44 research outputs found

    Analisi Dosis Radiasi Untuk Aplikasi Ruangan ICU

    No full text
    Pada penulisan Skripsi ini telah dibahas masalah yang berjudul “Analisa Pembobotan Sagital Short Time Inversion Recovery (STIR) Dan Parameter Axial Multi Block Pada Pemeriksaan Lumbal” analisa ini bertujuan untuk mengetahui dari fungsi serta peranan parameter atau sequence yang digunakan dalam pembuatan gambar serta kontras gambar yang dihasilkan, diamana salah satu parameter atau sequence yang sering digunakan dalam pencitraan organ tulang belakang ialah Short Time Inversion Recovery (STIR) Serta Parameter Axial Multi Block, dimana parameter STIR merupakan cabang dari parameter Inverse Recovery (IR) mempunyai peran untuk menekan sinyal dari jaringan adiposa atau jaringan yang mengandung lemak dengan pengiriman pulsa RF 137,732 MHz sehingga membuat sudut sebesar 180º setelah itu di iringi waktu invers yang pendek maka nilai lemak mencapai nol maka sinyal tersebut akan ditahan dengan pengiriman pulsa RF sebesar 68,866 MHz sehingga membentuk sudut 90º yang bergerak pada bidang magnetisasi transversal sehingga kontras yang dihasilkan pada jaringan adiposa ialah kontras gelap sedangkan jaringan yang lainya akan lebih terang dari pada jaringan adiposa. Pada Parameter Axial Multi Block dimana menggunakan beberapa block atau area scan, sehingga waktu pemeriksaan dapat optimalkan, karena pada setiap pemeriksaan MRI membutuhkan waktu lebih kurang 45-60 menit dimana setiap parameter membutuhkan waktu lebih kurang 7 menit. Karena pada pemeriksaan MRI, subjek diwajibkan untuk tidak melakukan pergerakan, maka dari itu menggunkan parameter Axial Multi Block sangatlah membantu untuk mengoptimalkan waktu pemeriksaan.37 HalamanSkripsi Sarjan

    POLA MIGRASI MASYARAKAT MADURA DAN MASYARAKAT BAWEAN

    Get PDF
    Kebutuhan hidup layak di daerah asal yang tidak terpenuhi, mendorong penduduk yaitu masyarakat Madura dan masyarakat Bawean untuk meninggalkan daerah asal. Lahan pertanian yang kurang subur dan sempitnya lapangan pekerjaan di luar pertanian merupakan faktor pendorong terjadinya migrasi. Sampel penelitian ini ditarik secara sistematik random sampling yaitu untuk migran masyarakat Madura. Sedangkan untuk perantauan masyarakat Bawean diambil seluruh populasi. Seluruh respond en berjumlah 162 untuk migran masyarakat Madura dan 18 untuk perantauan masyarakat Bawean. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah dipersiapkan lebih dahulu. Disamping itu juga dilakukan wawancara kepada beberapa orang dan pamong yang ada hubungannya dengan penelitian ini. Sebagian besar pengambilan keputusan meninggalkan daerah asal dipengaruhi oleh famili atau teman. Dimana mereka telah lebih dahulu melakukan migrasi. Hubungan dengan daerah asal masih terus dilakukan, hal itu mereka tempuh dengan migrasi yang tidak menetap. Pola-pola migrasi yang tidak menetap tersebut berbentuk commuter! penglaju dan sirculation!sirkulasi. Berbeda pola antara migran masyarakat Madura dan perantau masyarakat Bawean. Untuk perantau masyarakat Bawean, karena daerah tujuan yang relatif lebih jauh (Malaysia), maka frekuensi pulang lebih kecil

    POLA MORTALITAS DI KOTAMADYA SURABAYA

    Get PDF
    Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kematian tetapi secara khusus yang paling relevan untuk mem! ham kecenderungan kematian. adalah: 1. Faktor lingkungan alamiah; 2. Faktor perubahan teknQlogi dan pe£ kembangan ekonomi; 3. Faktor kemajuan kesehatan masy! rakat dan ilmu kedokteran (medis); dan 4. Perubhan s~ bab-sebab kematian. Pengaruh lain adalah pengaruh no£ matif dan pengaruh anggota kelpmpok. Anggota kelomppk yang dimaksud adalah kategori sosial dalam masyarakat dimana orang-orang itu terasosias~.; misalnya tipe keluarga. klas sosial. dan dominasi agama

    Antisipasi Masalah Rawan Pangan Di Kabupaten Tuban Sebagai Prioritas Kedua Daerah Rawan Pangan Di Provinsi Jawa Timur

    Get PDF
    Kerawanan pangan adalah suatu kondisi suatu daerah, masyarakat atau rumah tangga yang dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari � harinya tergolong di bawah standar hidup yang layak. Di provinsi Jawa Timur ternyata masih terdapat beberapa daerah, kabupaten maupun kota yang tergolong rawan pangan dan salah satu diantaranya, adalah di Kabupaten Tuban. Daerah Pedesaan manakah di Kabupaten Tuban digolongkan ke dalam daerah rawan pangan walau terdapat juga daerah yang berkecukupan. Sebagian masyarakat di Tuban ini bermatapencaharian sebagai petani dan nelayan, pekerjaan demikian sangat diidentikkan dengan kondisi masyarakat miskin baik secara cultural maupun structural. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun pemetaan (mapping) dan diskripsi daerah rawan pangan. Terdapat tiga indikator menganalisis data dan informasi dilapangan yaitu meliputi ketersediaan pangan, penyerapan pangan dan konsumsi pangan yang bertujuan untuk menetapkan kabupaten sasaran yang didokumentasikan dalam peta kerawanan pangan/ Food Insecurity Atlas (FIA). Penelitian ini dilakukan pada tiga desa di Kecamatan Palang Kabupaten Tuban, yaitu desa Karadenan, desa Glodok dan desa Karangagung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif, dengan pemilihan sample wilayah penelitian(desa) dan sample responden secara purposive. Unit analisis dalam penelitian ini adalah individu kepala keluarga atau pencari nafkah utama keluarga. Data yang dibutuhkan meliputi data primer yang bersumber dari responden dan data sekunder dari Dinas atau Instansi terkait menyangkut komponen lokal yang relevan dengan masalah penelitian. Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah tersusunnya suatu rekomendasi kebijakan dan program yang strategis guna penanganan daerah rawan pangan, dalam kajian ini Kota Tuba

    Antisipasi Masalah Rawan Pangan Di Kabupaten Tuban Sebagai Prioritas Kedua Daerah Rawan Pangan Di Provinsi Jawa Timur

    Get PDF
    Kerawanan pangan adalah suatu kondisi suatu daerah, masyarakat atau rumah tangga yang dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari - harinya tergolong di bawah standar hidup yang layak. Di provinsi Jawa Timur ternyata masih terdapat beberapa daerah, kabupaten maupun kota yang tergolong rawan pangan dan salah satu diantaranya, adalah di Kabupaten Tuban. Daerah Pedesaan manakah di Kabupaten Tuban digolongkan ke dalam daerah rawan pangan walau terdapat juga daerah yang berkecukupan. Sebagian masyarakat di Tuban ini bermatapencaharian sebagai petani dan nelayan, pekerjaan demikian sangat diidentikkan dengan kondisi masyarakat miskin baik secara cultural maupun structural. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun pemetaan (mapping) dan diskripsi daerah rawan pangan. Terdapat tiga indikator menganalisis data dan informasi dilapangan yaitu meliputi ketersediaan pangan, penyerapan pangan dan konsumsi pangan yang bertujuan untuk menetapkan kabupaten sasaran yang didokumentasikan dalam peta kerawanan pangan/ Food Insecurity Atlas (FIA). Penelitian ini dilakukan pada tiga desa di Kecamatan Palang Kabupaten Tuban, yaitu desa Karadenan, desa Glodok dan desa Karangagung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif, dengan pemilihan sample wilayah penelitian(desa) dan sample responden secara purposive. Unit analisis dalam penelitian ini adalah individu kepala keluarga atau pencari nafkah utama keluarga. Data yang dibutuhkan meliputi data primer yang bersumber dari responden dan data sekunder dari Dinas atau Instansi terkait menyangkut komponen lokal yang relevan dengan masalah penelitian. Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah tersusunnya suatu rekomendasi kebijakan dan program yang strategis guna penanganan daerah rawan pangan, dalam kajian ini Kota Tuba

    Servant leadership on the inter-church deliberation institute of Surabaya

    No full text
    Poverty reduction consists of various elements, one important element of society in poverty alleviation was faith based organizations such as the Inter-Church Deliberation Institute of Surabaya (BAMAG). The purpose of this study was to analyzed the activities and practices of servant leadership in BAMAG. The design of this study used a qualitative approach. The results explained that transformative and innovative servant leadership has not just to maintained and remained loyal to the social conscience and the organization of the BAMAG but also to developed together with its members the best service to the social community to reduce poverty.La reducción de la pobreza consta de varios elementos, un elemento importante de la sociedad en el alivio de la pobreza es la organización basada en la fe, como el Instituto de Deliberación Intereclesial de Surabaya (BAMAG). El propósito de este estudio fue analizar las actividades y prácticas del liderazgo de servicio en BAMAG. El diseño utilizó un enfoque cualitativo. Los resultados explicaron que el liderazgo de servicio transformador e innovador no solo tenía que mantener y permanecer leal a la conciencia social y a la organización de BAMAG, sino que también se desarrolló junto con sus miembros que habían prestado el mejor servicio a la comunidad social para reducir la pobreza

    Pengurangan kandungan Fe dalam lempung kaolit menggunakan asam Fluorida.

    Get PDF
    Penggunaan produk-produk hasil industri keramik semakin banyak diminati. Salah satu bahan baku industri keramik adalah lempung jenis kaolinit yang banyak terdapat di daerah Plered Purwokerto. Agar dapat digunakan sebagai bahan baku industri keramik halus, maka kandungan Fe dalam lempung kaolinit tidak boleh lebih _ dari 2 %. Oleh sebab itu kandungan Fe dalam lempung kaolinit dikurangi. Senyawa. Fe yang terdapat dalam lempung kaolinit berbentuk Fe,O- dapat berkurang dengan oara di rendam ke dalam larutan HF. Dengan memvariasi konsentrasi HF dan waktu kontak, maka akan didaratkan pengurangan Fe dalam kao.linitmenoapai optimal. Dari hasil analisa dengan AAS kandungan Fe dalam kaolinit sebelum perlakuan dengan HF adalah 12,795 %. Pengurangan optimal Fe dalam kaolinit oleh HF 1 7 M dan 'waktu kontak 90 menit adalah 11,44 %. Sehingga kadar Fe dalam kaolinit setelah perlakuan dengan HF menjadi 1,355% Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan HF oukup efektif. Many products ceramic industry more and more interesting. One of raw materials of ceramic industry is caolinit clay, it was found in Plered Purwokerto. So that a benefit of raw materials as polished ceramic industry, Fe content in the caolinit clay may not be more than 2 %. Due to that reason the content of Fe caolinit clay should be reduced. Fe compound that found in caolinit clay as Fe2O3. could be reduced by HF. By variation of HF concentration and contact time optimal content of Fe was able to find. From analysis by AAS, Fe content of caolinit clay before treatment with HF was 12,795 %. The optimal reduction of Fe in caolinit clay by HF 7 M and contact time for 90 minutes was 11,44 %. So Fe content of caolinit clay after treatment with HF was 1,355 %. It is able to conclude that HF is effective agent for reduce the Fe content. -6114All 111e,fi This document is Undip Institutional Repository Collection. The author(s) or copyright owner(s) agree that UNDIP-IR may, without changing the content, translate the submission to any medium or format for the purpose of preservation. The author(s) or copyright owner(s) also agree that UNDIP-IR may keep more than one copy of this submission for purposes of security, back-up and preservation. ( http://eprints.undip.adjd
    corecore