1,720,993 research outputs found
PEMBUATAN ALAT PENETAS TELUR OTOMATIS KAPASITAS 100 BUTIR
Perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat di
Indonesia berdampak pada tingkat konsumsi pangan yang tinggi, khususnya
kebutuhan akan daging unggas dan telur yang merupakan sumber protein. Hal ini
harus diimbangi dengan persediaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat tersebut. Sehingga kebutuhan masyarakat akan protein tinggi dapat
terpenuhi. Untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan meningkatkan jumlah
pangan berupa daging unggas dan telur dalam kapasitas besar. Salah satu
caranya dengan menggunakan mesin tetas yang dapat membantu penetasan telur
dalam jumlah banyak.
Dalam tugas akhir ini penulis membuat alat penetas telur otamatis untuk
membantu peternak khususnya peternak puyuh dalam penetasan telur. Mesin tetas
yang ada dipasaran masih banyak yang bersifat manual dimana pemutaran telur
dilakukan dengan tangan. Pada rancangan mesin tetas ini temperatur dikontrol
dengan menggunakan thermostat pada temperatur 37°C - 40°C. Untuk
pendistribusian temperatur di dalam inkubator agar merata diletakkan fan disisi
kiri dan kanan inkubator. Pemutaran rak telur dilakukan mengunakan motor DC
yang disambung dengan rangkaian minimum yang dapat mengatur motor hidup
secara otomatis setiap 8 jam.
Pengujian penetasan dengan alat tetas otomatis ini dilakukan 2 kali
dengan menggunakan 100 butir telur bibit. Pengujian 1 sebanyak 84 butir
menetas dan sisanya 16 butir tidak menetas. Pada pengujian 2 sebanyak 77 butir
menetas dan sisanya 23 butir tidak menetas. Telur yang tidak menetas disebabkan
oleh adanya bibit kosong, telur bibit yang tidak fertile dan anakan mati saat akan
menetas. Faktor alam sangat mempengaruhi hasil penetasan seperti gempa bumi
yang terjadi pada saat pengujian 2 sehingga jumlah telur yang menetas tidak
sebanyak pengujian 1
PREPARATIONS AND APPLICATION OF METAL NANOPARTICLES
Terminology of metal nanoparticles, the uniqueness properties in terms of the surface atom, the quantum dot, and the magnetism are described. The further elaboration was on the synthesis of nanoparticles. Applications of metal nanoparticles in electronic, ceramic medical and catalysis were overviewed. The bibliography includes 81 references with 99% are journal articles.
Keywords: metal nanoparticle
PREPARATION OF CHITOSAN-GOLD NANOPARTICLES: PART 2. THE ROLE OF CHITOSAN
Colloidal gold nanoparticles prepared by employing chitosan as the stabilizer in solvent of methanol-acetic acid solution were stable for months without precipitation. The mole ratio of chitosan-gold ions of 5:1 - 30:1 gave dispersed and fine gold particles in range of 9.4-10.4 nm. Gold reduction in chitosan matrix was faster at higher chitosan concentration, and molar ratio of chi : Au, from 5:1 to 40:1. Higher acidity of acetic acid (pH 2-6) led to faster reduction of gold ions. The intensity of gold metal colloid plasmon band increased at higher concentration of acetic acid. Chitosan functioned both as a stabilizer and a reducing agent for gold ions. Gold colloidal particles immobilized on chitosan coated TiO2 as the solid support gave more dispersed and smaller particles (4.6 nm) compared with gold particles supported on TiO2 without chitosan coating.
Keywords: gold nanoparticles, chitosan, chitosan coated TiO
PREPARATION OF CHITOSAN-GOLD NANOPARTICLES: PART 1 (OF 2). EFFECT OF REDUCING TECHNIQUE
Chitosan-stabilized gold nanoparticles were synthesized in aqueous formic acid, citric, or acetic acid with and without chitosan as the stabilizer. Refluxing in methanol, addition of hydrazine or sodium borohydride, photo-irradiation were employed as the reducing agents & reduction technique of gold ions. Dispersed particles of chitosan-stabilized gold were obtained in aqueous acetic acid-methanol solution. The chitosan-stabilized gold colloids (chi-Au) were dispersed and the particle size were in range of 9-30 nm, some of which were crystalline with various shapes. Chi-Au prepared with hydrazine as the reducing agent resulted in large and aggregated particles. The finest and dispersed chi-Au particles were obtained if NaBH4 was used as the reducing agent and the diameters could be controlled within 2.2-2.3 nm.
Keywords: Gold nanoparticles, chitosan, size contro
Pembelajaran Sistem Reproduksi Manusia Dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Sikap Siswa MAN Darussalam Aceh
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembelajaran sistem reproduksi manusia dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk meningkatkan pemahaman konsep dan sikap siswa. Penelitian ini didesain dengan metode Quasi Experiment dengan One Group Pretest-Postest Design. Penelitian dilaksanakan di MAN Darussalam Aceh Besar kelas XI IPA 1 yang melibatkan 23 siswa dan lima observer serta satu guru biologi. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa modul untuk pembelajaran sistem reproduksi manusia dengan pendekatan CTL terdiri dari tujuan pembelajaran, pokok bahasan, contoh kasus, uraian materi dan evaluasi yang dilengkapi dengan LKS/pedoman untuk aktivitas konstruktivisme, inkuiri, masyarakat belajar, bertanya, pemodelan, refleksi dan penilaian sebenarnya. Berdasarkan tanggapan dari peserta didik dan guru dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran sistem reproduksi manusia dengan pendekatan CTL telah mampu mengaitkan materi yang diajarkan dengan situasi kehidupan nyata siswa. Siswa dapat membangun pengetahuan melalui keterlibatan aktif dalam proses belajar mengajar dan pemahaman mereka tentang konsep sistem reproduksi manusia meningkat (N-gain = 71%) dan dapat meningkatkan sikap terhadap sistem reproduksi (N-gain = 50%).
Kata Kunci: Sistem Reproduksi Manusia, Contextual Teaching and Learning, Pemahaman Konsep dan Sikap Siswa.
This study was conducted to apply Contextual Teaching and Learning (CTL) approach to human reproductive system to improve students' understanding of concepts and attitudes. This study was designed with Quasi Experimental methods by One Group Pretest-posttest design. It was conducted in MAN Darussalam Aceh Besar class XI IPA 1 involving 23 students and five observer as well as a biology teacher. The results of this study found that the design of modules for teaching human reproduction system with CTL approach consists of learning objectives, subject matter, case examples, description and evaluation materials. Learning CTL have 7 activities which must be applied in teaching learning process namely constructivism, inquiry, learning society, questioning, modelling, reflection and authentic assessment. Based on the feedbacks got from students and teachers, it can be concluded that the application of CTL approach to the concept of the human reproductive system have been able to relate the material taught to students' real life situations. Students can construct knowledge through active involvement in the learning process. Their understanding of the concept of the human reproductive system was increases.
Keywords: Human Reproduction System, Contextual Teaching and Learning, Concept Understanding and Attitud
RELEVANSI KURIKULUM DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS TERINTEGRASI MAHASISWA KIMIA, FISIKA, BIOLOGI DAN MATEMATIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan KPS terintegrasi antara mahasiswa prodi pendidikan biologi, kimia, fisika pada tahun 2015, 2014, dan 2013; perbedaan KPS terintegrasi antar mahasiswa prodi pendidikan biologi, kimia, fisika dengan prodi pendidikan matematika. Populasi penelitian ini berjumlah 813 mahasiswa dari tahun 2015, 2014, dan 2013. Sampel penelitian ini berjumlah 360 mahasiswa. Instrumen penelitian ini adalah soal tes KPS terintegrasi dan wawancara tertutup. Teknik analisis data menggunakan avova one way dan t-test. Berdasarkan hasil uji hipotesis Ha (1) dengan anova one way, Fh Ftab yaitu 0,97 3,04 pada taraf 5% menunjukkan tidak adanya perbedaan KPS terintegrasi antara jurusan kimia, fisika, dan biologi. Matakuliah praktikum saja tidak cukup meningkatkan KPS mahasiswa tanpa adanya indikator yang dirancang dalam setiap praktikum mahasiswa. Uji Ha (2) dengan uji t-test diperoleh t hit - ttab (-8,44 -5,194), Ha diterima maka ada perbedaan antara jurusan fisika, kimia, dan biologi yang memiliki mata kuliah praktikum dan matematika yang tidak memiliki mata kuliah praktikum
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN SUHU DAN KALOR BERBASIS MASALAH UNTUK SMA DALAM UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas modul yang dikembangkan untuk meningkatkan minat belajar siswa, mengetahui keunggulan dan kelemahan modul dan keterlaksanaan pembelajaran dengan modul. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dan desain penelitian untuk menguji efektifitas adalah one group pre-test and post-test design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Peminatan MIPA SMA N 1 Peusangan dan kelompok sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan dari penelitian ini adalah data penilaian modul oleh ahli materi, ahli media, guru dan siswa, data pengukuran minat belajar siswa sebelum dan setelah pembelajaran dengan modul, data hasil observasi kegiatan pembelajaran siswa dan informasi dari hasil wawancara dengan guru tentang pelaksanaan pembelajaran dengan modul. Efektivitas modul ditentukan melalui uji statistik t berkorelasi untuk gain rata-rata minat belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara minat belajar siswa sebelum dan setelah penerapan modul. Analisis terhadap keunggulan dan kelemahan modul didapatkan bahwa modul dapat menciptakan pembelajaran aktif dengan pendekatan ilmiah bagi siswa tetapi harus didukung oleh peran serta guru dan kelengkapan fasilitas sehingga proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Tingkat keterlaksanaan pembelajaran dengan modul adalah sangat baik
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA SMP PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA TIK SLIDE POWERPOINT DAN DEMONSTRASI ALAT SEDERHANA (Penelitian di SMP Negeri 2 Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara)
Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari dampak perbedaan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi getaran dan gelombang melalui penggunaan media TIK slide powerpoint dan alat peraga sederhana dan selanjutnya juga ingin diketahui tanggapan siswa terhadap penggunaan media TIK slide powerpoint dan alat peraga sederhana. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan pretes dan postes control group design yang dilaksanakan di kelas VIII salah satu SMP Negeri di Kabupaten Aceh Utara pada tahun pelajaran 2013/2014. Pengambilan sampel berdasarkan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui pretes dan postes untuk mengamati peningkatan hasil belajar pembelajaran. Angket digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaan media TIK slide powerpoint dan alat sederhana. Analisis data menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada motivasi dan hasil belajar antara kelas media TIK slide powerpoint dan alat sederhana pada siswa SMP. Mayoritas siswa kurang merespon positif terhadap media TIK slide powerpoint dan alat sederhana
DEVELOPMENT OF TUTORIAL VIDEO FOR PALM OIL WASTE TREATMENT IN THE SUBJECT OF WORKSHOP AND ENTREPRENEURSHIP
This study aims to develop, to analyze the feasibility, and to describe students' responses to the video tutorial learning media using the Sony Vegas Pro 13 software on palm oil waste processing material in the Craft material d. This type of research is research and development (Research and Development / RD). The video tutorial learning media developed in this study is the ADDIE model which has five stages, namely, (1) analysis, (2) design, (3) development (4) Implementation and (5 ) Evaluation. Data collection was carried out at SMA Negeri 1 Sampoiniet with 20 students taken from class X. The feasibility of video tutorial media was assessed by Experts at 93.18% and student responses to the video tutorial media developed were 91.8% each with a very good category. Based on the results of the study, it can be concluded that the video tutorial media developed is very suitable for use in the learning process of waste treatment materials
- …
