1,721,700 research outputs found

    PEER REWIEW KARYA ILMIAH Dr. AGUS EKO SUJIANTO, SE.,MM (IAIN TULUNGAGUNG)

    Get PDF
    Karya ilmiah Dr Agus Eko Sujianto, SE.,MM membahas tentang isu-isu ekonomi baik nasional maupun internasional yang terdiri dari 2 (dua) artikel yang dipublikasikan pada jurnal internasional dengan index SCOPUS, 1 (satu) artikel pada jurnal internasional dengan index Copernicus, 3 (tiga) artikel pada jurnal terakreditasi nasional, 1 (satu) artikel pada jurnal nasional non akreditasi, 2 (dua) artikel pada prosiding internasional, 6 (enam) buku monograf, 1 (satu) buku referensi dan 2 (dua) artikel pada koran/majalah

    Agus Eko Sujianto_TRANSKRIP NILAI S3

    Get PDF
    Transkrip nilai ini berisi daftar matakuliah dan nilai matakuliah yang ditempuh selama studi pada S3 Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Malan

    TRANSKRIP NILAI S3 AGUS EKO SUJIANTO

    Get PDF
    Transkrip nilai ini berisi daftar matakuliah dan nilai matakuliah yang ditempuh selama studi pada S3 Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Malan

    Pelaksanaan posedur akuntansi pemberian kredit pada PT.Bank Perkreditan rakyat Artha Tunas Mukti Tanggul-Jember JUNIANTO, Agus Eko 2004

    No full text
    Pertumbuhan ekonomi sebagai hasil dari pembangunan di bidang ekonomi dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat salah satunya hal harus dilaksanakan oleh pemerintahadalah meningkatkan efektifita

    Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web Dengan Memanfaatkan Social Networking Facebook Pada Mata Pelajaran Fisika Kelas X SMAN 1 Pacitan

    No full text
    ABSTRAK   Setiyono, Agus Eko.2013. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web Dengan Memanfaatkan Social Networking Facebook Pada Mata Pelajaran Fisika Kelas X SMAN 1 Pacitan. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Wahyu Sakti Gunawan Irianto, M.Kom (2) Harits Ar-Rosyid, S.T., M.T.   Kata Kunci: Media pembelajaran, Web Learning, Jejaring Sosial, Facebook Pemanfaatan internet dalam dunia pendidikan salah satunya adalah pada web learning. Weblearning merupakan salah satu bagian dari E-Learning yang memanfaatkan teknologi web  untuk media pembelajaran. Facebook merupakan jejaring sosial yang memudahkan pengguna untuk berbagi dan berinteraksi dengan sesama pengguna. Facebook sebagai jejaring sosial terbesar di dunia,memiliki jumlah pengguna yang besar di Indonesia. Pengguna facebook di Indonesia paling banyak berasal dari kelompok usia 18-24 tahun. Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar penggunanya adalah pelajar sekolah menengah atas. Banyaknya pelajar menengah atas yang menggunakan facebook dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran dengan membangun media pembelajaran yang mengintegrasikan jejaring sosial facebook di dalamnya. Facebook memungkinkan developer mengembangkan aplikasi sendiri dalam facebook. Dengan menggunakan Facebook Open Graph  dapat dibangun aplikasiweb learning yang terintegrasi dengan facebook. Pengembangan aplikasi ini diharapkandapat meningkatkan penggunaan web learning oleh siswa dalam pembelajaran sehingga peran web learninguntuk pembelajaran mandiri bisa maksimal.     Model yang digunakan dalam mengembangkan media pembelajaran ini adalah model Dick and Carey dengan modifikasi. Langkah-langkahnya yaitu (1) identifikasi tujuan umum pembelajaran, (2) analisis karakterisik siswa, (3) analisis pembelajaran, (4) tujuan khusus pembelajaran, (5) mengembangkan instrumen penilaian, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan materi pembelajaran, (8) merancang dan mengembangkan evaluasi formatif, dan (9) revisi pembelajaran. Sementara pengembangan perangkat lunak menggunakan model waterfall dengan tahapan-tahapan antara lain analisis, desain, coding &testing, penerapan dan pemeliharaa. Berdasarkan data hasil validasi produk didapatkan skor sebesar 98,6% dari ahli rekayasa web, 79,7% dari ahli media, 78,6% dari ahli materi, dan 80, 45% dari hasil uji-coba siswa. Dari hasil ini media pembelajaran dinyatakan valid, tidak perlu revisi dan dapat digunakan oleh siswa

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Karya Tari Raket Sri Katon Majapahit (Bersumber Pada Situs Umpak Sentonorejo) Dusun Kedaton Desa Sentonorejo Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto

    No full text
    ABSTRAK   Suryanto, Agus Eko. 2014. Karya Tari Raket Sri Katon Majapahit (Bersumber Pada Situs Umpak Sentonorejo) Dusun Kedaton Desa Sentonorejo Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ninik Harini. M.Sn, (II) Hartono, S.Sn. M.Sn   Kata Kunci: Karya Tari, Raket, Sri, Katon, Majapahit, Situs, Umpak Sentonorejo   Trowulan merupakan salah satu daerah yang terletak di kabupaten Mojokerto, kesenian yang berkembang pada kalangan masyarakat saat ini adalah jaranan, padahal Trowulan adalah tempat situs peninggalan kerajaan Majapahit. Berawal dari kepercayaan bahwa tarian Majapahit memang benar adanya, kegiatan penelusuran yang penulis lakukan di situs Kedaton yang terletak di Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, memperkuat kebenaran adanya tari pada kerajaan Majapahit. Kegiatan ritual diselenggarakan oleh beberapa kalangan yang memotivasi langkah penulis untuk menelusuri kembali tarian yang pernah berkembang pada jaman kerajaan Majapahit. Ritual pada malam purnama dan penelusuran beberapa tempat dilakukan. Penelusuran difokuskan dari peninggalan kerajan Majapahit yang berupa umpak, serta bertumpu pada upacara śraddhā untuk memperingati 12 tahun meninggalnya Shri Rajapatni, pertunjukan Raket ritual untuk kemakmuran negara yang dikaitkan dengan mitos dewi Sri. Karya tari Raket Sri Katon Majapahit memiliki konsep ritual pembersihan diri dan kemakmuran negara. Kenyataannya belum banyak masyarakat yang tahu tentang tarian Majapahit, sehingga perlu  upaya memperkenalkannya melalui karya tari. Materi gerak dalam karya tari ini bersumber dari rangsang visual kemudian menjadi rangsang gagasan atau ide untuk membuat suatu karya tari yang mengangkat alur kegiatan ritual, pengembangan rangsang kinestetis dan rangsang kinetik juga dilakukan. Sumber rangsang kinestetis yaitu mengambil beberapa sumber gerak tari tradisional khusus Jawa Timuran. Sumber dari rangsang kinetik yaitu gerak yang diperoleh dari gerak-gerak yang dilakukan oleh pelaku ritual dalam kegiatan purnama tersebut dalam keadaan kehilangan kesadaran. Sumber musik tarian ini adalah musik kreasi yang disesuaikan dengan gerak dan suasana yang ingin dibangun dengan memadukan alat musik kecapi, gender, saron, gong, vokal, demung, kendang, seruling, slentem. Karya tari Raket Sri Katon berdurasi ±17 menit yang dibagi dalam 3 adegan dan disajikan dalam tari kelompok yang menarik dengan menggunakan 4 penari, dikemas secara ritual dramatik dan bentuk tarinya adalah tari kreasi. Penyajian karya tari ini merupakan gabungan dari mode penyajian simbolis (non representasional) dan mode penyajian representasional. Pementasan karya tari kelompok ini di dalam pendapa, dengan panggung berbentuk arena yang lengkap dengan setting dan tata cahaya. Penari menggunakan rias panggung, tata busana, dan property yang disesuaikan dengan tema. Kegiatan penelusuran yang dilakukan peneliti dapat diangkat menjadi sebuah karya tari dengan melihat rangkaian kegiatan, peralatan, dan busananya. Peneliti berharap untuk mahasiswa program studi pendidikan seni tari dan musik dapat mengembangkan kegiatan ritual atau adat tradisi menjadi karya seni tari. Melestarikan budaya bangsa serta dapat menjadi salah satu cara mempromosikan pariwisata daerah setempat. Karya tari ini kemudian didokumentasikan dalam bentuk video agar dapat digunakan sebagai bahan apresiasi masyarakat dan mahasiswa yang mengambil jurusan tari. &nbsp
    corecore