57 research outputs found

    SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNALSEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN MUTU LULUSAN

    No full text
    Abstract: This article aims to describing the system of guaranteeing internal quality of schools to ensure that the quality of graduates is able to be competitive with other school outcomes. This study explains that guaranteed internal quality of schools should at least refer to the standards set by the government, namely the National Education Standards (SNP). The school strives to implement guaranteed internal quality, because the quality of output is influenced by the process of guaranteeing the internal quality of the school, the focus of the school in ensuring the quality and implementation of guaranteed quality to ensure school quality. Using interview techniques with the principal who aims to determine the policies implemented in ensuring quality, and make observations about the implementation of guaranteed quality and also conduct documentation studies in schools (qualitative descriptive). The impact that results from ensuring the quality of schools is that schools are capable of achieving academic and non-academic achievements and are able to compete with other school graduates.Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem penjaminan mutu internal sekolah gunamemberikan kepastian bahwa mutu lulusan yang mampu berkompetisi dengan mutu luaran sekolah yang lain. Sekolah berupaya sekuat tenaga untuk melaksanakan penjaminan mutu internal karena mutu output sangat dipengaruhi oleh proses penjaminan mutu internal sekolah, fokus sekolah dalam melaksanakan penjaminan mutu danbentuk pelaksanaan penjaminan mutu yang dilaksakanan untuk memastikan mutu sekolah. Dengan menggunakan teknik wawancara kepada kepala sekolah bertujuan untuk mengetahui kebijakan yang dilaksanakan dalam penjaminan mutu, melakukan pengamatan tentang pelaksanaan penjaminan mutu, serta melakukan studi dokumentasi di sekolah (deskriptif kualitatif). Dampak yang dihasilkan dari pelaksanaan penjaminan mutu sekolah yakni sekolah mampu berprestasi baik dibidang akademik dan non akademik dan mampu bersaing dengan para lulusan sekolah yang lain

    Komitmen Dosen Universitas Negeri Malang (UM) dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya

    No full text
    The aims of this causal, comparative survey were to describe lecturers’ commitment and to examine the effects of personal, organizational, and non-organizational factors on lecturers’ commitment. Using proportional stratified random sampling, this study involved 153 lecturers of the III-rank wage scale selected out of the 513 lecturers. The data were collected through questionnaires and documents and then analyzed using correlations, multiple regression, and t-test. The findings suggest that personal and organizational factors were of good category and had positive relationship with lecturers’ commitment, whereas non-organizational factor was not as good and had no correlation with lecturers’ commitment. In general, the lecturers were highly committed and there was no difference in commitment between male and female lecturers

    Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanaan Program Hubungan Sekolah-Masyarakat di Sekolah Dasar

    No full text
    This desciptive-correlational research was designed to describe community participation in the school-public relation programs. It collected data from elementary schools in Malang Municipality by using questionnaire and documentation, and then analyzed statistically by percentage, product moment correlation, and t-test. It was found out that community participation in the school-public relation programs was high, and that the programs were effective. The program effectiveness was related to the community participation. There were differences in the level of community participation and in the program effectiveness among the elementary schools

    Implementasi Total Quality Management (TQM) dalam sistem manajemen perencanaan kepala sekolah

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi Total Quality Management (TQM) dalam sistem manajemen perencanaan kepala sekolah pada SMA Swasta Katolik. Penelitian ini menggunakan rancangan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumenter. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajan data, menarik kesimpulan atau verifikasi data dan pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data.  Temuan menunjukkan bahwa: 1.) Perencanaan program sekolah yang meliputi perumusan visi, misi, dan tujuan sekolah serta rencana kerja sekolah yang terdiri atas 12 program sudah dilaksanakan; 2.) Rencana kerja bidang pendidikan telah disusun sesuai tupoksi dan kewajiban tenaga pendidik dan tenaga kependidikan seperti tertera dalam dokumen pedoman sekolah dan struktur organisasi sekolah yang telah diprogramkan; 3.) Kepala sekolah telah melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh proses kegiatan sesuai program kerja sekolah dan telah menyusun dokumen rencana pengembangan sekolah; dan 4.) Kepala sekolah bersama staf dan dewan guru telah membangun sistem informasi manajemen guna mendukung pengimplementasian budaya mutu dalam seluruh aspek baik fisik maupun nonfisik.   Abstract This research aims to analyze the Total Quality Management (TQM) Implementation in The Principal Planning Management System at Catholic Privat High School. This research uses a qualitative approach design. Data collection techniques using observation techniques, interviews, and documentary studies. Data analysis techniques include data reduction, data intercepting, concluding/verifications, and data validity checking using data triangulation techniques. The findings show that: 1.) School program planning includes the formulation of the school and school work plan's vision, mission, and goals consisting of 12 programs that have been implemented; 2.) The work plan for the education sector has been prepared in accordance with the duties and responsibilities of teaching staff and education staff, as stated in the school guidelines document and school organization structure that has been programmed; 3.) The school principal has supervised and evaluated all the activities of activities according to the school work program and has compiled a school development plan document; and 4.) The principal with the school staff and the teachers have developed an information management system to support the implementation of culture quality in all aspects, both physical and non-physical

    MANAJEMEN MALAM BINA IMAN DAN TAQWA UNTUK PENGUATAN KARAKTER PESERTA DIDIK

    No full text
    Abstract: The purpose of this studied was to describe the management of Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) to strengthen the character of students. Study used a qualitative approached. Data collection used interview, observation, and documentation. Conclusions from this studied were (1) planning based on the goals of the madrasa, indicators of the success of attendance and discipline of students, determination of material, budget, location, (2) division of task and responsibilities of each committee, (3) inter-teacher briefings, briefings on students, implementation of special and general materials, (4) evaluations carried out every month and semester in the form of oral reports and attendance lists of students, (5) there were several factors that affect their management, including parents, teachers, environment, facilities and infrastructure, weather. Keywords: management of malam bina iman dan taqwa, character strengthening Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan manajemen Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) untuk penguatan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Simpulan dari penelitian ini adalah (1) perencanaan berdasarkan tujuan madrasah, indikator keberhasilan kehadiran dan kedisiplinan peserta didik, penentuan materi, anggaran, lokasi, (2) pembagian tugas dan tanggung jawab setiap panitia, (3) briefing antar guru, briefing terhadap peserta didik, pelaksanaan materi khusus dan umum, (4) evaluasi yang dilakukan setiap bulan dan semester dalam bentuk laporan secara lisan dan daftar kehadiran peserta didik, (5) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi manajemennya, antara lain orang tua, guru, lingkungan, sarana dan prasarana, cuaca. Kata Kunci: manajemen malam bina iman dan taqwa, penguatan karakte

    ANALISIS PENGEMBANGAN KARIR PERSONEL SATUAN PENGAMANAN UNIVERSITAS NEGERI

    No full text
    Abstract: The study aims to describe (1) how long the duration of security works; (2) the scurities honorarium; (3) the duties of the security; (4) the scurity career development criteria; (5) career position that were once held at state universities in Malang city. The analysis method of this study is quantitative approach with a descriptive stastical research. The result of this study show that duration of security work is 8 hours with 3 shift per day. The securities salary is 1,5 million to 2 million per month. There are 19 types of duties carried out by security and 2 types of duties including the main duty and functions of security. There are 5 security career developments, namely rating and evaluation, training, work performance, loyality and dedication, and educational background. There are 8 career positions that have been occupied by security. Keywords: career development, duration work, salary, duty, security Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) berapa lama durasi kerja Satpam; (2) honorarium Satpam; (3) tugas-tugas Satpam; (4) kriteria pengembangan karir Satpam; (5) karir jabatan yang pernah diduduki Satpam universitas negeri di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, durasi kerja Satpam adalah 8 jam kerja dengan 3 shift per hari. Perolehan gaji Satpam, yaitu 1,5 juta sampai dengan 2 juta per bulannya. Terdapat 19 jenis tugas yang dilakukan oleh Satpam, dan 2 jenis tugas di antaranya di luar tugas pokok, dan fungsi Satpam. Terdapat 5 pengembangan karir Satpam, yaitu penilaian dan evaluasi, pelatihan, prestasi kerja, kesetiaan atau pengabdian, dan latar belakang pendidikan. Serta terdapat 8 karir jabatan yang pernah diduduki oleh Satpam. Kata Kunci: pengembangan karir, durasi kerja, gaji, tugas, Satpa

    Productivity of Learning Management System in Organizational Development by Utilizing Smart Education

    No full text
    This study aims to describe the productivity of the learning management system in the context of organizational development by utilizing intelligent education that applies the latest technological innovations. The researcher uses a qualitative method with a descriptive approach, which will be the focus of the research, followed by interviews and observations, and qualitative data analysis such as manipulation and interpretation techniques that are related to a wider range. There are four research results, including (a) Learning management system as a lecture material platform; (b) Learning management system as assignment submission platform; (c) Learning management system as a discussion forum platform; and (d) Learning management system as a college exam platform. Keywords: learning management system, organizational development, smart education, educational managemen

    MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEAHLIAN GANDA GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

    No full text
    Abstract: Research objectives to describe the management of education and training undertaken by the training institutions for the implementation of the program. Research using qualitative approach. The data collected by interview, observation, and documentation methods. Results of research: (1) program planning of multiple expertise PPPPPTK BOE Malang was start from an analysis of the needs of teachers, drafting the budget, recruitment of participants, to making proposals of activities; (2) organizing was done by the Division of proposals to work units, and continued by coordonation meeting for committee involement; (3) training implementation by using  in-on-in model was done with provisioned speaker and attendees, and the strategies of andragogy approach. The implementation of the learning was begin with the opening to learning in each classroom; (4) evaluation of the implementation of the multiple expertise program at PPPTK BOE Malang was consist of participant’s assesment, speaker of theacer’s assesment, and organizer’s assesment.. Keyword: Educational and Training Management, Multiple Expertise Abstrak: Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan manajemen pendidikan dan pelatihan yang dijalankan oleh lembaga pelatihan untuk pelaksanaan program keahlian ganda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian: (1) Perencanaan program keahlian ganda di PPPPPTK BOE Malang  mulai dari analisis kebutuhan guru, penyusunan anggaran, perekrutan peserta pelatihan, sampai dengan pembuatan proposal kegiatan; (2) pengorganisasian dilakukan dengan pembagian proposal kepada unit kerja, dilanjutkan rapat koordinasi dan pelibatan ke dalam kepanitiaan; (3) model pelaksanaan pelatihan in-on-in dengan dilakukan pembekalan terhadap narasumber dan peserta dengan strategi pembelajaran pendekatan andragogi, kemudian pada pelaksanaan pelatihan diawali dengan pembukaan hingga pembelajaran di kelas masing-masing; (4) evaluasi pelaksanaan program keahlian ganda di PPPPTK BOE Malang menyangkut penilaian peserta, penilaian narasumber atau pengajar, dan penilaian penyelenggara. Kata Kunci: Manajemen Pendidikan dan Pelatihan, Keahlian Gand

    MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI PENGEMBANGAN BUDAYA LOKAL

    No full text
    Abstrak:Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai budaya lokal atau daerah yang dapat meningkatkan mutu sekolah. Peneliti merupakan instrumen kunci dalam mengumpulkan data dengan cara hadir di lapangan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman dengan mereduksi, menyajikan, dan memverifikasi data yang ditemukan. Hasil penelitian yang ditemukan di lapangan adalah: perencanaan yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan budaya lokal yaitu dengan menetapkan tujuan dan menganalisis potensi daerah sehingga dapat menentukan program yang akan dilaksanakan yaitu Lampa. Bapak-bapak berupa pangereng panganteng dan pengayaan bahasa daerah. Tahap pengorganisasian meliputi pemilihan sumber daya manusia, yaitu guru bahasa daerah dan sarana prasarana yang mendukung program laboratorium bahasa Madura. Selanjutnya pelaksanaan Program Panganger Panganger diatur dengan membagi waktu dengan berbagai kelas di semua tingkatan. Sedangkan penggunaan bahasa Madura sepanjang hari setiap selasa. Dimana pada hari selasa bel sekolah juga berbicara bahasa Madura. Tahap terakhir yaitu evaluasi setiap akhir semester untuk meningkatkan program dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di SMPN 1 Gapura. Keywords: Management of quality improvement, education quality, local culture development. Abstrak: Penulisan artikel ini memiliki tujuan untuk mengakaji nilai-nilai budaya lokal atau daerah yang dapat meningkatkan kualitas sekolah. Peneliti merupakan instrumen kunci dalam mengumpulkan data dengan hadir ke lapangan. Penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman dengan mereduksi, menyajikan, dan melakukan verifikasi dari data yang ditemukan. Hasil penelitian yang ditemukan di lapangan adalah: perencanaan yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan budaya lokal adalah dengan menetapkan tujuan dan menganalisa potensi daerah sehingga dapat menetapkan program yang akan diimplementasikan yaitu Parenteng Lampa berupa pangereng pangantan dan pengayaan bahasa daerah. Tahap pengorganisasian termasuk pemilihan SDM yaitu guru bahasa daerah dan sarana prasarana yang mendukung program adalah laboratorium bahasa Madura. Selanjutnya pelaksanaan program pangereng pangantan diatur dengan membagi waktu dengan berbagai kelas di semua tingkatan. Sedangkan penggunaan bahasa Madura seharian penuh setiap hari selasa. Dimana pada hari selasa bel sekolah juga berbahasa Madura. Tahap terakhir, yaitu evaluasi setiap semester akhir untuk menyempurnakan program guna meningkatkan mutu pendidikan di SMPN 1 Gapura. Kata Kunci :  Manajemen peningkatan mutu, mutu pendidikan, pengembangan budaya lokal

    Kontribusi Kepala Sekolah Berdasarkan Ketidaksesuain Kualifikasi Guru Untuk Meningkatkan Kualitas Sekolah

    No full text
    The aim of this study was to find (1) constraints in improving the quality of schools, (2) the strategy of principals to improve school quality, and (3) the efforts of principals to maintain school quality strategies. This study used a qualitative approach, with the study design of the case study. The place of this study was at the SD Islam Terpadu Robbani Singosari. The technique of collecting data is in-depth interviews and documentation. Analysis of the data obtained results in findings that are in accordance with the problems being faced by the school. The results of the study are (1) constraints to improving the quality of the school, namely the teacher's educational background that is not in accordance with the required qualifications, (2) the principal's strategy to improve the quality of the school includes participating in education seminars and requiring teachers not to qualify again 3) the efforts of the principal to maintain the school quality strategy including providing financial incentives and forming teacher work teams to improve their competence in teaching
    corecore