437 research outputs found
kontribusi daya ledak lengan dan daya ledak tungkai terhadap kemampuan renang gaya bebas pada murid SD Neg. Kaluang II Makassar kelas VI
ABSTRAKSI
AGUSMAN.2014. kontribusi daya ledak lengan dan daya ledak tungkai terhadap kemampuan renang gaya bebas pada murid SD Neg. Kaluang II Makassar kelas VI.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jawaban atas permasalahan : ada tidak kontribusi atau hubungan daya ledak lengan dan daya ledak tungkai terhadap kemampuan renang gaya bebas pada murid SD Neg. Kaluang II Makassar. Poppulasi penelitian ini adalah semua murid SD Neg. Kaluang II Makassar. Sampel yang di pergunakan sebanyak 40 orang. Tehnik pengambilan sampelnya adalah secara acak. Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian deskriptif yang berbentuk korelasional dan instrument adalah : (1) daya ledak lengan, (2) daya ledak tungkai, dan (3) kemampuang renang gaya bebas.
Pengolahan data penelitian menggunakan statistic deskriptif inferensial. Sedangkan tehnik analisis data yang di guanakan adalah uji korelasi dan regresi ganda dengan menggunakan taraf signifikan 95
Hukum perjanjian internasional : kajian teori dan praktik Indonesia/ Agusman
x, 238 hal.: ilus.; 24 c
Hukum perjanjian internasional : kajian teori dan praktik Indonesia/ Agusman
x, 238 hal.: ill.; 24 cm
Hukum perjanjian internasional : kajian teori dan praktik Indonesia/ Agusman
x, 238 hal.: ilus.; 24 c
How International Treaties Binding for Domestic Law? A Book Review “Treaties Under Indonesian Law: A Comparative Study” Dr. iur. Damos Dumoli Agusman, PT Remaja Rosda Karya, Bandung, 2014, ISBN 978-979-692-597-1, 554 Pages.
International treaties have unique characteristics, especially when faced with the question of how an international treaty applies in a country. The book "Treaties Under Indonesian law: A Comparative Study" written by Dr. iur. Damos Dumoli Agusman is one of the reference books in understanding how international treaties apply domestically in the context of Indonesian law
IDDAH WANITA HAMIL MENURUT IBNU QUDAMAH DALAM KITAB AL-MUGHNI
ABSTRAK
Agusman Saputra, NIM. 21890215358, judul Tesis “ ‘IDDAH WANITA HAMIL MENURUT IBNU QUDAMAH DALAM KITAB AL-MUGHNI ” Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyyah) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau.
Dalam Penulisan Tesis ini yang menjadi permasalahan adalah „Iddah Wanita Hamil Menurut Ibnu Qudamah Dalam Kitab al-Mughni. yang menjadi rumusan masalahnya adalah, bagaimana metode istinbath hukum Ibnu Qudamah tentang „iddah wanita hamil, dan bagaimana tinjauan maqashid al-Syari‟ah tentang „iddah wanita hamil.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode istinbath hukum Ibnu Qudamah tentang „iddah wanita hamil, dan untuk mengetahui bagaimana tinjauan maqashid al-Syari‟ah tentang „iddah wanita hamil. Adapun kegunaan dari penelitian ini selain dari syarat memperoleh gelar Magister Hukum Islam juga sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan program studi Penulis tekuni dan sebagai tambahan refrensi pustaka UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU serta sebagai sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan.
Metode penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian literatur atau penelitian pustaka (library reseach). Artinya penelitian ini didasarkan pada yang tertulis berasal dari kitab, buku jurnal dan sumber-sumber data tertulis lainnya yang berguna dan mendukung penelitian ini. Penelusuran data ini dilakukan terhadap kitab-kitab klasik dan modern serta buku-buku yang berhubungan dengan konsep „iddah.
Adapun sumber data primer dalam penelitian ini adalah kitab karya Ibnu Qudamah dalam kitabnya al-Mughni. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis isi (content analysis) agar diperoleh pemahaman yang akurat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode istinbath hukum yang digunakan oleh Ibnu Qudamah dalam menetapkan masa „iddah khusus bagi wanita hamil karena di tinggal mati oleh suami adalah takhsis ayat dengan ayat yaitu surat al-Baqarah ayat 234 di takhsis oleh surat at-Thalak ayat 4, bahwa masa „iddahnya adalah sampai melahirkan kandungan, kemudian juga berlaku bagi wanita hamil disebabkan cerai talak dan zina, karena „iddah menurut Ibnu Qudamah bertujuan untuk mengetahui ke-steril-an kandungan seorang perempuan dan dengan melahirkan sudah menjadi bukti yang paling jelas bahwa kandungannya telah bersih dari janin. Tinjauan maqashid al-Syari‟ah tentang masa „iddah wanita hamil adalah tergolong kepada maslahah dharuriyyah wajib dijalankan sampai melahirkan demi kehati-hatian (ihtiyat) untuk menjaga keturunan (hifdzu nasl) yang sah
KONSEP KHILĀFAH DALAM AL-QUR’ĀN (Perspektif Tafsir Al-Qurthubi dan Relevansinya Terhadap Kerajaan Islam Demak)
ABSTRAK
KONSEP KHILĀFAH DALAM AL-QUR’ĀN
(Perspektif Tafsir Al-Qurthubi dan Relevansinya Terhadap
Kerajaan Islam Demak)
Oleh :
Hendri Agusman
Kajian terhadap konsep khilāfah dalam Al-Qur‟ān menarik
untuk diperhatikan karena hal ini berkaitan dengan hubungan antara
agama (Islam) dan negara. Khilāfah atau sistem pemerintahan Islam
kini menjadi sebuah hal yang justru melahirkan perbedaan pendapat
dikalangan akademisi. Pendapat pertama menyatakan bahwa dalam
Islam sudah diatur mengenai sistem ketatanegaraan, sedangkan
pendapat kedua menyatakan bahwa Islam hanya mengatur etika nilai
dalam bernegara. Sehingga perlu untuk dikaji lebih dalam mengenai
wujud khilāfah ini dalam Al-Qur‟ān untuk menemukan titik
pencerahan atas perbedaan pendapat tersebut. Adapun ayat-ayat yang
peneliti klasifikasikan berdasarkan kesamaan tema tentang khilāfah
adalah QS. al-Baqarah [2]: 30, Sad [38]: 26, QS. al- Nisâʹ[4]: 59, al�Mâidah[5]: 49, al-An‟am [6]: 57, QS. Ali Imran [3]: 159 dan QS. An�Nur [24]: 55. Kerajaan Islam Demak merupakan kerajaan yang
menggunakan al-Quran dan hadits sebagai dasar hukum dalam
menjalankan roda pemerintahannya. Maka untuk menemukan titik
pencerahan atas perbedaan pendapat tersebut, dan mengungkap
relevansi implementasi syariat Islam dalam bernegara pada potret
sejarah Kerajaan Islam Demak dengan konsep khilāfah dalam Al�Qur‟ān, maka peneliti mengangkat judul skripsi Konsep Khilāfah
Dalam Al-Qur‟ān (Perspektif Tafsir Al-Qurthubi dan Relevansinya
Terhadap Kerajaan Islam Demak).
Untuk memudahkan penelitian ini, maka peneliti merumuskan
pokok permasalahan yakni, Bagaimana konsep khilāfah dalam Al�Qur‟ān menurut Tafsir Al-Qurthubi dan Bagaimana relevansi ayat�ayat tentang khilāfah terhadap potret sistem pemerintahan Kerajaan
Islam Demak. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pustaka
(library research), yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data yang bersifat kepustakaan, seperti buku, naskah,
jurnal dokumen dan lain sebagainya. Adapun penelitian ini bersifat
“deskriptif” yaitu suatu penelitian yang bertujuan memaparkan,
menggambarkan, dan melaporkan suatu keadaan tanpa menilai benar
atau tidaknya suatu konsep atau ajaran yang menjadi obyek penelitian.
Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan tafsir yaitu metode
tahlili. Kemudian metode yang digunakan untuk menganalisis data
pada penelitian ini adalah metode analisis isi/content analysis. Dalam
pengambilan kesimpulan, metode yang digunakan adalah metode
deduktif, yaitu menganalisis objek yang dijadikan penelitian yang
bersifat umum selanjutnya ditarik kesimpulan yang bersifat khusus,
untuk menjawab pokok permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini.
Berdasarkan penelitian dari fokus masalah yang peneliti kaji
ditemukan bahwa konsep khilāfah dalam Al-Qur‟ān menurut Tafsir al�Qurthubi adalah; Pertama, wajib mengangkat pemimpin. Kedua,
pemilihan pemimpin dengan penetapan atau kesepakatan ulama dan
orang bijak. Ketiga, memilih pemimpin sesuai kriteria yang ditetapkan
ulama. Keempat, harus bermusyawarah. Kelima, wajib taat kepada
pemimpin dalam kebaikan. Keenam, wajibnya bertanya/konsultasi
kepada ulama. Ketujuh, memutuskan perkara dengan hukum Allah.
Kedelapan, menyadari bahwa penetapan hukum hak dan batil
hanyalah hak Allah kita hanya mengikuti aturan Allah saja.
Kesembilan, kekuasaan akan diberikan kepada orang yang beriman
dan beramal shalih. Kesepuluh, wajibnya pemimpin beramar ma‟ruf
nahi mungkar dan bersikap adil, kemudian konsep tersebut memiliki
relevansi terhadap potret pemerintahan Kerajaan Islam Demak,
kecuali pada pemilihan pemimpin, Kerajaan Islam Demak
menggunakan sistem pemilihan putra mahkota/keturunan raja
(monarki). Dengan kesimpulan bahwa konsep khilāfah yang terdapat
pada al-Quran merupakan nilai-nilai bernegara yang dapat diterapkan
pada sistem pemerintahan apapun, dibuktikan dengan adanya
relevansi penerapan nilai-nilai tersebut dalam pemerintahan Kerajaan
Islam Demak yang sistem pemerintahannya monarki.
Kata Kunci : Konsep Khilāfah, Tafsir Al-Qurthubi, Kerajaan Islam
Dema
- …
