344 research outputs found
PEMAKAIAN KOSAKATA DASAR BAHASA INDONESIA PADA ANAK USIA DINI (STUDI KASUS PADA PAUD SEKAR MAWAR KOTA BANJAR)
ABSTRAKKikit Waskita Ningtias; PEMAKAIAN KOSAKATA DASAR BAHASA INDONESIA PADA ANAK USIA DINI (STUDI KASUS PADA PAUD SEKAR MAWAR KOTA BANJAR); Pembimbing I; Prof. DR. Hj. Nia Rohayati, Dra.,M.Pd., Pembimbing II; Rina Agustini, S.Pd., M.Pd., Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia; Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan; Universitas Galuh Ciamis 2022.Penelitian ini berjudul Pemakaian Kosakata Dasar Bahasa Indonesia Pada Anak Usia Dini (Studi Kasus Pada Paud Sekar Mawar Kota Banjar), dilatar belakangi dengan permasalahan di PAUD Sekar Mawar yang bertempat di Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman Kota Banjar yakni terdapat 7 orang anak yang sedang melaksanakan pembelajaran. Diantaranya kurang memahami karena kosakata yang dimiliki tidak terlalu banyak sehingga berpengaruh terhadap kelancaran komunikasinya, maka dari itu pada penelitian ini akan dikaji pemakaian kosakata dasar bahasa indonesia pada anak usia dini yang nantinya akan dijadikan bahan ajar pembelajaran Bahasa indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik simak libat cakap, instrument pengumpulan data dilakukan dengan merekam kemudian mengklasifikasikan berdasarkan jenis kosakata dasar bahasa Indonesia yang dituturkan anak usia dini. Dalam penelitian ini yang menjadi data adalah tuturan dari anak usia 4-5 tahun di PAUD Sekar Mawar. Sementara yang menjadi sumber data adalah anak usia 4 tahun berjumlah 4 orang, anak usia 5 tahun berjumlah 3 orang. Hasil yang ditemukan setelah melakukan penelitian yaitu terdapat jenis kosakata dasar Bahasa Indonesia: 1) istilah kekerabatan, 2) nama bagian tubuh, 3) kata ganti (diri,petunjuk), 4) kata bilangan, 5) kata kerja, 6) kata keadaan, dan 7) kata benda.Kata kunci : Bahasa, Kosakata dasar Bahasa Indonesia, anak usia dini, PAUD
De la colaboración a la confrontación: los comunistas mexicanos a finales de los años veinte. Antropología. Boletín Oficial del Instituto Nacional de Antropología e Historia: Vigilantes y vigilados. Seguridad, espionaje, control político y social en la historia de México. Num. 101 Nueva Época (2016) diciembre
Archivo Estatal Ruso de Historia Social y Política (RGASPI), Fondo 495, Opis. 108, exp. 14, f. 1.RGASPI; Fondo 495, Serie 108, exp. 34, f. 2.RGASPI; Fondo 495, Serie 108, exp. 32, ff. 21 y 21v.RGASPI; Fondo 495, Serie 19, exp. 179.RGASPI; Fondo 495, Op. 108, exp. 94, f. 37.RGASPI; Fondo 515, Op. 1, exp. 4127, f. 81.Archivo General de la Nación, Dirección General de Investigaciones Políticas y Sociales (AGN, DGIPS), caja 260, exp. 6, f. 19.AGN, DGIPS, caja 259, exp. 34, f. 364.AGN, DGIPS, caja 260, exp. 4, ff. 225-226.AGN, DGIPS, caja 260, exp. 6, f. 126.Cano Andaluz, Aurora; “El Machete”, en Boletín del Instituto de Investigaciones Bibliográficas, vol. II, año 1, 1997, p. 158, en línea [http://publicaciones.iib.unam.mx/index.php/boletin/article/view File/607/596].Crespo, Horacio; “El comunismo mexicano en 1929: el ‘giro a la izquierda’ en la crisis de la revolución”, Elvira Concheiro et al., El comunismo: otras miradas desde América Latina, México, Centro de Investigaciones Interdisciplinarias en Ciencias y Humanidades-UNAM, 2007, pp. 559-586.Jeifets, V.L.; Komintern i evolutsia levogo dvizhenia v Meksike, (El Comintern y la evolución del movimiento de izquierda en México), San Petersburgo, Nauka, 2006, p. 125.Martínez Verdugo, Arnoldo (ed.); Historia del comunismo en México, México, Grijalbo, 1985, p. 121.Ortiz, Rina (ed. y trad.); Alexandra Kollontai en México. Diario y otros documentos, Xalapa, Universidad Veracruzana, 2012, p. 99.Ortiz Peralta, Rina; “Stanislav Stanislavovich Pestkovsky: diplomacia y subversión”, en Diario de Campo, Suplemento, núm. 55, julio-septiembre 2009, pp. 75-83.Peláez, Gerardo; “Para documentar nuestro marxismo”, en Nexos, 1 de junio de 1982.Spenser, Daniela y Rina Ortiz; La Internacional Comunista en México: los primeros tropiezos. Documentos, 1919-1922, México, INHERM, 2006.Vázquez Ramírez, Esther Martina; “Acciones comunistas: 1929-1935”, en Elvira Concheiro et al., El comunismo: otras miradas desde América Latina, México, Centro de Investigaciones Interdisciplinarias en Ciencias y Humanidades-UNAM, 2007, p. 588.Wolfe, Bertram D.; A Life in Two Centuries. An Autobiography, Nueva York, Stein and Day, 1981, p. 285.En este trabajo se analiza el paulatino deterioro en las relaciones entre los gobiernos posrevolucionarios y el Partido Comunista Mexicano en la década de 1920, hasta el punto en que este último se vio forzado a la clandestinidad. Entre los factores que contribuyeron a la confrontación pueden destacarse: por un lado, el fortalecimiento del Estado mexicano y el mejoramiento de las relaciones con Estados Unidos; por el otro, los cambios en la política de la Internacional Comunista. A parir de los documentos de la Dirección General de Investigaciones Políticas y Sociales, resguardados en el Archivo General de la Nación, se examinan las formas que adoptaron la vigilancia y la represión contra los comunistas, cuya influencia fue considerada una amenaza.This work examines the progressive deterioration in the relations between the national government of Mexico and the Mexican Communist Party in the 1920s until the communists were finally forced into clandestine work. Some of the factors that motivated the confrontation were: on one hand, the consolidation of the post-revolutionary state in Mexico and the improved relations with the United States and on the other hand, changes in Comintern policy. Based in documents from the agn Mexico (Dirección General de Investigaciones Políticas y Sociales), the author illustrates the forms of surveillance and repression conducted by the Mexican government against communists, who were considered a threat to political stability
Desain Laporan Keuangan MasJid Berbasis Microsoft Access (Studi Kasus pada Masjid Al. Baitul Amien Jember)
Masjid sebagai organisasi nirlaba dan salah satu bentuk pertanggung jawabannya yaitu dengan membuat laporan keuangan yang telah sesuai dengan standar yang ada sehingga dapat melakukan transparansi dan akuntabilitas tentang laporan keuangan dan penyusunan laporan keuangan masjid. Laporan keuangan masjid seringkali hanya dibuat seadanya dengan alasan tidak adanya sumberdaya yang memadai dalam membuat laporan keuangan dan juga dana masjid tidak perlu dipertanggungjawabkan karena masjid dirasa adalah entitas keagamaan bukan entitas bisnis yang memiliki aktivitas operasi untuk memperoleh laba.
Laporan keuangan masjid sering dibuat secara manual dan hanya mencatat berapa kas yang masuk dan yang keluar, dimana sistem pencatatan yang seperti ini masih belum sesuai dengan standar. Berbagai macam permasalahan yang dihadapi, maka masjid sudah seharusnya menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar yang telah diatur dalam standar yang berlaku. Penyusunan laporan keuangan dapat dihasilkan melalui proses akuntansi dengan bantuan software akuntansi yang tersedia. Saat ini, banyak software yang dapat digunakan untuk membantu proses penyusunan laporan keuangan seperti MYOB, Zahir Accounting, Microsoft Excel, Microsoft Access, dan lainnya. Salah satu software akuntansi yang dapat digunakan dalam menyusun laporan keuangan masjid adalah Microsoft Access. Microsoft Access merupakan program aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk memudahkan pengolahan data mulai dari aplikasi personal, perkantoran hingga skala bisnis yang sangat kompleks. (Muhlis, 2015) Database relasional pada Microsoft Access mampu memberikan beberapa manfaat bagi penyusunan laporan keuangan.
Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain laporan keuangan masjid berbasis microsoft access. Masjid Al-Baitul Amien merupakan salah satu masjid terbesar di Kota Jember, sehingga sebagai masjid yang sudah banyak dikenal masyarakat, penulis ingin membuatkan desain laporan keuangan masjid menggunakan aplikasi Microsoft Access. Penggunaan Microsoft Acces sebagai alat bantu dalam pembuatan laporan keuangan diharapkan memberikan hasil yang valid dan memiliki integritas data yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena tujuan penelitian ini adalah mengungkap bagaimana penyusunan laporan keuangan di Masjid Jami' Al-Baitul Amien Jember dan untuk mengetahui serta memahami siklus akuntansi di masjid tersebut. Penelitian kualitatif yang digunakan adalah dengan metode deskriptif (descriptive research), dimana peneitian terhadap masalah-masalah berupa fakta saat ini dari suatu populasi Penelitian ini akan mengungkapkan kejadian atau fakta, fenomena, atau keadaan yang terjadi saat penelitian berlangsung dengan menyuguhkan apa yang sebenarnya terjadi.
Hasil Penelitian yang sudah dilakukan oleh penulis Masjid Al Baitul Amien sebagai salah satu masjid tertua di Jember, pengelolaan keuangannya sudah terbilang cukup baik namun juga masih sederhana. Penggunaan aplikasi Microsoft Access membantu menyajikan laporan keuangan masjid menjadi lebih informatif dan relevan. Perancangan desain dimulai dengan pembuatan table, form, query dan report. Output yang dihasilkan dari aplikasi ini yaitu jumal umum, buku besar, laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, dan laporan arus kas
Francis Bacon: Painting in A Godless World
Throughout his career, Francis Bacon (1909-1992) made many anti-religious and, more specifically, anti-Christian statements. Bacon was a militant atheist but his atheism was not a simple dismissal of religion and religious belief. He exploited the symbols of Christianity, especially the Crucifixion and the Pope, in order to show its untenability in the modern age. Setting out to account for Bacon's recurrent and sustained use of religious symbols, Rina Arya explains how the artist redeployed religious iconography to convey an experience of the human condition, specifically animalism and mortality. By placing the work within the context of post-war philosophical pre-occupations with the death of God, the author provides a robust framework in which to view and interpret Bacon's complex images. Refreshingly original, this book marks a new approach to appreciating the work of one of the leading artists of the twentieth century
Peningkatan Prestasi Matematika Siswa Menggunakan Katanguntar dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD di SDIT IQRA’1
Penelitian bertujuan untuk mengetahui penggunaan alat peraga katanguntar dan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika pada materi bangun datar di kelas III B SDIT IQRA’ 1 Kota Bengkulu tahun pelajaran 2018/2019 di kelas III B .Data dikumpulkan dengan dokumentasi hasil ulangan siswa dan tes. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan persentase ketuntasan prestasi belajar, dari penelitian ini maka disimpulkan bahwa penggunaan katanguntar dan model kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi simetri lipat dan simetri putar bangun datar,. Hal ini dapat dilihat hasil tes pada siklus 1 dan hasil siklus 2 yaitu rata – rata awal 64,33 menjadi 70,67 pada siklus 1 dan meningkat 83,0 di siklus 2. Ketuntasan belajar klasikal dari awalnya 26,67 %, pada siklus 1 53,33 % dan meningkat lagi menjadi 80% di siklus 2
Studi Pengembangan Poli-Orto-Anisidin (POAS) Sebagai Membran Optode Untuk Sensor pH
Studi pengembangan poli-o-anisidin (POAS) sebagai membran optode untuk
sensor pH telah dilakukan. Proses polimerisasi o-anisidin dilakukan secara kimia
menggunakan oksidator FeCl
0,5 M. Pencetakan membran poli-o-anisidin (POAS)
dilakukan dengan perpaduan antara teknik casting (tuang) dan spin on coating.
Membran yang dihasilkan berwarna hijau. Hasil pengukuran menunjukkan karakteristik
sebagai berikut : penurunan pH menyebabkan pergeseran puncak absorpsi membran
POAS bergeser ke panjang gelombang yang lebih panjang, membran POAS dengan
rasio mol FeCl
3
3
/o-anisidin 4,2 (waktu polimerisasi 30 menit) dan 4,2 (waktu
polimerisasi 60 menit) memiliki pola spektra visible terbaik dimana pola pemisahan
spektra pada pH 2-12 nampak jelas dengan panjang gelombang maksimum 560 nm,
peningkatan absorban membran POAS terjadi seiring dengan peningkatan pH, membran
POAS rasio mol FeCl
/o-anisidin 4,2 (waktu polimerisasi 30 menit) merupakan
membran POAS optimum dengan range pH 2-10, koefisien korelasi sebesar 0,979, nilai
sensitivitas (m) sebesar 0,0305 , nilai Kv kurang dari 5 % dan waktu respon sekitar 20
menit. Hasil uji pengukuran pH pada beberapa sampel menunjukkan bahwa pengukuran
pH menggunakan membran POAS optimum dengan pH-meter komersial tidak berbeda
secara signifikan
Francis Bacon: Painting in A Godless World
Throughout his career, Francis Bacon (1909-1992) made many anti-religious and, more specifically, anti-Christian statements. Bacon was a militant atheist but his atheism was not a simple dismissal of religion and religious belief. He exploited the symbols of Christianity, especially the Crucifixion and the Pope, in order to show its untenability in the modern age. Setting out to account for Bacon's recurrent and sustained use of religious symbols, Rina Arya explains how the artist redeployed religious iconography to convey an experience of the human condition, specifically animalism and mortality. By placing the work within the context of post-war philosophical pre-occupations with the death of God, the author provides a robust framework in which to view and interpret Bacon's complex images. Refreshingly original, this book marks a new approach to appreciating the work of one of the leading artists of the twentieth century
POLA KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FKIP UNIVERSITAS GALUH
Latar belakang penilitian ini yaitu karena selama ini penggunaan bahasa hanya bertitik tolak pada penggunaan bahasa yang baik dan benar. Padahal untuk menjadi orang yang mampu berkomunikasi dengan baik dan lancar, penutur dan lawan tutur juga harus memperhatikan kaidah kesantunan berbahasa Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan apa adanya hasil dari pengumpulan data yang telah dilakukan oleh penulis. Dari hasil penelitian dan pembahasan ditemukan bahwa 1. Pola kesantunan berbahasa antar mahasiswa di lingkungan kampus dalam ragam resmi meliputi tuturan tak langsung, tuturan implisit, campur kode, ungkapan, majas, dan basa-basi sedangkan pola kesantunan dalam ragam pergaulan meliputi tuturan tak langsung, campur kode, dan majas. 2. Pola kesantunan berbahasa mahasiswa ketika berinteraksi dengan dosen di lingkungan kampus dalam ragam resmi meliputi tuturan tak langsung, campur kode, majas, dan basa-basi. Di lingkungan kampus, tidak dapat ditemukan percakapan mahasiswa dengan dosen dalam ragam pergaulan.
BENTUK KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA (Studi Deskriptif Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia oleh Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Galuh Ciamis)
Latar belakang penelitian ini yaitu karena masih banyak penutur dan lawan tutur yang belum menyadari untuk menjadi orang yang mampu berkomunikasi dengan memperhatikan kaidah kesantunan berbahasa. Tujuan penelitian ini yaitu 1) Ingin mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa antar mahasiswa di lingkungan kampus 2) Ingin mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa mahasiswa dalam berinteraksi dengan dosen di lingkungan kampus Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Simpulan hasil penelitian sebagai berikut. 1) Bentuk kesantunan linguistis antar mahasiswa di lingkungan kampus dalam ragam resmi dan ragam pergaulan meliputi pilihan kata (diksi) yang tepat, intonasi, dan struktur kalimat yang menunjukan kesantunan berbahasa. Bentuk kesantunan pragmatis dalam ragam resmi ditandi dengan penggunaan majas perumpamaan sedangkan dalam ragam pergaulan ditandai dengan penggunaan majas metonimia 2) Bentuk kesantunan berbahasa mahasiswa ketika berinteraksi dengan dosen di lingkungan di lingkungan kampus meliputi pilihan kata (diksi) yang tepat, dan intonasi sedangkan struktur kalimat yang digunakan yakni struktur kalimat yang biasa, tidak memperlihatkan pemfokusan pada kata awal kelimat. Bentuk kesantunan pragmatis ditandai dengan penggunaan majas metafora.
Teaching Seakeeping for Ships and Offshore Structures: A Delicate Balance
Seakeeping is traditionally taught for Naval Architecture using mainly ships as examples. Many books are also available in a similar way citing ships as examples. However, in order to cater for students in offshore or Ocean Engineering, a paradigm shift is inevitable. The author teaches Seakeeping Part of the Module Marine Dynamics for Stage 2 students of both streams: Naval Architecture and Offshore Engineering. The available hours are limited, and within this span of time the students of both streams have to be taught basic seakeeping aspects citing examples of both ships and offshore structures. This is rather a challenge. As the same group of students study another Module Marine and Offshore Mechanics, a delicate balance need to be maintained so that both groups of students can have equal understanding of the subsequent module with ease and comfort. The author has now done it for last 5 years and according to him, most of the students finally manage to understand the module quite well. The author thinks that teaching and learning in Stage 2 has been the root of the final success
- …
