1,720,956 research outputs found
EFEKTIFITAS PELAYANAN PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI KANTOR SAMSAT KOTA PEKANBARU
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pelayanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Kantor Samsat Kota Pekanbaru beserta faktor penghambatnya. Metode penelitian ini kualitatif, dengan melakukan wawancara kepada informan terpilih dan hasilnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelayanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Kantor Samsat Kota Pekanbaru khususnya melalui layanan drive thru dinilai “cukup efektif” dalam memberikan kontribusi terhadap pendapatan pajak kendaraan bermotor (PKB). Sejak diresmikan dan mulai beroperasi pada bulan Agustus 2021 layanan ini terbukti mampu meningkatkan minat masyarakat untuk membayar pajak tahunan baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Adanya 5 orang petugas yang ditunjuk langsung melalui nota dinas untuk bertugas di layanan drive thru membuktikan komitmen Bapenda Provinsi Riau untuk meningkatkan mutu pelayanan. Sosialisasi juga gencar dilakukan melalui media cetak dan media sosial. Pada tahun 2022, hanya terdapat 283 wajib pajak dari kendaraan roda dua dan 197 wajib pajak dari kendaraan roda empat yang memanfaatkan layanan drive thru. Jumlah ini terbilang masih sangat jauh dari harapan, apalagi Kota Pekanbaru merupakan daerah dengan jumlah penduduk tertinggi di Provinsi Riau. Realisasi pendapatan pajak tahunan lewat layanan drive thru di tahun 2022 hanya sebesar Rp.617.951.055 atau persentase 77% dari target. 2) Faktor penghambat efektivitas pelayanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Kantor Samsat Kota Pekanbaru terdiri dari sistem Samsat yang terkadang error dan masih rendahnya ketaatan masyarakat membayar pajak
PENGAWASAN OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN PROVINSI RIAU TERHADAP PELAYANAN PUBLIK DI KOTA PEKANBARU
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengawasan Ombudsman Perwakilan Provinsi Riau terhadap Pelayanan Publik di Kota Pekanbaru.Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan metode kualitatif. Waktu penyelesaian akan dilakukan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang telah dibuat dan tentu saja pihak Ombudsman dituntut untuk menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya. Serta strategi yang dilakukan oleh Ombudsman untuk meningkatkan kinerja dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat, membuat stan pengaduan dititik-titik pelayanan publik seperti dikantor Disdukcapil, Imigrasi, Rumah Sakit, atau Kantor desa.Ombudsman akan memberikan penangan dengan menelaah permasalahan dan akan memberikan solusi yang adil dan tidak memihak kepada sebelah pihak baik itu pihak pemerintahan maupun itu pihak masyarakat karena dalam sebuah laporan Ombudsman merupakan sebuah lembaga yang menjadi penengan atau menjadi mediator bagi pihak masyarakat dan Insatansi pemerintahan. Dalam hal memberikan penilaian Ombudsman akan melakukan kunjungan ke instansi pemerintahan dan melakukan observasi langsung terhadap kinerja mereka.Untuk mengadakan perbaikan maka pihak ombudsman akan memberikan saran dan masukan namun apabila saran dan masukan yang kami sampaikan tidak juga di indahkan maka hal tersebut akan menjadi catatan ombudsman perwakilan Provinsi Riau dan menjadi bahan untuk laporan ombudsman perwakilan Provinsi Riau kepemerintahan pusat. Saran untuk pihak Ombudsman sebaiknya melakukan peninjaun pada semua instansi pelayanan tidak hanya instansi pemerintahan termasuk juga perusahaan-perusahaan swasta seperti rumah sakit swasta maupun bank-bank swasta yang ada di Provinsi Riau. Serta Pihak Ombudsman seharusnya lebih melakukan sosialisa kepada kalangan masyarakat agar seluruh lapisan masyarakat mengetahui tentang tugas dan fungsi mereka sehingga masyarakat mengerti untuk menyampaikan laporan apabila ada pelayanan yang kurang baik oleh pihak-pihak terkait
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
INOVASI SISTEM INFORMASI PELAYANAN TERPADU KEPENDUDUKAN (SIPENDUDUK) DALAM PELAYANAN KEPENDUDUKAN PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PEKANBARU
Sebagai bentuk langkah yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru dalam mengubah administrasi data kependudukan adalah dengan berupaya melalui inovasi pelayanan dalam jaringan berupa website sipenduduk yang dapat diakses melalui sipenduduk.pekanbaru.go.id. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Inovasi Sistem Informasi Pelayanan Terpadu Kependudukan (Sipenduduk) Dalam Pelayanan Kependudukan Pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru beserta faktor penghambatnya. Adapun permasalahan dalam tesis ini yaitu kurangnya sosialisasi, inovasi sipenduduk dan keterbatasan pengetahuan tentang teknologi digital dari masyarakat. Adapun jenis penelitian dalam penulisan tesis ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif yang mana penelitian ini mengeksplor dan menganalisa untuk memberikan arti dan makna dalam pemecahan masalah. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Sehingga dengan demikian dapat diperoleh penjelasan dan gambaran atas topik penelitian yang sesuai dengan judul penelitian. Penulisan ini terdiri dari data primer yaitu penelitian berupa wawancara, dokumentasi serta observasi dan data sekunder yang diperoleh yaitu dengan hasil wawancara dalam penelitian. Kesimpulan penelitian ini adalah kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru dikarenakan keterbatasan APBD sehingga mengakibatkan kurang pahamnya masyarakat terkait dengan mekanisme website sipenduduk.pekanbaru.go.id. Saran dari pennulis adalah diharapkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru mengadakan Sosialisasi kembali secara langsung, membuat website Sipenduduk lebih sederhana dan mudah di buka oleh semua kalangan, selalu membagikan informasi mengenai pengurusan dokumen administrasi kependudukan melalui media sosial yang dimiliki, serta memperbaiki kualitas jaringan yang sering down.Sebagai bentuk langkah yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru dalam mengubah administrasi data kependudukan adalah dengan berupaya melalui inovasi pelayanan dalam jaringan berupa website sipenduduk yang dapat diakses melalui sipenduduk.pekanbaru.go.id. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Inovasi Sistem Informasi Pelayanan Terpadu Kependudukan (Sipenduduk) Dalam Pelayanan Kependudukan Pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru beserta faktor penghambatnya. Adapun permasalahan dalam tesis ini yaitu kurangnya sosialisasi, inovasi sipenduduk dan keterbatasan pengetahuan tentang teknologi digital dari masyarakat. Adapun jenis penelitian dalam penulisan tesis ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif yang mana penelitian ini mengeksplor dan menganalisa untuk memberikan arti dan makna dalam pemecahan masalah. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Sehingga dengan demikian dapat diperoleh penjelasan dan gambaran atas topik penelitian yang sesuai dengan judul penelitian. Penulisan ini terdiri dari data primer yaitu penelitian berupa wawancara, dokumentasi serta observasi dan data sekunder yang diperoleh yaitu dengan hasil wawancara dalam penelitian. Kesimpulan penelitian ini adalah kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru dikarenakan keterbatasan APBD sehingga mengakibatkan kurang pahamnya masyarakat terkait dengan mekanisme website sipenduduk.pekanbaru.go.id. Saran dari pennulis adalah diharapkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru mengadakan Sosialisasi kembali secara langsung, membuat website Sipenduduk lebih sederhana dan mudah di buka oleh semua kalangan, selalu membagikan informasi mengenai pengurusan dokumen administrasi kependudukan melalui media sosial yang dimiliki, serta memperbaiki kualitas jaringan yang sering down
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Policy governance in the plantation sector: Challenges and impacts of palm oil in Riau Province, Indonesia
This study aims to examine and challenge the impact of local government policy
governance on the oil palm plantation sector in Riau Province, Indonesia. It was discovered
that 1,628 million hectares of illegal oil palm plantations are located within forest areas.
Plantation area and crop harvest areas are declining due to the increase in damaged old plants,
low productivity of plantation crops, inadequate facilities and infrastructure conditions, low
technology application, plantation business licensing, limited downstream plantation industry
and marketing, assistance in changing the attitudes, behavior, and skills of farmers. The
methodology used was exploratory qualitative to explore this topic, and the determination of
research topics was conducted using Biblioshiny application analysis. Then, the data was
analyzed using Nvivo 12 Plus software. The results of this study discovered that the policy
governance of the oil palm plantation sector as a leading commodity in Riau Province,
Indonesia, is influenced by three dimensions: firstly, the actor dimension; secondly, the
structural dimension; and third, the empirical dimension of governance. This research
contributes as a knowledge reference to oil palm plantations
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
