatif, Penelitian ini yang menjadi subyek adalah Pembina Rumah Singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta, sedangkan yang menjadi obyek adalah cara pembinaan moral anak jalanan di Rumah Singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi, wawancara dan observasi. Metode analisis data dilakukan dengan deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil analisis data, pembinaan moral anak jalanan di rumah singgah Ahmad Dahlan yaitu Pembinaan Moral yang digunakan oleh Pembina dalam pembinaan moral anak jalanan di rumah singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta adalah digolongkan menjadi 5 macam pembinaan, yakni 1) pembinaan dengan cara instruktif, 2) Pembinaan Ceramah, 3) Pembinaan Nasehat, 4) pembinaan Hukuman edukatif, 5) Pembinaan diskusi. Dari kelima pembinaan tersebut yang menjadi prioritas utama adalah pembinaan ceramah, karena pembinaan ceramah memberikan suatu pembinaan yang bersifat mendasar dalam mencegah sikap amoral dan merupakan pembinaan yang paling tepat untuk merubah sikap anak jalanan yang dilakukan sejak awal pembinaan. Karena ceramah berisi nilai-nilai keagamaaan yang menjadi kebutuhan jiwa manusia yang perlu dipenuhi. Dan Anak harus diberikan pembinaan agama sejak kecil agar terbina moral yang baik
Cerita tentang Kiyai Haji Ahmad Dahlan: Catatan Haji Muhammad Syoedja’
Buku ini mengisahkan perjalanan hidup dan perjuangan Kiyai Haji Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, sebuah organisasi Islam yang berpengaruh di Indonesia. Ditulis oleh Haji Muhammad Syoedja’, seorang murid sekaligus sahabat dekat Ahmad Dahlan, buku ini menawarkan pandangan mendalam tentang karakter, visi, dan dedikasi Ahmad Dahlan dalam memperjuangkan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial masyarakat Muslim di Indonesia
Etika guru menurut pemikiran Ahmad Dahlan dan Muhammad Athiyah Al-Abrasyi
Menurunnya etika guru terlihat dari banyaknya pemberitaan dilapangan, mengenai pencabulan sampai tindak kekerasan yang dilakukan oknum guru kepada muridnya masih saja terus bermunculan. Pada lingkup lembaga pendidikan, guru harusnya mengetahui sampai batas mana pergaulan yang dilakukan di sebuah lembaga pendidikan. Selain berpedoman dari kode etik guru yang telah ada, guru hendaknya melihat kembali pada tokoh-tokoh intelektual muslim terdahulu yang bergelut dalam pendidikan Islam. Ada banyak tokoh yang memiliki kontribusi besar dalam pendidikan Islam, namun disini penulis memilih dua tokoh terkemuka yaitu Ahmad Dahlan yang lebih menampilkan sosok manusia amal dan Muhammad Athiyah Al-Abrasyi yang memiliki banyak gagasan. Sebagai seorang pendidik, kedua tokoh tersebut sangat patut dijadikan teladan oleh para guru.
Rumusan masalah dalam penelitian ini: (1) bagaimana pemikiran Ahmad Dahlan tentang etika guru? (2) bagaimana pemikiran Muhammad Athiyah Al-Abrasyi tentang etika guru? Adapun tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan pemikiran Ahmad Dahlan tentang etika guru, kemudian (2) mendeskripsikan pemikiran Muhammad Athiyah Al-Abrasyi tentang etika guru.
Jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan data primernya adalah Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam/Mohd. Athiyah Al-Abrasyi; alih bahasa, H. Bustami A. Gani dan Djohar Bahry. Kemudian Falsafah Ajaran KH. Ahmad Dahlan karya murid beliau K.R.H Hadjid. Metode pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini dengan deskriptif.
Hasil penelitian: (1) pemikiran Ahmad Dahlan tentang etika guru yakni menyayangi peserta didik, mengajar dengan ikhlas, memberi nasihat, mencegah akhlak tercela, tidak memandang remeh ilmu lainnya, menyampaikan ilmu dengan tingkat pemahamannya dan penyampaiannya dengan jelas, terakhir mengamalkan ilmunya. (2) pemikiran Athiyah Al-Abrasyi tentang etika guru adalah sifat zuhud, kebersihan, ikhlas, pemaaf, figur orang tua, mengetahui tabi’at dan harus menguasai mata pelajaran.
ABSTRACT
The lack of teacher’s ethics could be seen from the many news in the field, about the abuse until the violence committed by unscrupulous teachers to students still continue to appear.In the scope of educational institutions, teachers should know to what extent the association is done in an educational institution.In addition to the guidance of the existing code of ethics teachers, teachers should look back on the early Muslim intellectual figures who wrestle in Islamic education.There are many figures that have a major contribution in Islamic education that more shows the human charity figure and Muhammad Athiyah Al-Abrasyi who has many ideas. As an educator, these two figures should be exemplary by teachers.
The Research problems were; (1) How were Ahmad Dahlan perspective about teacher’s ethics?, (2) How were Muhammad Athiyah Al-Abrasyi perspective about teacher’s ethics? The aims of this research were; (1) describe Ahmad Dahlan perspective about teacher’s ethics, and (2) describe Muhammad Athiyah Al-Abrasyi about teacher’s ethics.
This research was library research and the primary data was Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam / Mohd.Athiyah Al-Abrasyi; translation, H. Bustami A. Gani dan Djohar Bahry. then the work Falsafah Ajaran Kh.Ahmad Dalan that was written by his student, namely K.R.H. Hadjid. The Data collection methods used was documentation method, while the technique used was descriptive analysis.
The result of the research: (1) Ahmad Dahlan'sperspective on teacher ethics are loving the students, teaching sincerely, giving advice, preventing disgraceful morals, regardless of other knowledge, conveying knowledge with the level of understanding and delivery clearly, last practice his knowledge.(2) Athiyah Al-Abrasyi's thoughts on teacher ethics are zuhud, hygiene, sincere, forgiving, parenting figure, focusing on tabi'at and mastering subjects
Mini solar water heater / Muhammad Luqman Khairi and Nurulnatisya Ahmad
Over the past years, considerable much of progress has been made in looking for alternative energy such as solar energy itself as the main non-renewable sources that people nowadays depending on, the oil is depleted from day to day. As the research for this renewable energy of solar is carried on, researcher is trying to find the efficiency (energy saving generated) from the Solar Water Heating System. The purpose of this study is to investigate the energy saving generated using the solar water heating system in heating water to decrease the dependence on conventional heater based on real times. The proposal regarding the application and study of solar water heating in collecting solar energy are presented in the second chapter. As in most of the researches, the studies are more focusing on the system of Solar Water Heating in region of Malaysia. Thus, in this project, two mains aspects in determining the relevancy of using the solar to heat the water in commercial uses is going to be simulated. The methodology is proposed in which the deep and details literature review on past research on the topic related to come out with the proper comparison based on the past research conducted by other researchers worldwide. As addition, the planning of project has been done in the Gantt chart. The expected result of this project is to successfully research, analyze and fabricate a finish product of solar water heater. In addition, be able to harvest heat energy to increase the temperature to approximately 38 degree Celsius
Agera Mobil Auto Rental / Ahmad Razif Ahmad Ghazali … [et.al.]
Agera Mobil Auto Rental is the name that has been decided on the form of all the partnerships. Each partner has contributes certain amount of capital as agreed in our agreement. Our main business activity is to provide a car rental services. We have open our office at Desa Ilmu, Kota Samarahan, Sarawak and opened on 1st January 2012. All partners are encourage and entitled to participate in all business management. We have agreed that Mohd Rohaizat Bin Che Mat as the General Manager, Muhammad Nur Anwari Bin Zulhaini as the Administration Manager, Ahmad Razif Bin Ahmad Ghazali as the Operational Manager and Marketing Manager, and Muhammad Syami Bin Abdul Razak as the Financial Manager. The management team will be lead by the General Manager and the other manager will help in other process. The general manager is responsible in controlling, leading, organizing as well as plan the entire business. The administrative manger will responsible in doing for all jobs relating to office administration. The marketing manager will responsible in preparing the marketing process which includes the process of identifying the target market, determining the market size, identifying the competitors, determining the market share, developing the sales forecast and marketing strategies. The operation of our business is controlled and monitored by the operation manage
Perihal gurindam [About stanza]
Artikel ini berkenaan dengan perihal 'gurindam'. Menurut R.J. Wilkinson, kekata gurindam berasal daripada bahasa Sanskrit dan bermakna rangkap yang menjadi bidalan atau pepatah berangkap yang berpadan dengan tempatnya, sesuai rangkap dengan maksudnya; sesuai pemula dengan kesudahannya; sesuai sebab dengan akibatnya dan seimbang salah dengan hukumnya. Za'ba menjelaskan bahawa gurindam itu suatu jenis syair yang berjela, rangkapnya bersukat tetapi tidak tetap. lsi gurindam ialah fikiran yang bernas, yang disampaikan dengan bahasa nyanyian yang kemas dan riang. Gurindam membawa bahasa tamsil, ibarat dan umpama, serta melukiskan isinya dengan warna yang indah lagi bijaksana. Za'ba menyatakan seterusnya: isi gurindam dinyatakan terus-menerus sahaja. Dengan bahasa yang riang (humour), banyak gurindam tua yang lekat pada lidah Melayu sebagai bidalan. Contoh dua buah gurindam yang disiarkan media cetak ialah Gurindam Melayu, karya Zafilin A Hamid dan salinan kedua daripada 12 rangkaian Gurindam Duabelas, ciptaan Raja Ali Haji bin Haji Ahmad pada tahun 1846. Selain menyatakan sebab-akibat, Gurindam Duabelas membawakan iktibar dan nasihat yang disampaikan menerusi lukisan, kiasan dan ibarat. Penulis memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis gurindam seperti gurindam bersajak, yang tidak bersajak, tidak bersukat dan gurindam melarat. This article is about 'gurindam'. According to R.J. Wilkinson, the word 'gurindam' was originally from the Sanskrit language and means stanzas of discourse that are a kind of proverb, which is suitable with the situation and time; with a beginning and ending; its cause and effect; and balanced with the law and its consequences. Za'ba explained that 'gurindam' is a lengthy poem, measured but not fixed stanzas. The 'gurindam' contents are thoughtful, delivered with a neat and concise language, fresh, and allegorical. 'Gurindam' carries the language full of examples, parables and metaphors; and depicts its contents with colour and wisdom. Za'ba further states that the contents of 'gurindam' are expressed continuously. The author found two 'gurindams' on the printed media; one is the Gurindam Melayu, by Zafilin A Hamid. The other was the second of the 12 series of Gurindam Duabelas, created by Raja Ali Haji bin Haji Ahmad in 1846. The 'gurindam duabelas' brought teachings and lessons expressed by words painting a picture, figuratively and allegorically. The writer gives further explanations on the types of 'gurindam' such as the 'gurindam bersajak' (rhyme), 'tidak bersajak' (does not rhyme), 'tidak bersukat' (unmeasured) and 'gurindam melarat' (lengthy gurindam)
- …
