23 research outputs found

    Potensi Pembelajaran Berpola Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PMBP) Dipadu Think Pair Share (TPS) Dalam Upaya Memberdayakan Keterampilan Metakognisi Siswa Multietnis Di SD Kota Ternate

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan potensi pembelajaran berpola Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) dipadu Think Pair Share (TPS) dan strategi konvensional dalam memberdayakan keterampilan metakognisi siswa. Penelitian ini tergolong quasi experiment, dilaksanakan di kelas VI pada dua SD yang tergolong sekolah multietnis di Kota Ternate tahun ajaran 2011/2012. Pengukuran keterampilan metakognisi menggunakan rubrik metakognisi yang mengacu kepada Corebima. Analisis data untuk menguji hipotesis dilakukan dengan Anakova dalam program SPSS 16.0.   Hasil analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran berpola PBMP dipadu TPS lebih berpotensi meningkatkan keterampilan metakognisi siswa dibanding strategi konvensional. Tidak ada pengaruh etnis terhadap keterampilan metakognisi, namun hasil uji LSD menunjukkan adanya perbedaan keterampilan metakognisi siswa antara etnis

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif STAD untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VII MTs Negeri Kota Ternate

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa, serta mempelajari peningkatan keduanya pada kelas VII-8 MTs Negeri Kota Ternate  melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe (STAD) pada konsep pencemaran lingkungan. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah-langkah yang terdapat dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams-Achievement Devisions (STAD) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa antara siklus I dan siklus II. Ketuntasan belajar siswa pada tes akhir siklus I diperoleh presentase 24% sedangkan ketuntasan belajar siswa pada tes akhir siklus II diperoleh presentase 84%.  Sementara itu, untuk aktivitas belajar siswa juga terjadi peningkatan yang cukup besar, yakni 52,2% di siklus I dan 80,9% di siklus II. Peningkatan yang terjadi memiliki selisih 28,7%

    Analisis Perilaku Masyarakat di Kawasan Konservasi Cagar Alam Gunug Sibela Halahera Selatan Provinsi Maluku Utara

    No full text
    This research was done in wild life conservation area of Sibela mountain, South Halmahera Regency, North Maluku Province from November 2009 to February 2010. The purpose of the research is to give evidence about how is the peoples behavior towards the wild life conservation area of Sibelia Mountain, the. The population of the research was all of patriarchs in three villages: Sawadai village, Tuokona and Gandasuli village. Furthermore, 46-47 people are chosen randomly from each village to get 140 patriarchs of total sample. Questionnaire instrument was used to collect the data. Questionnaire instrument and closed response interview guideline were used to collect the data of peoples behavior toward the wild life area conservation. Prior to distribute the instrument to the respondents, a test is carried out to the people who live in east Halmahera wild life area excluding from the research sample to get its validity and reliability. The result of analysis on peoples behavior in three different villages living in wild life area shows that they still have a low level of land utilization (about 20% - 25%). This result indicates that respondents who answered the questions of utilize of the conservation area tend to be in small number. This result also shows that the people of the three villages are having a tendency to do activities that caused environmental damage (contra conservation). The analysis result on peoples behavior in maintaining wild life conservation area of Sibela Mountain is also at a low level. From the three villages, the percentages are 8% - 13%. It indicates that peoples behavior tendency of maintaining or preserve the conserved area is at a very low level

    Implementasi Jaringan Hotspot Menggunakan Metode Queue Tree Pada Router Mikrotik Toko Sinar Jaya

    No full text
    Masalah di Toko Sinar Jaya adalah kecepatan internet lambat dan pembagian bandwidth yang tidak merata, mengganggu operasional dan pengalaman pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun manajemen lalu lintas internet menggunakan metode queue tree pada router MikroTik di Toko Sinar Jaya. Implementasi ini diharapkan dapat membagi bandwidth secara adil bagi perangkat yang terhubung ke hotspot. Penelitian meliputi beberapa tahapan seperti analisis kebutuhan jaringan, perancangan topologi, simulasi prototipe untuk menguji konfigurasi queue tree, implementasi pada router MikroTik, monitoring untuk memantau kinerja jaringan, dan manajemen untuk memastikan pengaturan optimal. Pengujian dilakukan selama tiga hari menggunakan Speedtest by Ookla untuk mencari nilai rata-rata download, upload, jitter, delay, dan packet loss, dibandingkan dengan standar TIPHON di bagian manajemen. Metode yang digunakan adalah Network Development Life Cycle (NDLC), meliputi analisis, desain, simulasi prototipe, implementasi, monitoring, dan manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi queue tree berhasil dilakukan, mendukung operasional toko dan memenuhi kebutuhan internet pelanggan dengan membagi bandwidth secara adil

    Literacy IT untuk Pengembangan Keterampilan Guru SD dan MI Kota Ternate Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

    No full text
    The purpose of this study was to obtain initial information about the perception and knowledge of IT Literacy as well as a profile of the basic knowledge of elementary and MI teachers throughout Ternate about IT literacy. This study uses a survey research method with a quantitative approach. The data collection technique used was by distributing questionnaires and conducting interviews on a predetermined sample of 25 schools and madrasah with a sample of teachers who were determined randomly. The data is calculated based on the number of checklists filled in by the respondents, then a percentage is used to determine the level of perception of each teacher. The results showed that the highest ability of teachers to operate Microsoft Office was in elementary schools located in the central and northern areas of Ternate City, which were 58% and 50% respectively. Meanwhile, the average IT support skills for elementary school teachers have not met the standard, which is <50%. The basic literacy ability of IT teachers is also relatively low, at 56%. The researcher's recommendation is that it is necessary to conduct IT training for elementary school teachers in 4 sub-districts of the city of Ternate, and continuous assistance so that the learning process becomes quality and student learning outcomes are further improved

    ANALISIS PENGGUNAAN E-MODUL DALAM PEMBELAJARAN FISIKA; STUDI LITERATUR

    No full text
    Artikel ini merupakan bagian dari penelitian terkait pengembangan e-modul Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berorientasi keterampilan berpikir kreatif siswa sekolah menengah pertama (SMP). Artikel ini mendeskripsikan salah satu hasil analisis kebutuhan yakni kajian penelitan terdahulu terkait penggunaan e-modul dalam pembelajaran fisika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur yakni kajian artikel-artikel hasil penelitian terkait penggunaan e-modul dalam pembelajaran fisika yang dipublikasikan pada jurnal maupun prosiding di Indonesia. Berdasarkan hasil kajian penelitian terdahulu disimpulkan bahwa e-modul telah banyak digunakan dalam pembelajaran fisika. E-modul dapat dirancang dengan menggunakan software 3D pageflip professional, adobe animate CC, sigil, kvisoft flipbook maker, exe-Learning, aplikasi berbasis android atau integrasi aplikasi CMS wordpress, situs berbagi video Youtube dan QMS classmarker. Pengembangan e-modul dalam pembelajaran fisika ditujukan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, meningkatkan keterampilan proses sains, literasi sains, motivasi serta hasil belajar siswa. Hasil kajian ini dapat dimafaatkan sebagai acuan dalam melakukan pengembangan e-modul dalam pembelajaran fisika di masa yang akan datang.Â

    Pelatihan Pencegahan Kekerasan Seksual dan Perundungan Pada Santri di Pesantren Mas Ulul Albab Kota Ternate

    No full text
    Kekerasan seksual dan bullying/perundungan merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental korban, termasuk di lingkungan pendidikan seperti pesantren. Kegiatan yang dirancang ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri di Pondok Pesantren Ulul Al Baab Ternate dalam mencegah kekerasan seksual dan perundungan melalui pelatihan. Pelatihan dilaksanakan sebagai bagian dari program pendampingan tim pengabdian universitas Khairun dan melibatkan 38 santri dari kelas X, XI, dan XII, dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan simulasi. Materi pelatihan meliputi sosialisasi peraturan pencegahan kekerasan seksual dan perundungan di satuan pendidikan, pengenalan tanda-tanda awal korban, dan penanganan dasar kasus kekerasan seksual dan perundungan. Tim pelatihan bekerja sama dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Universitas Khairun (SATGAS PPKS UNKHAIR). Keberhasilan pelatihan dinilai berdasarkan peningkatan pengetahuan santri tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dan perundungan, yang diukur melalui tes awal dan tes akhir. Pengetahuan santri dalam hal pencegahan kekerasan seksual dan  perundungan secara umum meningkat sebanyak 56% dari 31% menjadi 67% setelah pelatihan. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keamanan dan kesejahteraan di lingkungan pendidikan pesantren serta menjadi acuan bagi pesantren lain dalam mengembangkan program pencegahan kekerasan dan perundungan.Kekerasan seksual dan bullying/perundungan merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental korban, termasuk di lingkungan pendidikan seperti pesantren. Kegaiatan yang dirancang ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri di Pondok Pesantren Ulul Al Baab Ternate dalam mencegah kekerasan seksual dan perundungan melalui pelatihan. Pelatihan dilaksanakan sebagai bagian dari program pendampingan tim pengabdian universitas Khairun dan melibatkan 38 santri dari kelas X, XI, dan XII, dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan simulasi. Materi pelatihan meliputi sosialisasi peraturan pencegahan kekerasan seksual dan perundungan di satuan pendidikan, pengenalan tanda-tanda awal korban, dan penanganan dasar kasus kekerasan seksual dan perundungan. Tim pelatihan bekerja sama dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Universitas Khairun (SATGAS PPKS UNKHAIR). Keberhasilan pelatihan dinilai berdasarkan peningkatan pengetahuan santri tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dan perundungan, yang diukur melalui tes awal dan tes akhir. Pengetahuan santri dalam hal pencegahan kekerasan seksual dan bullying/perundungan secara umum meningkat sebanyak 56% dari 31% menjadi 67% stelah pelatihan. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keamanan dan kesejahteraan di lingkungan pendidikan pesantren serta menjadi acuan bagi pesantren lain dalam mengembangkan program pencegahan kekerasan dan perundungan

    Pembelajaran IPA Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah Siswa di SMP Negeri 3 Halmahera selatan

    No full text
    Science learning in the 2013 revised edition of the 2016 curriculum was developed in an integrated manner in the fields of biology, physics, and chemistry. These three areas are combined in a learning theme. One of the themes of science learning in junior high schools that is adapted to the needs of the development of scientific attitudes is the theme of Environment and Classification. The purpose of this study was to determine the increase in students' scientific attitudes at SMPN 3 South Halmahera after being taught using PBL-based science learning. This research is a quasi-experimental research (Quasy Experiment). The sample of this study consisted of two classes, namely class VII-1 as the experimental class, VII-2 as the control class with a total of 53 students. The instrument used is a questionnaire to measure students' scientific attitude. Data analysis uses the SPSS-assisted normality and homogeneity test, while the hypothesis test uses the Anacova test. The results showed that learning science based on PBL could increase students' scientific attitude by 72.90% with a significant level of 0.001 <0.05
    corecore