7 research outputs found

    Proses Visualisasi dan Makna Motif Batik di Sanggar Batik Sayu Wiwit Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    ABSTRAK   Muwahid, Agus . 2018.Proses Visualisasi dan Makna Motif Batik di Sanggar Batik Sayu Wiwit Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Ponimin, M.Hum   Kata Kunci:Proses, Makna, Motif, Batik.   Batik merupakan bagian dari ikon budaya Indonesia yang memiliki nilai historis dan memiliki citra ekslusif yang menggambarkan status pemakainya. Motif hias yang terdapat pada batik pada umumnya berhubungan erat dengan beberapa faktor antara lain, letak geografis, adat istiadat, dan kondisi alam. Sanggar Batik Sayu Wiwit Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu para pengrajin batik yang masih mempertahankan kriteria asli motif tradisional dengan menerapkan motif khas batik Banyuwangi disetiap hasil visualisasinya. Penelitian menekankan pada pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dimulai dengan metode pengumpulan data yangmenggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan trianggulasi data. Tahap analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, Proses pembuatan batik dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (a) persiapan alat dan bahan; (b) pengolahan kain; (c) pemotongan kain; (d) pemindahan pola batik pada kain (mola atau nyorek); (e) pencantingan pertama (ngelowong, membatik cap, nerusi, danngisen-isen); (f) pewarnaan pertama (teknik colet); (g) pencantingan kedua (nemboki); (h) pewarnaan kedua (teknik celup); (i) pemberian water glass; (j) pelorodan batik; (k) pencucian dan penjemuran batik; (l) finishing batik. Kedua, visualisasi motif batik Banyuwangi memiliki nilai seni tinggi yang di dalamnya terdapat unsur-unsur visual, prinsip-prinsip visual, perpaduan corak, dan unsur penyusun bentuk motif yang menjadikan batik terlihat indah. Ketiga, dari semua motif batik Banyuwangi mempunyai makna bahwa manusia harus bersinergi dalam hubungan antara manusia dengan manusia,hubungan antara manusia dengan alam, serta hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Batik Banyuwangi menyiratkan suatu pesan agar manusia saling toleransi, saling menghargai, saling merangkul antar semua golongan masyarakat, mengasihi antar umat serta status manusia yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pengrajin terus menggali ide-ide dan inovasibaru, mempertahankan dan melestarikan kerajinan batik Banyuwangi. Penelitian ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut, karena masih banyak masalah yang belum dikaji dalam penelitian ini

    PROSES VISUALISASI DAN MAKNA MOTIF BATIK DI SANGGAR BATIK SAYU WIWIT KABUPATEN BANYUWANGI

    No full text
    Batik merupakan bagian dari ikon budaya Indonesia yang memiliki nilai historis dan memiliki citra ekslusif yang menggambarkan status pemakainya. Motif hias yang terdapat pada batik pada umumnya berhubungan erat dengan beberapa faktor antara lain, letak geografis, adat istiadat, dan kondisi alam. Sanggar Batik Sayu Wiwit Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu para pengrajin batik yang masih mempertahankan kriteria asli motif tradisional dengan menerapkan motif khas batik Banyuwangi disetiap hasil visualisasinya. Penelitian menekankan pada pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dimulai dengan metode pengumpulan data yangmenggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan trianggulasi data. Tahap analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, Proses pembuatan batik dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (a) persiapan alat dan bahan; (b) pengolahan kain; (c) pemotongan kain; (d) pemindahan pola batik pada kain (mola atau nyorek); (e) pencantingan pertama (ngelowong, membatik cap, nerusi, danngisen-isen); (f) pewarnaan pertama (teknik colet); (g) pencantingan kedua (nemboki); (h) pewarnaan kedua (teknik celup); (i) pemberian water glass; (j) pelorodan batik; (k) pencucian dan penjemuran batik; (l) finishing batik. Kedua, visualisasi motif batik Banyuwangi memiliki nilai seni tinggi yang di dalamnya terdapat unsur-unsur visual, prinsip-prinsip visual, perpaduan corak, dan unsur penyusun bentuk motif yang menjadikan batik terlihat indah. Ketiga, dari semua motif batik Banyuwangi mempunyai makna bahwa manusia harus bersinergi dalam hubungan antara manusia dengan manusia,hubungan antara manusia dengan alam, serta hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Batik Banyuwangi menyiratkan suatu pesan agar manusia saling toleransi, saling menghargai, saling merangkul antar semua golongan masyarakat, mengasihi antar umat serta status manusia yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pengrajin terus menggali ide-ide dan inovasibaru, mempertahankan dan melestarikan kerajinan batik Banyuwangi. Penelitian ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut, karena masih banyak masalah yang belum dikaji dalam penelitian ini

    Pers Sebagai Pilar Demokrasi dalam Perspektif Islam

    Get PDF
    Democracy makes the press the most effective communication medium. In Islam, Qur’an has regulated how the press should move and develop. In the midst of the digital era, the diversity of communication and information networks naturally challenges the Islamic Press to be active and wise. The author wants to find out why the press is an important part of democracy and how the concept of the press is from an Islamic perspective. Through secondary data analysis, it was found that the press within the framework of democracy acts as a civic forum, government watchdog, and agent for mobilizing citizen support. The Islamic press has become a tool for educators (Muaddib), information officers (Musaddid), reformers (Mujaddid), unifier (Muwahid), and fighters (Mujahid). If the actors of the Islamic Press are able to maintain their potential and character, then the Islamic mass media will remain strong.Demokrasi menjadikan pers sebagai media komunikasi paling efektif. Dalam Islam, Al-Qur’an telah mengatur bagaimana pers harusnya bergerak dan berkembang. Di tengah era digital, keragamaan jaringan komunikasi dan informasi secara alami menantang Pers Islam untuk aktif dan arif. Penulis ingin mencari tahu mengapa pers menjadi bagian penting dalam demokrasi dan bagaimana konsep pers dalam perspektif Islam. Melalui analisa data sekunder, didapati bahwa pers dalam kerangka demokrasi berperan sebagai civic forum, pengawas pemerintah, dan agen mobilisasi dukungan warga. Pers Islam menjadi alat Pendidik (Muaddib), Pelurus Informasi (Musaddid), Pembaharu (Mujaddid), Pemersatu (Muwahid), dan Pejuang (Mujahid). Bila pelaku Pers Islam mampu mempertahankan potensi dan karakternya, maka diharapkan media massa Islam akan tetap kokoh

    PERANAN SYEKH ABDUL WAJAH DALAM PENYEBARAN AGAMA ISLAM DI GALUH IMBANAGARA (CIAMIS) PADA ABAD XVII

    No full text
    Syekh Haji Abdul Wajah yang merupakan salah satu penyebar agama Islam di Tatar Sunda, khususnya di Tatar Galuh. Beliau merupakan salah satu Waliyulloh keturunan Rosululloh SAW ke-29, dari ayah Syekh Khotib Muwahid dan ibu dari Nyai Raden Sembah Qudrot. Syekh Haji Abdul Wajah selain menyebarkan Islam ke Tatar Galuh, melakukan hal yang sama ke Tatar Sukapura. Perjuangan dan pengorbanannya dalam menyebarkan Islam di Tatar Galuh sangat besar karena dari tangannya banyak lahir tokoh-tokoh Galuh yang berakhlak mulia, selain itu pesantrennya juga melahirkan ulama-ulama besar pada masanya yang terus berkembang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan studi lapangan yang meliputi observasi, wawancara mendalam dengan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menemukan bahwa Syekh H. Abdul Wajah dalam menyebarkan agama Islam menggunakan metode pendidikan pesantren dan berdakwah langsung kepada masyarakat. Melalui para penyebar inilah Islam dapat berkembang pesat di Nusantara dan Tatar Galuh. Karena Syekh Abdul Wajah, adalah seorang kiyai yang menyebarkan agama Islam di tanah Sukapura dan Galuh Ciamis, khususnya daerah pusat Imbanagara. Peran lain Syekh H. Abdul Facial adalah dalam kehidupan sosial masyarakat, beliau hidup sangat sederhana, sangat peduli terhadap lingkungan.Kata Kunci: Peranan Agama Islam, Syekh Haji Abdul Wajah, Tatar Galuh.

    METODE MENGHAFAL JUZ AMMA YANG TERINTEGRASI DALAM MATA PELAJARAN AL- QUR’AN HADITS (STUDI MULTISITUS DI MI AL – HUDA KARANGSARI REJOTANGAN DAN MIN PANDANSARI NGUNUT)

    Get PDF
    ABSTRAK Tesis dengan judul “Metode Menghafal Juz Amma yang Terintegrasi Dalam Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits (Studi Multisitus Di MI Al-Huda Karangsari Rejotangan dan MIN Pandansari Ngunut)”. Tesis 2016, Pascasarjana Program Studi Ilmu Pendidikan Dasar Islam IAIN Tulungagung, ditulis oleh Sri Putrianingsih dengan dibimbing oleh Dr. H. Muwahid shulhan, M.Ag dan Dr. Agus Purwowidodo, M.Pd Kata kunci : metode menghafal, prestasi belajar Al-Qur’an Hadits Latar belakang penelitian ini adalah bahwa dalam pendidikan secara operasional menjadi tugas dan kewajiban umat Islam untuk selalu menjaga dan memelihara Al-Qur’an, salah satunya dengan menghafalkannya. Namun pada zama sekarang ini banyak umat Islam yang telah meninggalkan Al-Qur’an, tidak mempelajari, tidak membaca bahkan tidak menghafalkannya. Masih sedikit lembaga pendidikan Islam yang mengadakan program menghafal Al-Qur’an Hadits pada tingkat MI menghafal juz amma. Untuk menarik minat mereka, perlu adanya penggunaan metode pembelajaran yang mudah dan sistematis. Oleh karena itu diperlukan metode pembelajaran menghafal Al-Qur’an yang mudah dan sistematis untuk menunjang keberhasilan dalam menghafal Al-Qur’an. Ada beberapa metode yang digunakan dalam pembelajaran menghafal Al-Qur’an di MI Al-Huda Karangsari Rejotangan dan MIN Pandansari Ngunut Tulungagung. Pertanyaan penelitian dalam penulisan ini adalah (1) bagaimana penerapan metode menghafal juz amma yang terintegrasi dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di MI Al-Huda Karangsari Rejotangan dan MIN Pandansari Ngunut? (2) Bagaimana hasil penerapan metode menghafal juz amma yang terintegrasi dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di MI Al-Huda Karangsari Rejotangan dan MIN Pandansari Ngunut?. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) memaparkan penerapan metode menghafal juz amma yang terintegrasi dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di MI Al-Huda Karangsari Rejotangan dan MIN Pandansari Ngunut. (2) memaparkan hasil penerapan metode menghafal juz amma yang terintegrasi dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadits di MI Al-Huda Karangsari Rejotangan dan MIN Pandansari Ngunut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang memilih lokasi di MI Al-Huda Karangsari Rejotangan dan MIN Pandansari Ngunut dengan rancangan studi multisitus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pengamatan atau observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Untuk menghindari kesalahan dalam penelitian, maka dilakukan uji keabsahan data dengan triangulasi data menggunakan sumber, teori dan metode. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan hasil kesimpulan. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian ini: (1) dalam menerapkan metode menghafal harus ada buku materi, penyusunan jadwal pelaksanaan, guru pengajar, target pembelajaran. Metode yang digunakan dalam pembelajaran, di MI Al-Huda Karangsari meliputi metode kulli, metode juz’i, metode drill. Sedangkan metode yang digunakan dalam pembelajaran di MIN Pandansari Ngunut meliputi metode jama’, metode wahdah, metode takrir, metode drill, metode sorogan atau setoran hafalan. (2) hasil penerapan metode menghafal juz amma yang terintegrasi dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadits membentuk karakter peserta didik yang berakhlakul karimah, memberi bekal ilmu keagamaan yang kuat untuk bekal masa depan, membentk generasi muda yang bertaqwa dan beriman,selain itu juga diadakan evaluasi setoran, evaluasi penilaian dan kelulusan

    MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH (Studi Multisitus Di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa At-Tanhid Pakel Tulungagung dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Bintara Campurdarat Tulungagung)

    Get PDF
    ABSTRAK Tesis dengan judul “Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatan Mutu Sekolah (Studi Multi Situs Di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa At-Tanhid Pakel Tulungagung dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Bintara Campurdarat Tulungagung) ” ini ditulis oleh Nur Hidayati dengan dibimbing oleh Dr. H. Muwahid Sulhan, M.Ag dan Dr. Agus Zaenul Fitri, M.Pd. Kata Kunci: Manajemen, Sumber Daya Manusia, Mutu Sekolah. Penelitian dalam tesis ini di latar belakangi oleh pentingya sebuah manajemen dalam sekolah. Salah satu manajemen yang penting dan utama dalam sebuah sekolah adalah manajemen sumber daya manusia. Manajemen Sumber Daya Manusia diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sumber daya manusia dalam organisasi. Melalui konsep manajemen sumber daya manusia ini diharapkan akan terwujudnya sekolah yang baik, efektif, mandiri, dan inovatif. Manajemen sumber daya manusia ini perlu dikelola untuk meningkatkan mutu lembaga itu sendiri. Pertanyaan penelitian dalam penulisan tesis ini adalah: (1) Bagaimana perencanaan sumber daya manusia dalam meningkatkan mutu sekolah?; (2) Bagaimana pengembangan sumber daya manusia dalam meningkatkan mutu sekolah?; (3) Bagaimana pembinaan sumber daya manusia dalam meningkatkan mutu sekolah?; (4) Bagaimana evaluasi sumber daya manusia dalam meningkatkan mutu sekolah?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian yang digunakan adalah field research dengan rancangan studi multisitus. Teknik pengumpulan data: wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Sumber data meliputi orang, tempat dan data-data. Teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Teknik penarikan keabsahan data: perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan dan triangulasi. Dari hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa: (1) Proses perencanaan sumber daya manusia di kedua SMALB dilakukan dengan menggunakan langkah analisis penentuan kebutuhan, rekrutmen, seleksi dan terakhir penempatan tenaga kerja. (2) Pengembangan sumber daya manusia merupakan usaha peningkatan prestasi kerja para personalia saat ini dan masa yang akan datang, dengan kegiatan peningkatan pengetahuan, pelatihan,kegiatan kelompok kerja guru dan tugas kerja. (3) Suatu lembaga pendidikan yang telah memiliki sejumlah sumber daya manusia perlu pemeliharaan dan pembinaan dengan memberikan penghargaan dan menyediakan kondisi kerja yang menarik, sehingga membuat mereka betah di tempat kerja. Proses pembinaan yang diterapkan di kedua SMALB yakni pihak sekolah membangun hubungan baik antar sesama individu yang ada disekolah. Meliputi sesama tenaga kerja yang ada disekolah, warga sekitar sekolah dan wali murid. (4) Evaluasi yang meliputi penilain kinerja dan proses tindak lanjut yakni perbaikan serta adanya kompensasi. Proses evalusi yang dilakukan di SMALB At xviii Tanhid dan SMALB Bintara sebagai berikut: (a) Evaluasi yang dilakukan berupa rapat bulanan,(b) Rapat akhir semester, (c) Pengecekan daftar hadir guru dan pegawai, (d) Pengecekan tehadap tugas pokok seperti rencana pembelajaran,(e) Pengecekan ke dalam kelas-kelas saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, (f) Supervisi oleh kepala sekolah. Hasil dari proses evaluasi ini diharapkan dapat memperoleh data perkembangan dari semua guru dan pegawai untuk perbaikan kedepannya. Tindak lanjut dari adanya evaluasi kinerja yakni perbaikan untuk kedepanya pada semua bidang yang membutuhkan perbaikan,selain itu juga untuk memberikan kompensasi kepada para guru dan pegawai yang memiliki kinerja yang bagus. Pemberian kompensasi juga dapat meningkatkan semangat kinerja para pegawai untuk lebih baik kedepannya

    PENGARUH INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PAI, PENGEMBANGAN BUDAYA SEKOLAH DAN KEGIATAN KESEHARIAN DI RUMAH TERHADAP TINGKAH LAKU SISWA DI SMAN SE-KABUPATEN TULUNGAGUNG

    Get PDF
    Tesis dengan judul “Pengaruh Integrasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran PAI, Pengembangan Budaya Sekolah dan Kegiatan Keseharian di Rumah Terhadap Tingkah Laku Siswa di SMAN se Kabupaten Tulungagung” ini ditulis oleh Nilam Nurohmah di bimbing oleh Dr. Agus Zaenul Fitri, M.Pd dan Drs. H. Muwahid Shulhan, M.Ag. Kata Kunci: Integrasi Pendidikan Karakter, Pembelajaran PAI, Pengembangan Budaya Sekolah, Kegitan Keseharian di Rumah, Tingkah Laku Siswa. Penelitian dalam tesis ini dilatarbelakangi oleh pendidikan karakter bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, lebih dari itu, pendidikan karakter menanamkan pada kebiasaan (habituation). Integrasi pendidikan karakter di dalam proses pembelajaran PAI adalah penginternalisasian nilai-nilai karakter ke dalam tingkah laku siswa sehari-hari melalui proses pembelajaran. Lingkungan sekolah perlu dikondisikan agar lingkungan fisik dan budaya sekolah memungkinkan siswa bersama dengan warga sekolah lainnya terbiasa membangun kegiatan keseharian yang mencerminkan tingkah laku berkarakter. Implementasi pendidikan karakter memang tidak cukup hanya dilaksanakan di sekolah saja. Dalam pengembangan pendidikan karakter di lingkungan keluarga, diupayakan proses penguatan dari orang tua/wali terhadap tingkah laku berkarakter mulia yang dikembangkan di sekolah sehingga menjadi kegiatan keseharian di rumah masing-masing yang mencerminkan tingkah laku berkarakter. Rumusan masalah dalam penulisan tesis ini adalah: (1) Adakah pengaruh yang positif dan signifikan antara integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI terhadap tingkah laku siswa di SMAN se-Kabupaten Tulungagung? (2) Adakah pengaruh yang positif dan signifikan antara pengembangan budaya sekolah terhadap tingkah laku siswa di SMAN se-Kabupaten Tulungagung? (3) Adakah pengaruh yang positif dan signifikan antara kegiatan keseharian di rumah terhadap tingkah laku siswa di SMAN se- Kabupaten Tulungagung? (4) Adakah pengaruh yang positif dan signifikan antara integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI dan pengembangan budaya sekolah terhadap tingkah laku siswa di SMAN se-Kabupaten Tulungagung? (5) Adakah pengaruh yang positif dan signifikan antara integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI dan kegiatan keseharian di rumah terhadap tingkah laku siswa di SMAN se-Kabupaten Tulungagung? (6) Adakah pengaruh yang positif dan signifikan antara pengembangan budaya sekolah dan kegiatan keseharian di rumah terhadap tingkah laku siswa di SMAN se-Kabupaten Tulungagung? (7) Adakah pengaruh yang positif dan signifikan secara bersama-sama antara integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI, pengembangan budaya sekolah dan kegiatan keseharian di rumah terhadap tingkah laku siswa di SMAN se-Kabupaten Tulungagung? Tujuan dalam penulisan tesis ini adalah: (1) Untuk mengetahui adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI terhadap tingkah laku siswa di SMAN se-Kabupaten xvii Tulungagung (2) Untuk mengetahui adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara pengembangan budaya sekolah terhadap tingkah laku siswa di SMAN se- Kabupaten Tulungagung (3) Untuk mengetahui adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara kegiatan keseharian di rumah terhadap tingkah laku siswa di SMAN se-Kabupaten Tulungagung (4) Untuk mengetahui adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI dan pengembangan budaya sekolah terhadap tingkah laku siswa di SMAN se- Kabupaten Tulungagung (5) Untuk mengetahui adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI dan kegiatan keseharian di rumah terhadap tingkah laku siswa di SMAN se- Kabupaten Tulungagung (6) Untuk mengetahui adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara pengembangan budaya sekolah dan kegiatan keseharian di rumah terhadap tingkah laku siswa di SMAN se-Kabupaten Tulungagung (7) Untuk mengetahui adanya pengaruh yang positif dan signifikan secara bersama- sama antara integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI, pengembangan budaya sekolah dan kegiatan keseharian di rumah terhadap tingkah laku siswa di SMAN se-Kabupaten Tulungagung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deduktif. Populasi dalam penelitian ini adalah 10 lembaga sekolah. Kemudian dengan teknik cluster samplingcluster sampling cluster samplingcluster sampling cluster sampling cluster sampling dipilih 4 lembaga sekolah dengan populasi sebanyak 3595 siswa. Jumlah sampel sebanyak 317 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan instrument angket. Analisis data dan uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan regresi linier sederhana dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan (1) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI terhadap tingkah laku siswa di SMAN se-Kabupaten Tulungagung sebesar 19,3%. (2) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pengembangan budaya sekolah terhadap tingkah laku siswa di SMAN se-Kabupaten Tulungagung sebesar 34%. (3) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kegiatan keseharian di rumah terhadap tingkah laku siswa di SMAN se-Kabupaten Tulungagung sebesar 14,1%. (4) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara Integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI dan pengembangan budaya sekolah terhadap Tingkah laku siswa di SMAN se Kabupaten Tulungagung sebesar 47,2%. (5) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara Integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI dan kegiatan keseharian di rumah terhadap tingkah laku siswa di SMAN se-Kabupaten Tulungagung sebesar 31,6%. (6) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pengembangan budaya sekolah dan kegiatan keseharian di rumah terhadap tingkah laku siswa di SMAN se-Kabupaten Tulungagung sebesar 43,4%. (7) Ada pengaruh yang signifikan antara kegiatan keseharian di rumah terhadap tingkah laku siswa di SMAN se-Kabupaten Tulungagung sebesar 55,7%
    corecore