1,720,991 research outputs found
Pendidikan Dengan Pendekatan Marxis-Sosialis
Marxism-Socialism is a theory which is designed to build a good society. A society that negates the suppression of one class against another class, the widest possible freedom for every person to express his humanity in any production activity (economic) as the basis of human life. Marxism balked patterns of education that only prepares participants to be 'workers' who will be squeezed by the machinery of capitalist production. In view of Marxism, Practice, in the sense of direct relevance to the realities of human and material nature, is the criterion of truth, because it underlies the knowledge of reality and because of the outcome of cognitive processes is realized in the activity of the material, human objective. Practice is the sole criterion of objective truth, in so far as it represents not only mental human, but also human linkages that exist objectively with the natural and social world that surrounds him
Pemanfaatan kartu BPJS ketenagakerjaan sebagai kartu diskon prespektif UU ketenagakerjaan dan maslahah mursalah
INDONESIA:
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bertujuan untuk mewujudkan terselenggaranya pemberian dasar jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap peserta dan/atau anggota keluarganya. Pengadaan Kartu BPJS ketenagakerjaan sebagai kartu diskon dengan potongan harga yang ditawarkan mulai dari 10% sampai 70% dari harga awal. Hanya dengan memperlihatkan kartu BPJS Ketenagakerjaan nya, peserta akan mendapatkan potongan harga untuk semua transaksi pembelian produk atau jasa dari pelaku usaha yang sudah bekerja sama co marketing dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Fokus penelitian ini adalah terhadap akibat hukum yang timbul multi akad kartu BPJS Ketenagakerjaan sebagai kartu diskon dan ditinjau berdasarkan hukum Islam, yang mana tinjauan hukum Islam yang digunakan adalah metode Multi akad (Akad Murakabah) dan metode Al-Maslahah Al-Mursalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hukum pemanfaatan kartu BPJS Ketenagakerjaan sebagai kartu diskon dan untuk mengetahui akibat hukum tersebut prespektif hukum Islam.
Penelitian ini adalah penelitian hukum yuridis-normatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan hukum Islam. Bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, skunder dan tersier. Metode pengumpulan bahan hukum dengan penentuan bahan hukum, pengkajian bahan hukum dan intentarisasi bahan hukum. Metode pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan teknik deduktif.
Akibat hukum pemanfaatan kartu BPJS Ketenagakerjaan sebagai kartu diskon adalah: Pertama, Pemanfaatan kartu BPJS Ketenagakerjaan sebagai kartu diskon bahwa di dalam undang-undang yang mengatur tentang BPJS Ketenagakerjaan tidak ada yang menyebutkan secara jelas tentang kartu jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan dapat digunakan sebagai kartu diskon bagi peserta atau anggota BPJS Ketenagakerjaan. Kedua, Pemberlakuan muti akad pada pemanfaatan kartu BPJS Ketenagakerjaan sebagai kartu diskon lebih menganut pada Al-`uqud al-mujtami`ah (akad terkumpul) adalah multi akad yang terhimpun dalam satu akad. Dua atau lebih akad terhimpun menjadi satu akad. Berdasarkan Al-Maslahah Al-Mursalah Dilihat dari segi adanya keserasian (munasib) dan kesahajaan anggapan baik oleh akal itu dengan syara` dalam menetapkan hukum. Maka keberadaan kartu BPJS Ketenagakerjaan sebagai kartu diskon ini dinilai dapat memberikan kemudahan sebagai sarana bagi peseta BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan potongan harga untuk semua transaksi pembelian produk atau jasa.
ENGLISH:
National social security (BPJS) aims to realize the implementation of the basic guarantees for fulfillment of proper basic needs live for each participant and/or family members. Procurement of BPJS Card’s employment as discount card with discounted prices starts from 10% to 70% of the actual price. Only by showing the BPJS Employment Card, participants will get a discount for all transactions purchasing products or services from businessmen who have cooperated co marketing with BPJS Employment.
This study focused on the law consequences that arise from the card contract of BPJS Employment as discount card and reviewed by Islamic law, which is used Multi Akad (Akad Murakabah) and Al-Maslahah Al-Mursalah method. The purpose of this research is to know the law of utilization of BPJS Employment card as discount card and to know the law effect in Islamic law perspective.
This research is law juridical-normative research. This research used statute approach and conceptual approach and approach of Islamic law. Law material consisting of primary, secondary and tertiary legal materials. Methods of collecting law substances with the determination of law materials, assessment of law materials and law material inventory. The method of collecting law data used deductive techniques.
The result of this research are; First, Utilization of BPJS Employment card as a discount card that in the law regulating the BPJS Employment there is no mention clearly about social security card BPJS Employment can be used as a discount card for participants or member of BPJS Employment. Second, Enforcement of multi akad on the use of BPJS Employment card as a discount card belong to Al-'uqud al-mujtami`ah (akad collected) is multi-akad accumulated in one akad. Two or more akad are collected into one. Based on Al-Maslahah Al-Mursalah observed there is the suitable side (munasib) and simplicity of the good presumption by reason with the syara` in establishing the law. Then the existence of the BPJS Employment card as a discount card is considered give the participants of BPJS convenience by geting a discount for all transactions products purchase or services
Kitab Kuning: Pilar Literasi Pesantren untuk Moderasi dan Deradikalisasi
Literasi keagamaan bukan sekedar kemampuan membaca teksteks keagamaan, tetapi mencakup pemahaman mendalam
Pesantren: 'Jihad' Kontra Radikalisme: Moderasi dan Pluralisme dalam Bingkai Kepesantrenan
Buku yang ada di hadapan pembaca ini adalah ha s il penelitian yang penulis lakukan selama hampir dua tahun. penelitian ini merupakan field research yang berdasar pada studi kepustakaan yang intens. Selama melakukan riset tersebut, penulis banyak berkonsultasi dengan pakar-pakar dan akademisi, di antaranya adalah Prof. Dr. H. Mappanganro, M.A., Prof. Hamdan Juhannis, M.A. Ph.D. dan alm. Dr. H. Susdiyanto, M.Si. Kepada mereka penulis sampaikan terima kasih. Mereka membaca dan memberi masukan demi kesempurnaa n penelitian dan penulisan buku ini. Juga terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, penulis sampaikan kepada Prof. Dr. Phil. H. Komaruddin Amin, M.A. ditengah-tengah kesibukan beliau sebagai Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI masih berkenan memberi arahan dan sekaligus memberikan prolog buku ini
العلاقة الجنسية في القرآن الكريم؛ دراسىة من خلال مقاربة موضوعية
هذه المقالة تدرس حكم العلاقة الجنسية في القرآن الكريم. والقرآن الكريم، إلى جانب حديثه عن الجنس وإشباع الرغبة الجنسية بصورة شرعية، فهو أيضا يقدم تقديرا وشرعية للرغبة الجنسية لدى الإنسان، كما يعطي له الحرية للوصول إلى رضاه الجنسي. هذه الدراسة تستخدم دراسة مكتبية من خلال مقاربة موضوعية، وذلك بجمع الآيات التي تتعلق بالعلاقات والسلوكيات الجنسية في القرآن الكريم، ثم القيام بتصنيفها وتأويلها من خلال عدد من التفسيرات المعتبرة، حتى يتكون مفهوم حول العلاقة الجنسية في القرآن الكريم، ويتخذ مادة تربوية. والتربية الجنسية في أساسها تعطي توجيها للمسلمين، والجيل الشاب منهم خاصة، حول فهم الرغبة الجنسية للإنسان وطريقة إشباعها التي شرعها الله تعالى، وهي الزواج والأمور المتعلقة به من أجل تحقيق الحياة السعيدة بين الزوجي
An Analysis of Students Errors in Writing Descriptive Texts
The objective of the research was to reveal the types of grammatical errors made by 25 college students who were taking the course of Writing III on descriptive writings. Furthermore, it attempted to identify and describe the error types and then to find out the grammatical error type made the most by those students. To get the data from the field, the researcher asked the students to write about STAIN Malikussaleh Lhokseumawe. To analyze the data, the researcher used the model by Miles and Huberman (1994) of qualitative analysis. The data were analyzed through analyzing the grammatical incorrect form of the sentences by marking the errors, reconstructing the correct sentences, classifying the types of errors and counting the errors in order to know the most common type of grammatical error. As the result, the researcher found that the students made 288 errors in their descriptive writings. The errors occurred in all types of errors investigated. They are verb tense, verb form, subject-verb agreement, plural, possessive inflection, definite article, indefinite article, word order, run-on, and fragment. And, the students made the most errors (77 occurrences or 26%) in fragment. The source of errors was also mostly due to interlanguage transfer. Therefore, English teachers should be aware of these findings as an input in their teaching of writing. Teachers can teach students to avoid these common errors in their future writing
PENERAPAN TERAPI SPIRITUAL DZIKIR UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA LANSIA DI RUMAH PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA PUCANG GADING SEMARANG
Latar belakang: kecemasan adalah suatu perubahan perilaku yang tidak menentu dan perasaan yang tidak tenang atau was-was. Penyebab kecemasan kurangnya beraktivitas maupun kurangnya pekerjaan atau sebaliknya, kurangnya motivasi dari lingkungan sekitar, mengurung diri, merasa terancam dan di kucilkan dari kelompok. Dengan perencanaan terapi dzikir , merupakan hal yang utama penatalaksanaan dengan bacaan, Istighfar 25x, Subhanallah 25x, Alhamdulillah 25x dan Allahu Akbar 25x. Agar biasa mengurangi atau menghilangkan rasa cemas.
Tujuan : menerapkan terapi spiritual dzikir untuk mengurangi kecemasan pada lansia.
Metode : studi kasus ini menggunakan metode descriptive dengan desain case study, memperoleh data dengan cara observasi dan wawancara
Hasil : Hasil studi kasus yang di lakukan penulisberhasil mengurangi kecemasan di lihat dari kuesioner HRS-A, hari pertama 23 pada hari kedua 15 dan hari ketinga 10 setelah diberikan terapi kecemasan turun 13 score
Simpulan : penerapan terapi spiritual dzikir cukup efektif untuk mengurangi kecemasan, karena tindakan pemberian asuhan keperawatan kecemasan berhubungan dengan fungsi peran pada Tn. K dengan terapi dzikir dengan bacaan, Istighfar 25x, Subhanallah 25x, Alhamdulillah 25x dan Allahu Akbar 25x.
Saran : menginstruksikan klien untuk menggunakan tehnik relaksasi berdzikir dengan bacaan, Istighfar 25x, Subhanallah 25x, Alhamdulillah 25x dan Allahu Akbar 25x
Kata kunci: terapi spritual, Dzikir, Kecemasan, lansi
Rancang Bangun Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Epilepsi (Ayan) Berbasis Website
ABSTRAK
Perkembangan gangguan epilepsi dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan terutama di Negara berkembang. Epilepsi adalah gangguan susunan saraf pusat (SSP) yang dicirikan oleh terjadinya serangan (seizure, fit, attack, spell) yang bersifat spontan (unprovoked) dan berkala. Serangan epilepsi terjadi apabila proses eksitasi di dalam otak lebih dominan dari pada proses inhibisi. Serangan epilepsi akan muncul apabila sekelompok kecil neuron abnormal mengalami depolarisasi yang berkepanjangan berkenaan dengan cetusan potensial aksi secara cepat dan berulanng-ulang. Serangan epilepsi dapat dibagi menjadi dua ketegori yaitu serangan parsial dan serangan umum. Apabila awal serangan hanya melibatkan area otak yang terbatas (localized) maka serangan epilepsi disebutkan sebagai serangan parsial. Sementara itu apabila awal serangan melibatkan kedua hemisferium otak maka serangan epilepsi disebut sebagai serangan umum.
Penderita epilepsi dapat berkembang secara optimal apabila gejala epilepsi dapat dideteksi sejak dini dan kemudian dilakukan penanganan yang tepat dan intensif, akan tetapi terkadang pengetahuan penderita, orang tua atau keluarga pasien mengenai gangguan epilepsi ini masih sangat terbatas. Proses kesembuhan membutuhkan waktu yang sangat lama dan bertahap sehingga orangtua atau keluarga perlu memberikan dorongan kesabaran yang tersirat dalam Al-Qur’an surat Luqmân ayat 17 yang artinya “Hai anakku, Dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat sistem pakar yang mampu mendiagnosa serta memberikan solusi yang tepat dan cepat terhadap gangguan epilepsi. Pembuatan sistem pakar ini menggunakan pemrograman PHP dan MySQL sebagai basis data. Metode inferensi yang digunakan adalah forward chaining, yaitu proses inferensi yang memulai pencarian dari premis atau data masukan berupa gejala menuju pada konklusi yaitu kesimpulan jenis gangguan serta solusi mengenai obat dan terapi.
Hasil pengujian berdasarkan data di RSUD Dr. Saiful Anwar menyatakan bahwa, program sangat akurat dalam memberikan informasi dan hasil diagnosa gangguan epilepsi, dan dapat dikatakan layak untuk digunakan, serta mempunyai desain tampilan yang menarik, sehingga membantu pengguna dalam mendapatkan informasi, melakukan proses diagnosa gangguan epilepsi serta pemilihan terapi dan materi yang sesuai.
ABSTRACT
The development of epileptic disorders in recent years experienced significant improvement, especially in developing countries. Epilepsy is a disorder central nervous system (CNS) is characterized by the occurrence of attacks (seizures, fit, attack, spell) which is spontaneous (unprovoked) and periodic. Epileptic seizures occur when the excitation processes in the brain is more dominant than the inhibition process. Seizure will occur if a small group of neurons having abnormal prolonged depolarization with regard to spark rapid action potential and re-berulanng. Epileptic seizures can be divided into two partial Ketegori attacks and the general attack. If the initial attack involves only a limited area of the brain (Localized) is described as epileptic seizures partial attacks. Meanwhile, if the initial attack involves both the hemisferium epileptic brain called the general attack.
People with epilepsy can develop optimally when the symptoms of epilepsy can be detected early and then made the proper handling and intense, but sometimes knowledge of the patient, parent or family about the disorder of epilepsy patients are still very limited. Healing process takes a very long and gradual so that parents or families need to encourage patience is implied in the Qur'an letter Luqman verse 17, which means "O my son, Build pray and ask (people) doing good and forbid (them) of the unjust actions and patient of what happened to you. In fact it included such things are required (by Allah).
"The purpose of this research is to design and create an expert system capable of diagnosing and providing appropriate solutions and rapid response to epileptic disorders. Making this expert system using PHP programming and MySQL as database. Inference method used is forward chaining, the inference process that began a search of the premises or inputting data into the conclusion of the symptoms of the disorder and the conclusions of a solution of the drug and therapy. Test results based on data in hospitals Dr. Saiful Anwar said that, the program was very accurate in providing information and results of epilepsy disorder diagnosis, and may be said to deserve to be used, and has an attractive display design, which help users find information, conduct disorder epilepsy diagnosis process and the selection of therapy and appropriate material
Pluralisme dalam Perspektif Pesantren di Sulawesi Selatan (Studi tentang Peranan Tiga Pesantren di Sulawesi Selatan dalam Mencegah Radikalisme Agama)
Disertasi ini membahas tentang pluralisme dalam lingkup keberagamaan yang ada dan berkembang pada pesantren-pesantren di Sulawesi Selatan. Permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana konsepsi pluralisme dalam pandangan pesantren yang terelaborasi dalam ide, gagasan dan pemikiran para pengasuhnya; bagaimana nilai pluralisme tersebut diinternalisasikan dalam pesantren di Sulawesi Selatan; dan bagaimana peran pesantren, dengan terinternalisasinya nilai pluralisme tersebut, dalam mencegah radikalisme agama.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan fenomeno-logis. Lokasi penelitian difokuskan pada tiga pondok pesantren yang dipandang representatif dan terkemuka di wilayah Sulawesi Selatan, yaitu Pondok Pesantren As’adiyah di Sengkang, Pondok Pesantren Darul Istiqamah di Maros, dan Pondok Pesantren Modern Tarbiyah di Takalar. Data diperoleh dengan metode pengamatan, wawancara dan studi dokumen. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif dan menggunakan triangulasi untuk memastikan validitas data terhadap variabel-variabel yang diteliti.
Penelitian ini menemukan bahwa pesantren-pesantren di Sulawesi Selatan mengakui pluralitas sebagai sebuah keniscayaan dalam kehidupan ini. Pluralisme agama adalah pengakuan tentang keberadaan dan hak hidup agama lain dan kondisi hidup bersama (koeksistensi) antar agama (dalam arti yang luas) yang berbeda-beda dalam satu komunitas yang disikapi secara positif, dengan tetap mempertahankan keragaman dan perbedaan ajaran masing-masing agama. Demikian pula pluralisme pemahaman agama secara internal, dipahami sebagai sikap positif dan kesediaan menerima keragaman corak dan produk pemikiran dalam memahami ajaran Islam. Pesantren-pesantren di Sulawesi Selatan memahami dan merespon secara positif kemajemukan dalam keberagamaan, baik secara eksternal maupun internal, dengan menandaskan bahwa keberagaman merupakan hal yang lumrah dan perlu disikapi secara positif dan konstruktif dalam rangka menciptakan sikap empati dalam keberagamaan. Sikap empati yang ditumbuhkembangkan di pesantren inilah merupakan hasil dari peran nyata pesantren dalam mencegah radikalisme agama yang berdasar pada kebencian dan penolakan terhadap keberagaman.
Sebagai implikasinya, pesantren diharapkan dapat berperan dalam membentuk masyarakat pluralis. Konsep pluralisme yang eksis dan berkembang di lingkungan pesantren, yang berbasis pada tradisi keilmuan dan akhlakul karimah, yaitu pengkajian kitab-kitab kuning yang dikurikulumkan, dan kultur pesantren sangat penting untuk dikonseptualisasikan dan diinternalisasikan kepada para santrinya dalam proses pembelajaran dan pendidikan. Ini pada gilirannya membentuk individu-individu yang memiliki karakter keagamaan yang lunak, tidak radikal serta empatik dalam menghadapi keragaman agama, budaya, etnis dan kepentingan. Masyarakat beragama yang toleran, pluralis dan progresif hanya dapat dibangun dari pribadi-pribadi generasi muda yang pluralis
- …
