55 research outputs found
Purple Urine Bag Syndrome
Purple Urine Bag Syndrome (PUBS) merupakan kasus yang jarang, namun dapat terjadi pada pasien dengan pemasangan kateter yang berkepanjangan, terutama pada keadaan imobilisasi. Kejadian PUBS dikaitkan dengan diet yang mengandung triptofan, urine yang bersifat alkali, konstipasi dan banyaknya bakteri yang menghasilkan sulfatase/fosfatase pada urine. Warna ungu yang terjadi disebabkan oleh adanya kombinasi pigmen indigo (warna merah) dan indirubin (warna biru) sebagai hasil metabolisme dari diet yang mengandung triptofan. PUBS biasanya tidak berbahaya namun sering membuat pasien cemas. Tatalaksana PUBS adalah dengan mengganti kateter urin dan pemberian antibiotik yang sesuai.Purple Urine Bag Syndrome (PUBS) merupakan kasus yang jarang, namun dapat terjadi pada pasien dengan pemasangan kateter yang berkepanjangan, terutama pada keadaan imobilisasi. Kejadian PUBS dikaitkan dengan diet yang mengandung triptofan, urine yang bersifat alkali, konstipasi dan banyaknya bakteri yang menghasilkan sulfatase/fosfatase pada urine. Warna ungu yang terjadi disebabkan oleh adanya kombinasi pigmen indigo (warna merah) dan indirubin (warna biru) sebagai hasil metabolisme dari diet yang mengandung triptofan. PUBS biasanya tidak berbahaya namun sering membuat pasien cemas. Tatalaksana PUBS adalah dengan mengganti kateter urin dan pemberian antibiotik yang sesuai
Virus Penyebab Infeksi pada Otot
Otot merupakan massa jaringan lunak terbesar didalam tubuh, yang memiliki peran utama untuk menjaga postural tubuh dan sebagai penggerak. Miositis merupakan peradangan pada otot dan biasanya terjadi nekrosis, disebabkan terutama karena penyebaran dan invasi patogen bakteri atau virus secara hematogen ke otot. Miositis merupakan penyakit yang jarang. Angka kejadian miositis diperkirakan sebesar 50.000-70.000 orang pada tahun 2011 di Amerika Serikat. Virus merupakan penyebab tersering miositis infeksi nonbakteri, miositis viral seringkali memberikan gambaran klinis berupa mialgia, miositis multifokal, dan rhabdomiolisis. Penegakkan diagnosis miositis sangat penting dalam penatalaksanaan kasus, diagnosis dapat ditegakan bila ditemukan pengumpulan cairan radang pada pemeriksaan pencitraan. Uji diagnostik dengan pewarnaan Gram dan Gomori-Grocott methenamine silver (GMS), pemeriksaan histopatologi, kultur, dan pemeriksaan standar untuk virus.Kata Kunci: infeksi virus, miositis, rhabdomiolisi
Pricing European options on agriculture commodity prices using mean-reversion model with jump diffusion
Mekanisme Resistensi Acinetobacter baumannii terhadap Antibiotik Golongan Karbapenem
Acinetobacter baumannii (A. baumanii) merupakan salah satu spesies Acinetobacter tersering diisolasi dari manusia, dan lebih sering dijumpai pada infeksi nosokomial dibandingkan dengan infeksi di komunitas. Eksistensi bakteri ini di lingkungan terkait dengan keragaman reservoir, kemampuan memperoleh gen pembawa sifat resisten antimikroba, dan sifat resisten terhadap pengeringan. Infeksi disebabkan strain A. baumannii yang resisten terhadap banyak antibiotik tidak mudah dikendalikan dan menjadi permasalahan di berbagai negara. Karbapenem merupakan antibiotik utama yang dipakai untuk mengobati pasien infeksi oleh Acinetobacter sehingga menyebabkan peningkatan resistensi bakteri ini terhadap karbapenem. Mekanisme kerja karbapenem yaitu dengan menghambat polimerisasi dan perlekatan peptidoglikan pada dinding sel. Kurangnya penetrasi obat (mutasi porin dan efflux pumps) dan atau carbapenem-hydrolyzing beta-lactamase enzymes seperti OXA carbapenamases dan metalo-beta-laktamase (MBL) memperantarai terjadinya resistensi karbapenem.
Kata Kunci: karbapenem, resistensi antibiotik, Acinetobacter baumanni
Mikrobiota Usus dan Diabetes Mellitus Tipe 2: Sebuah Tinjauan Komprehensif
Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) adalah penyakit metabolik yang sangat umum di seluruh dunia. Menurut studi terbaru, patofisiologi DMT2 berkaitan dengan keseimbangan mikrobiota usus. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara mikrobiota usus dan DMT2, mengevaluasi jalur biologis yang mendasari, dan menyelidiki terapi berbasis mikrobiota. Melalui proses yang meliputi sintesis metabolit mikroba, peradangan sistemik, dan permeabilitas usus, mikrobiota usus memainkan peran penting dalam DMT2. Sensitivitas insulin dan kontrol glikemik dapat ditingkatkan dengan pendekatan terapi seperti transplantasi mikrobiota fekal (FMT), penggunaan probiotik, dan prebiotik. Meskipun temuan ini dapat memberikan informasi untuk strategi pencegahan dan pengobatan DMT2, penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami mekanisme spesifik dan mengembangkan intervensi yang lebih efektif
Infeksi dan Pola Kepekaan Stenotrophomonas maltophilia di ICU RS X
Infeksi Stenotrophomonas maltophilia dapat terjadi di berbagai organ, namun bakteri ini paling sering ditemukan pada paru. Angka kematian pada pasien dengan infeksi S. maltophilia cukup tinggi, tetapi berkaitan erat dengan kondisi pasien. Bakteri ini memiliki kekebalan intrinsik yang luas, antibiotik yang dapat digunakan lebih terbatas, serta diperlukan pengendalian infeksi yang baik dalam penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data prevalensi S. maltophilia di ICU RS X dan pola kepekaannya. Seluruh sampel yang berasal dari ICU diambil dan jika ditemukan S. maltophilia, maka akan dimasukkan ke dalam studi. Ditemukan seluruh sampel dengan pertumbuhan S. maltophilia berasal dari paru, dengan sebagian besar disertai Pneumonia COVID-19. Prevalensi infeksi paru S. maltophilia 25,31%, dengan mortalitas mencapai 52,94%. Ditemukan kepekaan cotrimoxazole 95% dan levofloxacin 83,33%. Cotrimoxazole dan levofloxacin masih ideal untuk menangani infeksi S. maltophilia dengan tetap menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi yang baik.Infeksi Stenotrophomonas maltophilia dapat terjadi di berbagai organ, namun bakteri ini paling sering ditemukan pada paru. Angka kematian pada pasien dengan infeksi S. maltophilia cukup tinggi, tetapi berkaitan erat dengan kondisi pasien. Bakteri ini memiliki kekebalan intrinsik yang luas, antibiotik yang dapat digunakan lebih terbatas, serta diperlukan pengendalian infeksi yang baik dalam penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data prevalensi S. maltophilia di ICU RS X dan pola kepekaannya. Seluruh sampel yang berasal dari ICU diambil dan jika ditemukan S. maltophilia, maka akan dimasukkan ke dalam studi. Ditemukan seluruh sampel dengan pertumbuhan S. maltophilia berasal dari paru, dengan sebagian besar disertai Pneumonia COVID-19. Prevalensi infeksi paru S. maltophilia 25,31%, dengan mortalitas mencapai 52,94%. Ditemukan kepekaan cotrimoxazole 95% dan levofloxacin 83,33%. Cotrimoxazole dan levofloxacin masih ideal untuk menangani infeksi S. maltophilia dengan tetap menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi yang baik
Efektivitas Ceftazidime-Avibactam terhadap Bakteri Gram Negatif Penghasil Enzim Karbapenemase
Antibiotic therapy is a major concern in the health sector. There is an increase in the resistance of gram-negative bacteria that produce carbapenemase enzymes to certain antibiotics, especially the β-lactam group, thus creating a new challenge for the health world to find stronger antibiotics to fight the resistance of these gram-negative bacteria. Currently, there are several new antibiotics that have been approved as treatment options, such as Ceftazidime-Avibactam. It is hoped that this new treatment can be an option, especially for gram-negative bacteria that produce carbapenemase enzymes.
Terapi antibiotik menjadi perhatian besar di bidang kesehatan. Terjadi peningkatan resistensi bakteri-bakteri gram negatif yang menghasilkan enzim karbapenemase terhadap antibiotik-antibiotik tertentu khususnya golongan β-laktam sehingga menimbulkan tantangan baru terhadap dunia kesehatan untuk menemukan antibiotik yang lebih poten/kuat untuk terhadap resistensi bakteri-bakteri gram negatif tersebut. Saat ini, terdapat beberapa antibiotik baru yang telah disetujui menjadi opsi pengobatan, seperti kombinasi Ceftazidime-Avibactam. Diharapkan pilihan pengobatan terbaru ini dapat menjadi salah satu pilihan, terutama untuk bakteri-bakteri gram negatif penghasil enzim karbapenemas
Uji Fenotipik Deteksi Enzim ESBL, AmpC dan Karbapenemase pada Bakteri Enterobacteriaceae
Organisms that express extended-spectrum β-lactamase (ESBLs) such as Enterobacteriaceae have been increasing for the past forty years. Organisms that express this enzyme can hydrolyze oxyminocephalosporins and monobactam,but can be inhibited using β-lactam inhibitors. There are various types of enzymes that contribute to cephalosporin and monobactam resistances, such as AmpC β-lactamase, and carbapenemase enzymes. Polymerase Chain Reaction (PCR) is an accurate method for detecting ESBL, but this method is a genotypic method that requires a specialized instrument. Therefore there is a need for a phenotypic method to detect ESBL, AmpC and Carbapenemase that can be conducted in various laboratories.
Organisme yang mengekspresikan extended-spectrum β-lactamases (ESBLs) seperti Enterobacteriaceae dilaporkan semakin meningkat selama empat puluh tahun terakhir. Organisme yang meng-ekspresikan enzim ini dapat menghidrolisis oksminosefalosporin dan monobactam, namun dapat dihambat menggunakan β-laktam inhibitor. Terdapat berbagai macam enzim yang berkontribusi dari resistensi sefalosporin dan monobaktam seperti AmpC β-lactamase, dan enzim karbapenemase. Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan metode yang akurat dalam mendeteksi ESBL, tetapi metode ini merupakan metode genotipik yang membutuhkan alat khusus, sehingga masih dibutuhkan metode fenotipik untuk mendeteksi enzim ESBL, AmpC dan Karbapenemase yang dapat dilakukan pada berbagai laboratorium
Diagnosis dan Penatalaksanaan Melioidosis
AbstrakMelioidosismerupakan penyakit infeksi yang disebabkan akibat kontak dengantanah dan air yang terkontaminasi oleh bakteriBurkholderiapseudomallei. Melioidosis terjadi secara endemik di Australia Utara dan Asia Tenggara. Infeksi dapat terjadi melalui kulit yang terabrasi, inhalasi, dan tertelan. Gejala klinisnya tidak khas, diagnosis pasti dapat ditegakkan dengan kultur mikroorganisme penyebab. Terapi antibiotika yang tepat dapat menurunkan mortalitas dan mencegah kekambuhan melioidosis. Kata Kunci: Melioidosis, Burkholderia pseudomallei Abstract Melioidosis is an infectious disease caused by contact with soil and water contaminated by the bacterium Burkholderia pseudomallei. Melioidosis occurs endemic in Northern Australia and Southeast Asia. Infections can occur by skin abrasions, inhalation and ingestion. The clinical symptoms are not typical, definitve diagnosis with cultures of microorganisms. Appropriate antibiotic therapy can reduce mortality and prevent recurrence of melioidosis. Key Words: Melioidosis, Burkholderia pseudomalle
Analisis Jiwa Wirausaha dan Strategi Marketing Mix dalam Upaya Peningkatan Penjualan pada Usaha Coffee Box Ringroad Medan
Nowadays, many coffee shop businesses have sprung up, from the very simple to the very unique with a different appearance, even to the point of being known for their lifestyle. One of the places to gather and spend free time that is excellent and has many enthusiasts is the coffee shop business. Coffee Box's success in maintaining the continuity of its product sales lies in its ability to provide a unique taste of coffee and food products from its competitors. With the competitive advantage that the Coffee Box has, this is the main attraction for the author to research more about the coffee shop business.
The purpose of this research was to analyze how the entrepreneurial spirit possessed and the marketing mix strategy carried out by Coffee Box affected sales so that the business could continue.
The form of this research is descriptive research with a qualitative approach. Research data obtained from interviews and documentation. Data analysis techniques used in this study consist of Data Reduction, Data Display (data presentation), and Conclusion Drawing/Verification.
Based on the results of the study, it was found that starting from curiosity about the crowded coffee shop that fosters an entrepreneurial spirit through the application of marketing strategies to competitive advantage in terms of the marketing mix carried out by the Coffee Box business, it has been carried out since 2007 well, as evidenced by the running of this business for almost 15 years. year well. As a growing business in this business, Coffee Box is not afraid to compete with similar businesses because they always maintain quality, product taste, comfort and service can always attract consumers to visit86 HalamanSkripsi Sarjan
- …
