1,721,033 research outputs found

    UPAYA GURU AQIDAH AKHLAK DALAM MEMBINA SOPAN SANTUN TUTUR KATA PESERTA DIDIK DI MTsN 2 TULUNGAGUNG

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “ upaya guru aqidah akhlak dalam membina sopan santun tutur kata peserta didik Di MTsN 2 Tulungagung” ditulis oleh Riko Aditya Candra, NIM 12201193146, jurusan pendidikan agama Islam, pembimbing : Prof. Dr. H. Akhyak M. Ag. Kata kunci : sopan santun, tutur kata, guru, aqidah akhlak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sopan santun bertutur kata peserta didik diambil Tulungagung, yang mana sopan santun bertutur kata peserta didik dapat berpengaruh positif bagi interaksi sosial antara peserta didik dengan guru, dengan sesama peserta didik, maupun warga sekolah. Namun jika para peserta didik belum memiliki sopan santun dalam bertutur kata, maka tidak akan terjalin hubungan yang bernuansa agama. Dengan latar belakang tersebut, peneliti ingin mengetahui lebih jauh tentang bagaimana upaya guru aqidah akhlak dalam membina sopan santun tutur kata peserta didik Di MTsN 2 Tulungagung. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan upaya guru aqidah akhlak dalam membina sopan santun bertutur kata peserta didik Melalui pembelajaran di kelas di MTsN 2 Tulungagung. (2) mendeskripsikan upaya guru aqidah akhlak dalam membina sopan santun bertutur kata peserta didik terhadap guru. (3) mendeskripsikan upaya guru aqidah akhlak dalam membina sopan santun bertutur kata peserta didik terhadap teman sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis analisis deskriptif. Lokasi penelitian berada Di MTsN 2 Tulungagung. Sumber data penelitian dapat melalui sumber primer yakni melalui observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran aqidah akhlak, kepala sekolah, dan peserta didik Di MTsN 2 Tulungagung. Sumber sekunder menggunakan data dokumentasi. Teknik pengumpulan data data yang digunakan yaitu observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) upaya guru aqidah akhlak dalam membina sopan santun bertutur kata peserta didik Melalui pembelajaran kelas ialah memberikan penjelasan tentang pentingnya sopan santun dalam hal bertutur kata, memberikan teladan yang baik dalam hal sopan santun bertutur kata, membiasakan peserta didik untuk selalu memiliki sopan santun bertutur kata di manapun dan kapanpun. (2) tingkat kesopanan dalam hal bertutur kata peserta didik dengan guru tentunya berbeda-beda baik dari pemahaman maupun prakteknya. Mayoritas sudah memiliki sopan santun dalam hal bertutur kata namun juga tidak sedikit yang masih belum memiliki sopan santun dalam hal bertutur kata. (3) tingkat kesopanan dalam hal bertutur kata peserta didik dengan sesama peserta didik sangatlah berbeda dengan sopan santun mereka terhadap guru. Jika dengan teman sekolah Mereka cenderung terbiasa menggunakan perkataan yang kurang sopan. Namun mereka tidak mempermasalahkannya. Karena menggunakan perkataan yang kurang sopan dengan teman sekolah sudah menjadi kebiasaan para peserta didik

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Kemampuan Menulis Dhandhanggula Siswa SMP Kelas VIII SMP Negeri 1 Tugu, Trenggalek

    No full text
    ABSTRACT Ermada, Aditya Candra. 2015. Kemampuan Menulis Dhandhanggula Siswa SMP Kelas VIII SMP Negeri 1 Tugu, Trenggalek. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. A. Syukur Ghazali, M.Pd., (2) Dr. Sunoto, M.Pd.Kata Kunci: tembang macapat, tembang Dhandhanggula, menulisTembang Macapat merupakan salah satu ciri khas masyarakat Jawa. Di setiap sekolah telah diajarkan mata pelajaran bahasa Jawa dengan salah satu fokus pembelajarannya diarahkan pada pembentukan watak masyarakat yang sesuai dengan isi filosofi Tembang Macapat. Dalam tembang macapat, terdapat unggah-ungguh Jawa yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat pemiliknya. Pemilihan tembang macapat Dhandhanggula dalam penelitian ini, dikarenakan tembang macapat Dhandhanggula sudah menjadi hal yang tidak asing lagi bagi siswa di SMP Negeri 1 Tugu, Trenggalek tersebut. Tembang macapat Dhandhanggula merupakan salah satu tembang yang menjadi pokok dalam penelitian ini. Pemilihan tembang macapat Dhandhanggula berdasarkan kemudahan pemilihan isi, pemilihan bentuk suku katanya, dan terutama disebabkan karena sekolah tersebut merupakan sekolah yang mampu meraih prestasi di lingkup kabupaten, provinsi dalam hal membuat tembang maupun menembangkan tembang macapat Dhandhanggula. Dengan demikian dapat mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan menulis tembang macapat Dhandhanggula siswa SMP kelas VIII dilihat dari aspek Guru Lagu, Guru Gatra dan Guru Wilangan tembang Dhandhanggula.Jenis penelitian ini menggunakan metode Studi Kasus yang memiliki tujuan untuk mengkaji kasus fenomena kemampuan menulis tembang macapat Dhandhanggula siswa SMP di SMP Negeri 1 Tugu, Trenggalek. Menulis sendiri merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa, disamping keterampilan menyimak, berbicara, dan membaca. Proses penguasaan keterampilan menulis berada pada tatanan akhir setelah seseorang menguasai keterampilan menyimak, berbicara, dan membaca. Setelah semua data terkumpul dilakukan analisis data. Dalam analisis ini perangkat yang digunakan untuk menganalisis data adalah karya siswa dengan instrumen analisis data yang terdiri dari kelengkapan, kecocokan, kebenaran tulisan (huruf, pasangan) sesuai dengan guru lagu, guru wilangan dan guru gatra tembang macapat Dhandhanggula.Hasil yang diperoleh penelitian ini lebih berpusat pada hasil kerja siswa berupa karya tulis tembang macapat Dhandhanggula, yang sesuai dengan struktur fisik dan struktur batin tembang macapat Dhandhanggula. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Penggunaan struktur fisik dalam tembang macapat Dhandhanggula karya siswa SMP kelas VIII ini, sebagian besar sesuai dengan kaidah penulisan tembang macapat Dhandhanggula. Sedikit sekali siswa yang hasil karya nya tidak sesuai dengan kaidah penulisannya. Seperti jumlah guru gatra, guru lagu dan guru wilangan tembang macapat Dhandhanggula. Pemilihan diksi, citraan, rima dan irama, larik atau baris serta bait, sebagian besar siswa mampu mengaplikasikannya dalam menulis tembang macapat Dhandhanggula ini.  Sama halnya dengan struktur fisik, penggunaan struktur batin dalam tembang macapat Dhandhanggula karya siswa SMP kelas VIII ini, sebagian besar telah memenuhi syarat penulisan tembang macapat Dhandhanggula. Pemilihan dan penggunaan tema, rasa, nada dan amanat, secara garis besar siswa mampu menuangkannya dalam karya siswa itu sendiri.  Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diberikan saran kepada tiga pihak. Pertama, kepada kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan di lingkungan sekolah disarankan untuk mengupayakan dan menggunakan metode penulisan tembang macapat Dhandhanggula, yang dapat menunjang pembelajaran menulis tembang macapat Dhandhanggula dan memberikan dukungan kepada guru untuk meningkatkan kreativitas dalam mengajar menulis tembang macapat. Kedua, guru mata pelajaran Bahasa Jawa disarankan untuk menggunakan metode pembelajaran menulis tembang macapat yang bervariasi agar pembelajaran menulis tembang macapat menjadi menarik dan tidak membosankan. Ketiga, peneliti berikutnya disarankan untuk mengadakan penelitian terhadap kegiatan pembelajaran menulis tembang macapat dengan metode penelitian atau dengan rumusan masalah yang berbeda

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore