9,496 research outputs found

    Mochammad Natsir dan Pemikiran Ekonomi Ummat 1950-1960

    No full text
    Abstract This article is intended as an attempt to reconstruct the history of thought from a figure of the famous politician who is soft, firm, and islamic behave, Mochammad Natsir. His thoughts about the economy of the Muslims is as his fight in Indonesia people’s destinies take notice, especially Muslims. During his life in pursuit of economic Natsir Mochammad Muslims either when he politicking, of community, and preaching. Related to the economic development of this Ummah, Mochammad Natsir championed economic development via the Ummah Party Mayumi, the largest Islamic Ummah as the party at the time. In discussing character Mochammad Natsir, has always been in the political discussion, whether its action in politics or also his idea about politics that inevitably associated with Islam, very little discussion about his thinking in the field of Economics, but it turns out that economics is concerned Natsir Mochammad Ummah, generally the people of Indonesia. His thoughts on the economy is very inspiring and uplifting for the people of Indonesia to be able to maintain his life struggling to avoid poverty, squalor, misery, and suffering due to the behavior of those who blackmail her life wander the property. His idea about Islamic economic development Mochammad Natsir Ummah who looks at and strive to let the Muslims during the post-revolution until the 1960 \u27s can live peaceful, prosperous, far from suffering, poverty, misery, and always pay attention to the messages from the teachings of Islam. Message from thinking this is about Mochammad Natsir human duty to care for and respect each other, because that is the nature of a human being as an independent creature who had to work hard in the face of the Earth to avoid poverty. This paper, entitled "the Economic Thinking and Natsir Mochammad Ummah 1950-1960".---AbstrakMakalah ini dimaksudkan sebagai usaha merekonstruksi sejarah pemikiran dari seorang sosok politikus terkenal yang lembut, tegas, dan islami, yakni Mochammad Natsir. Pemikirannya tentang ekonomi ummat adalah sebagai perjuangannya dalam memperhatikan nasib rakyat Indonesia, terutama ummat Islam. Selama hidupnya Mochammad Natsir memperjuangkan ekonomi ummat baik ketika ia berpolitik, bermasyarakat, dan berdakwah. Terkait dengan pembangunan ekonomi ummat ini, Mochammad Natsir memperjuangkan pembangunan ekonomi ummat melalui Partai Mayumi, sebagai partai ummat Islam terbesar saat itu. Dalam membahas tokoh Mochammad Natsir, selama ini selalu pada pembahasan politik, baik kiprahnya dalam berpolitik atau juga pemikiran-pemikirannya tentang politik yang pasti dikaitkan dengan Islam, sangat sedikit pembahasan tentang pemikirannya di bidang ekonomi, padahal ternyata Mochammad Natsir sangat memperhatikan ekonomi ummat Islam, umumnya rakyat Indonesia. Pemikirannya tentang ekonomi sangat memberikan inspirasi dan semangat bagi rakyat Indonesia untuk dapat berjuang mempertahankan hidupnya yang terhindar dari kemiskinan, kemelaratan, kesengsaraan, dan penderitaan akibat perilaku pemerasan dari mereka yang hidupnya bergelimang harta. Untuk itu makalah ini akan menyoroti Pemikiran Mochammad Natsir tentang pembangunan ekonomi ummat yang memandang dan mengusahakan agar umat Islam pada periode pasca revolusi sampai tahun 1960 dapat hidup damai, sejahtera, jauh dari penderitaan, kemiskinan, kesengsaraan, dan senantiasa memperhatikan pesan-pesan dari ajaran agama Islam. Pesan dari pemikiran Mochammad Natsir ini adalah tentang tugas manusia untuk menjaga dan menghormati sesamanya, karena itu  adalah fitrah seorang manusia sebagai makhluk yang merdeka yang harus bekerja keras di muka bumi untuk menghindari kemiskinan. Makalah ini berjudul “Mochammad Natsir dan Pemikiran Ekonomi Ummat 1950-1960”

    MOCHAMMAD BASOFI SOEDIRMAN SUMBANGSIH PEMIKIRAN UNTUK BANGSA 1940-2017

    No full text
    Tulisan ini mengkaji tentang Biografi Mochammad Basofi Soedirman: Sumbangsih Pemikiran untuk Bangsa 1940-2017. Tulisan ini menggunakan metode sejarah. Metode sejarah yang digunakan terdiri dari heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Sumber utama yang digunakan adalah arsip tentang Mochammad Basofi Soedirman, sumber lisan keluarga Mochammad Basofi Soedirman, dan buku-buku tulisan Mochammad Basofi Soedirman. Sumber itu diperoleh dari Kantor Arsip Provinsi Jawa Timur, Perpustakaan Daerah Jawa Timur, Perpustakaan Kampus B Unair serta arsip keluarga Mochammad Basofi Soedirman. Pembahasan tulisan ini terdiri dari beberapa hal antara lain: riwayat hidup Mochamad Basofi Soedirman dari kelahiran, keluarga, pendidikan, karir hingga kehidupan masa pensiun dan wafat, serta membahas pula tentang sumbangsih pemikiran Mochmmad Basofi Soedirman untuk Bangsa. Penelitian ini menemukan beberapa hal. Hal tersebut adalah Mochammad Basofi Soedirman berlatar belakang dari keluarga tentara. Dari latar belakang keluarga ini membuat ia juga menjadi tentara. Perjalanan karirnya di mulai dari tentara, kemudian berpindah ke politik, hingga akhirnya menjadi Gubernur Jawa Timur periode 1993-1998. Ia suka menulis berbagai gagasan kebangsaan. Tulisannya tersebut telah banyak diterbitkan oleh harian surat kabar pada masanya. Melalui tulisannya ia memberikan sumbangan pemikiran untuk bangsa. Ia memberi pesan tentang pembangunan yang baik adalah pembangunan dengan tahapan yang baik dan tahapan yang baik memiliki perencanaan waktu yang terukur baik. Ia juga memberi terobosan pemikiran tentang menyeimbangkan pembangunan antara desa dan kota, program nyatanya yaitu Gerakan Kembali ke Desa (GKD)

    Perjuangan KH. Mochammad Nawawi dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Sidoarjo tahun 1945-1946

    No full text
    Skripsi ini berjudul “Perjuangan KH. Mochammad Nawawi dalam Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia di Sidoarjo Tahun 1945-1946”. Adapun fokus pembahasannya yaitu: (1) Bagaimana Biografi KH. Mochammad Nawawi? (2) Bagaimana Peran KH. Mochammad Nawawi dalam Nadhatul Ulama dan Hizbullah? (3) Bagaimana Keterlibatan KH. Mochammad Nawawi dalam Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia di Sidoarjo tahun 1945-1946? Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan langkah-langkah sebagai berikut: Heuristik (pengumpulan Data), Verifikasi (kritik data) meliputi kritik ekstern dan intern, Interpretasi (penafsiran) dan Heuristik. Skripsi ini menggunakan pendekatan sosiologi yang berarti ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori kepemimpinan kharismatik yang dikemukakan oleh Max Weber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) KH. Mochammad Nawawi lahir di Mojokerto pada tahun 1886 dari pasangan suami istri dari Munadi dan Chalimah. Beliau mendirikan lembaga pendidikan Islam di Mojokerto (2) KH. Mochammad Nawawi mendirikan Nahdlatul Ulama Cabang Mojokerto dan menjabat sebagai Wakil Rois dan berdirinya Hizbullah di Mojokerto. (3) Keterlibatan KH. Mochammad Nawawi dalam mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia begitu besar, ketika terjadinya pertempuran di Sidoarjo beliau terlibat langsung untuk bertempur. KH. Mochammad beliau mendapatkan tanda penghargaan “Pemancangan Bambu Runcing Dipusarnya” dari Dewan Harian Daerah Angkatan 45 Provinsi Jawa Timur , gelar “mati syahid” dinisannya, dan nama beliau dijadikan sebagai nama jalan di Mojokerto yang diberikan oleh pemerintah Mojokerto

    Analisis hukum ketatanegaraan terhadap pertanggungjawaban Presiden Pasca Amandemen UUD 1945 / oleh Mochammad Dwi Satya Afriza

    No full text
    abstrak A. MOCHAMMAD DWI SATYA FRIZA, B. Analisis Hukum Ketatanegaraan Terhadap Pertanggungjawaban Presiden Pasca Amandemen UUD 1945. C. x + 163 + Lampiran D. Pertanggungjawaban Presiden Pasca Amandemen UUD 1945. E. UUD 1945 tentang Pertanggungjawaban Presiden : Dalam doktrin ketatanegaraan RI pada awalnya dianut bahwa Presiden memegang jabatannya selama lima tahun dan di akhir masa jabatannya Presiden berkewajiban menyampaikan laporan pertanggungjawaban dihadapan sidang MPR. Laporan pertanggungjawaban ini berisi mengenai kinerja Presiden, tugas-tugas Presiden, dan apa saja yang telah diperbuat pada bangsa dan negara ini dari sejak pelantikan sampai dengan akhir masa jabatannya. Namun perkembangan demokrasi dalam UUD 1945 setelah amandemen tidak lagi mengatur tentang pertanggungjawaban Presiden dihadapan MPR. Hal ini dikarenakan telah berubahnya fungsi dan wewenang MPR yakni MPR hanya melantik Presiden dan Wakil Presiden, sedangkan wewenang memilih Presiden dan Wakil Presiden diserahkan langsung kepada rakyat melalui mekanisme pemilihan umum. Konsekuensi logis dari hal ini adalah MPR tidak lagi berwenang meminta pertanggungjawaban Presiden kecuali ada usulan dari DPR. Sejalan dengan diadakannya pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat maka sudah selayaknya pula Presiden membacakan laporan pertanggungjawaban secara langsung dihadapan seluruh rakyat Indonesia. Rakyatlah yang menilai apakah laporan pertanggungjawaban tersebut layak diterima atau tidak

    KAJIAN KEBERADAAN RUANG AKTIVITAS MASYARAKAT TERHADAP KORIDOR JALAN MOCHAMMAD TOHA (Studi Kasus: Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang Provinsi Banten)

    No full text
    Kajian Keberadaan Ruang Aktivitas Masyarakat Terhadap Koridor Jalan Mochammad Toha adalah kajian yang bertujuan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara elemen ruang yang menimbulkan aktivitas baru dan berpotensi memunculkan permasalah pada fungsi Jalan Mochammad Toha, di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Metode induktif, digunakan untuk: (1). Menggambarkan pola penggunaan lahan di sepanjang koridor Jalan Mochammad Toha, (2). Mengetahui bentuk aktivitas dari keterkaitan antar elemen ruang di Koridor Jalan Mochammad Toha, dan (3). Mengkaji fungsi jalan dikaitkan dengan aktivitas masyarakat di kawasan Koridor Jalan Mochammad Toha. Analisis dilakukan dengan mengorganisir informasi, dan memberi kode, membuat suatu uraian terperinci mengenai kasus dan konteksnya, dan menetapkan pola serta mencari hubungan antar beberapa elemen ruang dikawasan Jalan Mochammad Toha. Kajian menghasilkan kesimpulan: (1) sistem aktivitas masyarakat yang terjadi di kawasan koridor pada awalnya karena ketersediaan lahan yang cukup lapang sehingga ada sebuah pengembang yang mencoba mendirikan Industri yang bernama PT. Panarub Industri, berdirinya industri tersebut pada tahun 1968 hingga saat ini, dan demikan bertambahnya tahun, fenomena yang disajikan oleh koridor jalan Mochammad Toha akhirnya mengalami perkembangan pada pola penggunaan lahan sehingga makin banyak lahan aktif yang didirikan oleh masyarakat sekitar kawasan koridor tersebut, dan pada akhirnya semakin banyak pula kebutuhan ruang aktivitas untuk melakukan suatu Kegiatan/aktivitas masyarakat di koridor jalan Mochammad Toha. (2) setiap ruang - ruang memiliki keterkaitan hubungan aktivitas didalamnya, sehingga tingkat aksesbilitas di koridor jalan Mochammad Toha menjadi lebih maksimal dan efisien dalam hubungan antar destinasi. (3) Bahwa koridor jalan Mochammad Toha tidak hanya sebagai akses penjuru untuk melayani pergerakan kendaraan saja, melainkan sebagai alat interaksi bagi masyarakat di kawasan Koridor Jalan Mochammad Toha.Kata Kunci: jalan Mochammad Toha, elemen ruang, aktivitas masyarakat, penggunaan laha

    mochammad phalevi's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Nutritional Supplements usage by Exercisers in UAE Cross-sectional Study

    No full text
    Kumpulan Bukti Reviewer Mochammad Lazuardi yang di pergunakan untuk Keperluan Kenaikan Pangkat dan Lain-lai
    corecore