106,805 research outputs found
A Decision Support Tool for Optimizing Carbon Sequestration of Desert Plants- A Sharjah Case Study
A Doctor of Philosophy Dissertation in Engineering Systems Management by Israa Falah Mahdi Al Khaffaf entitled, “A Decision Support Tool for Optimizing Carbon Sequestration of Desert Plants- A Sharjah Case Study”, submitted in October 2025. Dissertation advisor is Dr. Adil Tamimi and dissertation co-advisor is Dr. Abudullah Belhaif AL Nuaimi. Soft copy is available (Dissertation, Completion Certificate, Approval Signatures, and AUS Archives Consent Form).College of EngineeringDepartment of Industrial EngineeringPhD in Engineering - Engineering Systems Management (PhD-ESM
Maktabat Al Muthanna Baghdad Feb-May 1962
On the same date, Ali Al-Mansouri issued an official financial statement confirming that the Al-Khanji Foundation owed a total of 11.375.أصدر علي المنصوري بيانًا ماليًا رسميًا بتاريخ 25 نيسان 1962 يُفيد بأن مؤسسة الخانجي مدينة بمبلغ إجمالي قدره 11,375
Acculturation Experiences and Identity Negotiations in Saudi Arabian International Students in the UK: From An Acculturation Perspective to A Dialogical Self Perspective
This thesis is based on empirical fieldwork that consisted of two Interpretative
Phenomenological Analysis (IPA) studies investigating the acculturation experiences of
Saudi international students in the UK. It further explored the identity negotiation process
and perceived consequences on their sense of self and identities by combining the original
acculturation framework from Berry (1997, 2011) with the Dialogical Self Theory of
Hermans (2001).
The aim of Study One was to examine transitions when moving to and studying in the UK
for Saudi Arabian students focusing on the experiences that students reported as
challenges. A sample of 8 Saudi international students studying at a university in South
East England was used to collect data. Using IPA method, the analysis identified 14
primary themes relating to the Saudi Arabian students' experiences of the UK. Drawing
on Berry’s model (1997; 2011), the themes were organized around two stages of
transition: 1) pre- moving to the UK and 2) arriving and living in the UK; and a third major
theme emerged in the data, which was the impact of change on self-development. The
findings reinforced experiences that are common to all international students, but in
particular, they highlight experiences that were very specific to the sample of Saudi
students studied. The findings showed that Saudi students experienced various
challenges and difficulties. However, Study One also reported self-development as the
outcome of students’ acculturation. Further, the participants addressed the dialogue in identity positions linked to their home culture (Saudi) and being in the UK.
The novel findings were used to guide the development of Study Two. The aim of this
study was to understand how Saudi students negotiated the demands of different identity
positions. This study involved a sample of 11 Saudi international students studying at
universities in South East England. This involved an expansion of the theoretical
framework by combining the original acculturation framework from Berry (1997, 2011) with
Dialogical Self Theory from Hermans (2001) to obtain a more in-depth understanding of
how Saudi students gave meaning to the idea of being Saudi students in the UK. Using
IPA (Smith et al., 2009) and DST (Hermans, 2001), combining both phenomenology and
interpretation, the analysis identified three distinct I-positions: I-as a Saudi in the UK, I-as
a Saudi Arabian national identity, and Identity negotiation processes among these
positions. The findings illustrated key areas of dialogical self experience of Saudi students.
In this study, the dialogical self of the participants was engaged in negotiating I-positions
and repositioning processes, which were dependent on and prompted by the participants’
goals of studying abroad and their preferred future.
The original and important findings generated by this research have distinct implications
for the acculturation of Saudi international students and identity negotiations and
contribute to the literature on cross-cultural experiences and international students' issues.
This research contributes to helping prospective and current Saudi students to become
more informed regarding the experiences they may encounter when studying in the UK
Adil dalam penggunaan harta perspektif Al-Qur'an
Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan tentang ibadah, melainkan hubungan seorang hamba deengan penciptanya dan dengan hamba lainnya. Juga mengajarkan aspek-aspek kebenaran yang umum, aspek tersebut kemudian dikembangkan dan diikuti oleh kaum muslimin untuk menuju kesempurnaan. Salah satu aspek- aspek umum yang termasuk dalam Al-Qur’an adalah nilai-nilai keadilan. Selain itu, harta merupakan suatu bekal yang diberikan Allah kepada manusia untuk mendukung kecenderungan dan kebahagiaan hidupnya. Semua manusia mempunyai kesempatan untuk mencari harta, serta menggunakan harta tersebut dengan adil, objektif dan sebaik mungkin yakni jika berinfak dan bersedekah tidak perlu memberikan seluruh harta kepada orang yang menerimanya akan tetapi melihat dan mengukur batasan terhadap kemampuan diri sendiri selagi sedekah tersebut berada dalam takaran yang semestinya. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini ialah: bagaimana Implementasi sikap adil dalam penggunaan harta menurut Al-Qur’an.
Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Implementasi sikap adil dalam penggunaan harta menurut Al-Qur’an. dengan menggunakan kajian tafsir maudhui, yang dikaitkan dengan menggunakan beberapa penafsiran seperti : tafsir Al-Munir, tafsir Al-Qurthubi, tafsir Al-Misbah, dengan tujuan untuk memahami ayat-ayat al-Qur’an yang akan dibahas secara komprehensif. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan ini adalah kualitatif dengan metode literatur (library research).
Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa bentuk sikap adil dalam penggunaan harta di dalam Al-Qur’an meliputi 4 hal yaitu, adil dalam sandang dan pangan, ini meliputi makan, minum dan berpakaian dengan cara sewajarnya tidak berlebihan yakni sesuai dengan kebutuhan dan kondisi perorang,hal ini selaras dengan Qs Al-‘Araf ayat 31, adil dalam berzakat,dalam setiap harta seseorang terdapat bagian orang lain,sehingga setiap muslim wajib membayar zakat kepada yang berhak menerimanya terutama 8 golongan yang sudah di jelaskan di Qs At-Taubah ayat 60, adil dalam berinfaq dan bershodaqoh, selain berzakat seorang muslim juga hendaknya mengeluarkan sebagian hak nya lewat bershodaqoh dan berinfaq, yakni harus berinfaq dengan barang yang bagus dan masih layak pakai sesuai dengan Qs Al-Baqarah ayat 267, adil dalam pemyerahan harta anak yatim, untuk yang berhubungan dengan kemasyarakatan seperti pengelolaan harta anak yatim.Al-Qur’an sangat menghargai hak seseorang terhadap hartanya yang sah, sehingga tidak dibenarkan adanya penyerahan atau pengalihan harta tanpa persetujuan pemiliknya serta harus dilakukan dengan jalan yang saling menguntungkan dengan beragam bentuk transaksi yang halal. Hal ini selaras dengan firman Allah Qs An-Nisa ayat 5-
White blood cell scan in the follow-up of infectious diseases: Is the withdrawal of antibiotic therapy necessary?
[No abstract available
Qilādat al-jawāhir fī dhikr al-Ghawth al-Rifāʻī wa-atbāʻih al-akābir
A book on Sufism on the Rifa'i way, in which the author collects virtues, conditions, dignity, sayings, behavior, method, and the realizations of the truth of Sheikh Ahmed Muhyi al-Din Abu al-Abbas al-Kabeer al-Rifa'i. Furthermore, the user talked about the widespread support he receives from his followers and the key aspects of his method
Azmat Al-Dawla fi’l-‘Alam Al-‘Arabi; Halat Al-Sudan (Crisis of the state in the Arab world: the case of Sudan)
Konsep Adil Dalam Poligami Perspektif Al-Qur’an
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjabarkan konsep adil dalam poligami menurut perspektif Al-Qur’an Surat Al-Nisa’ ayat 3 dan 129 serta menggunakan tafsir ulama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode tafsir tahlili yaitu dengan cara mendeskripsikan uraian makna yang terkandung pada ayat Al-Qur’an dengan mengikuti urutan yang terdapat dalam mushaf.Berdasarkan hasil penafsiran dapat disimpulkan bahwa ada beberapa pendapat mengenai poligami dan syarat adil.Sehingga itu timbulah beragam perbedaan pendapat tentang boleh atau tidaknya poligami dilaksanakan. Dari tafsiran Q.S Al-Nisa’ ayat 3 dan 129 kita mengetahui tentang kedudukan hukum poligami dan persyaratan-persyaratan bagi mereka yang ingin berpoligami. Dalam Islam itu sendiri, poligami tidaklah merupakan suatu larangan dan bukan pula merupakan suatu anjuran. Namun demikian bagi mereka yang ingin berpoligami, tentunya harus menempuh beberapa persyaratan untuk merealisasikannya yaitu syarat adil terhadap para istri-istri yang bersifat material atau terukur
al-'Azl 'an al-Wilayat al-Niyabah fi al-Fiqh al-Islami
Berisi tentang konsep-konsep dan dalil-dalil maupun cara berbuat adil di dalam Islam
- …
