1,720,963 research outputs found
Applied Of Geofencing In Microcontroller With Linear Inequality Approach Of Two Variables
Geofencing merupakan suatu batas virtual yang mengelilingi sebuah area geografis. Area geografis terdiri-dari banyak titik yang mana nilai titik dapat diketahui dengan menggunakan perangkat GPS (Global Potisioning System). Sekarang ini perangkat GPS sudah ada yang berbentuk hanya modul GPS saja, sehingga bisa dikembangkan secara mandiri sesuai kebutuhan. Contoh dari modul tersebut adalah modul GPS GY-NEO6MV2 (Ublox NEO6MV2). Modul ini dapat berkomunikasi dengan mikrokontroler melalui komunikasi serial. Untuk itu penerapan geofencing ke mikrokontroler dapat dilakukan. Wilayah geofencing-nya berbentuk segitiga sembarang yang lokasinya di sekitar kampus Politeknik Negeri Medan, dimana pendekatan Pertidaksamaan Linear Dua Variabel digunakan dalam menentukan wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D). Total rata-rata penyimpangan titik ukur jika dibandingkan dengan GPS buatan pabrik adalah 6,455127033 meter. Dan sistem memberikan indikator OUT jika berada di luar wilayah geofencing dan indikator IN jika berada di dalam wilayah geofencing
Pemodelan Aturan dalam Memprediksi Prestasi Akademik Mahasiswa Politeknik Negeri Medan dengan Kernel K-Means Clustering
This thesis addresses a model of rule to predict students’ academic achievement in the
Department of Electrical Engineering Polytechnic of Medan. Up till now predicting
students' academic achievement is still a warm debate in institutions of higher
education. Factors that affect predominantly on academic achievement of students still
can not be determined exactly. Currently management of polytechnic of Medan is still
using manual method in predicting students' academic achievement. So errors in
predicting academic achievement are very probable. This will affect the result of
decisions taken by the management of the Polytechnic of Medan. Because of this, it is
very important to create a model to predict the academic achievement of students that
can be used as a management support system in decision making. The data used in this
study is based on a database of academic student majoring in Electrical Engineering
Polytechnic Medan academic year 2008-2009. In this thesis algorithm Kernel K Means Clustering has been used to obtain a prediction rule model of academic
achievement of students in the Department of Electrical Engineering Polytechnic of
Medan. Model rules obtained shows that the predicate with a compliment can be
obtained if the average values of theory, practice and attendance are higher.Tesis ini mengusulkan sebuah model aturan dalam memprediksi prestasi akademik
mahasiswa di Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Medan. Hingga saat ini
memprediksi prestasi akademik mahasiswa masih menjadi perdebataan yang hangat di
institusi-institusi pendidikan tinggi. Faktor-faktor yang berpengaruh secara dominan
terhadap prestasi akademik mahasiswa masih belum dapat ditentukan secara pasti.
Saat ini manajemen Politeknik Negeri Medan masih menggunakan cara manual dalam
memprediksi prestasi akademik mahasiswa. Sehingga sangat mungkin terjadi
kesalahan dalam memprediksi prestasi akademik. Hal ini akan berpengaruh terhadap
hasil keputusan yang akan diambil oleh pihak manajemen Politeknik Negeri Medan.
Untuk itu sangat penting dibuat sebuah model aturan untuk memprediksi prestasi
akademik mahasiswa yang dapat digunakan pihak manajemen sebagai sistem
pendukung dalam pengambilan keputusan. Data yang digunakan dalam penelitian ini
berasal dari database akademik mahasiswa jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri
Medan tahun ajaran 2008-2009. Dalam tesis ini algoritma Kernel K-Means Clustering
telah digunakan untuk mendapatkan suatu model aturan prediksi prestasi akademik
mahasiswa di jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Medan. Model aturan yang
diperoleh menunjukkan bahwa predikat dengan pujian dapat diperoleh jika nilai rata rata teori, nilai rata-rata praktek dan kehadiran semakin tinggi.75 HalamanTesis Magiste
Qr Code Reader System Assisted With Face Detection Using Multi Webcam
Informasi yang terdapat pada QR Code dapat dibaca dengan alat pemindainya. Alat pemindai yang digunakan berupa kamera yang terkoneksi ke sistemnya, contohnya webcam. Saat sekarang ini, alat pemindai akan bekerja secara otomatis jika mendeteksi objek QR Code tersebut. Pada penelitian ini, alat pemindai QR Code yang sudah ada akan dikembangkan dengan menambahkan deteksi wajah manusia di dalam sistemnya, yang mana proses memindai dan mendeteksi akan berjalan secara bersamaan di satu sistem. Tanpa deteksi wajah maka sistem tidak bisa bekerja. Metode penelitian yang dipakai adalah jenis research and development (R&D). Sistem yang dihasilkan terdiri dari server penghasil gambar QR Code dan sistem pemindai dengan dua webcam. Fungsi server adalah untuk mendaftarkan informasi yang akan disimpan ke gambar QR Code. Untuk akses ke server menggunakan browser, sedangkan pada sistem pemindai menggunakan aplikasi yang dibuat dengan bahasa pemrograman Processing. Antara server dan sistem pemindai terkoneksi secara otomatis ketika mengekstrak informasi yang ada pada gambar QR Code. Jarak baca agar sistem pemindai bekerja adalah antara 10 cm sampai dengan 55 cm
Applied Of Geofencing In Microcontroller With Linear Inequality Approach Of Two Variables
Geofencing merupakan suatu batas virtual yang mengelilingi sebuah area geografis. Area geografis terdiri-dari banyak titik yang mana nilai titik dapat diketahui dengan menggunakan perangkat GPS (Global Potisioning System). Sekarang ini perangkat GPS sudah ada yang berbentuk hanya modul GPS saja, sehingga bisa dikembangkan secara mandiri sesuai kebutuhan. Contoh dari modul tersebut adalah modul GPS GY-NEO6MV2 (Ublox NEO6MV2). Modul ini dapat berkomunikasi dengan mikrokontroler melalui komunikasi serial. Untuk itu penerapan geofencing ke mikrokontroler dapat dilakukan. Wilayah geofencing-nya berbentuk segitiga sembarang yang lokasinya di sekitar kampus Politeknik Negeri Medan, dimana pendekatan Pertidaksamaan Linear Dua Variabel digunakan dalam menentukan wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D). Total rata-rata penyimpangan titik ukur jika dibandingkan dengan GPS buatan pabrik adalah 6,455127033 meter. Dan sistem memberikan indikator OUT jika berada di luar wilayah geofencing dan indikator IN jika berada di dalam wilayah geofencing
Qr Code Reader System Assisted With Face Detection Using Multi Webcam
Informasi yang terdapat pada QR Code dapat dibaca dengan alat pemindainya. Alat pemindai yang digunakan berupa kamera yang terkoneksi ke sistemnya, contohnya webcam. Saat sekarang ini, alat pemindai akan bekerja secara otomatis jika mendeteksi objek QR Code tersebut. Pada penelitian ini, alat pemindai QR Code yang sudah ada akan dikembangkan dengan menambahkan deteksi wajah manusia di dalam sistemnya, yang mana proses memindai dan mendeteksi akan berjalan secara bersamaan di satu sistem. Tanpa deteksi wajah maka sistem tidak bisa bekerja. Metode penelitian yang dipakai adalah jenis research and development (R&D). Sistem yang dihasilkan terdiri dari server penghasil gambar QR Code dan sistem pemindai dengan dua webcam. Fungsi server adalah untuk mendaftarkan informasi yang akan disimpan ke gambar QR Code. Untuk akses ke server menggunakan browser, sedangkan pada sistem pemindai menggunakan aplikasi yang dibuat dengan bahasa pemrograman Processing. Antara server dan sistem pemindai terkoneksi secara otomatis ketika mengekstrak informasi yang ada pada gambar QR Code. Jarak baca agar sistem pemindai bekerja adalah antara 10 cm sampai dengan 55 cm
Pemanfaatan Mikrokontroler Berbasis Internet Protocol (IP) pada Sistem Kehadiran yang Menggunakan Kartu Identitas
Kartu identitas yang sudah dilengkapi radio frequency identity (RFID) dapat dijadikan alat pendukung sistem kehadiran. Sistem ini terdiri dari unit baca dan unit server. Unit baca bertugas untuk membaca UID dari kartu RFID untuk dikirimkan ke unit server agar diproses dan saat itu juga hasil prosesnya berupa nama pemilik kartu, waktu hadirnya dan mata kuliahnya dikirim kembali ke unit baca agar si pemilik kartu mengetahui bahwa sudah hadir. Unit baca terdiri dari modul RFID, modul mikrokontroler dan modul ethernet. Sedangkan pada unit server menggunakan komputer dengan memasang aplikasi Apache sebagai webservernya, MySQL sebagai databasenya dan PHP sebagai skrip program webnya. Koneksi antara unit baca dengan unit server menggunakan kabel UTP. Pengujian yang dilakukan adalah waktu respon unit baca saat terkoneksi ke unit server melalui perangkat jaringan berupa switch, dan router. Selain itu pengujian waktu respon saat unit baca tidak terkoneksi ke unit server. Hasil yang didapat adalah waktu respon rata-rata saat unit baca terkoneksi sebesar 3,92 detik, sedangkan waktu respon rata-rata unit baca saat tidak terkoneksi sebesar 15,76 detik
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
